
"Mama Cuma kecapen aja sayang” lirih Shinta sambil membelai rambut Tania dengan pelan.
Rafael pun memberikan segelas air putih untuk mamanya, Shinta pun menerimanya dengan senyum.
------
Back To Rere.
“Jangan bilang lu gak denger cerita gwe” ucap Anggi kesal.
“Gwe denger kok” ucap Rere dengan senyum terpaksa melihat Anggi.
“Lio, Anggi cerita apaan tadi?” tanya Rere dalam hati. Namun bukan hanya Julio aja yang mendengar itu, Chika pun mendengarnya.
“Oh tadi itu dia cerita tentang kejadian tentang pemilik rumah itu yang suaminya berselingkuh dan ibu serta anak anaknya mati, sedangkan suaminya menikah lagi dengan wanita selingkuhannya, dan setelah beberapa bulan menikah mereka pindah meninggalkan rumah itu” jawab Julio dan di angguki oleh Rere.
“Jadi menurut mu gimana yo, chik?’ tanya Rere pada ke dua makhlus halus di sampingnya.
“Menurut aku sih mereka kek minta bantuan gitu, tapi gak tau ih takut salah tebak aku” jawab chika.
“kalau pemikiran aku si sama kek chika, dia minta bantuan” usul Julio.
"B**antuan kek gimana?” tanya Rere pada Julio dan juga chika.
“Aku si ga tau pasti, tapi nanti aku sama Chika coba cari tahu deh” ucap Julio dan di angguki oleh Chika.
“udah selesei ngomong sama dua makhlus halus?” tanya Anggi pada Rere dengan senyum yang di paksakan serta mengangkat kedua alisnya.
“Hehe iya” ucap rere sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sedangkan Rama hanya geleng geleng melihat tingkah kedua sahabatnya itu.
Saat mereka sedang asik mengobrol tiba tiba guru masuk ke dalam kelas.
“Rere?” panggil pak Irwan.
“Iya pak?” ucap Rere langsung berdiri dari duduknya karna mendengar suara pak Irwan.
__ADS_1
“kamu ikut bapak ke Ruangan bapak” ucap pak irwan dan langsung melangkah pergi meninggalkankelas rere.
Rere sejenak terdiam karna dia merasa tidak membuat kesalahan namun tiba tiba dia di panggil untuk ke ruangan pak Irwan .
“Re ada apa? Kok lo tiba tiba di panggil ke Ruangan pak Irwan si?” tanya Rama pada Rere.
“Gwe juga gak tau Ram” ucap Rere sambil terus memikirkan kesalahan apa yang telah dia perbuat hingga di panggil.
“Lo gakpernah buat yang mcam macam kan, sampai lo dipanggil sama pak Irwan killer” Anggi dengan memandang Rere.
“Gwe juga gak tau Nggi. Udah ah dari pada nanti pak Irwan makin marah karna gwe telat datang, gwe ke sana dulu ya.” Rere pun bangkit dari duduknya dan hendak pergi dari kelas .
“Re gwe diam disini ya” ucap Julio dan di Angguki Rere.
"Chik lo ikut gwe atau diam di sini juga?” tanya Rere sebelum pergi meninggalkan kelas.
“Gwe ikut lo aja dah kak,kepo aku hehe” ucap Chika,
“Ya uda yuk” Rere dan Chika pun pergi ke ruang pak Irwan di ikuti oleh Chika dari belakang.
Sesampainya di depan ruangan pak Irwan Rere pun langsung mengetuk pintu .
“Du**duk” ucap pak Irwan memerintahkan Rere, Rere pun langsung duduk di hadapan pak Irwan.
“Mohon maaf pak sebelumnya, ada apa bapak memanggil saya? Apa saya ada berbuat kesalahan?” tanya Rere sesopan mungkin karna dia tau pak Irwan adalah guru terkiller di antra guru killer killer yang lainnnya.
Pak Irwan pun menarik nafasnya dalam dalam dan menatap wajah Rere dngan lekat.
“Rere ” panggil pak Irwan.
“Iya pak” jawab Rere dengan jantung yang deg deg an.
“Tumben banget gwe liat wajah pak Irwan sedih begini, ada apa ya?” gumam Rere yang juga memperhatikan wajah pak Irwan.
“Kamu yang sabar ya nak, bapak gak tau harus ngmong apa, jujur sebenarnya bapak sedih mendengarnya, bapak tidak tau mau ngomong apa, tapi bapak harus mengatakan ini” ucap pak Irwan menggantungkan suaranya.
“Mengatakan apa pak?” tanya Rere yang penasaran.
__ADS_1
“Re, papa kamu mengalami kecelakaan waktu berkerja semalam, kapal tempat papa kamu berkerja menabrak terumbu karang hingga kapalnya pun bocor dan terbalik, hingga sekarang belum ada kabar dari pihak kepolisian tentang keberadaan papamu” ucap pak Irwan yang berusaha menahan tangisnya.
Rere mendengar itu membulatkan matanya tak percya apa yang di katakan oleh pak Irwan.
“Gak mungkin pak, gak mungkin, bapak pasti berbohong kan pak?” ucap Rere dan meloloskan bulir bulir bening di kelopak matanya dan membasahi pipiya.
“Enggak Re bapak gak bohong” pak Irwan menyakinkan Rere. Rere pun menangis dia tak percaya apa yang di dengarnya, namun hatinya mengatakan memang ada sesuatu yang terjadi dengan papanya namun dia tak tau apa itu .
Sedangkan Chika juga yang mendengar itu tak percaya pasalnya Chika pun tau bahwa Rian ayah yang baik untuk Rere. Chika pun berusaha untuk menenangkan rere.
Rere pun berdiri dari kursinya hendak keluar.
”Re,” panggil pakk Irwan, Rere pun menghentikan langkahnya.
“pak saya mohon, jika bapak membohongi saya, beri tahu saya sekarang pak” ucap Rere yang memegang knop pintu dan hendak memutarnya.
“Re, bapak ijinkan kamu untuk pulang terlebih dahulu, dan sebentar lagi orang tuamu datang menjemputmu” ucap pak Irwan dan membuat Rere semakin yakin apa yang di katakan oleh pak Irwan itu adalah benar.
Setelah keluar dari ruangan pak irwan, Rere pun berlari menuju kelasnya, sedangkan Chika pun berusaha untuk mengajar Rere.
Sesampainya di kelas, Rama, Anggi serta Julio kaget melihat Rere yang berlari dengan mata yang memerah karna menangis, Rama serta Anggi bertanya ada apa dengannya namun tak mendapatkan respon apapun dari Rere.
Julio yang melihat Rere mengambil tasnya dan langsung keluar mengikuti Rere bersama dengan Chika, Rama dan juga Anggi yang ingin mengejar Rere namun di hadang oleh pak Irwan yang datang.
“Rama Anggi kalian mau kemana?” tanya pak Irwan yang melihat Rama dan Anggi keluar kelas.
“Saya mau mengejar Rere pak, tiba tiba dia nangis” ucap Anggi tanpa sadar karna begitu khawatir dengan keadaan Rere.
“Sudah kalian kembali ke dalam kelas saja” perintah pak Irwan pada Rama dan juga Anggi.
“tapi pak....”
“Udah gak usah tapi tapian, atau kalian mau dihukum keluar kelas karna ini masih jam pelajaran” ancam pak Irwan pada Rama dan juga Anggi.
Anggi pun cembrut namun menurut pada perintah pak Irwan.
“Ish si bapak, ancaman nya main hukum hukum segala” ucap Anggi sambil duduk di kursinya.
__ADS_1
“Udah sabar aja” ucap Rama yang mengikuti Anggi dan duduk di samping Anggi.
Bersambung.......