
sambil nunggu sore,Simblee membantuku menjaga Stand dan merekap barang-barang yang stock nya sudah menipis,sambil dengerin musik dan ngobrol-ngobrol ghibahin Reza sama Herlang wkwk.
setiap aku di Stand saat Simblee libur sekolah pasti dia membantuku,iya dia masih kelas 1 SMK,sebenarnya dia seumuran adikku yang laki-laki,adikku ada dua ( laki-laki anak tengah dan perempuan anak bungsu ) aku anak pertama.
aku dan Simblee selisih 4tahun.
.
.
tidak terasa sore pun tiba,waktu menunjukan pukul 16.30,saatnya mengantar Simblee ke rumah Herlang,jarak rumah Simblee dan Herlang dekat sih,hanya beda gang aja,jadi kami hanya berjalan kaki ke rumahnya...
.
" ayokk sekarang a Mbak Al ? " tanya Simblee
" iya ayo gapapa,mumpung sepi juga " jawabku
" oke yok lah gini aja,Standnya titip ke mama dulu " ujar Simblee
" yaudah yukk " ajakku sembari mengunci laci Stand
.
sudah biasa sih Stand ku tinggal pergi saat butuh,karena kanan kiri banyak orang jadi bisa nitip,kalo mama Simblee lagi ga ada pembeli kadang dia yang melayani konsumen di Stanku saat aku lama belum balik.
.
__ADS_1
kami pun berjalan menuju Rumah Herlang,sambil pura-pura jalan sore dan jajan di Warung dekat Rumah Herlang,karena biasanya gitu wkwk,ga berani datangin langsung jadi akting dong jalan sore....
.
.
sesampai depan Rumah Herlang ternyata Motornya ada,pertanda kalau Herlang ada di Rumah,Simblee aku suruh mengirim pesan lewat Whatsapp katanya belum di buka,laammaaaa kita nunggu masih aja belum ada balasan..
jengkel dong akutuh.. yaudah,dengan Kepedean yang aku punya aku berjalan mendekati rumah Herlang dan teriakk...
.
" Laaang,Herlaaang" teriakku PEde
" heh mbak Al ngawurrr" sahut Simblee malu dan takut
" aku yang takut taukk,malu.. kalo mama nya yang keluar gimana ? " tanya Simblee khawatir
" bagus dong,biar mama dia tau kalo ada cewek yang sangat menyayangi anaknya kayak gini " jawabku santuyy
" haduuh mbak Aaal " ujar Simblee dengan tatapan khawatir kuadrattt 1000kali
.
.
lalu Herlang keluar dong,dengan tampilan acak-acakan kayak orang baru bangun tidur yang nyawanya belum ngumpul 100%,hanya memakai celana pendek warna cokelat gelap tanpa kaos,ga sixpack sih wkkww.
__ADS_1
Herlang tolah toleh kebingungan karena aku dan Simblee sembunyi, iya sembunyi karena Simblee auto gercep menarik aku ke samping tembok tetangga samping Rumah Herlang.
.
karena merasa di Luar ga ada orang dan menganggap suaraku tadi hanya khayalannya,Herlang pun beranjak masuk ke Rumah.
.
.
" gimana sih mblee,kan Herlang udah keluar,kita malah ngumpet " tanyaku
" mbak Aaal,gatau aja gimana deg-deng annya jantungku ini gara-gara dia tiba-tiba muncul " jawab Simblee dengan wajah absurd kayak habis selamat dari kejaran polisi gara-gara ga pakek Helm
" truss gimana nih barang yang mau di kasih,keburu leleh cokelatnya " tanyaku lagi
" kita taruh di motornya aja,ntar langsung aku chat dia,gimana ? " jawab Simblee
" yakin a ? ntar kalo di ambil kucing gimana ? " tanyaku kembali
" aduhh,ga bakal kucing nyuri kotak kayak gini " jawab Simblee meyakinkan
" yaudah deh,taruh aja... asal kamu PEde aja wkwk " ujarku sedikit mengolok,karena motor Herlang tepat terparkir di depan pintu Rumahnya
" sepi aja kok,habis naruh langsung lari aku " kata Simblee
" yaudah cepetan mumpung sepi " ujarku
.
__ADS_1
lalu akhirnya Simblee segera menuju ke arah motor dan menaruh kotak itu di dashboard motor Herlang.
Berhasil dong wkwk.. meski aku ikut deg2an setengah mati,untung kampung lagi sepi dan mungkin si Herlang balik tidur lagi...