AKU Dan JULIO

AKU Dan JULIO
part 18 : PEMBELI RUMAH


__ADS_3

"Kaka Rere akan membantu kaka yang seram ini?" tanya Chika menunjuk Mella.


"Iya Chika, Rere akan membantu Mella" ucap Rere pada Chika dan Chika hanya mengangguk.


-----


Setibanya Rere di rumah nya Rere langsung masuk ke dalam kamar, iya meletakkan tasnya di kursi dekat dengan meja belajarnya.


Rere merebahkan tubuhnya di atas kasur king size nya. Saat akan memejamkan mata nya hantu Chika langsung mendarat di atas perut Rere membuat Rere kaget sedangkan Chika hanya tertawa melihat Rere.


"Chika kamu ngapain sih" ucap Rere kesal karna telah mengganggunya.


"Kaka aku mau ikut main sama Tania sama Rafael ya" ucap Chika yang duduk di samping Rere.


"Ya udah sana" ucap Rere, Chika pun langsung menemui Tania yang sedang bermain bersama Rafael.


Saat Rere akan memejamkan mata nya kembali Rere mendengar suara Rafael yang menangis sontak Rere pun keluar dari kamarnya untuk melihat Rafael.


Saat Rere menghampiri Rafael yang menangis Rere sudah melihat mama nya berada di samping Rafael.


"Ma, Rafael kenapa kok bisa nangis" tanya Rere yang berada di dekat mama nya.


"Mama juga gak tau, tadi mama lagi di dapur trus mama denger suara Rafael nangis mama langsung kesini" ucap Shinta.


"Tania kaka Rafael nya kenapa?" tanya Rere yang melihat Tania berdiam sambil memeluk boneka barbie nya.


"Tadi tata Ael nangis alna liat itu telbang cendili" ucap Tania dengan suara cadelnya.


Rere melihat Chika berdiam diri dengan wajahnya yang merasa bersalah karna telah membuat Rafael ketakutakan karna tingkahnya, karna dia pun ingin bermain bersama Tania dan juga Rafael.


"Ya udah sekarang Tania ajak kaka Rafaelnya main lagi ya" kata Rere pada adiknya Tania, Karna Rafael dan Tania hanya beda 1 bulan.


Tania mengangguk dan pergi menemui Rafael bersama mama nya. Rere menatap tajam ke arah Chika karna telah membuat adiknya ketakutan, karna saat pertama kali Chika diijinkan ikut bersama Julio, Chika berjanji tidak akan menakuti ke dua adik nya atau mengganggu semua orang yang berada di rumah nya.

__ADS_1


Rere pun kembali menuju kamarnya untuk mandi, Rere merasa kantuk nya hilang karna mendapat dua kali gangguan hingga sekarang dia tak merasa mengantuk lagi.


Setelah selesai mandi Rere pun menemui mama nya yang sedang berada di dapur bersama dengan Rafael dan Tania yang sedang membantunya membikin kue camilan untuk mereka.


Karna Rere pulang nya telat maka Rere tak makan siang bersama dengan keluarganya.


"Ma, Rere lapar" rengek Rere yang merasa lapar.


"Ya udah mama angetin dulu ayam sama sama sayur nya , Kaka Rere tunggu di meja makan" Rere pun mengangguk menuju meja makan untuk menunggu makanannya.


Setelah sepuluh menit menunggu, mama Shinta pun datang dengan membawa sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk nya.


Saat sedang makan Mella dan Julio menemui Rere yang sedang menikmati makan siang nya.


"Re ni hantu Mella nanyak, kapan lo bakalan bantuin dia" tanya Julio saat sedang berada di samping Rere..


"Ya sabar, nunggu hari minggu" ucap Rere singkat dan melanjutkan makan nya.


Sedangkan Mella hanya dian tak bersuara sedikitpun.


Mama Shinta yang melihat suami dan putri sulung nya berada di ruang keluarga pun membawa sepiring kue yang iya buat tadi dengan 2 gelas teh hangat serta 3 gelas susu untuk anak nya.


sambil sesekali mereka menghabiskan kan dengan bercanda atau melihat kedua tingkah lucu Tania dan Rafael.


Walau baru bebarapa hari Rafael mulai terbiasa dengan keluarga baru nya karna Shinta dan Rian yang sungguh sungguh menyayangi Rafael seperti mereka menyanyangi Tania dan juga Rere.


Tidak ada pilih kasih di antara Rafael yang anak angkat atau Rere dan Tania yang berstatus anak kandung. Bagi Shinta dan Rian Anak yang mereka sayangi adalah kebahagian bagi keutuhan rumah tangga mereka.


Saat mereka asik bercanda tiba tiba ponsel Rian berbunyi karna ada panggilan masuk.


"Hallo" ucap Rian setelah menerima panggilan masuk dari handphone nya yang ternyata dari nomer yang tak dikenal.


"Iya hallo selamat sore, dengan pak Andreian saputra" suara penelpon.

__ADS_1


"Iya dengan saya sendiri" jawab Rian


"Langsung saja ya pak, saya dan istri saya tertarik dengan rumah yang bapak promisikan. jadi saya ingin melihat langsung bagaimana interior rumah bapak" suara penelpon.


"Baiklah bagaimana kalau baoak liat saja sore ini" ucap Rian, sang penelpon pun setuju dengan usulan Rian. Rian pun memustuskan sambungan telponnya dengan seseorang yang menelpon nya tadi


"Kenapa pah?" tanya Shinta pada suami nya.


"Tadi penelpon dari orang yang akan membeli Rumah nya Rafael, jadi kita kesana sekarang untuk menunjukkan desain Rumah nya" ucap Rian. Shinta pun tersenyum mendengar ucapan Rian bahwa ada yang membeli rumah tersebut.


"Re, kamu di rumah ya jaga adek adek kamu, mama sama papa mau nemuin orang yang akan membeli rumah peninggalan orang tua nya Rafael" ucap Shinta pada Rere, Rere pun mengangguk.


Rian dan Shinta pun bersiap siap untuk segera pergi karna hari sudah sore mereka takut kemalaman jika menunda waktu lagi karna Shinta hanya meninggalkan ketiga anak nya di rumah.


"Ya udah sayang, mama berangkat dulu ya, Rere jaga adik adikmu ya nak" pamit Shinta yang sudah berada di depan pintu.


"Iya mah" jawab Rere. Shinta pun masuk ke dalam mobil karna disana sudah ada Rian yang menunggu nya.


Setelah mobil orang tuanya tak terlihat, Rere pun mengajak kedua adiknya masuk ke dalam rumah untuk bermain bersama.


Rere juga meminta bantuan pada Julio serta Chika untuk menjaga ke dua adik nya.


***


Setelah tiga puluh lima menit Rian dan Shinta pun sampai di depan rumah Rafael tak berapa lama kemudian pembeli rumah itu pun datang.


Bi Imah yang melihat dua mobil di depan gerbang pun segera membukakan gerbang agar mereka masuk, karna sebelum nya saat Shinta dalam perjalan Shinta menelpon bi Imah untuk memberitahukan bahwa ada yang akan datang untuk membeli rumah tersebut.


Mereka pun memperkenalkan diri mereka, Rian, Shinta dan juga bi Imah pun mengajak pak Handoko dan bu Lastri yang akan membeli rumah tersebut.


Setelah pak Handoko dan bu Lastri melihat setiap sudut rumah itu mereka pun langsung melakukan transaksi pembayaran karna memang bu Lastri sangat menyukai desain rumah tersebut.


Setelah semua nya Deal pak Handoko dan bu Lastri pun berpamitan pulang.

__ADS_1


☆☆☆☆☆☆


Pembaca yang baik jangan lupa tinggalkan jejak kalian dikomentar, klik jempol, beri rate5 dan jangan lupa Vote poin / koin seikhlas nya.


__ADS_2