
Mella pun menceritakan pada Julio tentang Faris, dan sesuai janji Mella tidak akan melibatkan Anggi.
setelah semua nya selesai Mella pun pergi dengan tenang.
-----
Kini Rere sedang berada di meja makan, mereka baru saja selesi menyantap makan siangnya
“pa, papa akan berangkat sekarang?’’ tanya Rere pada papa nya karna melihat sebuah ransel yang berada di samping papanya.
“iya sayang, kamu jaga adik kamu baik baik ya, jangan nakal juga sama mama” ucap Rian pada Rere dan membuat Rere memanyukan bibirnya.
“ih papa Rere kan gak nakal” ucap Rere dengan bibir nya yang manyun.
“iya deh, anak papa yang baik.” ucap Rian membuat Rere pun terenyum.
Rian pun bangkit dari kursinya dan diikuti oleh Shinta dari belakang dengan membawa ransel dan diikuti juga oleh Rere, Rafael dan juga Tania.
“ya dan, papa nanti kalau sudah sampai sana jangan lupa hubungi mama ya” Shinta sambil menyerahkan ransel pada Rian.
"Tapi sebelum papa berangkat, papa ada kejutan buat Rere" kata Rian pada Rere
Rere yang tadinya terlihat sedih karna harus ditinggal papanya pergi berkerja dengan waktu yang sangat panjang sontak terlihat bahagia saat mendengar kata kejutan dari papanya.
“Kejutan pa?” tanya Rere melihat papa nya denga wajah yang terlihat bahagia
Rian tersenyum ke arah Rere dan menyerahkan sebuah paper bag pada Rere, Rere pun menerima paper bag itu dengan wajah yang sangat bahagia. Setelah menerima paper bag itu Rere pun membukanya untuk melihat isinya.
“waah” ucap Rere melihat isinya sebuah kotah ponsel baru untuknya.
“apa kau suka sayang?” tanya Shinta pada anak nya dengan mengelus rambut Rere dengan lembut.
“ini untuk Rere pah, mah?” tanya Rere memandang wajah orang tuanya bergantian.
“iya untuk anak papa yang cantik ini” ucap Rian dengan mnyentil hidung Rere.
“mkasih papa” ucap Rere dan memeluk papanya.
“ iya sama-sama. Disitu sudah ada nomer mama sama papa, jadi kamu tinggal simpen nomer telpon teman teman mu” ucap Rian dan melepas pelukan Rere, dan hanya di angguki oleh Rere.
“ya udah papa berangkat dulu ya, nanti takut telat.” Ucap Rian pada Shinta
__ADS_1
Shinta pun mengangguk dngan mecium punggung tangan suamiya, begitupun juga dengan Rere, Rere mencium punggung tangan papanya.
Rian yang melihat Tania dan juga Rafael yang tadi hanya terdiam kini berjongkok mensejajarkan dirinya dengan kedua anaknya.
“Kakak Rafael sama Tania gak mau salim sama papa?” tanya Rian yag melihat Tania hampir menangis, sedangkan Rafael hanya diam saja.
“uhuhu papa” ucap Tania dan melolosakn bulir bulir bening dari kelopak matanya.
Sedangkan Rafael memeluk papanya, setelah memeluk papany Rafael mencium punggung tangan papanya, lalu disusul oleh Tania.
“papa cepet pulang ya” kata Rafael pada papanya dan di angguki oleh Rian.
Bagi Shinta dan ketiga anaknya di tinggal pergi oleh ayah dari ketiga anak anaknya adalah kesedihan baginya karna Rian yang akan mengarungi luasnya laut dan akan sangat lama untuk kembali pulang.
Rian pun pergi, dan setelah itu entah kenapa Rere seperti melihat sesuatu yang mengikuti papaya, namun Rere tidak tahu apa itu.
“Pa, Rere akan merindukan papa” gumamnya dalam hati dan meneteskan air matanya membasahi kedua pipnya
Setelah melihat papanya pergi dan tak terlihat lagi Shinta pun mengajak anak anaknya masuk ke dalam rumah, Rafael di gendong oleh Shinta dan Mira pun menghampiri Shinta untuk menenangkan Tania.
Kini Rere sedang mencoba ponsel nya yang baru di berikan oleh papanya, lalu tiba tiba Rere mengingat tentang sesutu yang mengikuti ayahnya dan segera memanggil Julio serta Chika.
Merasa dipanggil Julio dan Chika pun muncul di depan Rere.
“tadi kami habis main kak di belakang sana” ucap Chika, Rere pun melihat ke arah yang di tunjukkan oleh Chika.
“ooh” ucap Rere singkat.
“Ada apa kak tadi manggil kami?” tanya Chika.
“oh iya, tadi kan aku anter papa mau berangkat, aku tuh kek liat ada sesuatu yang ngikutin papa, tapi aku gak tau itu apa” ucap Rere.
“kek apa kak ?” tanya Chika
“Kek cahaya putiih gitu” ucap Rere memandang Julio dan Chika bergantian berharap mendapat jawaban.
“wah aku juga tidak tau kak” Ucap Chika, dan Rere hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
“Lio kenapa kamu diam saja” tanya Rere melihat Julia hanya diam.
“ tau ni kak, dari tadi Chika ajakin main tapi gak semangat gitu ” kata Chika kesal.
__ADS_1
“eh tumben” kata Rere.
“Re, aku ngerasa gak enak sama kepergian papa kamu” kata julio.
“maksud kamu” tanya Rere tak mngerti.
“ya aku takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan” ucap Julio menegaskan
“yang tak diingnkan seperti apa?” tanya Rere semakin bingung.
“aku gak tau pasti Re” kata julio menunduk.
“its ok, mungkin itu cuman perasaan kamu aja” ucap Rere yang sebenarnya dia juga merasakan ada yang mengganjal dalam hatinya, namun dia juga tak tau itu apa.
Karna merasa lelah, Rere pun ketiduran dengan membiarkan Julio dan juga Chika bermain di dalam kamarya.
“papa?” panggil Rere melihat papany yang melihat papanya yang berdiri di sebrang sungai.
“hai anak papa" sapa Rian pada Rere.
“papa kenapa ada disini? Bukannya papa mau berangkat kerja?” tanya Rere pada papanya dengan berjalan mendekati papanya.
“Rere pesan papa, kamu jadi anak yag baik, jaga kedua adik mu dan jadi anak yag sholehah” ucap papanya dengan mencium pucuk kepala Rere.
Rian pun melepas pelukannya dari Rere,dan melambaikan tangannya ke arah Rere, Rere pun melihat papanya loncat le arah sungai yang sangat deras dan hilang seketika.
Rere yang tanpa sadar meneteskan air matanya, Julio yang melihat Rere yang tertidur namun tiba tiba menitikkan air matanya pun segera membangunkan Rere.
Setelah Rere bangun dari tidurnya, Rere heran mengapa dia bisa menangis sedangkan Chika hanya menatapnya heran.
“Re apa kamu mimpi buruk?" tanya Julio pada Rere
“Aku mimpiin papa Lio” kata Rere
“mimpi papa?’ tanya Julio dan diangguki oleh Rere.
“aku mimpi papa seolah olah papa itu mau ninggalin Rere ” ucap Rere yang mengingat pesan papanya.
"udah itu cuman bunga tidur aja, kan papa kamu baru pergi, mungkin kamu kawatir berlebihan makanya mimpinya jadi aneh gitu” jelas Julio pada Rere, sedangkan Rere hanya terdiam mengingat mimpinya.
Ada perasaan gelisah tentang kepergian papanya, karna baru kali ini dia merasa segelisah itu dan tak seperti biasanya saat papanya pergi.
__ADS_1
Namun berbeda dengan sekarang dia benar benar khawatir namun dia tidak tau apa yang membuatnya se khawatir seperti itu.