AKU Dan JULIO

AKU Dan JULIO
Part 31 : KESEDIHAN SHINTA


__ADS_3

Setelah dua puluh menit menunggu, sopir nya Rama pun datang, dan Mereka pun segera masuk ke dalam Mobil, karna memang hari sudah mulai gelap.


-------


Malam harinya di tengah tengah laut gelombang nya menjadi sangat tinggi hingga kapal pesiar nya pun menjadi terombang ambing, para penumpang serta ABK (Anak Buah Kapal) pun menjadi panik, terlebih lagi terjadinya kebocoran yang menyebabkan air masuk ke dalam kapal.


Kebocoran itu terjadi karna kapal Shymphony of the Seas menabrak terumbu karang yang menyebabkan kapal hampir terbalik. Kapal ini kandas di Isola Del Giglio, italia yang menyebabkan 4,356 orang di evakuasi dari kapal, yang berhasil selamat, sedangkan 417 orang meninggal dan 221 orang hilang.


Saat ke 4,213 orang itu berhasil selamat yang menggunakan perahu derek/perahu sekoci, 73 orang yang selamat menggunakan pelampung dan 70 oang yag selamat menggunakan jaket penolong.


Anak buah kapal yang berjumlah lebih dari lima ratus orang hanya sebagian yang selamat, sedangkan Rian ayahnya Rere hilang karna terbawa ombak.


.


.


.


Keesokan harinya Rere, Anggi dan Rama sedang berada di kantin sekolah sedang menikmati makanannya, tak tertinggal Julio dan juga Chika yang ikut menikmati snack kantin.


Di rumah nya Shinta yang sedang menemani Tania dan Rafael.


“Mama minum” ucap Tania menghampiri mamanya.


“Ya udah mama ambilkan minum dulu ya” Shinta pun beranjak pergi ke dapur untuk mengambil segelas air minum.


Saat menuangkan airnya ke dalam gelas tiba tiba Shinta malah tidak sengaja menyenggol gelas yang lainnya hingga gelas itu terjatuh.


“Ya Allah kenapa perasaan ku tiba tiba jadi tidak enak seperti ini ya dari kemarin” Gumam Shinta yang tak menyadri gelasnya penuh oleh air, hingga jatuh ke lantai.


“Bu, airnya tumpah” ucap Mira yang masuk ke dalam dapur dan melihat air yang di tuang ke dalam gelas tumpah karna sudah terisi full.


“Eh iya” ucap Shinta yang sadar dari lamunannya.


Shinta pun segera membereskan pecahan gelas yang terjatuh tadi dan di bantu Mira untuk mengelap air yang tumpah ke lanai itu.


“Ibu kenapa? Dari kemarin saya perhatikan ibu seperti kurang beremangat” tanya Mira pada Shinta.


“Tiba tiba saya kepikiran mas Rian Mir, takut terjadi kenapa kenapa” ucap Shinta


“Berdoa aja bu, smoga pak Rian baik baik aja” ucap Mira mencoba meguatkan Shinta.


“Iya Aamiin, ya udah saya ke anak anak dulu ya” pamit Shinta dan pergi meninggalkan Mira yang masih berada di dapur.


.


.


Back to Rere

__ADS_1


Saat sedang menikmati jajanannya Rere tiba tiba mendapatkan bayangan seperti air laut yang meninggi, kapal tenggelam dan rumahnya yang penuh dengan air mata, membuat nya menjadi pendiam dan tidak seperti biasanya.


Anggi yang melihat Rere tampak seperti tidak bersemangat pun menegur Rere


“Re” panggil Anggi namun tak mendapatka respon dari rere


“Re, Hello” ucap Anggi sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Rere namun Rere pun tidak ada reaksi sama skali.


“Ram, lo liat rere, tumben banget dia ngelamun” bisik Anggi pada Rama.


Rama pun meliat Rere dengan tatapan kosong menghadap depan.


“Re” panggil Rama sambil menepuk meja dan membua Rere menjadi terkejut.


Julio dan juga Chika yang tadinya asikk dengan jajanan mereka menoleh ke arah Rere karna Rama yang memanggil Rere dengan gebrakan meja.


“Apaan sii” ucap Rere kesal karna terkejut.


“Elu si gwe panggil dari tadi mala gak nyaut, lo lamunin apaan si?” tanya Anggi sambil memasukkan batagor ke dalam mlutnya.


“Gak apa apa kok” ucap Rere


.....


Sedangkan di rumah, setelah Shinta memberikan minum pada Tania, tiba tiba ponselnya Shinta berbunyi, Shinta pun mengambil ponsel nya yang berada di atas meja dekat dengan dia dan ke dua anaknya bermain.


Shinta mengeryitkan alisnya di saat dia melihat nomer baru di layar ponselnya. Shinta pun ahirnya menerima panggilan tersebut


“Dengan bu Shinta?" suara seseorang dari sebrang telpon


“Iya dengan saya sendiri” ucap Shinta.


".... ... ....."


"Apa?" ucap Shinta syok dan tanpa disadarinya ponselnya terlepas dari genggamannya.


Mira yang kebetulan lewat melihat Shinta yang terlihat pucat dan sedih. Mira pun menghampiri Shinta.


"Bu, ibu kenapa?" tanya Mira setelah berada di depan Shinta namun tak ada respon dari Shinta.


Mira mendengar suara di ponselnya dan mengambil ponsel Shinta.


"Hallo bu Shinta" Suara seseorang di balik ponsel di dengar oleh Mira.


"Iya Hallo dengan siapa?" Tanya Mira karna melihat nomer yang tidak dikenal.


"“Saya dari **** ingin memberitahukan bahwa Kapal Symphony of the Seas tempat pak Rian berkerja mengalami kecelekaan dan sekarang setengah dari ABK belum di temukan termasuk dengan pak Rian” jawab seorang di balik telpon, Mira yang mendengar itu pun kaget.


“Apa?” Mira kaget dan tak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan, Shinta yang mendengar itu pun semakn menangis karna sebelumnya Mira juga sudah menspeaker pnselnya.

__ADS_1


“Iya buk, jadi untuk keluarga korban segera datang ke pelabuhan ***** untuk melihat apakah ada salah satu dari keluarga nya yang selamat” ucap kepala kepolisian yang menghubungi seluruh keluarga ABK.


Karna sebelumnya pihak kepolisian di minta untuk membantu jalannya epakuasi dan semua data dari ABK dan keluarga di dapatkan dari kepala penanggung jawab kapal pesiar Symphony of the Seas.


Setelah mendapatkan kabar buruk itu pun membuat Shinta tak sadarkan diri, sedangkan kedua anaknya yang tidak tahu apa apa hanya berusaha membangunkn mamanya yang iya kira sedang tidur di tempat mereka bermain.


.


.


Di Sekolah....


Kini Rere dan teman temannya sudah kembali ke dalam kelas nya, karna saat itu guru yang akan mengajar tidak dapat mengisi jam pelajaran maka saat itu Rere serta Anggi dan Rama bercerita tentang kejadian yang di alami Anggi sewaktu iya pingsan itu.


“Jadi apa dia meminta bantuan gitu?” tanya Rama setelah mendengar cerita Anggi.


“Aku juga gak tau” ucap Anggi sambil mengangkat ke dua bahunya.


“Re?” panggi Rama yang melihat Rere melamun.


“Rere?” panggil Rama samil mengibaskan tangannya di depan wajah Rere.


“Ah iya kenapa?” ucap Rere sambil meliat ke arah Rama dan Anggi bergantian.


“Lo kenapa si Re dari tadi gwe perhatiin lo hari ini ngelamuun terus, lu lagi mikirin apa sih?” tanya Anggi.


“Gwe Cuma kepikiran bokap gwe Nggi” ucap Rere dengan wajah yang menunduk.


“Emangna bokap lu kenapa?” tanya Rama.


“Ah gak apa apa kok, jadi gimana tadi cerita lo?” Rere yang berusaha untuk mengalihkan pembicraannya.


.


.


Di rumah Shinta.........


Mira pun mengoleskan minyak telon pada telapak tangan dan hidung Shinta agar Shinta cepat sadar dari pingsannya.


Setelah lima belas tertidur karna pingsan Shinta pun terbangun dan mendapati ke dua anaknya yang sedang duduk di sampingnya, dan Shinta melihat raut wajah Tania dan Rafael yang terlihat khawatir.


“Mama kenapa tiidur disini” tanya Tania pada mamanya.


Shinta yang mendengar pertanyaan putrinya pun berusaha utuk tersenyum, walau hatinya sedang sedih karna mendapatkan berita buruk tentang kapal tempat suaminya berkerja.


“Mama Cuma kecapen aja sayang” lirih Shinta sambil membelai rambut Tania dengan pelan.


Rafael pun memberikan segelas air putih untuk mamanya, Shinta pun menerimanya dengan senyum.

__ADS_1


Bersambug.......


__ADS_2