AKU Dan JULIO

AKU Dan JULIO
part 6 : HANTU MELLA


__ADS_3

Rere dan Julio pun sampai di kantin dan kangsung duduk di dekat Anggi dan langsung meminum jus alpukat yang sengaja di pesankan oleh Anggi.


--------


"lama banget si lo Re" Ucap Anggi yang melihat Rere baru sampai.


"Sorry nggi" ucap Rere singkat.


Anggi, Rere dan juga Rama pun menikmati makanannya, setelah lima belas menit bel pun berbunyi.


"Ya udah nyok kita masuk kekelas" ajak Anggi pada Rama dan juga Rere. Mereka pun melangkahkan kakinya menuju kelas.


sesampainya Rere di kelas dia pun langsung duduk di bangkunya. tidak menunggu waktu lama Bu Anggun selaku Wali kelas datang bersama Ketua Osis.


"Selamat siang anak anak" sapa Bu Anggun pada Seluruh muridnya.


"Siang juga Bu" Jawab serempak siswa siswi serempak


"Bu, ketos tumben ikut masuk" tanya salah satu siswi


"Nah baiklah, kenapa ketua osis ikut masuk, biar ketos sendiri yang memberi tahu kalian, silahkan nak putra" Bu Anggun pun mempersilahkan ketua osis yang bernama Putra tersebut untuk menyampaikan tujuannya.


"Baiklah untuk teman teman semua, karna sore nanti kita akan mengadakan PerSaMi (perkemahan Sabtu Minggu) jadi di harapkan untuk yang ikut membawa perlengkapannya sesuai kebutuhannya , karna nanti kita juga akan mengadakan petualangan untuk menjelajahi hutan, dan diwajibkan untuk memakai atribut lengkap kepramukaan, dan kita akan berkumpul di lapangan sekolah jam dua siang paling lambat jam dua lewat dua puluh menit, dan kita akan berangkat menuju hutannya pukul tiga sore, bagi yang datang terlambat siap siap untuk menerima hukuman, jadi saya minta semuanya datang tepat waktu hanya ini saja yang akan saya sampaikan sekian terimakasih" Kata sang Ketua Osis panjang lebar, karna kebetulan si Ketua osis juga yang di percaya untuk memimpin untuk melancarkan jalannya rencana PerSaMi.


"Apa ada pertanyaan?" ucap Putra, dan salah satu siswi pun mengankat tangannya.


"Silahkan!" sambung Putra pada adik kelasnya itu.


"Kak nanti kita ke sana menggunakan apa, dan berapa jam perjalanan?" tanya gadis itu yang bernama Desi.


"Kita akan kesana menggunakan Bis sekolah yang sudah kita sewa, dan akan menempuh perjalanan sekitar 2 jam-an jadi kalau kita berangkat nanti jam 3, kita akan sampai di sana jam 5, dan kalian punya waktu 1 jam untuk mendirikan tenda sekaligus mempersiapkan kebutuhan untuk malamnya" Jelas putra dengan sangat detail hingga semuanya pun mengangguk mengerti


"apa ada pertanyaan lagi?" sambung Putra.

__ADS_1


"Tidak kak, kami sudah mengerti" sambung Rama yang kali ini ikut menimpali.


"Baikklah kalau begitu, terimakasih untuk waktunya, sekian dan kita berjumpa lagi nanti" ucap Putra yang mengakhiri penjelasannya pada seluruh adik kelasnya.


"kalau begitu saya pamit Bu, mau ke kelas yang lain juga " pamit Putra sopan pada bu Anggun, Bu Anggun pun tersenyum pada Putra. Putra pun melangkahkan kakinya menuju keluar kelas.


"Baiklah karna sekarang sudah jam dua belas jadi ibu ijinkan kalian pulang cepat untuk mempersiapkan perlengkapan kalian, nanti kita berjumpa lagi" kata Bu Anggun pada muridnya, Bu Anggun pun melangkah meninggalkan kelas.


Mereka pun mengemasi barang barang mereka dan bersiap untuk pulang.


"Re, gwe duluan gpp kan?" kata Anggi pada Rere.


"Iyah gpp kok" kata Rere sambil mengemasi buku bukunya.


Anggi pun melangkahkan kakinya keluar kelas. Kini tinggal Rama Dan Rere yang masih di dalam kelas. Saat akan memasukkan buku serta pulpennya ke dalam tasnya tiba tiba pulpennya terjatuh. Rere pun mengambil polpennya yang jatuh ke bawah meja, Saat akan menundukkan kepalanya Rere melihat penampakan hantu dengan wajah yang sangat seram sontak Rere pun berteriak dengan kerasnya membuat Rama yang masih bersamanya terkejut karna teriakan Rere.


Rere pun terjatuh dengan wajahnya dengan wajah hantu itu dengan sangat Dekat dan tiba tiba ...BLUSH... hantu itu membawa Rere ke masalalu nya dimana dia menjadi hantu yang terus bergentayangan untuk meminta bantuan pada Rere.


*Flashback*


Tesya, Kiki, Faris, Haris dan Lissa kini tengah berjalan menuju gudang tersebut untuk menemui Mella.


..Kreeekk... suara pintu terbuka mereka berlima melihat Mella meringkuk di pojokan sambil menangis, mella yang menyadari ada orang yang masuk pun langsung mengangkat kepala nya melihat siapa yang masuk.


"hey lihat cobak siapa yang datang" ucap Kiki pada Mella, Mella pun tersenyum kepada mereka, Mella berfikir mereka akan membebaskan Mella, namun ternyata dugaan Mella salah besar.


"Ka.ka.kalian kalian datang?" Ucap mella dengan tersenyum dan berjalan menuju kearah Tesya dkk.


"Ya tentu kami akan datang, tidak mungkin kita kan membiarkan mu dalam gudang yang gelap seperti ini" ucap Lisssa pada Mella


"Te..te..terimakasi" ucap Mella yang hendak keluar namun tangannya langsung di tarik(dicegal) oleh Faris membuat Mella membalikkan badannya ke arah Faris


"Kenapa buru buru keluar sih Mel" Faris dengan niat liciknya tersenyum ke arah mella.

__ADS_1


"Iya mella, kenapa harus terburu buru, bagaimana kalau kita senang senang dulu" tawar Kiki pada Mella.


Mella yang mengerti dengan kata bersenang senang pun merasa takut, terlebih lagi mereka sering membullynya, hingga Mella sangat mengerti dengan niat mereka, namun Mella tidak tau apa yang akan mereka lalukan padanya.


"Aah kalian kelamaan, kita langsung aja mainnya" kata Tesya yang sedari tadi melihat aksi Faris dan Kiki..


Mella pun langsung di tarik dengan paksa oleh Tesya dan didorongnya Mella hinnga jatuh, punggungnya terbentur dengan tembok membuat Mella meringis kesakitan.


Tesya menghampiri Mella yang duduk di lantai, di jambaknya rambut Mella hingga kepala Mella menghadap keatas.


"Lo tau gak apa salah lo ke gwe" tanya Tesya pada Mella dengan membisikkan di telinganya, dan Mella hanya menggelengkan tanda tidak mengerti.


"Oh jadi lo gak tau ya, apa lo pura pura gak tau hah" kata Tesya yang sedikit meninggikan suaranya.


"Sa..sa..saya gak tau apa salah saya sama ka.kamu sya" Mella dengan air matanya yang menahan rasa sakit serta takutnya dengan apa yang akan terjadi.


"Owh jadi lo bener bener gak tau ya?" Nada tesya sedikit melemah sambil melonggarkan tangannya yang sedari tadi menggenggam kuat rambut Mella, dan Mella hanya mengangguk.


"Baiklah akan ku beritahu, kesalahsnlo itu, lo dekat dekat dengan Kevin beg*" kata Tesya menoyor kepala Mella sambil melepasķan tangannya dari helaian rambut Mella.


Bersambung......


**☆☆☆☆☆☆☆


jangan lupa ya


..LIKE...


...KOMEN....


Beri Vote KOIN Or POINT seikhlasnya


dan beri rate 5 ya guys.

__ADS_1


Vote kalian juga berharga u tuk membantu author..


Terimakasih 😘😘**


__ADS_2