
Rere pun bangun dan beranjak menuju kursinya, saat sedang melewati teman temannya mereka seperti menjauhinya mungkin karna ini pertama kalinya Rere bersikap aneh di luar rumah sehingga mereka yang melihat Rere aneh.
--------
Saat jam menunjukkan pukul 13:30 semua siswa siswi SMP NEGRI 3 satu bangsa berhamburan keluar kelas untuk pulang ke rumah mereka masing masing.
Kini Rere pulang menggunakan bis sekolah seperti biasa, Rere pun melangkahkan kakinya menuju halte bis tempat biasa dia dan kawan kawan nya yang lain menunggu bus antar sekolah untuk mengantarkan mereka pulang dari sekolah.
Setelah lima belas menit menunggu Bisnya pun datang. Rere pun melangkah kan kakinya untuk masuk ke dalam bis.
Rere melihat ada sederet kursi kosong dan ahirnya Rere pun duduk di kursi yang dekat dengan jendela bis disusul leh Julio yang duduk di sebelah Rere, Rere melihat keluar jendela perkotaan yang sangat ramai, saat tiba tiba Rere mengalihkan pandangannya kekursi yang berada di sebelahnya Rere melihat seperti penampakan hantu dalam kelasnya tadi, Rere pun langsung mengalihkan pandangan nya kembali ke luar jendela takut akan wajah seram yang dinampakkan oleh hantu tersebut.
Setelah tiga puluh menit menggunakan bis antar sekolah Rere pun melangkahkan kakinya menuju Rumah nya, setelah lima menit berjalan dari halte bis tempat Rere turun tadi Rere pun sampai di depan rumah dengan selamat bersama dengan Julio.
"Assalamualaikum mah, pah Rere pulang" kata Rere setibanya iya di depan pintu rumahnya.
"Waalaikum salam, anak mama udah pulang" kata mama Shinta menyambut putri sulungnya yang baru pulang dari sekolahnya, Rere pun mencium punggung tangan mamanya.
"Iya mah, oh iya papa mana mah?" Tanya Rere karna tak melihat papanya.
"Ada, papa lagi di kamar, lagi tidur" kata Shinta menjawab putrinya, Rere pun ha6nta menganggukkan kepalanya.
"Iya udah mah, Rere ke kamar dulu ya mah" pamit Rere dan melangkah kan kakinya menuju kamarnya yang diangguki oleh mamanya.
"Lio, tadi di bis kamu gak liat hantu yang berada di kelas aku itu ya?" Tanya Rere pada Julio saat mereka sudah ada di kamar Rere.
"Aku liat kok, tapi sengaja aku gak ngasih tau kamu biar kamu gak ketakutan, tapi eeeh malah kamu yang nengok sendiri" jelas Julio pada Rere karna memang Julio masih berada di samping Rere saat di bis tadi.
"Ooh aku kira kamu gak liat li" kara Rere. Rere pun merebahkan badanya di kasur king sizenya milik nya, hingga tak disadarinya Rere pun tertidur karna saking lelahnya dengan masih menggunakan seragam sekolah.
"Reree" suara itu memanggil Rere yang sudah berada dalam mimpi.
"Rere, kemarilah" iya suara itu memanggil Rere untuk menemuinya.
__ADS_1
"Halloo apa ada orang?" Teriak Rere yang kini berada seperti di dalam sebuah gedung tua yang seperti sudah berpuluh tahun tak terpakai.
Rere pun berjalan dengan pelan untuk mencari sumber suara tersebut.
"Tolong aku" suara itu pun terdengar semakin dekat.
"Hallo apa ada orang disini? Kamu dimana? Aku akan menolong mu" kata Rere setelah mendengar suara itu semakin dekat dengannya sambil berputar putar mengelilingi sebuah ruang yang pengap dan gelap itu.
"Hiks...hiks....hiks...." suara tangisan itu semakin membuat Rere merasa iba, namun Rere tak mengetahui dari mana pemilik suara itu. Suaranya semakin dekat dengannya namun Rere sama sekali tak melihat seseorang di sekitarnya..
"Rere, Rere bangun re" kata Julio sambil menggoyangkan tubuh Rere, namun tidak ada respon dari Rere.
"Hey Re bangunlah" Julio berusaha membangunkan Rere dengan menepuk nepuk pipi Rere agar Rere segera kembali ke dalam raganya.
Julio yang menyadari Rere terbawa dalam dunia ghaib pun berusaha masuk ke dalam alam bawah sadar Rere untuk segera iya bawa kembali.
Dan....... BERHASIL
Julio berhasil masuk ke dalam alam bawah sadar Rere dan segera mencari Rere, sama seperti Rere, Julio pun berada di dalam sebuah ruangan yang gelap dan pengap tak ada pencahayaan sedikit pun membuat julio cemas akan keselamatan Rere
"Suaranya seperti nya aku mengenal suara itu" guman Rere setelah mendengar suara Julio.
" Rerr janu dimana?" teriak Julio memanggil Rere, Rere pun menyadari bahwa itu suara Julio.
"Aku disini Lio" kata Rere yang mulai mencari keberadaan Lio, Lio yang mendengar suara Rere pun langsung mencari sumber suara itu.
"Rere, hiks hiks hiks" Rere pun kembali mendengar suara memanggil namanya dengan isak tangis.
"Hallo apa ada orang disini" kata Rere yang kembali mencari sumber suara tangisan itu hingga dia melupakan Julio yang tengah sibuk mencarinya.
"Tolong aku" iya dia suara wanita itu, hantu wanita yang ada di kelas Rere.
"Re jangan" kata Julio menghentikan langkah Rere yang tiba tiba muncul di sampingnya.
__ADS_1
"Lio, jadi kamu yang memanggilku kesini, tapi kenapa suaranya berbeda" tanya Rere pada Julio yang kini sudah berada di samping nya.
"Bukan aku yang memanggilmu, dan sekarang cepatlah bangun tempatmu bukan disini." Rio menarik tangan Rere untuk segera mencari jalan keluar dari ruangan yang gelap tersebut.
"Rere hiks hiks hiks" suara itu memanggil Rere yang kini bisa di dengar juga oleh Julio.
"Jangan kamu dengkarkan" kata Julio pada Rere, hingga Julio dan Rere menemukan seperi setitik cahaya. Lalu Julio mengantar Rere ke cahaya tersebut.
Wuuush Rere pun terbangun dari tidurnya, dan saat dia terbangun dia melihat Julio yang memandang nya penuh dengan kecemasan.
...Kreeek.... pintu kamar Rere terbuka menampakkan mama shinta
"Lah Re kamu kok masih pake pakaian sekolahmu, kamu belum mandi?" Tanya Shinta sambil mendekati Rere yang sedang duduk di pinggir ranjangnya.
"Hehe belum mah" jawab rere dengan cengir kuda menghadap mamaya.
"Ya sudah sekarang kamu mandi bentar lagi magrib kamu sholat lalu ke meja makan, kita makan malam ya" mama shinta memerintahkan pada Rere.
"Iya mah" Rere pun beranjak ke lemari pakaian mengambil pakaian santainya lalu masuk ke kamar mandi.
"Lio kamu gak pergi?" tanya Rere pada Julio
"Tumben, biasanta juga minta ditemenin" ucao Julio saat mendengar pertanyaan Rere.
"Aish sudah sana pergi" Rere mengusir Julio dari kamarnya.
"Baiklah, baiklah, aku akan menemuimu adikmu Tania saja, bay Re" kata Julio, Julio pun menghilang menemui Tania yang sedang berada di ruang keluarga menonton tv bersama dengan papanya.
Rere yang sedang berendam di dalam bathup, tiba tiba airnya menggelembung di bawah kaki Rere, Rere pun langsung berdiri dan mengambil handuknya. Saat akan keluar dari kamar mandi Rere melihat cermin yang berada di atas washtafel nya bercoret kata tolong aku, tolong aku dan tolong aku. Entah berapa kalimat yang pasti dari tulisan terbesar dan sampe terkecil hingga memenuhi seluruh bagian cermin itu.
Bersambung.....
**☆☆☆☆☆☆
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di komentar, cocol jempol dan vote poin atau koin juga boleh seikhlasnya 😁**