
Setelah semua drama yang aku alami, kini aku dan gilang sudah berada di kontrakan. Tempat baru untukku dan gilang tempati, temoat yang akan menjadi saksi bisu atas hubungan ku dan gilang yang sudah sah beberapa jam yang lalu.
Setelah sesi foto aku kembali ke kontrakan, tak perlu membersihkan tempat yang sudah menjadi berantakan karena acara pernikahanku.
Bukannya tak mau, tapi memang tak di ijinkan. Katanya "dari pada bebersih lebih baik temani suami di tempat baru" ya sudah aku langsung ke tempat yang akan menjadi rumahku.
Sebenarnya gilang pun tak langsung pulang, karena masih bercengkrama dengan para bapak bapak di luar dengan anak dari bu nda juga.
Dan aku berganti pakaian di temani Tia dan juga windi yang sebentar lagi pun akan pulang, karena sebenarnya mereka tengah nerada di jam kerja, bahkan bos nya sudah chat mereka untuk segera hadir di tempat kerjanya.
Dan setelah sedikit berbincang setelah berganti pakaian, aku mengantarkan mereka ke depan, ke jalan raya dimana mereka bisa menggunakan ojek atau becak untuk mengantarkan nya ke pasar depan.
Setelahnya aku kembali dan mendapati gilang sudaha berada di dalam kontrakan, aku juga sudah bilang tadi akan mengantar sahabatku bahkan gilang juga bersedia mengantar kan mereka. Tapi ya dasarnya Tia tak mau, mungkin masih malu karena gilang orang baru.
Pertama kali bertemu dan juga di hari gilang sudah menjadi suamiku. Benar benar mengejutkan sepertinya untuk Tia hihi.
Sedikit deg deg an berada di satu ruangan yang sama dengan lawan jenis, meski aku tahu jika gilang sudah menjadi suami ku. Tetap saja rasanya seperti asing.
Bagaimana malam ini aku bisa tidur, jika nanti di sebelahku akan ada orang baru bahkan lawan jenis!
Tak langsung menghampiri gilang aku pergi ke kamar mandi, dan sesikit menyibukkan diri di dapur karena masih lapar sebenarnya perutku ini.
Sudah dengan pakaian santai yang biasa aku pakai di rumah itu, aku pakai juga disini. Baju blus garis abu dan putih tanpa lengan dan panjang nya selutut.
Ketika sedang mencoba menghangatkan makanan tiba tiba saja gilang memanggil.
"Yaang"
__ADS_1
Aku sedikit tersentak, astaga yaang? Aku berusaha menormalkan detak jantungku. Lalu menyahuti panggilan gilang.
"Ya ay"
Dengan menghampiri dan menjawab panggilannya, membuat gilang beralih menatap ku.
Yang semula bermain hp sambil rebahan, sekarang matanya tertuju padaku, setelah bertanya dan ku jawab aku mau makan gilang minta untuk nya juga karena ternyata gilang pun sama. Lapar hihi.
Setelah selesai makan, aku dan gilang bersantai dengan posisi aku bersandar pada gilang, gilang bersandar ke tembok aku melihat gilang bermain game online nya.
Sedang asik asiknya bersantai sambil bercanda, pintu kontrakan ada yang mengetuk. Sekejap aku dan gilang saling pandang, lalu aku bangkit dan membuka pintu.
Setelah membuka pintu betapa terkejutnya aku melihat para ibu ibu tetangga rumah ku berkumpul di depan rumab baru ku ini, dengan malu menahan senyum aku bertanya.
"Kenapa Ma ati? Th ayu?"
Dan hanya dengan jawaban "nggak ada apa apa" sembari tersenyum senyum geli para ibu ibu itu pergi bubar, dan tertawa lepas.
Entahlah aku tak tau apa yang mereka tertawakan, yang jelas kelakuan mereka membuatku sedikit malu.
Tak terlalu aku hiraukan para ibu ibu itu, aku kembali ke sisi gilang.
"Siapa?"
"Ibu ibu Ma ati sama yang lain, nggak tau malah senyum senyum"
"Ohh, ah ibu ibu kepo"
__ADS_1
Kami tertawa bersama, menunggu waktu malam dengan canda dan tawa. Aku benar benar bahagia, sekarang aku tak lagi harus pulang ke tempat yang aku sendiri tak ingin kesana.
Tempat yang bagi semua orang rumah, tapi tidak untukku. Karena bagiku rumah itu hanyalah sebuah tempat untuk menguji mental dan batinku.
Begitu banyak rasa sakit yang aku tinggalkan di rumah itu, banyak kenangan tak mengenakan di sana.
Sekalipun ada orang yang sangat tak ingin aku tinggalkan, namun kehadiranku malah memperkeruh keadaan dan swkarang aku tak perlu memperkeruh keadaan, karena aku tak akan lagi kembali kesana.
Aku tak akan lagi tinggal disana, mungkin hanya akan singgah sesekali jika hati ku sudah siap nanti.
Terimakasih ya Allah, akhirnya takdir ku menemukan cahaya yang akan membahagiakan ku.
๐TAMAT๐
Akhirnya aku bisa menyelesaikan cerita ini.
gimana menurut kalian teman teman? kalo ada yang mau di tanyain komen aja yah.
insya Allah aku bakalan bikin ektra part tapi nggak tau berapa bab nya semoga kalian suka yah.
Dan aku ada kejutan di balik cerita ini. Aku nggak tau juga sih kalian bakal terkejut atau engga yang jelas nanti aku bikin di akhir ektra part.
jangan lupa like sama komen nya ya, makasih banget buat kalian yang udah ngikutin cerita aku ini dari awal sampe akhir, aku seneng banget.
semoga cerita ku ini bisa menginspirasi kalian bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri, jangan egois jangan selalu mementingkan diri sendiri karena akan ada banyak yang tersakiti tanpa di sengaja dengan sikap kita.
sekali lagi Terimakasih teman teman๐ค๐ค๐
__ADS_1
Dan a