AKU Dan JULIO

AKU Dan JULIO
part 3 : TOLONG AKU


__ADS_3

Berbeda dengan Julio, Julio hantu yang terlihat seperti seumuran dengan Rere, Rambut yang hitam pekat namun tidak terurus, dengan mata sipit, dan wajah yang terlihat pucat.


--------


Wanita itu menatap Rere dengan tatapan seolah olah ingin menerkam Rere. Rere melihat mata wanita berwarna merah hingga meneteskan air mata darah, mulut yang sobek serta hidung yang sudah tak sempurna membuat Rere yang melihatnya merasa amat ketakutan.


Kepala wanita itu tiba tiba berputar putar membuat Rere yang melihatnya semakin merinding, Rere berusaha memanggil Julio namun Julio tidak bisa masuk entah karna wanita itu yang mempunyai energi terlalu kuat atau memang Julio yang tidak mampu menyamai kekuatan wanita itu.


Setelah cukup lama wanita itu mencengkram kuat pergelangan kaki Rere, Rere pun merasakan sedikit perih akibat cengkeraman wanita itu. Rere pun sudah tidak kuat lagi untuk berdiri hingga Rere pun jatuh ke lantai, kini wajah Rere dan wanita itu semakin dekat.


Wanita itu semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Rere, wanita itu menjulurkan lidah nya ke arah Rere untuk menjilati pipinya. Kreek pintu kelas terbuka menampakkan Anggi teman sebangku Rere.


Anggi yang melihat Rere dengan wajah yang terlihat ketakutan segera menghampiri Rere bersamaan dengan Julio yang muncul tiba tiba di samping Rere.


"Re kamu gak apa apa kan?" tanya Anggi dan Julio berbarengan setelah berada di dekatnya Rere.


"Re kaki kamu kenapa kok merah seperti bekas tangan" kata Anggi saat melihat pergelangan kaki Rere yang memerah akibat hantu kelas tadi. Anggi pun membantu Rere berdiri dan duduk di bangkunya.


"Re coba ceritain apa yang terjadi?" tanya anggi yang kini duduk di samping Rere


"Gpp kok nggi" kata Rere berusaha untuk menyembunyikan yang telah terjadi. Satu per satu teman teman Rere pun masuk ke dalam kelas.


"Re gwe ke toilet dulu ya, lo baik baik disini" Anggi pun bangun dari kursinya dan pergi meninggalkan Rere, Rere pun membalasnya dengan anggukan kepala.


"Lio tadi kamu kemana? kok gak bantuin aku" tanya Rere pada Julio yang kini di sampingnya.


"Maaf, tadi aku berusaha untuk masuk ke sini tapi gak bisa, aku rasa wanita itu memang sengaja menutup jalan ku untuk masuk ke sini" jelas Julio pada Rere.


"Tapi bagaimana bisa? sedangkan kamu sama dia sama sama ghost" Rere merasa bingung dengan apa yang telah terjadi.

__ADS_1


"Iya tapi setau aku nih ya, hantu hantu yang mempunyai dendam itu energi negatifnya sangat tinggi, sedangkan aku? walaupun aku hantu juga tapi aku tidak tau bagaimana caranya untuk melawan para hantu hantu yang mempunyai energi negatif yang tinggi seperti iti" jelas Julio pada Rere dengan wajahnya menghadap ke bawah karna Julio merasa bersalah tidak bisa melindungi Rere.


"Apa hantu tadi menyakiti mu?" Tanya Julio dengan melihat ke pergelangan kaki Rere yang memerah akibat cengkraman wanita tadi.


"Wanita itu mencengkram kakiku dengan sangat erat hingga bekas cengkraman nya membekas di kakiku" jelas Rere pada Julio.


"Wanita? aku kira dia seorang pria" kata Julio heran.


"Mengapa memangnya?" tanya Rere menghadap Julio. Anggi pun kembali ke kelasnya dan langsung duduk di samping Rere


"Ya aku merasa energi negatifnya sangat kuat, maka dari itu aku mengira dia seorang pria, tapi kamu harus berhati hati karna aku merasa dia akan terus mengganggumu" Jelas Julio dengan kini duduk di atas meja Rere.


"Aku rasa juga seperti itu Yo" Ucap Rere yang didengar oleh Anggi.


"Maksud kamu Re?" tanya Anggi heran menatap Rere.


"Ah bukan apa apa kok nggi" kata Rere pada anggi dengan senyum termanisnya.


Bel sekolah pun berbunyi, di depan pintu sedah ada Bu Anggun yang akan masuk ke dalam Kelas


"Selamat pagi anak anak, bagaimana kabar kalian hari ini" tanya bu Anggun dengan ramahnya pada murid muridnya.


"Pagi juga bu, Alhamdulillah" jawab serempak siswa siswi.


"Baiklah hari ini kita akan belajar tentang ekosistem, mohon di perhatikan ya anak anak, ibu akan menjelaskan sedikit saja trus seperti biasa kita akan adakan tanya jawab" kata bu Anggun yang sudah duduk di meja guru sambil membuka lembaran buku, bu Anggun pun berjalan menuju papan tulis dan menjelaskan kepada muridnya.


Setelah cukup dua puluh lima menit bu Anggun menjelaskan pada muridnya kini giliran tanya jawab.


.....Teeett.... bel pun berbunyi semua siswa siswi membereskan buku bukunya dan memasukkan ke dalam tasnya.

__ADS_1


Sarah yang sedang menghapus papan tulis tiba tiba berteriak saat papan nya tiba tiba bertuliskan "TOLONG AKU" dengan warna merah seperti darah, sontak saja Sarah langsung melempar penghapus ke sembarang arah dan langsung keluar dari dalam kelas. Teman teman kelas pun melihat ke arah Sarah begitupun dengan Rere. Rere yang juga melihat tulisan itu langsung merasakan ada sesuatu yang mengganjal dalam batinnya.


"Re apa kamu lihat tulisan itu?" tanya Anggi yang merasa sedikit takut dan juga heran, Rere hanya menjawab nya dengan anggukan kepala.


Sedangkan teman teman Rere sudah sangat ketakutan, ada yang berhamburan keluar kelas ada juga yang berdiam di kelas.


Rere pun memberanikan dirinya maju kedepan untuk menghapus tulisan itu, namun belum Rere mengambil penghapus yang di di lempar Sarah tadi, tulisan itu pun hilang dengan sendirinya secara perlahan. Rere yang melihat itu mundur secara perlahan, tiba tiba Rere menabrak Julio berada di belakang Rere membuat Rere berteriak.


"Hey Re ini aku" kata Lio yang berjongkok di depan Rere yang terjatuh tadi sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, Rere pun membuka tangannya dan melihat Julio berada di depannya sontak saja Rere langsung memeluk Julio karna takutnya.


Teman teman Rere yang melihat Rere merasa aneh dengan sikapnya, walaupun teman teman Rere sudah mengetahui bahwa Rere gadis indigo, namun tetap saja mereka yang melihat Rere seperti memeluk seseorang namun yang dipeluk tak dilihat, hingga mereka beranggapan bahwa Rere memeluk angin. Namun berbeda dengan Anggi yang mengetahui bahwa Rere mempunyai teman yang tak kasat mata bernama Julio.


"Sudah tidak ada apa apa lagi" kata Julio menenangkan Rere dengan membalas pelukan Rere, setelah merasa baikan Rere pun melepaskan pelukannya dari Julio.


"Lio apa kamu mengerti tantang hal seperti ini" tanya Rere ada Julio, Rere tak menghiraukan teman temannya yang saat ini memandangnya dengan tatapan aneh.


"Aku Belum mengerti Re, namun tadi aku menemuinya" ucap Julio pada Rere.


"Bagaimana caranya kamu menemuinya sedangkan tadi saja kamu tidak bisa masuk untuk menolongku?" tanya Rere pada Julio.


"Dia sendiri yang menarikku untuk bertemu dengannya" ucap Julio menatap mata Rere


Rere pun bangun dan beranjak menuju kursinya, saat sedang melewati teman temannya mereka seperti menjauhinya mungkin karna ini pertama kalinya Rere bersikap aneh di luar rumah sehingga mereka yang melihat Rere aneh.


Bersambungg.....


**☆☆☆☆☆☆


Jangan lupa beri vote,

__ADS_1


tinggalkan jejak kalian di komentar dan klik jempol ya untuk mendukung author. Tambahkan ke FAVORIT agar para readers gak ketinggalan ceritanya 😉


Vote dan like yang kalian berikan berarti untuk mendukung author. Terimakasih sudah mampir😉😘**


__ADS_2