
“Bagus nih pintunya gak kekunci” ucap Anggi sambil masuk kedalam.
“Re bentar dulu jangan masuk” cegah Julio.
“Kenapa Yo?” tanya Rere memberhentikan langkahnya.
-----
"Lo hati hati ya" peringat Julio dan di angguki Rere.
"Kenapa Re?" tanya Anggi menghadap Rere.
"Ya kata Julio si hati hati" Rere dengan melirik Rama dan Anggi bergantian.
"Ok deh, jadi yang pasti kita bertiga ga usah mencar ok" Ucap Rama sambil menyatukam telunjuk dan jempolnya.
Rere, Anggi, Rama, Julio serta Chika pun masuk ke dalam rumah tua itu setelah lima langkah tiba tiba pintunya tertutup dengan kencang membuat ke Rere, Rama dan Anggi terkejut dan menoleh ke belakang.
Lalu tiba tiba hawanya menjadi sangat dingin, Anggi mengusap usap lengan nya agar merasa lebih hangat, sedangkan Rere menggosok kedua telapak tangannya agar lebih hangat, sedangkan Rama meniup niup tangannya untuk mendapatkan udara panas yang keluar dari mulutnya.
"Kok tiba tiba jadi dingin gini sih" tanya Anggi sambil terus mengusap usap kedua lengannya.
"Mana gwe tahu" jawan Rama dengan meniup niup tangannya.
"Aku coba cari tahu dulu ya" ucap Chika, Chika pun pergi menghilang menyusuri setiap ruangan yang berada di dalam rumah itu.
Dan saat dia tiba di salah satu kamar tepat nya di sebuah kamar pasangan suami istri Chika mendapatkan seorang perempuan yang sedang duduk di depan cermin.
"Hallo" sapa Chika pada hantu perempuan itu.
Hantu itu pun memutar kepalanya menghadap Chika , sedangkan badannya tetap seperti semula. Chika melihat itu merasa kaget.
Wanita itu mengeluarkan air mata darah, dengan bola mata yang hilang satu, mulut yang sobek hingga ke tulang pipi dengan hidung yang terlihat patah.
Saat melihat Chika di depannya hantu itu malah meneriaki Chika hingga terdengar di telinga Rere dan Julio yang berada tak jauh dari kamar tersebut.
"Lio, Chika" ucap Rere memandangi Julio dengan mata membulat karna kaget.
"Ya udah kita cari yuk" Julio pun berlari menuju sumber suara.
"Nggi, Ram ayok" Rere menarik tangan Anggi dan diikuti oleh Rama di belakang.
__ADS_1
"Kenapa si Re kok lari?" tanya Anggi yang mengikuti langkah Rere dengan masih menggenggam tangan Rere.
"Dah ikutin aja" kata Rere.
Setelah mengikuti Julio, Rere, Rama serta Anggi pun sampai di depan kamar dimana disana ada Chika dan hantu wanita itu.
Rere pun memutar knop pintu itu untuk masuk namun tidak bisa.
"Ayok Re buka" kata Julio.
"Nggal bisa Lio, aku rasa pintu nya terkunci deh" Rere sambil terus memutar mutar knop pintu itu.
"Ya udah aku masuk aja ya" kata Julio dan Julio pun masuk ke dalam kamar itu.
"Chika" Julio kaget saat leher Chika sedang di genggam oleh hantu perempuan itu.
"Lio tolongin" ucap Chika.
Sedangkan dari balik lemari itu muncul anak kecil yang menangis, saat mendengar suara tangisan itu hantu perempuan tadi melepaskan tangan nya dari leher Chika, bersamaan dengan terbukanya pintu yang di dobrak oleh Rama, dan alhasil Rama terjatuh di depan Chika.
Rere dan Anggi yang melihat itu pun tertawa terlebih nya lagi saat Rama yang terjatuh dan mencium kaki Chika, Julio yang melihatnya pun ikut tertawa.
"Kalian bukannya bantuin ini malah ngetawain" kata Rama setelah bangun dan mengusap usap kemeja dan jeans yang di pakainya karna disana banyak sekali debu karna tidak pernah di bersihkan.
"Iya Ram, lu tau gak, lo jatuh tepat di kakinya Chika" ucap Rere yang masih menertawakan Rama.
"Apa? jangan bilang gwe cium kaki nya" Ucap Rama membulatkan mata nya terkejut.
"Apa jadi Rama jatuh nyium kaki nya Chika? Hahaha beruntung banget si Chika" puji Anggi sambil tertawa.
"Ye,, beruntung di dia, musibah di gua" ucap Rama kesal.
"Re, Emang nya gwe nyium kaki Chika?" tanya Rama penasaran.
"Ya seperti yang kamu bilang" Kata Rere setelah selesai tertawa.
"Mending gwe nyium kaki mak gwe, dapet pahala, nah ini nyium kaki setan" gerutu Rama namun bisa di dengar oleh Julio, Chika dan juga Rere.
_Pletak_ jitakan dari Chika untuk Rama.
"Enak aja bilang gwe setan, gwe itu hantu bukan setan" ucap Chika kesal dikatai setan oleh Rama.
__ADS_1
"Udah ah, ini tadi kamu kenapa Chik?" tanya Julio.
"Iya Kamu kenapa?" Rere pun ikut bertanya.
"Ini tadi gwe di cekik tuh ama nenek setan" Chika kesal sambil ke sekeliling kamar namun hantu perempuan tadi telah hilang.
"Dih kemana tuh setan" ucap Chika yang tak mendapatkan penampakan hantu perempuan itu.
"Ada ya setan teriak setan" ucap Rere meledek Chika.
"Ada tuh orang nya" tunjuk Julio menggunakan lirikan mata nya ke arah Chika.
"Eh aku bukan setan ya, aku itu hantu" ucap Chika menekan kan kata hantu.
"Iya deh" ucap Julio mengalah.
"Ya udah yuk kita keluar" ajak Rama yang melihat Rere sedari tadi bicara sendiri.
Mereka pun kekuar dari dalam kamar itu, dan saat mereka sampai di ruang makan, terlihat anak kecil tadi berlarian kesana kemari sambil terus tertawa, Rere melihat itu jelas.
saat berjalan tiba tiba ponsel Anggi berbunyi, Anggi pun mengambil ponsel nya, saat melihat nama papa nya tertera sosok anak kecil itu pun menabrak lengan Anggi hingga ponsel Anggi pun terjatuh.
"Yah kok ponsel gwe jatuh si" gumam Anggi, saat hendak mengangkat nya kembali sosok anak kecil itu pun menendak ponsel Anggi ponselnya pun semakin jauh dari jangkauan Anggi.
"Perasaan tadi anak kecil nya cewek, kok jadi cowok si" Bisik Chika pada Julio
"Mungkin anak nya disini ada dua" Julio pun kembali berbisik pada Chika.
Anggi pun berlari hendak mengambil ponselnya, namun karna Anggi tidak melihat sekelilingnya, Anggi pun bertabrakan dengan sosok anak kecil perempuan yang lebih kecil dari anak laki laki itu.
"Anggi awas" teriak Rere, namun telat karna Anggi telah lebih dulu menabrak anak kecil itu.
Sosok anak kecil itu menangis dan dihampiri oleh sosok anak kecil laki laki yang ternyata adalah kakak nya.
"Duh kok gwe ngerasa nabrak sesuatu ya" gumam Anggi.
"Kenapa Re?" tanya Rama.
Belum sempat Rere menjawab pertanyaan Rama, Rere menghampiri Anggi yang akan menerima panggilan dari papa nya.
Namun saat melihat ponsel nya kembali ternyata ponsel nya mati, sedangkan sosok kedua anak kecil tadi pergi meninggalkan Rere dan teman temannya.
__ADS_1
"Yah batrai gwe habis" gumam Anggi dan memasukkan kembali ponsel nya ke dalam saku celananya
Bersambung........