
"Ya udah nyok gwe ikut, Yo kita ketemu di rumah aja ya, sekarang lo balik duluan dah ke rumah" Rere setengah berbisik pada Julio, Julio membalasnya dengan anggukan kepala, Julio pun menghilang dari hadapan Rere.
----
Rama pun melajukan motornya menembus keramaian ibu kota, saat di jalan raya yang terbilang sepi tanpa disadari Rere memeluk erat pinggang Rama, karna memang Rama yang membawa motornya di atas kecepatan rata rata.
"Rama pelan pelan bawa motornya" teriak Rere yang sudah ketakutan, Rama yang menyadarinya pun menurunkan kecepatan motor nya.
"Maaf Re, ini aku sudah menurunkan kecepatan nya kok" kata Rama sambil memegang tangan Rere yang berada di depan perutnya untuk menenangkan Rere yang tengah ketakutan.
setelah 15 menit Rere pun sampai di depan rumahnya dan langsung turun dari motor Rama. Shinta yang memang sedang di depan rumah bersama Tania melihat Rere yang tengah pulang bersama teman cowoknya.
"Assalamualaikum mah" Ucap Rere melihat mamanya.
"waalaikumsalam Re" jawab Shinta mendekati Rere dan Rama, Rere pun mencium punggung tangan Shinta bergantian dengan Rama yang mencium punggung tangan Shinta.
"Kalau begitu saya pamit pulang dulu ya tante" ucap rama seraya berpamitan pada Shinta
"gak mampir dulu nak?" tanya shinta pada Rama.
"Hehe gak tante, soalnya sekalian mau siap siap buat nyiapin keperluan PerSaMi nanti tan" ucap Rama sopan sambil tersenyum.
"Ya udah kalau gitu kamu hati hati ya nak" ucap Shinta dan dibalas anggukan oleh Rama.
"Mamaaaa" Tania berlari ke arah mamanya.
"Tania gak usah lari lari nak nanti jatuh" kata Shinta yang melihat putri bungsunya berlari ke arah nya.
"Mama ada Hantu huaaa" Tania nangis ketakutan di dalam pelukan mamanya. Sontak Rere pun melihat ke arah Tania bermain tadi.
Rere melihat Julio yang ikut bermain bersama Tania, namun tak disadari oleh nya.
__ADS_1
"Udah gak ada hantu lagi,itu tadi cuman mau ikut main sama kamu dek hahaha" ketawa Rere membuat Shinta membulatkan matanya ke arah Rere namun mengerti maksud Rere.
"Jadi tadi Julio temen mu ada di sana?" tanya Shinta yang masih mentap Rere dengan menunjuk tempat bermain Tania tadi.
" Hehe iya mah" Rere tersenyum kearah mamanya lalu beranjak masuk kedalam rumah.
"pantes dari tadi aku merasa merinding gak taunya ada Julio hiii" gumam Shinta yang bergidik ngeri membayangkan julio yang ada di samping nya tadi.
Shinta pun menyusul Rere masuk ke dalam rumah dengan tetap menggendong Tania.
Rere pun segera menyiapkan keperluannya tidak lupa dengan Julio yang berada di atas ranjangnya.
"Jadi Yo, gimana itu menurut mu" Rere sambil merapihkan beberapa baju untuk mengganti bajunya esok.
"Kayaknya Mella itu jadi arwah penasaran deh, dan dia itu kek kepingin balas dendam aja gitu sama yang udah negbully mereka gitu " Julio sambil memainkan squishy milik Rere.
"Tapi nih ya, hubungannya sama gwe itu apa loh" tanya Rere yang masih penasaran.
"Ya udah gwe mau mandi trus makan siang dulu" Rere yang sudah selesai menyiapkan barang barang nya pun beranjak menuju kamar mandi.
Setelah Rere keluar daru kamar mandi Rere pun menuju meja makan untuk menikmati makan siangnya yang sudah di siapkan oleh Shinta mamanya Rere.
"Re papa antar ya biar gak telat nanti" ucap papanya Rere yang baru datang di meja makan.
"Umh iya pah" jawab Rere singkat dan melanjutkan makannya.
Setelah selesai, Rere pun kembali ke kamar mengambil tas ransel nya, dan mendapati Julio yang sedang menikmati manisan nya.
"Yo, ayok" ajak Rere, Julio pun mengikuti Rere dari belakang
"Mah, Rere berangkat dulu ya" pamit Rere saat sudah di depan pintu sambil mencium punggung tangan mamanya.
__ADS_1
"Iya hati hati Re" ucap mama Shinta, Rere pun naik ke mobil dimana sudah ada papanya yang sudah menunggunya.
Setibanya di gerbang sekolah Rere pun berpamitan pada papanya, tidak lupa juga dia mencium punggung tangan papanya dan langsung langsung masuk ke dalam sekolahnya.
setelah pukul 15: 00 mereka pun berkumpul di untuk segera memasuki bis
"Ayo anak anak sekarang semuanya berkumpul ya, kita akan segera berangkat" kata pak Fikri sebagai pembina pramuka.
"Putra sekarang kamu absen nama nama siswa siswi yang ikut" perintah pak Fikri pada putra
"Baik pak" jawab singkat putra.
"baik semuanya yang saya sebutkan namanya langsung masuk ke dalam bis, karna kita akan segera berangkat" ucap Putra, Putra lalu memanggil nama murid murid yan mengikuti PerSaMi, yang di sebutkan namanya pun langsung masuk kedalam bis.
Setelah semua murid murid masuk kedalam bis yang diisi oleh 20 murid dan 3 pembina dalam 2 bis mereka pun melanjutkan perjalanan mereka
Setelah 2 jam lima menit mereka pun sampai ditempat tujuan mereka, semua murid murid pun turun dari dalam bis dan segera berkumpul membentuk sebuah barisan yang rapi.
"Baik anak anak sekarang kalian bikin kelompok masing masing seperti biasa, dan jangan lupa ketuanya untuk memberikan aba aba pada kelompok nya" ucap pak Fikri saat melihat semua anggota pramuka telah berkumpul.
Mereka pun segera membagi kelompok mereka dan setiap ketua kelompok pun memberikan aba aba untuk anggota regu mereka.
"Baik teman teman, karna hari semakin sore baiknya sekarang kita bikin tenda dulu sebelum hari makin gelap, dan kita bikin 2 regu baik cowok maupun cewek, setengah dari kalian yang cewek cewek menyiapkan makanan untuk makan malam nanti di bantu oleh senior kita dan cowok silahkan membantu cewek cewek yang tenda nya belum siap, dan sisa nya kalian mencari kayu bakar untuk membuat api unggun atau untuk menanak nasi, baiklah hanya itu sekian terima kasih" ucap putra panjang lebar untuk memimpin teman temannya karna memang putra selain ketua osis putra juga di percayai untuk membatu memimpin acaranya PerSaMi.
mereka pun membubarkan barisan nya, mereka membuat kelompok masing masing sebagian yang cewek cewek membuat masakan untuk mereka makan malam nanti di bantu oleh para senior, adapun tang belum menyelesaikan tenda di bantu oleh sebagian cowok cowok, sedangkan kini Rere tengah ikut mencari kayu bakar bersama dengan Anggi, Risa, Sastra dan juga Deni.
Saat mereka sedang mencari kayu Rere pun tersesat dari regunya namun kali ini Julio masih berada di samping Rere, hingga Rere tak terlalu merasa takut, Julio tak sekalipun meninggalkan Rere.
☆☆☆☆☆☆☆
Jangan luoa dukung author ya, tinggalkan jejak kalian di kolom komentar, klik tanda jempol, dan beri vote dan rate 5 guys.. Sekian terimakasih
__ADS_1