AKU Dan JULIO

AKU Dan JULIO
part 12 : KERAJAAN RATU ARUM


__ADS_3

"Baiklah sekarang ada aku, ayo ikut aku sekarang" Julio menggenggam tangan Rere meminta Rere untuk mengikutinya. Rere pun mengikuti langkah Julio dari belakang dengan masih menggenggam tangannya.


------


Sesampainya di sebuah gubuk kecil Julio meminta Rere menunggunya, Rere pun duduk di kursi kecil yang terdapat di depan pintu.


"Julio ini rumah siapa? kenapa kamu membawaku kesini" tanya Rere saat Julio datang menghampirinya.


"Ayok masuklah" Julio menarik tangan Rere agar mengikutinya masuk ke dalam rumah.


Rere melihat rumah itu dari luar seperti rumah kecil yang biasa namun siapa sangka saat Rere masuk betapa terkejutnya dia saat melihat rumah itu bak istana kerajaan.


"Hai gadis manis" ucap seorang wanita mendekati Rere.


"Ka..ka..kamu..kamu siapa?" tanya Rere gugup saat melihat wanita itu seperti ratu yang sangat cantik.


"Baiklah gadis manis aku akan perkenalkan diriku, aku Ratu Dwi Sekar Arum panggil saja aku Ratu Arum" Sang Ratu memperkenalkan dirinya sambil tersenyum pada Rere.


"A..a..ap apa yang kau inginkan dimana Julio" tanya Rere yang masih gemetaran menahan rasa takutnya.


"Julio?" tanya Ratu Arum heran.


"Julio temanku yang tadi membawaku kesini" jawab Rere yang sudah bisa mengendalikan rasa takutnya.


"Hahahaha,,, dia bukan Julio, dia adalah budak ku" suara Ratu Arum menggelegar.


"Apa maksud mu budak" tanya Rere.


"Ya dia adakah abdi setiaku, apa pun yang ku perintahkan dia akan melakukannya, termasuk membawa mu ke istanaku hahaha" Suaranya terdengar menakutkan di telinga Rere membuat Rere semakin takut gemetaran.

__ADS_1


"Apa tujuan kamu membawaku kesini dan jika dia bukan Julio sahabatku lalu siapa Dia?" tanya Rere dengan suara yang tegas, namun sebenarnya iya juga merasa takut.


"Sudah ku katakan dia adalah budakku bodoh" ucap Ratu Arum membentak Rere.


"Dan tujuan ku membawa mu kemari tak lain adalah menjadikan mu budak ku, abdi setia ku seperti dia" Ratu Arum yang menekankan kata Dia dengan menunjuk ghost laki laki yang menyerupai Julio tadi yang sebenarnya bernama Rakha.


"Tidak aku tidak mau menjadi budak mu, lepaskan aku" Rere berusaha memberontak melepaskan dirinya dari Arum.


"Melepaskan mu? aaah yang benar saja, kamu yang kesini berarti kamu siap menjadi abdi ku ha ha ha" Arum tertawa melihat Rere yang merasa ketakutan yang menurutnya sangat lucu.


Sedangkan kini kelompok pak Fikri dan bu Anggun sedah berada di tengah tengah hutan, pak ustadz yang mampu melihat dunia lain pun sudah melihat berbagai macam bentuk penampakan hantu hantu yang berada di desa sunyi itu, namun pak ustadz sengaja tidak memberitahukan pada yang lainnya agar nanti tak menjadi masalah, karna semakin mereka merasa takut maka semakin pula mereka akan terbawa ke alam mereka.


"Pak kita udah jalan jauh banget tapi kok Rere gak ketemu ketemu ya" tanya Anggi yang sudah merasa lelah dengan perjalanan nya.


"Kita sudah sampai di desa sunyi, tapi seperti nya Rere sengaja di sembunyikan oleh makhluk yang tak terlihat" ucap pak ustadz setelah mereka berada di tengah tengah mereka (Ghost).


"Anggi,, Anggi hello lo ngerasain energi gwe kan" Julio berjingkrak jingkrak di depan Anggi dengan mengibas ngibaskan tangannya di depan wajah Anggi, Namun Anggi tidak bisa menyadari keberadaan Julio.


"Siapa kamu" tanya Pak ustadz yang yang melihat aksi Julio memanggil manggil nama Anggi.


"Saya Anggi pak" jawab Anggi yang merasa di tatap pun menjawab pak Ustadz


"Bukan nak Anggi, yang saya tanya di depan nak Anggi" jawab ustadz dengan lembut. sontak Anggi pun merasa takut.


"Aduh pantes aja dari tadi gwe merinding gak taunya ada sesuatu" gumam Anggi yang ternyata merasakan keberadaan Julio namun tak di hiraukannya.


"pak, bapak bisa liat saya kan? saya sahabatnya Rere, pak kasih tau Anggi kalau saya ada disini pak" Julio pun mendekati pak Ustadz. Pak Ustadz itu pun memberitahukan pada Anggi bahwa ada Julio sahabat Rere, sontak Anggi pun merasa lebih tenang saat mengetahui Julio ada berada si sekitar nya.


"Yo sekarang Rere dimana" tanya Anggi yang memutar kepalanya mencari keberadaan Julio, (karna Anggi gak liat jadi dia celingak celinguk lah ya buat mastiin keberadaan Julio)

__ADS_1


"Tadi aku sama Rere berusaha mencari jalan keluar dari sini pak tapi kami gak ketemuin juga, ahirnya Rere meminta ku pergi mencari nya sendiri, dan saya pun meminta Rere untuk menunggu saya, tapi pas saya kembali Rere udah gak ada di tempat pak, dan sekarang saya gak tau dimana keberadaan Rere" Jawab Julio tertunduk merasa bersalah.


pak Ustadz pun memberi tahukan apa yang di sampaikan oleh Julio pada Anggi, Rama serta pak Fikri, bu Anggun dan ke dua penjaga hutan yang ikut serta mencari Rere.


"Pak Fikri baiknya kita segera menemukan Rere pak, karna Rere anaknya indigo dan sekarang ada sahabat hantunya Rere jadi kita bisa mencari tahu dimana saja Rere pernah lewati. Takutnya nanti setelah 24 jam Rere gak bisa kembali dan dia bakalan tetap berada di desa sunyi pak" ucap pak Karto yang mengetahui tentang hutan itu lebih banyak.


"Julio sekarang kamu tunjukkan di mana tempat Rere pernah singgah" pinta pak ustadz, Julio pun mengangguk.


Julio memberi tahukan pada pak Ustadz itu tempat dia dan Rere pernah singgah namun tak ada satupun petunjuk bahwa Rere ada disana.


Sedangkan Rere masih memberontak ingin keluar dari istana Ratu Arum namun tetap tak bisa.


"Rakha kau jaga gadis ini jangan biarkan di lolos, aku akan menemui calon budak ku yang lainnya" perintah Ratu Arum pada Rakha, Rakha pun mengangguk meng IYA kan perintah dari Ratu nya.


Di rumah Rere, Shinta tengah menangis sesenggukan karna mendapati kabar bahwa Rere belum juga di temukan sejak semalam iya menghilang. Rian masih berada di samping Shinta untuk menenangkan istrinya.


Setelah menyusuri desa sunyi Pak Ustadz dan Julio tertegun melihat Istana nan megah, berbeda dengan pak Fikri dan kawannya yang lain hanya melihat seperti 2 pohon besar yang menyilang menjadi satu.


"Pak ustadz apa yang bapak lihat?" tanya Rama yang melihat pak ustadz seperti terpukau oleh sesuatu.


"Julio kamu masuk ke dalam, lihat ada apa yang di sana" perintah pak ustadz pada Julio, tanpa menjawab pertanyaan dari Rama, Julio pun mengangguk.


"Apa yang pak ustadz lihat?" tanya Karto karna mendengar pak ustadz memerintahkan Julio untuk masuk, sedangkan dia hanya melihat 2 pohon yang sangat besar menyilang.


Bersambung.....


☆☆☆☆☆


Jangan lupa dukung author ya, klik jempol dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar, beri Rate5 dan jangan lupa vote ya. Terima kasih 😊😊😉😉

__ADS_1


__ADS_2