AKU Dan JULIO

AKU Dan JULIO
part 23 : FARIS YANG TERJEBAK


__ADS_3

"Tante ini...ini" ucap Faris gugup karna takut akan kesalah pahaman antara dia dan Eka mama Tesya.


"Faris apa yang kau lakukan pada anakku?" tanya Eka berlari menangis melihat jasad putri ya yang bersimbah darah.


------


Eka menangis di samping putrinya, dia tidak menyangka Faris sahabat anaknya tega membunuhnya, sedangkan Mella yang melihat itu memanfaatkan situasi saat itu, dan langsung saja Mella memasuki tubuh Faris.


Eka juga begitu terkejutnya saat melihat mayat Kiki, Lisa dan juga Haris. Eka benar benar syok melihat sahabat anak nya yang mati bersimbah darah.


"Faris apa yang kau lakukan pada mereka hiks hiks hiks" tanya Eka pada Faris.


"maaf tante" ucap Mella seolah olah itu adalah Faris.


"Bagaimana mungkin kamu mengatakan maaf dengan begitu mudahnya, sedangkan kau membunuh mereka semua Huh?" bentak Eka bangun menghampiri Faris yang sangat marah terhadap Faris.


"Seharusnya aku tidak membiarkan mu bersahabat dengan anak ku hiks hiks" Eka masih menangis dan kembali lagi ke samping jasad anaknya.


"Tante Aku gak sengaja" ucap Faris


"Tidak sengaja? bagaimana kamu mengatakan ini tidak sengaja huh, sedangkan empat nyawa kamu hilangkan" Eka dengan suara yang sangat tinggi tak mampu menahan amarahnya.


"Tadi,, tadi kita hanya bermain tante" ucap Mella yang masih menguasai tubuh Faris.


"Dasr breng**k, anak si*lan, baj**gan, akan ku bunuh kau" Eka yang semakin marah mendengar Faris.


"Tesya anak mama, harusnya mama tidak mengijinkan kamu bermain dengan orang ini" lirih Eka frustasi melihat anaknya tergeletak tak bernyawa.


Eka pun mengambil Ponselnya segera menghubungi polisi dan rumah sakit, melaporkan atas kasus pembunuhan.


setelah tiga puluh lima menit polisi pun datang dengan 4 mobil ambulans, Rere, Rama serta Anggi masih berada tak jauh dari kediaman Tesya, Mereka melihat mobil polisi dan ambulans yang datang beriringan.

__ADS_1


Para warga pun mendekati rumah Tesya menyaksikan para korban yang sedang di masukkan ke dalam mobil ambulans. Rere, Rama serta Anggi hanya menyaksikan tanpa berbuat apapun.


Sedangkan disana tampak Faris yang sedang di ringkus oleh polisi dengan tangan di borgol kebelakang, karna Faris kini di tuduh sebagai pelaku atas pembunuhan yang terjadi.


Eka masuk ke dalam mobil jenazah berada di samping anaknya, Eka terus terusan menangisi anaknya yang mati secara tragis. Rumah Tesya pun di lingkar oleh garis polisi hingga tak ada yang bisa masuk ke dalam lagi.


Setelah pukul empat lewat tiga puluh lima sore orang orang pun membubarkan diri dan tampak 2 orang polisi yang serang berjaga di depan rumah tersebut sambil mencari bukti yang ada.


Setekah pukul jam lima sore Rere, Anggi serta Rama pun pulang menggunakan taksi. Mereka tidak menyangka akan apa yang terjadi hari ini, bahkan Mereka masih terkejut dengan tindakan Mella yang membunuh ke empat teman nya semasa mereka SMA dulu.


Setelah menempuh berjalanan sekitar satu setengah jam mereka pun sampai di rumah Rere. Anggi serta Rama pun turun dari taksi setelah membayar tagihan.


Rama dan Anggi pun langsung pulang, namun sebelumnya Rama mengantarkan Anggi sampai ke rumahnya.


Rere pun masuk ke rumahnya, mendapati ke dua adiknya sedang bermain. Mama dan papanya sedang duduk di sofa berada di ruang tamu.


"Assalamualaikum ma, pa" ucap Rere saat mendapati ke dua orang tua nya disana.


"Oma mana ma?" tanya Rere yang tak melihat keberadaan oma nya.


"oma udah pulang sore tadi" ucap papa nya Rian. Rere pun hanya ber oh Ria,


"Ya udah mah, Rere mau ke kamar dulu mau mandi" Shinta menganggukkan kepalanya, Rere melangkah meninggalkan ruang tamu dan masuk ke kamar mandinya.


"Ya udah pah, mama mau nyiapin makan malam dulu" Shinta bangkit dari duduknya dan pergi ke dapur.


Tinggallah Rian bersama Tania dan juga Rafael yang sedang asik bermain dengan robot serta boneka yang ada.


Saat jam menunjukkan pukul 8 malam mereka menikmati makanannya dengan nikmat.


"Re gimana tadi pas kamu ke rumah temannya si hantu Mella itu?" tanya Tian yang penasaran.

__ADS_1


Sedangkan Rere yang mendengar pertanyaan papa nya bergidik ngeri membayangkan apa yang dilihatnya tadi di rumah Tesya.


"Kok kamu malah merinding Re?" tanya mama nya yang juga penasaran akan cerita putri sulungnya.


"Ih mah pah, pokoknya ceritanya ngeri banget deh, Rere aja gak sanggup nyeritain saking seremnya iiiii" ucap Rere yang enggan menceritakan pada ke dua org tua nya apa yang sebenarnya terjadi.


"Memangnya apa yang terjadi Re?" tanya Shinta penasaran.


"Ya udah Rere Ceritain sama mama sama papa" Rere pun mulai menceritakan apa yang terjadi sedetail detail nya tanpa ada yang terlewatkan.


Rian dan Shinta tekejut mendengar nya bahwa Mella melakukan hal itu untuk melakukan balas dendamnya menggunakan tubuh Anggi, Tesya dan menjebak Faris atas pembunuhan yang terjadi.


"Trus Faris sekarang gimana?" tanya Shinta.


"Ya Faris mungkin akan mendekam di penjara, karna waktu itu Mella memang mengambil ponsel temannya untuk memancing Faris agar ke rumah Tesya dan menjebak Faris agar Faris yang menjadi pelaku pembunuhan itu" jelas Rere pada mama nya.


"Jadi Mella yang melakukan itu?" tanya mamanya tak percaya, bagaimana hantu bisa melakukan hal semacam itu.


"Iya mah, Mella melakukan itu semua, dan saat mama Tesya pulang maka Mella akan masuk ke tubuh Faris dan akan mengatkan bahwa Farislah yang membunuh Tesya dan teman temannya" Jelas Rere, membuat mama sama papanya tak percaya mendengar penjelasan dari Rere.


"Lalu sekaramg hantu Mella kemana?" tanya Rian.


"Terakhir Rere liat Mella masih mengusai tubuh Farus mungkin Mella akan berada tubuh Faris untuk memastikam Faris masuk penjara, karna itulah yang Mella katakan padaku" Jelas Rere panjang lebar


"Ya sudahlah sekarang kamu masuk kamar dan tidur" Shinta tak menyangka apa yang terjadi pada siang tadi, namun untung saja Mental serta fisik Rere kuat hingga dia tak mengalami syok berat dan mengganggu kejiwaan nya karna melihat Mella membunuh Tesya dan teman teman nya di depan Rere, Anggi dan juga Rama.


Saat Rere berada di kamarnya Rere memikirkan apa yang akan terjadi dengan Faris serta bagaimana reaksi orang tua dari teman temannya Faris saat mereka mengetahui bahwa Faris menjadi pelaku pembunuhan walau sebenarnya itu bukan ulah Faris.


Rere juga khawatir dengan keadaan Anggi sahabatnya dan berharap esok Anggi bersekolah dengab keadaan yang tentunya baik baik saja.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2