
Mella menghampiri Lissa dan mengambil pisau di tangan nya dan memainkan pisau di depan Lissa yang masih kaku. Haris pun mengambil pas bunga yang berada di lemari hias dan memukul tengkuk Anggi dengan pas bunga tersebut. Mella pun menatap Haris penuh dengan kebencian.
"Jleeebb" pisau yang dipegang Mella mendarat di perut Haris, Lissa pun menangis melihat teman temannya terluka.
-----
Haris terjatuh ke lantai dengan memegang perutnya dengan posisi pisau yang masih menancap di perutnya..
Lissa pun segera mengambil ponselnya untuk menghubungi polisi dan Rumah sakit, Mella melihat Lissa yang memencet handphone segera menghampiri Lissa, Mella merampas ponsel milik Lissa dan membanting nya hingga hancur.
Lissa sudah sangat ketakutan, tubuh Lissa bergemetar, wajahnya pucat, kaki dan tangannya terasa dingin, Rere dan Rama hanya bisa melihat kejadian yang berada di depannya.
Rere berusaha untuk menghentikan Mella dari perbuatannya, namun dihadang oleh Julio dan Chika agar Rere tak menyelakai dirinya karna ulah Mella yang sewaktu waktu lepas kendali.
Mella menarik rambut Lissa dan saat sampai di depan meja Mella membenturkan kepala Lissa secara berkali kali di Meja kayu yang terdapat di ruang tamu Tesya.
Kepala Lissa sudah bercucuran dengan darah, Haris yang masih setengah sadar berusaha untuk mendekati Lissa dan Mella. Mella yang melihat Haris berusaha untuk mendekatinya pun menghampiri Haris dan membiarkan Lissa duduk di dekat meja.
Lissa menarik Kaki Haris dan membenturkan kepala Haris dengan posisi Haris tengkurap ke lantai. Setelah puas membenturkan kepala haris sampai kepala haris mengeluarkan Darah Spontan Lissa membalikkan badan Haris menjadi terlentang iya melihat perut haris yang berdarah. Mella yang melihat Darah segar yang kekuar dari perut haris hanya melihat darah itu yang terus keluar.
Mella menyibakkan baju Haris menampakkan roti sobek yang berada di perut haris terlihat luka yang yang berada si perut sebelah kanan Haris Mella pun memasukkan jari telunjuk dan tengah nya ke dalam luka haris, Haris merasakan sakit yang luar biasa akibat perbuatan Mella. Setelah bosan memankan isi perut haris di dalam perut, Mella pun mengeluarkan tangannya yang penuh dengan darah.
Haris mengerang kesakitan, Lissa yang masih mempunyai sedikit tenaga berusaha untuk mendekati Haris dan juga Mella, Mella yang melihat Lissa ingin mendekat pun menghampirinya.
"Apa kamu ingin menemui sahabat bia*ap mu itu?" tanya Mella, Lissa pun mengangguk.
"Baiklah akan ku bantu" Mella pun memapah Lissa, dan kini Lissa dan Haris berasama.
"Sayang" ucap Haris pada Lissa.
"Waah dia bilang sayang, Rere Rama apa kalian mendengar nya?" Tanya Mella pada Rama dan Rere.
__ADS_1
Namun Rama dan Rere tidak bisa mengatakan apa pun karna terlihat syok dengan apa yang sudah terjadi di depan mereka.
Mella tidak tinggal diam, Mella pun menarik rambut Lissa dan Haris secara bersamaan, ditariknya hingga dia naik ke lantai dua, dan saat sudah sampai Mella pun mendorong keduanya hingga terjatuh ke lantai dasar, tepatnya di depan Rere dan Rama.
Rere tak kuasa melihat apa yang berada di depannya hingga Rere jatuh tak sadarkan diri. Lissa dan Haris yang terjatuh mengalami luka yang sama di bagian kepalanya. Hanya saja Haris lebih parah karna luka tusukan yang berada di perutnya.
"Ah aku lupa menanyakan pada mereka di mana si Faris itu" gumam Mella yang melihat ke empat mayat dari teman temannya.
Mella pun menghampiri Rere dan Rama, Rere yang sudah mulai sadar melihat Anggi di depannya.
"Apa kamu sudah sadar?" tanya Mella yang masih menguasai tubuh Anggi karna Mella yang menyadari bahwa Rere sempat tak sadarkan diri, Rere pun mengangguk.
"Mella apa kau gila huh? apa yang kamu lakukan pada mereka? disini tidak ada siapapun kecuali kita, jika ada orang yang tahu maka kita yang akan menjadi tersangka aras kasus pembunuhan ini, aku sangat menyesal membantumu Mella" ucap Rama yang tak bisa menahan emosinya.
"Hey tenanglah Rama tidak akan ada yang tahu" ucap Mella dengan santainya.
"Julio, Chika sekarang kalian bantu aku" sambung Mella.
"Re kau tenang lah dulu, aku tidak akan membiar kan kalian dalam bahaya, sekarang percayalah padaku" ucap Mella berusaha menyakinkan Rere.
"Baiklah sekarang apa yang kau inginkan?" tanya Rama pada Mella.
Mella pun menceritakan pada Rencananya pada Rere, dan Rama. Setelah mendengar penjelasannya ahirnya Rere dan Rama pun menyetujuinya.
Julio dan juga Chika juga membantu Rere serta Rama, Mella menghampiri jasad Kiki untuk mengambil ponsel milik Kiki. Setelah menemukan apa yang dicarinya Mella pun mengirim pesan untuk Faris.
Faris yang sedang bersantai si rumahnya tiba tiba mendengar bunyi notifikasi ponsel nya, Faris pun membaca pesan dari Mella yang iya kira adalah Kiki.
"Bro kita party buruan lo kerumah Tesya." isi pesan tersebut. Faris yang memang menyukai acara party partyan. Namun itu untuk mengelabui Faris agar dia mau kerumah Tesya.
"kurang ajar ni bocah, party gak bilang bilang, awas aja nanti kalau aku ketinggalan banyak minum" gerutu Faris karna Faris sering kali minum hingga mabok,
__ADS_1
Faris pun langsung mengambil jaket nya dan langsung menuju garasi untuk mengambil motor sport nya lalu melajukan nya menuju rumah Tesya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh lima menit Faris pun sampai di depan rumah Tesya. Karna Faris sudah biasa keluar masuk ke rumah Tesya jadi nya Faris langsung masuk saja karna gerbang rumah Tesya memang tidak di kunci.
Faris memarkirkan motornya di depan pintu utama rumah Tesya. Mella yang mendengar suara motor datang pun langsung keluar dari tubuh Anggi dan memerintahkan Julio dan Chika untuk menyembunyikan Rere, Rama serta Anggi.
Anggi tak sadarkan diri karna tenaganya terkuras habis saat Mella merasuki tubuhnya. Sedangkan Julio serta Chika mengerahkan seluruh energi nya untuk menyembunyikan Rere, Rama serta Anggi.
Saat Faris membuka pintu rumah Tesya terlihat gelap tak ada cahaya sedikitpun yang masuk, padahal waktu itu masih sangat siang, namun Faris tak berfikir ke lain hal, Faris pun menutup kembali pintunya.
"Tes, Tesyaa?" panggil Faris dengan memperlambat jalan nya, namun tak ada satu suara pun yang terdengar oleh Faris.
"Kiki, Tesya, gila parah loh party gelap gelap an kek gini setan pada ikut kagak bahahaha" ucap Faris dengan tawanya karna dia yang belum menyadari keadaan Rumah Tesya karna suasana lampu yang masih gelap.
.
.
.
Bersambung........
.
.
.
.
☆☆☆☆☆☆
__ADS_1
Jangan lupa Vote, like and komen untuk memvantu author guys😉