
Like sebelum membaca Reader's
Happy Reading😊
.
.
Namun saat melihat ponsel nya kembali ternyata ponsel nya mati, sedangkan sosok kedua anak kecil tadi pergi meninggalkan Rere dan teman temannya.
"Yah batrai gwe habis" gumam Anggi dan memasukkan kembali ponsel nya ke dalam saku celananya
.
.
--------
Sedangkan di rumah, Shinta sedang membantu Mira untuk membersihkan rumah, sedangkan Tania dan Rafael asik bermain dengan permainan mereka masing masing. Saat akan membersihkan meja tanpa di sengaja Shinta menyenggol pot bunga hias yang berada di atas meja hingga terjatuh dan pecah.
"Kok perasaan aku jadi gak enak gini ya" gumam Shinta yang memberhentikan aktifitasnya sejenak.
Mira yang mendengar ada suara benda jatuh pun langsung menghampiri Shinta.
"Ibu, tadi saya dengar ada yang jatuh" tanya Mira sesampainya di ruang tamu tempat Shinta berada.
"ini tadi Mir, saya gak sengaja nyenggol pot bunganya jadi jatuh deh" ucap Shinta.
"Oowh saya kira apaan tadi bu, tadi saya ke Tania dan Rafael dan saya kira mereka jatuh atau kenapa" Mira sambil membersihkan pecahan hiasan pot bunga yang berserakan di lantai.
"Ya udah saya bersihkan ya buk" Ucap Mira dan di angguki oleh Shinta.
"Mir kamu bersihkan dulu ya, tiba tiba kepala saya jadi pusing"
"Oh iya ibu, ibu istirahat saja dulu. Perkerjaan di belakang juga sudah selesai bu" ucap Mira.
Shinta pun pergi meninggalkan Mira. Saat hendak menuju kamar nya Shinta menemui kedua anaknya yang masih asik bermain.
"Anak anak mama, kalian main aja ya, jangan berantem, jangan nyusahin bi Mira, mama mau istirahat sebentar" kata Shinta menghampiri Tania dan Rafael.
"Iya mama" jawab serempak Tania dan Rafael.
Shinta pun pergi meninggalkan Tania dan Rafael yang sedang asik bermain, dan segera istirahat di dalam kamarnya.
"Aduh kok kepala aku tiba tiba pusing nyut nyutan gini ya" gumam Shinta setelah duduk di pinggir ranjang nya.
Shinta pun membaringkan tubuhnya dan menutup setengah tubuh nya dengan selimut dan terlelap.
__ADS_1
Setelah Mira menyelesaikan tugas nya, Mira pun menemani Tania dan Rafael bermain.
Mira menyanyangi Tania dan Rafael seolah olah mereka adalah anak nya, Shinta pun begitu baik terhadap Mira layak nya seorang saudara.
.
.
Di lain tempat kini Rere dan Rama sedang berusaha untuk membuka pintu lemari, karna saat menabrak anak kecil itu membuat hantu perempuan itu marah dan menyeret Anggi hingga mengurung nya di lemari.
Saat di dalam lemari Anggi bersama dengan hantu anak perempuan tadi di depannya, Anggi bisa melihat itu dengan wajah yang memang tidak terlalu seram namun terlihat pucat tetap saja membuat Anggi yang melihatnya merasa ketakutan.
"Kaka ayok kita bermain" ajak hantu perempuan itu.
"Pergi jangan ganggu aku" ucap Anggi gemetaran karna ketakutan.
Anggi mendobrak pintu lemari itu dengan sangat kencang agar terbuka, namun nihil tetap saja tidak bisa.
"Rama, Rere tolong aku" lirih Anggi yang mulai sulit bernafas karna tidak ada lubang untuk masuknya udara.
Di luar Rere dan Rama tengah panik.
"Anggi apa kau mendengar suaraku?" tanya Rere setengah berteriak.
"Iya Re aku dengar" jawab Anggi yang mulai kehabisan nafanya.
"Ram, ini gimana? Chika dan Julio juga gak ada disini" ucap Rere yang semakin panik.
"Apa? bagaimana bisa?" tanya Rama yang mendobrak pintu lemari.
"Aku juga gak tau Ram"
"Ram lu tunggu disini, gwe cari alat bantu dulu" Rere pun pergi meninggalkan Rama.
Anggi di dalam masih berusaha untuk menjauhkan diri nya dari hantu anak kecil itu, sedangkan hantu itu terus mengajak Anggi untuk tetap bermain bersama nya.
Di ruang yang berbeda Chika dan Julio juga berusaha untuk keluar namun tidak bisa. mereka seperti tertahan disana dan tidak bisa keluar.
"Lio bagaimana ini? kita tidak bisa keluar" tanya Chika yang berusaha untuk menembus dinding namun dia malah terpental.
"Aku juga tidak tahu Chik" kata Julio yang kini mulai menyerah.
Sedang Rere berusaha mencari alat yang bisa iya gunakan untuk membuka pintu lemarinya.
"Ini seperti bisa" gumam Rere setelah menemukan sebuah linggis yang berada di belakang meja belajar.
"Nih Ram pake ini" Rere memberikan Linggis itu untuk membuka pintu lemarinya.
__ADS_1
Rama mengambil nya dan berusaha mencoel pintu lemari nya agar terbuka.
"Anggi, Nggi" panggil Rere untuk memastikan Anggi masih sadar.
Anggi yang berada di dalam lemari itu telah pingsan karna kehabisan nafas.
Namun Anggi seperti berada dalam masa lalu.
Anggi yang berada di depan kamar tempat di mana dia, Rere dan Rama kini berada.
*FLASHBACK*
30 tahun yang lalu....
Saat pulang dari Sebuah mini market seorang ibu dengan ke dua anaknya memasuki rumah, ke dua anaknya langsung masuk ke kamar mereka untuk membersihkan badan mereka.
Ibu Nisa pun meletakkan barang barang yang iya beli tadi di dapur.
Setelah meletakkannya, Nisa langsung menuju kamarnya, saat hendak membuka pintu kamarnya terdengar suara tawa seorang wanita membuat Nisa terkejut.
"Mas geli mas hahaha" suara dari dalam kamar.
Jantung Nisa pun berdetak 2x lebih cepat, dadanya menjadi sesak.
"Mas kapan kau akan menceraikan istrimu itu?" tanya seorang wanita di dalam kamar itu.
"Sabar lah sayang, aku pun akan segera menyeraikannya dan akan menikah denganmu" Nisa mendengar suara suaminya yang akan menceraikan dirinya, tanpa disadari nya air mata nya pun terjatuh membasahi pipinya.
.
.
Merasa tidak tahan dengan perasaan nya Nisa pun membuka pintu kamarnya , dan tak kalah terkejutnya Iya melihat suami nya sedang bermesraan bersama wanita lain di atas ranjang nya.
Nisa pun menghampiri wanita itu dan langsung menjambak rambut nya dengan tangis yang sudah tidak bisa ia tahan lagi.
"Mah, kamu apa apaan sih" tanya suaminya Rozi yang berusaha membela selingkuhnya.
"Mas kamu yang apa apaan" suara Nisa yang terdengar serak karna berusaha menahan tangisnya.
Nisa berusaha melepaskan tangannya dari genggaman suami nya Rozi pun melepaskan tangan Nisa.
"Mas lihat istrimu itu, kepalaku jadi sakit mas" suara Desi yang terdengar manja membuat hati Nisa semakin terasa sesak.
"Iya sayang dia memang gak tahu diri" ucap Rozi yang penuh amarah memandang Nisa.
Sedangkan di belakang Rozi, Desi menjulurkan lidahnya menghadap Nisa karna merasa menang. Nisa melihat itu menggelengkan kepalanya pelan, iya tidak menyangka suminya bisa berbuat sekejam itu pada dirinya.
__ADS_1
Bersambung........