
LIKE sebelum membaca leaders..
Happy reading........
Sedangkan di belakang Rozi, Desi menjulurkan lidahnya menghadap Nisa karna merasa menang. Nisa melihat itu menggelengkan kepalanya pelan, iya tidak menyangka suminya bisa berbuat sekejam itu pada dirinya.
------
"Dasar wanita sialan" teriak Nisa pada Desi hingga terdengar suaranya ke telinga kedua anaknya.
"Jaga ucapannu Nisa" teriak Rozi pada Nisa.
"Mamaa" teriak Dafa dan Dara memeluk kaki mama nya berbarengan.
"Mama siapa tante itu?" tanya Dara pada mamanya.
Rozi yang melihat putrinya menunjuk Desi pun berniat untuk mengenalkan Desi pada ke dua anak nya, namun tangan nya segera ditepis oleh Nisa.
Hal itu membuat Rozi semakin naik pitam dan menampar pipi Nisa di depan Dafa dan Dara.
Dara yang melihat mama nya di tampar pun menangis, Desi segera mengambil Dara dan Dafa dan segera membawanya keluar.
"Mas tega sekali kamu mas" Nisa menangis dengan memegang pipi nya yang terasa perih akibat tamparan dari Rozi.
Namun Rozi tidak menjawab ucapan Nisa dan berlalu pergi meninggalkan Nisa di kamarnya.
Sedang kan Dafa dan Dara berada di kamarnya bersama dengan Desi.
Nisa yang sakit hati pun langsung menghampiri Desi, sesampainya di sana Nisa langsung menampar pipi Desi, Desi yang tidak terima itu pun langsung menjambak rambut Nisa, dan ahirnya terjadilah baku jambak di antara pelakor dan istri sah.
Karna mendengar suara keributan Rozi pun masuk dan melihat kedua wanita itu sedang bertengkar dan melerai keduanya karna iya melihat Dara yang terlihat ketakutan.
"Apa yang terjadi?" tanya Rozi pada Nisa dan Desi.
"Dia mas, datang datang menamparku" ucap Desi membela diri.
"Hey itu pantas utukmu yang berani menggoda suami orang" Nisa pun tak mau kalah.
Desi pun keluar dari kamar Dafa dan Dara atas perintah Rozi, Sedangkan Rozi langsung menampar pipi Nisa hingga mengeluarkan darah di sudut bibirnya.
Desi yang tak tahan dengan sikap Nisa pun berniat untuk memb*nuh nya dan mencari sesuatu yang bisa iya gunakan untuk melenyapkan Nisa.
Dafa dan Dara yang melihat kedua orang tuanya bertengkar hanya bisa menangis dan sesekali berusaha untuk menghentikan papa nya.
__ADS_1
Saat kembali Desi pun langsung menghantam Nisa sesuatu yang berada di tangannya.
_Bukh_ Nisa pun langsung terjatuh dan tak sadarkan diri .
"Mama" teriak Dara melihat mamanya tak sadarkan diri.
Desi yang melihat nya pun langsung menarik tangan Dara dan memasukkannya ke dalam lemari dan menguncinya.
Setelah mengunci Dara di dalam lemari, Dafa yang hendak teriak pun langsung dibungkam oleh Desi.
Rozi menggoyang goyangkan badan Nisa namun tidak ada respon dari Nisa. Rozi pun segera mengecek pernafasannya dan ternyata Nisa sudah tak bernyawa lagi.
Saat mengetahui itu Rozi dan Desi pun segera menyembunyikan May*t Nisa di belakang rumahnya, dan setelah selesai Desi pun membuka pintu lemari nya berharap Dara masih bernafas, namum saat pintu nya terbuka Dara pun sudah tidak bernafas lagi.
Dafa yang melihat adiknya seperti itu hanya bisa bisa menangis dan menyalahkan Papanya dan Desi.
Desi pun mencoba untuk menenangkan Dafa dengan mengatakan dia akan menggantikan posisi mama nya, Namun Dafa tidak ingin hidup dengan wanita yang telah membunuh mamanya.
Dafa pun berlari ke arah meja belajarnya, dia mengambil gunting dan.
_Jlep_ gunting itu pun masuk ke dalam perutnya, darah pun keluar dari lubang tusukannya.
Rozi yang melihat anaknya seperti itu tersentak kaget iya tak menyangka anaknya bisa senekat itu.
"Sudah kamu tenang saja" ucap Rozi berusaha untuk menenangkan Desi.
Desi pun mengambil linggis yang iya gunakan untuk memukul Nisa tadi dan menyembunyikannya di belakang meja belajar nya Dafa.
Rozi pun menyembunyikan ke dua anaknya di tempat yang berbeda.
Setelah semua nya selesai dan di sembunyikan dengan Rapi seminggu kemudian Rozi berserta Desi pun menikah.
Setelah sebulan menikah mereka pun pindah dari rumah itu dan menjual nya, namun beberapa pembeli tidak ada yang merasa betah karna dihantui oleh hantu Nisa, Dafa dan Dara.
*FLASHBACK OFF*
.
.
.
Dan setelah berusaha membuka pintu lemarinya pun terbuka, Anggi yang tidak sadarkan diri pun langsung di keluarkan dari lemari itu oleh Rama, Sedangkan Rere melihat hantu Dara yang tersenyum ke arahnya.
__ADS_1
Rama dan Rere pun berusaha menyadarkan Anggi dari pingsannya karna kehabisan nafas. Tak lama kemudia Julio dan Chika pun bisa keluar dari ruangan dimana dia dikurung.
"Re, Anggi kenapa?" tanya Julio yang tiba di sampingnya Rere.
"Pingsan, kalian kemana aja si? bukannua bantuin ini malah ngilang" tanya Rere kesal pada Julio dan juga Chika.
"Iya tad......" ucapan Julio putus karna melihat Anggi sudah sadar.
"Gwe haus" ucap Anggi saat sadar.
Rere pun langsung mengambil botol air minumnya di dalam tas dan menyerahkannya pada Anggi.
"Nggi lo gak kenapa kenapa kan?" tanya Rama pada Anggi.
"Nggak apa apa kok" ucap Anggi setelah minum dan mengembalikan botol air minumnya ke Rere.
"Syukur deh lo gak kenapa kenapa" ucap Rere.
"Eh ini udah sore mending kita pulang dulu yuk" ajak Rama pada Anggi dan Rere dan di setujui oleh Rere dan Anggi.
Rere pun membantu Anggi untuk berjalan. saat keluar dari kamar itu Rere melihat Dara dan Dafa melihat ke arahnya, namun Rere bersikap seolah olah dia tidak melihat nya.
kini mereka pun telah sampai di luar gerbang itu dan mengunci kembali gerbang itu.
"Kita pulang pakai apa nih" tanya Rere.
"Bentar gwe telpon sopir gwe dulu" Anggi pun merogoh ponselnya untuk menelpon sopirnya
"Astaga gwe lupa kalau ponsel gwe mati" gumam Anggi.
Rama pun langsung mengambil ponselnya dan meminta papanya untuk menyuruh sopirnya untuk menjemputnya.
Setelah dua puluh menit menunggu, sopir nya Rama pun datang, dan Mereka pun segera masuk ke dalam Mobil, karna memang jari sudah mulai gelap.
Bersambung.......
☆☆☆☆☆
Tinggalkan jejak kalian di kolom komentar, like dan beri vote sebanyak banyaknya.
Beri rate 5 dan masukkan ke daftar favorit nya juga ya..
TERIMAKASIH sudah mampir😊
__ADS_1