
Aku Dan Diriku Bab 15
"Kamu tuh gimana kerjaan belum selesai malah ambil kerjaan baru!!"
"Yang mana mah?"
"Yang mana yang mana berani kamu jawab sekarang? Lihat sana di dapur!! Masih ada banyak begitu, buta mata kamu!? Tak bisa melihat!!?"
Aku segera menyimpan baju baju yang baru saja aku angkat dari jemuran, lalu bergegas ke daour untuk memeriksa yang mana yang belum aku selesai kan. Dan aku menemukan satu piring kotor, hanya satu dan banyak katanya? Astaga.
Aku segera mencuci satu piring kotor itu, di lanjut mencuci lap lap kotor yang ada di dapur, lalu mengepel seluruh lantai, dan mengerjakan tugas sekolah. Hampir saja aku lupa jika aku punya tugas sekolah, huh hari ini terlalu sibuk.
Pukul lima sore, aku mengerjakan tugas sekolahku. Jika kalian bertanya mengapa tak di awal saja mengerjakan nya? Karena di marah.
"Ngapain kamu?"
"Mau ngerjain tugas"
"Sejarang sudah jam berapa? Sudah terlalu siang ini kamu makan aja lama banget, di tambah sekarang mau ngerjain tugas ya nanti keburu sore lah!! Air nya nanti penuh, buka cuma kamu yang akan mengerjakan pekerjaan rumah tahu!! Gimana sih!!?"
"Oh ya udah mah"
"Dasar pemalas!!"
Akhirnya aku menutup kembali buku buku ku, memasukan nya kembali kedalan tas agar tak berantakan. Segera aku mengerjakan pekerjaan pekerjaan rumah yang sudah menunggu ku. Hingga pukul lima sore aku selesai mengerjakan semua nya. Dan baru bisa mengerjakan tugas rumah ku.
Tak terasa jam menunjukkan pukul setengah enam, dia dan henda sedang bersiao menyambut ayah pulang di depan, sedangkan aku harus segera menyelesaikan tugas ku ini. Karena jika tidak di selesaikan sekarang maka akan terlalu larut aku tidur belum lagi harus bangun subuh. Karena setelah ayah pulang.
"Ayah bawa apa?"
"Nih, ayah bawa makanan, bagi bagi ya sama kakak april"
Dan jika sudah begitu aku tak akan bisa fokus, belum lagi penyinaran lampu yang kurang terang.
"Eh lupa, april ambil air minum untuk ayah, yang hangat ya"
"Iya"
Kembali aku menutuo buku ku dan aku bawa sekalian ke dapur, akan berantakan nanti nya jika di biarkan di sana. Setelah menuangkan air hangat aku kembali ke depan kamar memberikan air untuk ayah dan kembali mengerjakan tugas yang tinggak sedikit lagi selesai.
"Syukurlah akhirnya selesai juga"
__ADS_1
Akhirnya tugas rumah ku dari sekolah selesai aku kerjakan. Aku berdiam diri di sini, di ruang tengah sendirian. Karena jika sudah sore seperti sekarang orang orang di dalam rumah ini akan berdiam diri di dalam kamar nya masing masing.
Aku hanya memperhatikan ayah henda dan dia yang sedang berbagi cerita, ayah dengan cerita di tempat kerjanya, henda yang bercerita tentang kartun dan permainan hari ini, dan dia yang bercerita tentang perkembangan henda.
Kurang lebih keseharian ku hanya seperti itu, tanpa teman dan waktu yang aku punya hanya di penuhi dengan segala pekerjaan rumah.
...
Hari ini aku kembali memulai segalanya, aku berencana untuk memberi sedikit makanan dengan tia, sebagai ganti dia sudah berbagi dengan ku kemarin. Toh hari ini aku dapat uang lebih karena uang sisa kemarin tak aku pakai.
Setelah aku menyeberang aku terus berjalan hingga sampailah aku di sekolah, mungkin kah aku datang terlalu pagi? Karena aku belum juga melihat Tia.
"Tiaa!"
Akhirnya tia muncul juga, sama dengan ku, mungkin tia sedikit terlambat lagi hari ini.
"Hai april, tumben sudah sampai aja?"
"Kamu yang kesiangan, lihat! Sekarang jam berapa?"
"Hehe iya iya, biasalah bantuin dulu mamah"
Aku mencoba menggoda tia, tia anak yang baik dia juha seeinga membantu mamah nya di rumah. Bedanya tia melakukan itu tanpa di perintah, karena itu tia sangat beruntung menurutku. Punya mamah yang sangat baik dan mengerti anak.
"Ihh, iya sih bukan cuma itu. Aku tuh tadi ngebubur dulu di gang itu lho yang biasa kita lewat waktu kita selalu pulang bareng"
"Tuh kan berarti bukan karena bantuin mamah kamu telat, tapi jajan dulu! Ih Tia boong"
"Shuttt ah kamu ini tau aja heheh"
"Huu dasar Tia"
"Huu dasar april"
"Pfft hahaha"
Kami tertawa bersama sambil bergandengan tangan dan masuk kedalam kelas, menuju bangku masing masing.
"Tia, nanti kamu beli makanan apa aja ya tapi jangan yang mahal mahal"
Sekarang kami sedang jam istirahat, sesuai dengan rencana aku akan sedikit memberi tia makanan.
__ADS_1
"Ih kenapa? Lagi pula uang saku aku udah tipis, kan tadi aku beli bubur hum"
"Yee jangan cemberut gitu dong, ya makanya kamu jajan apa aja aku bayarin, tapi janji jangan yang mahal"
"Kamu ada duit dari mana april? Emang mamah kamu kasih uang lebih buat kamu?"
Bukanya senang akan aku belikan jajan, dia malah bertanya tanya.
"Kemarin aku jalan setelah naik angkot, jadi aku punya 10ribu buat jajan hari ini"
Jawab ku sembari tersenyum senang di depan tia.
"Jalan dari mana? Gila ya kamu, rumah kamu tuh kan jauh banget april ih"
"Apaan sih, nggak terlaku jauh ko orang cuma setengah jam aku jalan sampe rumah"
"Apa? Kenapa nggak di pake aja uang nya, kan jadi capek"
"Tiaa dasar lebay ah kamu ini, aku kemarin nggak jajan kan. Malah aku minta makanan kamu, pasti bikin kamu kurang dan masih lapar jadi aku jalab kaki aja biar sekarang aku bisa jajan"
"Dasar tukang jajan, dari dulu emang nggak berubah ya nih anak"
"Kamu juga sama, tukang jajan!"
"Ya udah sekarang kamu punya 10ribu jalan kaki lagi dong nanti?"
"Iyah, ih ko tahu sih"
Tia tiba tiba berpaling dan menunduk, sebegitu khawatir nya tia padaku. Sejak kami masih kecil tia selalu seperti itu, selalu mengkhawatirkan aku. Bagiku tia sudha seperti kakak.
"Ya udah, untuk hari ini terima deh tawaran kamu, aku laper banget soalnya"
"Huu sok sok an nolak, makanya terima aja
"Iya iya ih bawel, maaf ya. Besok aku ganti deh, dan makasihh"
"Iya sama sama, nggak usah di pikirin aku masih dapet uang ongkos ko besok tenang aja"
"Iya"
Dan kami membeli seblak akhirnya, agar uang yang keluar sedikit dan perut pun kenyang.
__ADS_1