Aku Dan Diriku

Aku Dan Diriku
aku dan diriku 26


__ADS_3

Bab 26


Satu Minggu setelah hari yang sangat menyenangkan itu. Aku kembali menjalani kehidupan ku seperti biasanya.


Meski dengan biasanya tapi kali ini hati ku tak begitu kosong, karena Gilang selalu menemani hari hari ku dengan pesan pesan nya yang menghangatkan hati ku.


Dan pembicara kami pun semakin banyak, kami membahas tentang mantan mantan, makanan kesukaan, hobi, keinginan, bahkan impian.


Seperti malam ini, kami masih berbalas pesan meski jam sudah menunjukkan pukul 20.35 memang masih belum terlalu larut, dan berbalas pesan ini akan terus berlangsung hingga larut biasanya.


Saking terlalu asik nya kami selalu lupa waktu, benar benar membahagiakan. Begini ternyata rasanya jatuh cinta, dan mungkin juga di cintai? Aku belum tau pasti perasaan Gilang.


Tapi jika dilihat dari cara dia berkomunikasi dan berhadapan dengan ku aku yakin kan diriku bahwa Gilang pun memiliki rasa yang sama terhadap ku.


Malam ini kami membahas kenyamanan, dimana kami di besarkan bagaimana kehidupan kami sebelum nya. Yah kami karena aku menceritakan segalanya tentang hidup ku dan Gilang pun menceritakan segala nya tentang hidup nya.


Termasuk masalah yang selalu aku hadapi setiap hari, tuntutan kesalahan yang harus di pertanggung jawabkan meski aku tak tau kesalahan apa itu, dan apa itu semua salah dari dalam diriku. Akupun tak tahu.


Juga tentang aku bersikap pada orang rumah, dan sikap orang rumah kepada ku.


Tak ada yang aku tutupi, karena selama lebih dari dua bulan ini aku dan Gilang memang semakin dekat. Dan sedekat itu. Seterbuka itu, hingga mungkin tak ada yang kami rahasiakan atau kami tutupi dari diri masing masing.


Kami mempercayakan apa yang kami rasakan dan alami ke satu sama lain.


(April memang nya mau di jagain?)


(Ya siapa sih yang nggak mau di jagain, ya mau lah)


Kami sedang membahas perasaan, dan rasa nyaman.


(Mau di jagain nya setiap saat atau gimana nih?)


(Yah kalo emang bisa setiap saat kenapa harus di waktu?)


(Itu artinya April mau di dong kalo di nikahin?)


Deg


Deg

__ADS_1


Deg


Tunggu. Sedari tadi kami memang sedang membahas perasaan, apa ini artinya Gilang sedang meng-kode tentang perasaan nya selama ini?


Aku dan Gilang memang kerap kali membahas perasaan kami, tapi Gilang bertanya seolah sedang bercanda.


Kupikir dia memang bercanda, meski aku tau Gilang memang tipe orang yang humoris. Umur yang cukup dan badan tinggi tegap itu membuat dirinya lebih menonjol.


Kegantengan dan ke humoris-an nya itu semakin terlihat waw di mataku. Aku takjub dengan Gilang, meski kehidupan nya tak jauh berbeda dengan ku.


Yah, Gilang sama seperti ku yaitu anak broken home. Bedanya aku dengan ayah dan mamah sambungku. Sedang kan Gilang dengan keluarga kandung nya, dengan Gilang yang tersisih.


Kami memiliki kondisi yang sama, tapi dengan melihat dirinya yang sangat hangat dan humoris tak mencerminkan dirinya anak broken home.


Aku masih melihat pesan dari Gilang itu 'siap dinikahi?' maksudnya Gilang berniat ingin menikahi ku begitu?


Baiklah, aku akan langsung bertanya padanya. Tapi perasaan ku tak karuan. Baiklah tenang April.


Oke.


(Gimana Lang?)


(Iya, kalo mau di jagain sama aku artinya kamu harus selalu ada disisi aku dong. Kan kalo cuma jadi teman aku cuma bisa jagain kamu kalo kita bertemu saja)


Mata ku melotot, tapi bibirku tersenyum. Sungguh? Apa aku sudah di perbolehkan berada disisinya setiap saat setiap waktu?


(Oh gitu.. jadi gimana dong biar bisa di jagain Gilang setiap hari)


Terkirim, dan aku menanyakan hal bodoh. April sungguh kau terlalu bodoh untuk urusan ini.


Aku menepuk pelan jidatku, ku tutup ponsel ku dan menggigit jari ku. Kebiasaan ku jika sedang resah. Pertanyaan ku jelas akan mengundang tawa untuk Gilang, aku yakin dia sedang tertawa sekarang.


(Ya kamu nikah sama aku. Mau nggak? Biar bisa aku jagain tiap hari, biar aku bahagian kamu. Biar aku bisa bebaskan kamu dari rasa sakit yang selama ini kamu rasa)


Lagi lagi aku terpaku dengan mata tak berkedip sama sekali melihat layar ponsel ku ini.


Kamu menang Gilang, kamu sudah berhasil masuk kedalam hati ku yang paling dalam. Memporak porandakan hatiku, namun porak poranda itu menimbulkan tumbuhnya bunga dan banyak nya kupu kupu yang berterbangan di dalam sana.


Hati ku tergelitik aku tertawa dan teriak tertahan, senyum bahagia tak pudar nya dari bibirku.

__ADS_1


Aku bahagia ayah, aku menemukan orang yang akan membahagiakan aku setelah ayah.


Apakah benar aku baru saja di lamar oleh Gilang? Ini lamaran bukan sih? Tapi kan di chat WhatsApp. Tapi Gilang ngajak aku nikah.


Aaaaaahhh


Lagi aku berteriak tertahan, jika berteriak sungguhan bisa habis aku di omeli.


Ok ok tenang April tenang, jangan panik. Jangan terlalu berlebihan meski rasa ini sudah berlebihan. Pertama tama tarik nafas, kendalikan pikiran dan juga hati ini.


Tangan ku sampai bergetar karena senang tak karuan, bibirku tak kalah bergetar nya karena terus saja tersenyum dan tertawa tawa sendiri.


Ah diriku ini sudah seperti orang gila saja, yah memang gila! gila oleh cinta Gilang.


(Hah? Nikah, Gilang mau nikah gitu sama April?)


Ok kirim. Hanya untuk memastikan, karena aku belum bisa yakin. Padahal hati sudah kacau balau seperti ini.


(Iya, kalo April nikah sama aku, aku akan berusaha bahagiakan April. Meski aku tahu banyak kekurangan aku)


(Emang nya Gilang beneran mau nikah sama april? April anak nya begini lho)


(Begini gimana sih April? Justru aku yang harus nya tanya ke April. April mau nggak kalo jadi pendamping hidup aku?)


(Ya, April mau mau aja. Kalo emang Gilang serius sama April, karena sekali lagi April tegaskan April nggak mau nyari pacar atau sekedar jadi pacar. Percuma sudahlah dosa dan hubungan nya juga nggak pasti)


Aku memang pernah bilang kepada Gilang jika keinginan ku suatu saat nanti ada yang menyukai ku aku ingin langsung menikah saja, tak ingin pacar pacaran karena selain tak berujung hubungan pacaran juga akan membawa kita kepada jalan belok.


(Iya April, Gilang juga tau. Makanya Gilang langsung nanya April mau nikah sama Gilang nggak, toh selama ini cukup lah mungkin untuk perkenalan. Tapi kalo April belum siap nggak apa apa, Gilang juga masih butuh persiapan untuk nikahin April)


Aaaaaahhh


Gilang aku benar benar ter love love, kata kata mu ya Tuhan... Aku benar benar jatuh cinta dan bahagia, meski melamarnya seperti ini tapi aku senang sangat senang. Akhirnya aku jatuh cinta dan orang yang aku cintai melamar ku. Bukan hanya melamar tapi juga ingin menikahi ku.


Tanpa paksaan tanpa tekanan, bahkan Gilang mempertanyakan kesiapan ku, aku sungguh tersanjung dengan kehangatan sikapnya.


(Iya Gilang nggak apa apa, kalo emang Gilang nggak keberatan dengan kekurangan April keadaan April terima April apa adanya. April akan tunggu Gilang)


Begitu cukupkah untuk menjawab keraguan Gilang? Ahh meleleh sudah hati ini tak tertampung lagi.

__ADS_1


Aku menunggu pesan berikut nya dari Gilang, aku benar benar sekali menunggu dengan hati yang disko.


__ADS_2