
Setelah pak Handoko dan bu Lastri melihat setiap sudut rumah itu mereka pun langsung melakukan transaksi pembayaran karna memang bu Lastri sangat menyukai desain rumah tersebut.
Setelah semua nya Deal pak Handoko dan bu Lastri pun berpamitan pulang.
-----
Kini Shinta dan Rian di bantu oleh bi Imah untuk membereskan perlengkapan Rafael yang masih tertinggal, setelah semua nya di masukkan ke dalam bagasi mobil, Shinta dan Rian pun berpamitan pulang, namun sebelumnya Shinta memberikan uang pesangon untuk bi Imah sebagai modal usaha agar bi Imah tidak berkerja lagi sebagai asisten rumah tangga maka Shinta dan Rian memberikan uang sejumlah dua puluh lima juta pada Imah.
Karna sudah malam Rian dan Shinta mengantar bi Imah terlebih dahulu. Nmun Rian hanya mengantarkan Bi Imah hanya sampai di depan gang saja, karna bi Imah rumah nya di dalam gang maka Mobil Rian tak bisa memasuki gang yang sangat kecil. Bi Imah tak lupa berterima kasih pada Rian dan Shinta karna Rian dan Shinta sangat baik pada nya, maka Bi Imah pun tak khawatir jika Rafael bersama Rian dan Shinta.
Rere yang masih terjaga melihat sebuah mobil masuk ke dalam pekarangan rumah nya Rere pun berlari menuju pintu depan untuk menyambut mama dan papa nya.
"Mama, mama sama papa lama banget pulang nya, dede Rafael sama Tania nangis dari tadi" Ucap Rere setelah mama nya berada di dalam rumah.
"Iya maafin mama sama papa ya sayang, sekarang dedek nya mana?" ucap Shinta tak melihat ke dua anak nya.
"Sekarang dedek udah tidur" Rere pun pergi menuju ruang keluarga.
"Bagus ya, anak anak di tinggalin di rumah gak ada yang jagain, kalian malah enak enakkan keluar rumah sampe malam begini. Kalau nanti anak anak kalian kenapa kenapa gak ada yang tau gimana huh?" suara seorang wanita yang baru keluar dari dalam kamar Rafael, sontak Shinta dan Rian pun terkejut.
"Hehe ibu, tadi kita ada urusan bu, jarak nya jauh dari rumah jadi kita tinggalin di rumah" ucap Rian sambil menghampiri wanita itu dan menciumi punggung tangannya, di susuli oleh Shinta.
"Iya bu, kami minta maaf" Ucap Shinta pada wanita itu yang tak lain adalah mertuanya ibu dari Rian.
"Ibu kapan sampai disini? kenapa gak ngabarin Rian dulu si bu?" ucap Rian karna tak biasanya ibu nya tak memberi kabar jika iya ingin berkunjung ke rumahnya.
"Ibu sengaja tak ingin memberitahukan pada kalian, trus anak laki laki itu siapa?" tanya Nenek Ani pada anak dan menantunya.
Shinta dan Rian pun menceritakan bagaimana awal dia bertemu dengan Rafael hingga mereka bisa mengadopsi Rafael. Nenek Ani yang mendengar pun merasa kasihan pada Rafael.
"Jadi bu bagaimana? ibu tak keberatan kan jika Rafael menjadi keluarga kita" tanya Rian hati hati karna takut jika ibu nya tak setuju dengan keputusannya.
__ADS_1
Nenek Ani pun menatap Rian dan Shinta dengan tatapan yang sangat tajam, iya tadinya yang duduk tiba tiba berdiri sambil menaruh kedua tangannya di pinggang, Rian dan Shinta menunduk takut jika ibu dan ibu mertuanya akan marah.
"Iya ibu tentu sangat senang jika kalian bisa merawat Rafael karna ibu menginginkan cucu laki laki, Rafael juga anak yang penurut sama seperti Tania" kata Nenek Ani , Rian dan Shibta yang tadinya menunduk karna takut kini pun mendongakkan kepalanya tak percaya dengan ucapan ibu dan ibu mertuanya.
"Ibu sungguh menerima kehadiran Rafael menjadi cucumu bu?" tanya Shinta. Nenek Ani pun mengangguk dan tersenyum.
Mereka pun bercanda bersama, Sedangkan Rere sudah berada si kamarnya karna sudah larut malam maka Rere pun masuk kedalam kamarnya untuk segera beristirahat.
"Ibu akan berapa lama di sini?" tanya Rian di sela sela mereka bercanda dengan ibunya.
"1 minggu, ya sudah ibu sudah mengantuk, kalian masuk tidur. ibu sangat capek" ucap Nenek Ani dan berdiri, mereka pun masuk ke dalam kamar mereka untuk beristirahat.
Dua hari Nenek Ani menginap di rumah Rian, kini mereka sedang berada di halaman depan. Seorang wanita yang terlihat masih muda datang dengan membawa tas yang lumayan besar.
"Maaf mbak cari siapa ya?" tanya Shinta pada seorang perempuan itu.
"Perkenalkan, nama saya Mira, saya kesini karna diminta untuk menjadi babysitter mbak" ucap perempuan tadi yang bernama Mira.
"Tapi ini bener kok mbak alamatnya" Mira menunjukkan sebuah alamat di selebar kertas.
Shinta yang melihatnya pun terkejut melihat alamat yang ternyata itu menunjukkan alamat rumah nya sendiri.
"Siapa mah?" tanya Rian mendekati Shinta.
"Pah, papah yang nyari babysitter?" tanya Shinta pada suami nya, Rian pun menggeleng.
"Ibu yang nyari buat jaga anak anak kalian" ucap Bu Ani dari belakang Shinta dan Rian.
"Tapi bu, buat apa nyari babysitter kalau Shinta bisa jaga anak anak shinta" kata Shinta karna Shinta ingin menjaga anak anaknya sendiri tanpa bantuan orang lain.
Namun karna permintaan bu Ani maka mereka tak bisa menolaknya, Mira pun di ajak masuk untuk memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
Dan mulaihari itu Mira pun mulai berkerja untuk menjaga Rafael dan Tania.
*****
Minggu pun tiba. Sesuai dengan janji Rere terhadap Mella kini Rere tengah bersiap untuk segera berangkat. namun sebelumnya Rere pun menceritakan pada orang tua nya tentang hantu Mella yng menuntut balas agar Tesya dkk mendapatkan ganjaran nya.
Tesya dkk memang tidak membunuh Mella, namun sikap Tesya dkk yang membuli Mella melebihi kewajaran membuat Mella depresi dan mengahiri hidup nya sendiri.
Rere pergi bersama Anggi dan juga Rama, ini merupakan pengalaman pertama Rere untuk menuntaskan permasalahan.
Rere tidak tahu bagaimana iya akan melewatinya hari ini namun yang pasti Anggi dan Rama akan membantu Rere karna Rere juga sudah menceritakannya pada Anggi dan Rama agar mereka bisa menbantu Rere, karna Rere pun tidak akan sanggup jika dia hanya seorang diri, terlebih lagi dengan umurnya yang di bawah lima belas tahun.
Mereka pergi menggunakan taksi online, tidak ketinggalan juga dengan Chika dan Julio mereka pun ikut dalam membantu Rere.
"Re lo gak lupa kan bawa keperluannya?" tanya Anggi pada Rere saat mereka sedang berada di dalam taksi.
"Tenang gwe bawa semuanya kok" jawab Rere sambil memperlihatkan kepada teman temannya, kalau disana ada sebuah kamera kecil, perekam suara dan sebuah buku kecil untuk mencatat perkataan yang penting penting saja.
"Bagus, hebat banget ya nenek lo bisa kepikiran kek begini" ucap Rama melihat barang barang yang dibawa oleh Rere.
"Oh iya dong, secara gitu loh" ucap Rere dengan sombong nya.
"Heleh baru dipuji dikit aja udah somvong" ucap Rama memutar bola matanya malas, sedangkan Rere menatap Rama sinis.
Rere mendapatkan itu dari nenek nya, karna neneknya seorang wartawan jadi neneknya menyimpan alat perekam suara dan juga kamera kecil yang bisa iya bawa kemana mana.
**☆☆☆☆☆
Hayo dong bantu Like, serta Vote Aku dan Julio, serta tinggalkan jejak kalian di komentar, beri rate 5 dan tambahkan ke favorit kalian agar tak ketinggalan..
#Jangan jadi pembaca bayangan loh kak**#
__ADS_1