Aku Dan Diriku

Aku Dan Diriku
Aku Dan Diriku Bab 18


__ADS_3

Aku Dan Diriku Bab 18


"Kapan sih dia pergi dari sini, dasar sampah keberadaan nya itu hanya mengalangi saja tahu"


"Iya yah, dasar gimana dong. Padahal waktu itu dia mau pergi, kenapa mamah larang coba"


Aku bangun siang hari ini, karena aku sakit. Badan ku sakit semua rasanya, setelah subuh tadi aku bangun dan merasakan sakit di seluruh badan aku segera meminta izin untuk tak masuk kerja hari ini. Dan aku bangun begitu siang setelah meminum obat, meski tak sarapan.


Namun aku mendengar henda dan mamah sedang berbincang, ayah sudah pergi bekerja tapi aku tak tahu mengapa henda ada di rumah. Oh atau mungkin masuk sekolah nya siang, sudah lah aku akan mencoba bergerak untuk mencari makan. Perutku sudah keroncongan.


Sedikit aku mendengarkan, awalnya aku tak perduli tapi saat aku akan beranjak mereka semakin menjadi.


"Ya iya lah, kalo nanti dia pulang lagi ke sini terus bawa anak nggak ada ayah nya gimana? Malu maluin!!. Mau di taruh dimana muka mamah sama ayah kamu henda, malu!!"


Astaga, masih dengan dugaan yang sama, mengapa begitu yakin jika aku akan berbuat seperti itu? Aku berusaha menjadi anak yang baik sejak aku tinggak bersama dia, tapi mengapa dia selalu nething terhadap ku?


"Emang bisa ya mah?"


"Ah sudah lah itu urusan orang dewasa, mamah cuma lagi mikir aja gimana biar dia kapok"


Bicara pada anak kecil tentang hal seperti itu? Dengan henda pula astaghfirullah. Aku harus berbuat apa jika dia terus berfikir begitu, tak akan ada ujung nya meski aku berusaha bagaimana pun akan nihil hasilnya.


"Iya, mana nggak tau diri banget ya mah. Suka seenak nya sendiri lagi!"


"Iya itu yang jadi masalah dan ingin mamah urus, dasar virus!"


"Hari gini aja belum bangun ya mah"


"Ya orang pemalas!!"


"Huum betul itu, udah ah ngomongin sampah nanti bau"


"Iya ya udah,yang penting kamu jangan sampai seperti itu ya, awas aja akan mamah hukum parah karena kamu anak mamah"


"Iya mah amit amit deh, aku mah nggak akan kayak gitu"


"Iya dong bagus, harus. Harus jadi anak yang sholeh"


Mereka akhirnya berhenti berbicara, mungkin sedang terfokus pada tv. Aku berusaha untuk bangun dan membasuh muka ke kamar mandi.

__ADS_1


Saat aku keluar dari dalam kamar, henda melihat ku, dan dengan cepat dia memeluk henda menghadap kan wajah henda dan dia agar tetap melihat ke arah televisi.


(Lah?)


Aku tak terlalu menghiraukan perilaku mereka, aku berjalan ke kamar mandi dan segers menyelesaikan ritual pagi ku.


Aku kembali ke kamar, bersiap pergi keluar untuk membeli sarapan.


"Apa aja deh, yang penting makanan"


Sekarang aku sudah di luar, mencoba mencari abang abang yang memakai gerobak saat berjualan. Tak ada apapun, mungkin karena sudah terlalu siang karena sekarang pukul 09.15 hampir setengah sepuluh pagi.


"Kalo kupat nanti kacang nya bikin sakit perut, ah ya sudah lah warteg aja. Yang penting makanan dan ada nasi pula semoga bisa kenyang, atau bisa bikin dua kali makan. Jadi siang nanti nggak perlu keluar"


Aku terus berjalan sembari berbicara sendiri, menentukan apa yang akan aku makan hari ini.


Setelah mendapat nasi dan dua lauk pauk aku pulang, dan kembali ke kamar lalu memakan makanan yang akua beli. Tak lupa aku juga beki obat dan sedikit camilan, karena hari ini aku akan full di dalam kamar ini.


"Alhamdulillah"


Ucap ku pelan setelah selelai menghabiskan separuh dari nasi bungkus tadi. Tak akan ada lagi kegiatan untukku, air yang aku punya masih ada banyak cukup sampai nanti sore sebelum ashar aku akan menimba kembali. Bermain ponsel sembari berbaring, tak lama aku kembali tertidur mungkin karena efek dari obat yang aku minum tadi sehabis makan.


...


Aku coba untuk pergi ke luar kamar dan ternyata benar, tak ada orang pintu utama pun di kunci.


"Mumpung nggak ada orang, harusnya aku bisa keluar untuk ambil air. Tapi pintunya di kunci"


Apa boleh buat, aku kembali ke kamar lagian badaj ku juga masih sakit lebih baik aku kembali istirahat.


Aku kembali merebahkan badan ku yang masih sakit, karena bosan aku berseluncur di dunia maya. Aku membuka Facebook melihat postingan postingan orang lain, sembari telinga aku pasang handphone.


...


"Tuh kan, emang bener bener tuh anak selalu bikin masalah!!"


"Iya kenapa juga kita yang kena ya mah"


"Iya makanya, apa apa tuh pasti kita yang kena orang dia tinggalnya disini! Tapi tetap saja tak bisa di atur heran!!"

__ADS_1


"Bangunin aja mah, mumpung ada orang nya"


"Alah males, mikir dong mikir oyy kurang ajar terus. Nggak bisa di kasih tau gitu!"


Aku mendengar keributan di luar, dia dan henda baru pulang. Entah mereka dari mana tapi sepertinya aku tau karena di pulang dengan keadaan marah. Aku yakin ada suatu pembicaraan orang lain yang buat dia marah, tapi kenapa seolah membicarakan aku?


Maaf yah teman teman, tapi aku memang sering menguping seperti ini. Jangan di tiru!.


Karena dengan begini aku bisa tau informasi informasi yang di sembunyikan dari diriku, termasuk ketika mereka membicarakan aku, atau bahkan soal perjodohan waktu itu.


Setelah aku dengar ternyata mereka masih menbahas tentang orang yang akan melamarku waktu itu.


"Dasarf malu maluin!! Padahal udah jalan sama cowok nya malah sok sok an nolak!!"


Tunggu, kenapa seakan dia tahu kalo aku jalan sama cowok? Padahal aku aja nggak ngerasa deket sama cowok!?


"Nggak mungkin tuh cowok bilang nya kayak gitu, kalo nggak di kasih harapan sama nih tetangga. Malu maluin aja!!"


Hah?!


"Emang bilang gimana gitu mah tadi kata nenek?"


Nah kan benar dugaan ku, pasti dari sana makanya pulang pulang marah marah. Pasti karena dengar gosip yang nggak nggak.


"Iya tadi kamu denger nggak? Kata cowok nya di bilang bilang ke orang lain ke ibu warung tuh yang terkenal di lapangan itu. Bilangnya 'ah nggak bener perempuan nya, mau di seriusin malah ngilang bu' tuh kan!! Berarti ni anak tetangga nih udah kasih harapan sama tuh cowok"


"Oh gitu ya mah"


"Iya lah kalo nggak mana mungkin tuh cowok nya bilang bilang ke orang lain kayak gitu, dasar nya aja ini anak kurang ajar! Bukannya bersyukur!! Dia tuh udah punya rumah, punya tanah di kampung nya bodoh dasar!!"


Heh!?


Ya udah kalo gitu kamu aja yang nikah sama dia! Astaghfirullah ingin aju bilang begitu, taoi pasti langsung berantem kalo aku bilang begitu.


Lagian ada ada aja, mengklaim satu orang hanya dari satu sisi, nggak adil banget. Kalo mau juga setelah semuanya jelas pihak satu dan pihak dua ada dan menjelaskan baru bisa mengklaim 'oh ini nggak bener, oh dia yang salah' kan gitu harusnya?


Kenapa selalu ada saja drama di rumah ini. Aku yakin, setelah ini pasti dia akan bercerita panjang kali lebar ke ayah. Meski itu semua nggak bener, kalo dia yang cerita ayah pasti percaya, nggak tau sih kalo 100%atau nggak nya tapi yang pasti akan jadi beban pikiran ayah.


Aku nggak ngerasa dan nggak pernah dekat dengan lelaki manapun di sekitar rumah ini, ya boro-boro aku kepikiran nyari cowok, mikirin hidupku aja pusing terus menerus menghadapi setiap masalah yang ada.

__ADS_1


Aku tak mau mendengarkan lebih jauh, sudah jelas jika semua hanyalah drama yang dia buat, eh bukan tuh cowok yang buat bikin resah keluarga orang aja. Nambah nambah masalah dalam hidup ku aja.


Lagian aku nggak tau orang nya yang mana, kalo aku tau sudah aku datangi dan marahi dia, membuat rumor yang nggak jelas asal usul nya.


__ADS_2