
"Julio, karna kamu penjaga nya Rere maka menjauhlah dari tempat ini sekarang , saya akan berusaha membebaskan Rere" ustadz itu pun mulai membaca surah surah suci Al-Qur'an, Arum yang mendengar itu pun merasakan panas, Arum menutup erat telinga nya, Makhluk yang berbadan besar, hitam, lebat itu pun melepaskan Rere hingga Rere tersungkur jatuh ke tanah, bulu bulu nya hangus terbakar api yang mungkin berasal dari pertolongan yang maha kuasa.
-----
Setelah cukup lama, Ratu Arum dan pak Ustadz mengadu kekuatan mereka, Arum pun kalah melawan pak ustadz.. Arum ahirnya menyerah, makhluk yang menyembunyikan Rere tadi terbakar karna kepanasan dan menghilang entah kemana.
Sedangkan para penjaga ataupun pengawal yang menjaga kerajaan itu pun telah lenyap tersisa lah Arum sendiri dalam istananya.
Mereka pun keluar dari istana Arum, setelah sampai di depan kedua pohon besar itu pak ustadz pun menutup kembali penglihatan pak Fikri Bu Anggun, Rama, Anggi serta pak Karto dan pak Husen.
Mereka kembali ke tenda mereka, saat mereka sudah sampai tenda teman reman Rere merasa bahagia melihat Rere kembali dengan selamat, walau Rere terlihat pucat dan lemah.
Rere pun segera dibaringkan di dalam tendanya, Anggi menyiapkan makan siang untuk Rere yang memang hari itu telah menunjukkan pukul 3 sore, dan sebentar lagi mereka akan pulang menuju rumah mereka masing masing.
Shinta yang mendengar putri sulungnya telah kembali dengan selamat pun merasa lebih tenang, pasal nya Fikri yang menghubungi kedua orang tua Rere saat mereka telah sampai di tenda mereka.
Saat jam tiga lewat tiga puluh menit pak Fikri memerintahkan anak anak yang lainnya membersihkan bekas bekas plastik makanan serta botol kaleng yang dibawa dari rumah untuk dikumpulkan dalam karung, dan membongkar tenda tenda mereka karna mereka akan segera pulang.
Setelah semuanya sudah selesai tepat pukul empat sore mereka pun pulang menggunakan bis sekolah yang sudah di sewa untuk acara PerSaMi mereka.
Saat memasuki Bis, Putra pun mengabsen nama teman teman nya untuk memastikan bahwa tidak ada satu orang pun yang tertinggal.Setelah mereka memasuki bis mereka, sopir bis pun melajukan bisnya untuk ke sekolah SMPN BHAKTI JAYA.
Selama di perjalan Rere tak banyak cerita karna memang dia kehilangan banyak tenaga, sedangkan wajah nta sudah sangat pucat, terlebih lagi tangan dan kaki nya Rere terasa dingin, hingga Rere pun tertidur dalam bis.
Saat dalam tidurnya Rere seperti melihat sebuah tabrakan yang sangat dahsyat tepat nya di perempatan jalan, dalam mimpinya Rere melihat banyak sekali korban jiwa yang meninggal, dan terlebih lagi bis yang iya tumpangi itu menjadi salah satu penyebab kecelakaan itu.
"Anggi" ucap Rere saat setengah sadarnya.
"Iya Re lo mau apa?" tanya Anggi saat mendengar Rere memanggil namanya.
"Gwe minta lo suruh pak sopir berhenti sebelum perempatan" suara Rere terdengar lemah namun bisa di dengar oleh Anggi.
__ADS_1
"Kenapa Re?" tanya Anggi yang masih belum mengerti dengan ucapan Rere.
"perasaan gwe gak enak, cepet lo suruh pak sopir berhenti sebelum perempatan" ucap Rere yang menatap Anggi heran.
"Ok" jawab Anggi singkat.
Anggi pun ke samping kemudi pak sopir dimana disana ada bu Anggun yang sedang suduk sambil memainkan handphone nya.
"Maaf bu" ucap Anggi saat berada di belakang kursi bu Anggun.
"Iya Anggi kenapa?" tanya Bu Anggun yang kini menoleh ke arah Anggi.
"Bu disini deket sama perempatan gak?" tanya Anggi pada bu Anggun, bu Anggun menggeleng menandakan bahwa iya tidak tahu
Sedangkan Rere yang merasakan bisnya masih berjalan mencoba berdiri, di bantu oleh Julio yang berada di samping nya. Rere pun berjalan mendekati sopir bis nya dengan langkah yang sangat pelan.
"Pak berhentikan bis nya pak" ucap Rere saat sudah du belakang sopir bis itu, Anggun yang melihat Rere heran.
"Kenapa Re?" tanya Anggun pada Rere. Rere pun berjalan mendekati Anggun
"Iya tapi kenapa Re? kenapa di berhentikan? justru kalau kita berhenti malah kita akan kemalaman sampai rumah, ini masih sangat jauh sayang, sekarang kamu istirahatlah ya" ucap bu Anggun dengan lembut pada Rere, namun Rere hanya menggeleng mendengar perkataan bu Anggun.
"Bu percayalah pada Rere bu, Rere merasa ada sesuatu bu, tapi Rere tak berani untuk mengatakan nya, tolong pak, bu berhentikan bis ini" ucap Rere dengan memandang Pak sopir dengan Anggun bergantian.
"Jadi bagaimana ini bu?" tanya pak sopir itu terhadap Anggun.
"Kita berhenti saja pak" ucap Anggun yang menuruti permintaan Rere, walau Anggun tak mengerti tujuan Rere saat meminta bis nya untuk berhenti.
telepon bu Anggun pun berbunyi..
"Hallo..." ucap suara di sebrang telpon.
__ADS_1
"Iya pak kenapa?" ucap bu Anggun saat mendengar suara penelpon.
"Bu kenapa bisnya berhenti? apa ada masalah?" suara dari sebrang telpon. yang tak lain adalah pak Fikri.
"Iya pak gak apa apa kok pak" ucap bu Anggun menjawab Fikri yang memang dari belakang, karna bis yang di tumpangi Rere khusus untuk siswi yang berada di depan , sedangkan di belakangnya untuk para siswa siswa yang mengikuti dari belakang.
.....DUUAAARRRRRRR......
Tiba tiba terdengar Suara hantaman yang tak jauh dari bis yang di tumpangi Rere dan kawan kawannya, jaraknya sekitar lima belas meter dari tempat kejadian. Sontak bu Anggun terkejut melihat apa yang ada di depan nya, telpon yang di genggam bu Anggun terlepas dari tangan nya.
Teman teman Rere yang tadinya tertidur terbangun akibat terkejut suara ledakan tabrakan yang cukup besar, mereka pun maju ke ke depan tepat nya di belakang samping kemudi untuk melihat apa yang terjadi.
"*Oh astaga tabrakan"
"Bunda aku takut"
"untung ya bis nya berhenti"
"Alhamdulillah masih selamat"
"Aku pengen turun liat mereka*"
kira kira begitulah kata siswi siswi yang bergelombolan melihat apa yang terjadi sedangkan kini Rere masih tersenyum namun juga iya bersedih.
Rere tersenyum karna pak sopir nya memberhentikan bis nya sebelum perempatan, namun Rere juga bersedih karna iya tak bisa apa apa saat melihat tabrakan yang terjadi di depan mata nya.
"Re jadi itu alasan kamu meminta bisnya untuk berhenti?" tanya Anggi kaget, sekaligus syok saat melihat apa yang terjadi.
Namun dibalas Anggukan oleh Rere dan memejamkan matanya karna merasa bersalah karna ita tahu apa yang akan terjadi namun iya tak bisa apa apa untuk membantu mereka untuk terhindar dari kecelakaan itu...
Bersambung......
__ADS_1
โโโโ
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di komentar, like setiap babnya, berikan rate5 serta Vote koin or poin seikhlasnya untuk membantu author dalam berkarya๐๐