
"Baiklah akan ku beritahu, kesalahsnlo itu, lo dekat dekat dengan Kevin beg*" kata Tesya menoyor kepala Mella sambil melepasķan tangannya dari helaian rambut Mella.
-----
" kevin adalah pacar gwe, tapi karna lo ada di sini dia jadi lebih perhatian sama lo" kata Tesya hampir menampar Mella yang sudah meneteskan air matanya, namun Lissa buru buru menggenggam tangan Tesya agar tidak menampar pipi Mella.
"Lo gak usah di tampar, kasian pipi nya, gimana kalau kita potong rambut indahnya saja" tawar Lissa pada Tesya sambil mengambil gunting di dalam tasnya.
"Ide bagus tuh Sa, sini biar gwe aja yang gunting rambutnya itu" kata Tesya mengambil alih gunting itu.
Mella pun menggeleng geleng kan kepalanya yang berarti dia tidak ingin rambutnya dipotong sambil memundurkan tubuhnya hingga sudut tembok.
Mella yang sudah berada dipojokan hanya bisa menggeleng kan kepalanya, Tesya yang melihat Mella berada di pojokan pun mendekatinya, lalu Tesya mengambil helaian rambut Mella dan mengguntingnya acak.
Lissa yang melihat Mella berusaha untuk menghindar pun mendekati Mella dan memegang rahang Mella dengan kerasnya yang membuat Mella merasakan rasa sakit. sedangkan ke tiga cowok itu hanya menyaksikan perbuatan Tesya dan Lissa pada Mella.
Tesya dan Lissa menggunting rambut Mella dengan amburadul, rambut rambut mella yang tergunting pun berjatuhan.
"Wah wah wah kayaknya kurang cukup gitu kalau cuman rambut aja" kata Lissa sambil melihat penampilan Mella yang terlihat berantakan
"Betul juga kata kamu Sa, apa lagi ya yang perlu kita rombak?" kata Tesya sambil mengetuk ngetuk dagunya dengan jari jemarinya sambil mengelilingi Mella.
"Nah baju sama roknya juga kayaknya kita perlu ganti deh stylenya" Lissa sambil menunjuk ke bagian tubuh Mella.
"Ja.ja..jangan" Ucap Mella terbata bata sambil menggelengkan kepalanya. Namun Tesya dan Lissa tidak menghiraukan Mella.
__ADS_1
Lissa dan juga Tesya pun mulai menggunting baju seragam Mella dari baju sampe rok nya. baju nya yang semula rapi kini menjadi compang camping. Rok yang memanjang hingga mata kaki kini di gunting hingga paha, Sehingga paha mulus Milik Mella terpampang dengan indah membuat ke tiga cowo cowo membulatkan matanya melihat pemandangan yang tak seharusnya hingga mereka merasa sulit untuk menelan salivanya, baju Seragam Mella pun di sobek hingga memperlihatkan Perut putih mulus milik Mella membuat Ketiga cowok tak bisa menahan sahwatnya.
"Tes, Lis, kalau kalian gunting nya begitu kami para lelaki bisa terpancing nih n*fs*nya" kata Kiki yang berusaha mengalihkan pandangannya dari Mella.
"Aelah kalian gak usah munaf deh, paling kalian juga sering kan nimbrung sama para j*la*g" Ucap Lissa yang memang lissa cewek paling sangar di antar mereka ber lima.
"Eh elu tau juga bhahahah" kata Faris yang tertawa saat Lissa mengetahui kelakuan bejat dari para F*ck boys.
"Nah gwe punya tawaran nih, dari pada kalian mainnya sama ciwi ciwi j*la*g yang harus berbayar mending lo sama Mella yang gratisan" Sambung Lissa pada Faris.
Sedangkan Tesya tidak berniat sampe ingin merusak gadis ini. Dia hanya suka membully Mella sang gadis cupu tersebut.
"Lis, keknya kalau begini kita terlalu berlebihan deh" kata Tesya pada Lissa.
"Udah deh Sya. kalau begini kan si Kevin kagak bakalan deket deket lagi sama Mella, secara Mella sudah tidak suci lagi, dan itu bisa kamu jadikan sebagai alat untuk menjauhkan Kevin dari si cewek cupu ini" Ucap Lissa dengan niat busuknya.
Dan ahirnya Kiki, Faris dan juga Haris pun mendekati Mella karna memang bagi mereka, Mella cukup membuat mereka tergoda dan ahirnya merekapun menodai Mella dengan sikap bejat mereka.
Setelah mereka puas, mereka pun meninggalkan Mella di gudang yang gelap dan pengap tersebut, Mella merasakan sakit di sekujur tubuhnya karna mendapatkan perlakuan kasar dari Kiki, Faris dan juga Haris, Setelah mereka merasa puas mereka pun meninggalkan Mella di gudang tersebut. Mella pun tertidur di gudang itu dengan keadaan tanpa kain sehelai pun. Hingga malam pukul 10:15 Mella terbangun dari tidurnya Dia pun menangis meratapi nasib buruknya yang dia alami hari itu.
Mella melihat Gunting yang tak jauh dari tempat terbaringnya Iya mengambil dan menggores goreskan di lengannya, darah pun bercucuran keluar dari bekas luka yang iya buat di tubuhnya sendiri. Mella pun menusuk nusukan gunting di betis dan pahanya, Sakit? mungkin Mella tak merasakan sakit lagi di tubuhnya.
Sebelum iya mengahiri hidupnya iya mengambil kertas yang berada di gudang tersebut dan menulis kalimat "Tunggu pembalasanku" yang iya tulis dengan darahnya sendiri yang keluar dari telunjuk nya yang sengaja iya gores hingga mengeluarkan darah.
Mella pun menusuk gunting tersebut ke arak perutnya berulang kali hingga Mella pun meregang nyawa di tempat tersebut.
__ADS_1
Sedangkan Tesya, Lissa, Kiki, Faris dan juga Haris kini tengah merasa khawatir jika Mella ditemukan oleh pihak sekolah dan melaporkan kelakuan mereka pada pihak kepolisian. Hingga mereka ber lima pun memutuskan untuk menemui Mella dan meminta Mella untuk menutup mulutnya.
Mereka pun sampai di sekolah tersebut saat jam 11:30, sesampainya di sekolah mereka pun langsung langsung masuk ke dalam gudang, karna Kiki masih membawa kunci gudang itu yang dia ambil dari pak kepsek maka dengan mudahnya mereka masuk ke dalam gudang.
Saat mereka memasuki gudang tersebut betapa terkejutnya mereka saat melihat Mella bersimbah darah, mereka pun mendekati Mella. Tesya melihat Kertas yang ditulis Mella pun mengambil kertas tersebut.
"Eh Guys lihat deh {Tunggu pembalasanku} maksudnya apa ya" kata Tesya yang tak mengerti dengan kalimat yang tertera di kertas tersebut.
"Aelah gak udah di perduliin. Sekarang coba lo cek Mella masih hidup apa udah koit" kata Faris pada Haris sambil menunjuk ke arah Mella.
Haris pun melangkah mendekati Mella untuk memastikan Mella masih hidup atau sudah Mati,Haris pun mengecek pernapasan Mella yang ternyata sudah tak berhembus lagi, Haris pun menggeleng ke arah teman temannya yang berarti Mella sudah tak bernyawa lagi.
Mereka pun bingung apa yang akan mereka lakukan pada jasad Mella yang sudah bersimbah darah tersebut.
"Ya udah mending kita bersihin sekarang dari pada ketahuan orang nanti jadi brabe" ucap Lissa pada teman temannya, mereka pun mengangguk setuju. Mereka pun membersihkan Gudang tersebut hingga terlihat seperti sebelumnya.
Mereka membungkus Mella dengan Karung yang mereka temukan di gudang tersebut, Faris dan Kiki pun membawa Jasad Mella ke dalam mobil
**☆☆☆☆☆
Maaf ya kalau ceritanya membosankan.
jangan lupa vote, like dan komen ya.
beri rate 5 juga ya guys.
__ADS_1
terimakasih😉**