
"Assalamu'alaikum Mamah, Mah? Mama dimana?" tanya Rere yang baru pulang dari sekolahnya. Namun tak ada satu jawaban pun dari Shinta Mama Rere.
"Mama kamu gak ada di rumah Re" kata Julio yang mengikuti Rere di belakang
"Aduh gimana dong ini?" tanya Rere yang merasa sedikit takut.
"Udah tenang saja, kan ada aku yang slalu jagain kamu" Julio dengan PDnya pada Rere, yang memang Julio slalu melindungi Rere dari gangguan ganggu setan lainnya.
"sudahlah sekarang mending kita masuk dulu" ajak Julio yang memang masih berada di depan pintu bersama Rere
Rere pun melangkah masuk ke dalam rumahnya dan langsung menuju kamarnya. Setibanya di kamar Rere pun langsung merebahkan dirinya di atas ranjangnya karna memang dia pulang sudah sangat sore karna dia mengikuti kegiatan pramuka, setelah lima belas menit Rere merebahkan dirinya Rere pun langsung bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, karna badannya yang terasa sangat lengket akibat latihan pramuka yang sangat melelahkan hingga membuat keringatnya bercucuran.
"Lio aku mandi dulu ya, kamu jangan kemana mana" pinta Rere pada Julio yang sedang asik memakan manisan yang selalu Rere sediakan di kamar untuk Julio makan.
Julio hanya mengangguki perintah Rere sambil mengunyah manisan yang baru Lio masukkin ke dalam mulutnya
Rere yang baru akan masuk ke dalam kamar mandi tiba tiba seperti ada yang melintas di belakangnya, sontak Rere langsung menoleh ke belakang melihat siapa yang melewatinya. Namun Rere tidak menemui siapa pun di sana.
"Lioooo" Rere sedikit berteriak memanggil Julio, Julio pun langsung menghampiri Rere.
"Ada apa Re?" tanya Julio pada Rere yang belum masuk ke kamar mandi padahal Rere sudah berada di depan pintu kamar mandi.
"Tadi kamu bukan yang lewat di belakang aku?" tanya Rere pada Julia untuk memastikan.
"Enggak tuh, aku kan tadi lagi makan manisan yang baru kamu beliin buat aku" jelas Julio pada Rere, sontak Rere menjadi parno.
"Oh iya deh, kamu tungguin disini ya, tapi gak boleh masuk" kata Rere, dan Rere pun melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah lima belas menit Rere pun keluar dari kamar mandi dengan kaos tipis dan celana jeans di atas lutut, Rere melihat Julio yang masih di depan kamar mandi menunggu Rere yang sangat amat takut.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Re, kamu udah pulang nak" kata Mama Shinta yang melihat sepatu Rere di atas rak sepatu pun langsung masuk ke dalam rumah menemui Rere.
Rere yang mendengar suara mama nya pun keluar kamar menghampiri mamanya yang baru pulang bersama adiknya Tania.
"Waalaikum salam, mama udah kemana sih, Rere kan sendirian di rumah" protes Rere pada mamanya sambil menyium punggung tangan mamanya
"Tata Eye uda ulang?" tanya Tania pada kakanya Rere dengan suaranya yang masih cadel.
"Iya, kaka udah pulang kamu kemana aja ih?" tanya Rere kesal pada Tania dengan mencubit pipi gemas Tania
"Tadi mama udah ke rumah Tante Reni nak" jawab Mama Shinta pada Rere, Shinta dan Rere kini tengah berada di ruang keluarga, dan Rere hanya ber "oh" ria dengan mamanggut manggutkan kepalanya.
Magrib pun tiba Shinta pun mengajak Rere untuk sholat sesuai kewajiban seorang muslim. lima belas lima menit Rere pun selesai dengan kewajibannya. Sedangkan mama Shinta kini tengah sibuk di dapur menyiapkan makan malam untuk mereka.
Setelah makan malam selesai di meja makan Shinta pun memanggil Rere untuk makan malam bersama.
"Re kita makan malam dulu yuk nak" ajak mama Shinta pada Rere yang tengah belajar di kamarnya
setelah sampai di meja makan Rere pun duduk di di samping Tania adiknya.
"Mah lusa akan di adakan PerSaMi di sekolah, Rere ikut ya mah" Tanya Rere di sela sela makannya.
"Rere habisin dulu makan nya nanti kalau udah habis baru ngomong" mama shinta menegur Rere yang terkadang suka lupa kalau makan gak boleh ngomong.
"Hehe lupa mah" jawab Rere dengan senyum nya membuat Shinta ikutan tersenyum melihat Rere suka kelupaan.
Setelah dua puluh menit Mama Shinta, Rere dan juga Tania pun selesai dengan acara makan malamnya tersebut, kini Rere tengah bermain bersama adiknya Tania.
"Mama gimana, Rere boleh ikut kan ma?" tanya Rere berharap mamanya mengijinkan
__ADS_1
"PerSaMi?" (Perkemahan sabtu Minggu, Anak pramuka pasti tau dong yaa) tanya mama yang tidak mengerti maksud Rere
"Iya Mah perkemahan sabtu minggu, Rere ikut ya mah" Rere dengan memasang wajah memelasnya. Namun mengingat Rere yang seringkali melihat hantu hantu dengan wajah menyeramkan membuat Shinta menjadi was was untuk mengijinkan putri sulungnya tersebut
"mah, mamah kok diem sih?" tanya Rere yang melihat mama nya yang diam tak memberikannya jawaban karna belum berani memberikan ijin padanya
"Nanti kakau Rere liat ghost gimana? mama gak mau kamu kenapa kenapa" jawab Shinta yang khawatir tentang keselamatan Rere.
"Mama, kan ada Julio yang jagain Rere, mama gak usah khawatir sama Rere, Rere juga bakakan jaga diri kok. nanti kalau Rere liat ghost Rere bakalan lari yang kenceng" Celoteh Rere berusaha menyakinkan Mama nya agar Rere diberikan ijin oleh sang Mama.
"Iya udah mamah ijinin tapi harus hati hati ya, jangan suka jalan sendirian, terus kamu harus kumpul sama teman temanmu, kalau kamu ngeliat ghost pura pura gak liat aja ya biar nanti ghost nya gak ikutin" Kata mama Shinta panjang lebar karna takut akan keselamatan putrinya Rere.
"kaka Yeye, Aya ikut" kata Tania membuat Rere melihat adiknya kesal.
"Ih kamu masih kecil gak boleh ikut ikut " kata Rere kesal pada Tania adiknya
Tania yang mengerti maksud Rere pun memanyunkan bibirnya dengan mata yang hampir menangis. Shinta yang melihat Tania akan menangis pun langsung mendekap Tania dan memberikan penjelasan pada Tania
"Aya kan masih kecil, jadi belum bisa ikut, nanti kalau aya udah gede baru boleh ikut ya sayang ya" Tania pun mengangguk tanda mengerti perkataan sang Mama. Tania adik Rere yang masih berumur 2 setengah tahun.
"Ya udah Rere masuk kamar bobo udah malem besok sekolah, adek aya juga bobo ya" Kata mama shinta pada kedua putrinya. Shinta pun bangun dari tempat duduknya dan menuju kamar nya, karna Tania masih kecil jadi Tania masih tidur dengah Shinta.
Rere pun menuju kamarnya untuk segera tidur. Seperti biasa Julio tengah berada di kamar Rere yang sedang berbaring di ranjang Rere. Rere pun menghampiri Julio yang sedang tidur dan Rere pun merebahkan tubuhnya di samping Julio.
Bersambung.....
☆☆☆☆☆☆
Jangan lupa beri vote,
__ADS_1
tinggalkan jejak kalian di komentar dan klik jempol ya untuk mendukung author. Tambahkan ke FAVORIT agar para readers gak ketinggalan ceritanya 😉