AKU Dan JULIO

AKU Dan JULIO
part 24 : MELLA PERGI DENGAN TENANG


__ADS_3

Rere juga khawatir dengan keadaan Anggi sahabatnya dan berharap esok Anggi bersekolah dengan keadaan yang tentunya baik baik saja.


------


Sedangkan di rumah nya Anggi tengah merenung memikirkan apa yang terjadi pada nya. Karna walaupun tubuhnya di rasuki Mella namun tidak 100% kesadarannya hilang, hanya saja dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya hingga Mella lah yang menguasainya dan membunuh Tesya dan kawan kawannya.


Walaupun bukan dia dalang dari semuanya namun dia tetap saja terlibat terlebih lagi dia sendiri yang membunuh semua teman teman Tesya walau itu di bawah kendali dari Mella.


"Tuhan gimana kalau ada bukti yang menyangkut ke aku?"


"*Bagaimana kalau aku dimasukkin ke penjara?


"Bagaimana kalau nanti aku yang terbukti menjadi tersangka atas pembunuhan Tesya dan teman temannya"


"Oh Tuhan apa yang harus aku lakukan*" Gumam Anggi yang tengah memikirkan apa yang akan terjadi.


Anggi terus terusan berfikir karna rasa takutnya hingga tak disadarinya dia pun tertidur.


Keesokan harinya Delia berdiri di depan gerbang sekolah menunggu kedatangan Anggi, karna bagaimana pun Delia mengkhawatirkan keadaan sahabatnya itu.


Delia tidak memiliki ponsel karna ponselnya itu telah hilang entah dimana, dan sampe saat itu Delia belum membeli ponsel baru lagi hingga dia kesulitan untuk menghubungi Anggi atau hanya sekedar untuk menanyakan keadaan Anggi.


"Re, ngapain lo disini" tanya Rama yang baru datang dan berhenti di depan Rere.


"Ah ini gwe khawatir sama Anggi" Rere masih menatap orang orang yang berlalu lalang dan berharap Anggi segera datang.


"Ooh ya udah gwe parkir motor dulu ya" Rama melajukan motornya ke temoat parkiran.


Rama pergi memarkirkan motornya, dan setelah itu dia kembali menyusuli Rere yang masih berdiri di depan gerbang.


"Gimana Anggi belum keliatan juga?" tanya Rama menghampiri Rere


"Belum" jawab Rere singkat.


"Ya udah gwe telpon dulu ya, bentar" Rama pun segera mengambil ponselnya dan mencari kontak Anggi.


Setelah menemukan nomer Anggi Rama pun segera menelpon Anggi.


...Tuut...Tuut...Tuuut....


Suara panggilan dari ponsel dari Rama.


Anggi yang mendengar Ponselnya berdering pun mengambilnya yang berada si saku bajunya.

__ADS_1


Setelah melihat nama Rama tertera di layar ponselnya, Anggi pun menggeser ikon hijau untuk mengangkat telpon dari Rama.


"Hallo" sapa Anggi setelah mengangkat panggilan dari Rama..


"Hallo juga Anggi" ucap Rama dari sebrang telpon.


"Di speaker Ram, biar gwe denger juga" pinta Rere, Rama pun menspeaker nya.


"Iya Ram kenapa? Tumben?" tanya Anggi disebrang telpon.


"Nggi, lo gak kenapa kenapa kan?" tanya Rere.


"Eh Re, iya gwe gak kenapa kenapa kok" Jawab Anggi karna mendengar suara Rere yang setengah khawatir.


"Bagus deh, oh ya lo masuk sekolah gak hari ini?" tanya Rere karna belum melihat Anggi.


"Iya gwe masuk kok, paling bentar lagi gwe nyampe kok"


Setelah mendengar itu, Anggi memutuskan panggilan telponnya dengan Rama.


Rere yang mendengar Anggi baik baik saja merasa lega karna memang Anggilah sahabat satu satunya yang selalu mengerti ke adaannya saat teman temannya menjauhkan dirinya karna terkesan aneh saat dia masuk sekolah pertama kali.


karna Julio yang sering mengisenginya atau bahkan mengajaknya berbicara membuat Rere tak bisa diam dan dilihat aneh oleh teman temannya yang lain, namun berbeda dengan Anggi.


Justru Anggi yang mengerti sikap Rere, karna Anggi pun mempunyai sepupu jauh yang bisa melihat makhluk halus hingga dia mempercayai itu dan menjadi sahabat Rere.


"Hey kalian udah lama nungguinnya?" tanya Anggi pada Rere san Rama yang berdiri di depan gerbang.


"Iya lumayan lah" jawab Rama.


"Ya udah yuk masuk, bentar lagi juga kita bakalan masuk kelas" ajak Rere.


Mereka pun masuk ke dalam sekolah, melewati lorong lorong kelas, seperti biasa, di lorong itu ada penghuninya yang setiap hari Rere lihat, walau dia tidak mengganggu namun tetap saja dengan wajahnya yang seram membuat Rere yang setiap hari nya melihat merasa takut.


"Nggi gwe khawatir banget loh sama kamu" kata Rere setelah duduk di bangkunya.


"Ya elah, gwe gak papa juga" ucap Anggi dengan tersenyum ke arah Rere.


"Bukan masalah lo yang gak apa apa nya" kata Rere putus sambil melihat ke sekitar nya


"Terus apa?" tanya Anggi yang belum mengerti arah pembicaraan Rere. .


"Gwe takut masalah kemaren sampe terlibat sama lo" kata Rere setengah berbisik agarvm tak ada yang mendengar perkataan mereka.

__ADS_1


"Gwe juga mikirnya gitu Re, tapi lo doain aja biar gwe gak ketiban masalah kemaren ya" jawab Anggi yang berbisik pula.


"Woy berdua, bisik bisik aja, emang lagi ghibahin apa?" tanya Rama yang sedari tadi melihat Rere dan Anggi berbicara namun berbisik.


"Masalah maren Ram" kata Rere pada Rama.


"Apa?" tanya Rama yag belum mengerti.


"Udah ah, kepo lo" ketus Anggi, karna sistem otak Rama yang belum berkerja.


setelah mendengar kata Anggi Rama pun memanyunkan bibirnya dan langsung menghadap ke depan.


"Eh Re, tanya Julio kek apa kek tanya gitu ke Mella gimana apanya gitu" kata Anggi.


"Lo ngomong paan si nggi, kok jadi gak jelas gitu" tanya Rere heran.


"Astaga, maksud gwe, lo minta tolong ke Julio dia bisa nanyak kek hantunya Mella kagak masalah Faris yang kemarin, jangan sampe gwe ketiban masalahnya. Gitu lo Re" jelas Anggi panjang lebar pada Rere.


"Oooh" Rere dengan memanggut manggutkan kepalanya.


"Gimana?" tanya Anggi lagi.


"Nah gwe gak tau" tanya Rere yang tiba tiba otaknya lemot.


"Ya Ampun, makane tanya atuh" pinta Anggi yang tengah kesal pada Rere.


"Masalahnya Julio kagak ikutan kemari" kata Rere menjelaskan pada Anggi.


"Nah tumben tu setan kagak ikutin lo?" tanya Anggi, sedangkan Rere hanya mengangkat kedua bahunya menandakan iya tak tahu.


Sedangkan di sisi lain.....


Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan di rumah Tesya, hanya ada beberapa bukti sidik jari yang terdapat di pisau yang dipegang oleh Faris dan gunting yang dilemparinya menjadikannya bukti yang kuat.


Terlebih lagi saat Eka yang melihat Faris memegang pisau di depan jasad anaknya Tesya membuat Eka menyakinkan bahwa Faris lah yang menjadi pelaku utama.


Karna bukti yang mengarah ke Anggi tak di temukan sedikitpun membuat pihak kepolisian menjadikan Faris menjadi pelaku utamanya dan satu satunya pelaku.


Mella masih berada di sisi Faris untuk memastikan Faris mendekam di penjara. Dan setelah semuanya selesai hantu Mella tidak bergentayangan lagi.


Namun sebelum Mella Pergi Mella menemui Julio dan juga Chika sekedar untuk berpamitan dan meminta Julio untuk memberitahukan pada Rere bahwa semua telah selesai.


Mella pun menceritakan pada Julio tentang Faris, dan sesuai janji Mella tidak akan melibatkan Anggi.

__ADS_1


setelah semua nya selesai Mella pun pergi dengan tenang.


Bersambung


__ADS_2