AKU Dan JULIO

AKU Dan JULIO
part 16 : BAGIAN KELUARGA


__ADS_3

Karna Rafael masih kecil maka di sisi brangkar mempunyai batas hingga mereka tak jatuh, Shinta dan Rian yang melihat putri sulungnya begitu akrab dengan Rafael tersenyum bangga.


-----


Sedangkan Bu Anggun dan juga Anggi pulang ke rumah mereka masing masing menggunakan taksi. Bu Anggun sebelumnya mengantarkan Anggi pulang terlebih dahulu ke rumahnya, setelah mengantar kan Anggi sampai di depan Rumah bu Anggun pun pulang kerumah nya sendiri.


Shinta pun mencari tahu tentang orang tua nya Rafael dari resepsionis, dan ternyata keluarga Rafael meninggal dalam kecelakaan tersebut, dan hanya Rafael lah yang masih hidup. Setelah jenazah orang tua Rafael selesai di autopsi jenazah orang tua dan kakak nya Rafael pun dimakam kan yang tak jauh dari kediaman kluarga Rafael.


Dari Rumah sakit ke tempat pemakaman keluarga Rafael menempuh perjalanan yang cukup jauh hingga Rere serta Rafael tidak di perbolehkan untuk ikut kepemakaman. Shinta dan juga Rian ikut serta pergi ke pemakaman ke keluarga Rafael untuk menghormati keluarga dari Rafael.


Sebelum kembali ke rumah sakit untuk menjemput Rere dan Rafael yang memang sudah diperbolehkan untuk pulang Shinta sempat berkunjung ke rumah Aira ibu dari Rafael. Rumahnya cukup besar terawat, rapi dan bersih.


Dari luar Shinta melihat seorang wanita paru baya yang sedang menyapu halaman rumah tersebut.


"Assalamualaikum bu" ucap Shinta, Wanita parubaya yang melihat kedatangan Shinta pun langsung membuka gerbang untuk Shinta.


"Waalaikumsalam iya bu, ada keperluan apa ya hingga datang kemari?" ucap wanita itu.


"Apa benar ini Rumah dari Almarhumah Aira sukarningsih dan pak Jacky prayoga?" tanya Shinta, dan wanita itu pun menunduk sedih ketika mengingat majikan nya yang sudah tiada.


"Iya bener bu, mari silahkan masuk, kita bicara di dalam saja" ucap wanita itu. Shinta dan Rian pun mengikuti nya dari belakang dan ahirnya mereka duduk di ruang tamu.


"Perkenalkan nama saya Imah, panggil saja mbok Imah" ucap mbok Imah yang memperkenal dirinya.


"Nama saya Shinta dan ini suami saya Rian serta putri bungsu kami Tania" Shinta juga memperkenalkan dirinya.


"Baik lah bu, saya buatkan minum dulu" mbok Imah pun pergi ke dapur dengan membawa 3 gelas air yang berbeda.

__ADS_1


"Jadi mbok kedatangan kami disini untuk memberitahukan bahwa putra dari alm. bu Aira ada di rumah sakit Cahya Medika. dan hari ini sudah di perbolehkan pulang namun sebelumnya maaf ya mbok keluarga Rafael mungkin tante nya, kakek atau nenek nya dimana ya mbok biar kami antar Rafael ke keluarganya" jelas Shinta to the point pada mbok Imah.


"Saya juga tidak tahu bu dimana keluarga den Rafael, karna sebelumnya alm bu Aira dan suaminya baru lima bulan yang lalu pindah kesini, dan bu Aira mengatakan bahwa orang tua nya bu Aira sudah lama meninggal, sedangkan bu Aira adalah putri tunggal dan iya di besarkan oleh tantenya bu Aira saya sendiri pun tidak pernah menanyakan dimana keberadaan tante dari bu Aira mbak" jelas mbok Imah dengan berusaha menahan air mata nya agar tidak jatuh.


"Kalau keluarga dari alm pak jacky dimana ya mbok?" tanya Shinta.


"Kalau keluarga dari alm. pak Jacky semuanya di luar negeri bu dan saya tidak tahu pasti tentang keluarga pak Jacky" ucap Bu Imah.


"kalau begitu Rafael ibu yang rawat bagaimana?" tawar Shinta pada bu imah.


"Maaf bu sebelumnya, saya tidak mampu untuk merawat den Rafael, sedangkan untak makan saya saja untuk kesehariannya masih susah bu, tapi bu Aira selalu baik sama keluarga saya, setiap hari nya bu Aira selalu meminta saya untuk membagi makanan ke anak anak saya dirumah" Sedangkan Shinta yang mendengar cerita mbok imah merasa prihatin.


"Lalu suami ibu kemana?" kini Rian yang bertanya pada mbok Imah


"Suami saya 7 tahun yang lalu meninggal pak, jadi saya yang kerja keras buat menghidupi anak anak saya yang masih kecil pak" Mbok Imah yang menceritakan kehidupannya yang memang mbok Imah tidak akan mampu jika harus merawat Rafael.


"Umh jadi gimana ya mbok?" ucap Shinta yang kebingungan.


Sedangkan di rumah sakit tempat dimana Rere dan Rafael di rawat kini mereka telah bercanda bersama. Rafael terlihat begitu bahagia saat Rere berusaha menghiburnya, karna Rafael yang tengah menangis memanggil mommy nya yang telah tiada.


Hari pun mulai siang, sinar matahari semakin terik namun Shinta, Rian serta adiknya Tania belum juga kembali dari pemakaman orang tua Rafael.


Julio yang menghilang sedari pagi pun kini mulai kembali dengan membawa hantu gadis kecil yang terlihat begitu menyeramkan, karna Rere tidak pernah keluar dari ruangannya maka Rere tidak pernah melihat penampakan dari rumah sakit tersebut.


"Oh astaga Julio kamu dari mana saja, dan kenapa baru kembali, lalu siapa dia?" ucap Rere yang terkejut saat melihat hantu anak perempuan yang berada di belakangnya Julio


"Hai kaka" ucap nya menyapa dengan melambaikan tangan nya.

__ADS_1


....Ceklek....


Pintu kamar inap Rere dibuka menampakkan mama nya Shinta serta Tania dan juga papa nya yang telah kembali, Rere oun melupakan tentang hantu gadis kecil yang dibawa julio


"Tata eye ael mana?" tanya Tania yang tak melihat Rafael di ranjang brangkar nya.


"Ada tuh" ucap Rere membuka selimut Rafael menutup seluruh tubuhnya.


"Ael bobo" ucap Tania kecewa karna dia ingin bermain bersama Rafael, namun karna Rafael sedang tidur jadi Tania tidak jadi bermain dengan Rafael.


"Mah, pah tadi Rafael nangis manggil manggil mommy sama daddy nya, untung ada suster yang bantu Rere buat nenangin dede Rafael" cerita Rere pada mama nya saat mama nya kembali.


"Ya udah gak papa, sekarang kita bawa dede Rafaelnya dulu kerumah karna kita akan pulang hari ini, Yaya sama kaka eye dulu ya" ucap mama Shinta sambil mengambil Rafael yang tengah tertidur nyenyak untuk digendong nya, Rere pun pulang bersama dengan Rafael.


Setelah satu setengah jam ahirnya Rere pun sampai di rumah nya, Rafael yang terbangun saat di tengah perjalanan menatap heran pekarangan rumah yang ada di depan nya, Julio pun membawa gadis hantu kecil itu menuju rumah Rere.


Rian pun mengambil pakaian serta mainan Rafael yang dibawa nya tadi dan dimasukkan nya ke dalam rumah, Rere melihat koper yang besar itu heran.


"Pah itu koper siapa? apa papa akan segera berangkat lagi?" tanya Rere pada papanya karna biasanya papanya libur minimal sebulan. dan barang yang dibawa pun tak sebanyak itu.


"Tidak sayang, ini barang barang nya Rafael, dan sekarang Rafael akan menjadi bagian dari keluarga kita" ucap Rian seraya tersenyum ke arah Rere.


"Bagian keluarga kita? maksud papa?" tanya Rere masih heran dengan ucapan papa nya.


**☆☆☆☆☆☆


Jangan lupa beri vote,

__ADS_1


tinggalkan jejak kalian di komentar dan klik jempol ya untuk mendukung author. Tambahkan ke FAVORIT agar para readers gak ketinggalan ceritanya 😉


Vote dan like yang kalian berikan berarti untuk mendukung author. Terimakasih sudah mampir😘**


__ADS_2