AKU Dan JULIO

AKU Dan JULIO
part 27 : RUMAH TUA


__ADS_3

“Eeeeet dah gwe kira lo bakalan trauma dan gak bakalan terlibat lagi ke masalah kek begituan, eh gak taunya sekarang lo malah jadi kepo” Rama heran menatap Anggi, namun Anggi hanya menampilkan senyum kudanya menghadap Rama.


-------


Anggi yang mempunyai jiwaa keingin tahuan yang dalam berusaha membuat Rere dan juga Rama mau mengikuti keinginannya, bukan karna dia main main karna memang dia menjadi penasaran dengan alam yang tak terlihat, terlebih lagi setelah pengalaman kedua kemarin saat mereka mengunjungi Tesya dan pengalaman seramanya saat mencari Rere yang menghilang di hutan dan di sanalah pertama kali dia bisa melihat ghost ghost yang menyeramkan.


Setelah berusaha menyakinkan Rama dan juga Rere dan membuat mereka ikut untuk menyusuri kejadian yang sebenarnya di rumah tua itu dan tak terlupkan juga dengan Julio dan juga Chika untuk membantu mereka, agar jika sewaktu waktu ada yang tidak di ketahuinya ada yang melindunginya. Karna Julio dan juga Chika adalah penjaga Rere yang akan setia menjaganya dalam keadaaan apapun.


------


Dan saat sudah pulang kini Rere tengah bersiap siap untuk berangkat ke rumah tua yang di maksud oleh Anggi.


“Re, kamu mau kemana?” tanya Shinta yang melihat Rere sedang bersiap siap sembari menunggu Rama dan juga Anggi untuk menjemputnya.


“Ini mah, Rere mau keluar sama Anggi sama Rama juga” jawab Rere menghampiri mamanya.


“Emang mau kemana?” tanya Shinta.


“Mau berburu hantu mah” ucap Rere dengan tersenyum yang menampakkan gigi putihnya.


“Kamu ada ada aja” ucap Shinta sambil mengelus pucuk kepala Rere.


Shinta tidak menaruh curiga dengan Rere karna Shinta menganggap Rere hanya bercanda dengan ucapanannya, hingga Shinnta tidak bertanya panjang lebar pada Rere


....Tiiit....tiiiiit....tiiiiit.....


“Mah itu kayaknya Anggi sama Rama deh” kata Rere dan melihat dari jendela kamarnya yang langsung menuju halaman depan rumah dan di ikuti oleh Shinta dan terlihat Rama dan Anggi keluar dari mobil dan menuju pintu depan rumah Rere.


“Ya udah kamu temui mereka deh” pinta Shinta yang juga melihat Rama dan juga Anggi dan di angguki oleh Rere.


Rere pun mengambil tasnya yang berada di pinggir ranjangnya dan pergi menemui kedua temannya yang sudah menunggu di depan rumahnya.


“Hay, lo udah lama nungguiinnya” tanya Rama pada Rere.


“Gak kok, gwe juga baru jadi nih” ucap Rere.


“Hay tante” sapa Anggi dengan melambaikan tangannya ke arah Shinta yang baru saja keluar menemui mereka.


“Hay juga Anggi” sapa Shinta, sedangkan Rama langsung mencium punggung tangan Shinta di ikuti oleh Anggi.

__ADS_1


“Ya udh mending kita berangkat sekarang aja yuk” ajak Rere dan di disetujui oleh Rama dan juga Anggi.


“Ya udah mah, kita berangkatnya sekarang aja mah, nanti takut kemalaman” kata Rere pada mama nya.


“Ya dah kalian hati hati ya” ucap Shinta.


“Baik tante” ucap Rama dan juga Anggi serempak.


“Iya mah” ucap Rere dan mencium punggung tangan mamanya dan diikuti oleh Rama dan Anggi.


Mereka bertiga pun berjalan menuju mobil, disana sudah ada sopir Anggi yang sudah menunggu mereka.


“Eh bentar bentar” ucap Rere merasa ada yang kurang.


“Kenapa Re?” tanya Anggi menoleh ke arah Rere karna Anggi yang berada di depan samping sopirnya.


“Julio sama Chika belum ada disini” kata Rere yang menyadari bahwa Julio dan juga Chika belum ada di sampingnya.


“Ya udah lo mending panggil aja deh mereka” saran Rama, Rere pun memanggil Julio serta Chika, gak lama kemudian Julio dan juga Chika muncul berbarengan di samping Rere dan membuat Rere terkejut.


“Elu berdua ya udah muncul tiba tiba udah kayak jin dalam botol tau gak” kesal Rere pada Julio dan juga Chika.


“Ya udah kalian berdua jangan ketinggalan lagi ok, sekarang kita mau berangkat” kata Rere dan di angguki oleh Julio dan juga Chika.


“Ya udah Nggi berangkat dah yu” Anggi pun meminta supirnya untuk menjalankan mobilnya untuk menuju temat tujuan mereka.


Saat di perjalanan Mereka asik bercanda, terkadang kadang Chika menjahili Rama, walau tidak di sadari oleh Rama, sedangkan Rere hanya menertawkan tingakah Chika yang menjahili Rama.


Setelah dua puluh lima menit di perjalanan Rere, Anggi, Rama serta Julio dan Chika sampai di depan rumah tua itu, saat mereka sampai lingkungan itu terlihat sepi karna memang letak dan jaraknya antara rumah yang lain lumayan jauh.


Setelah turun dari mobil mereka berlima melihat situasi rumah yang terlihat tak terawat, rerumputan liar yang sudah memanjang, serta halaman rumah yang di penuhi oleh dedaunan kering yang berjatuhan.


"Rumahnya keliatan berantakan ya" kata Julio yang memperhatikan sekeliling rumah itu.


“Iyalah namanya juga rumah tak berpenghuni” celetuk Rere.


“ Ya udah yuk kita masuk” ajak Anggi.


Rama pun mencari jalan masuknya, Anggi melihat sekeliling agar di saat ada orang yang lewat mereka bisa langsung bersembunyi, sedangkan Rere membantu Rama untuk membuka gembok pagar. Julio dan juga Chika? Jangan di tanya mereka sudah berada di dalam menanti ketiga manusia itu untuk masuk.

__ADS_1


“Ram, udah belum?” tanya Anggi tanpa menoleh ke arah Rama.


“Belum, ini gemboknya gimana cara bukanya?” taya Rama.


"Astaga Rama aku kira kamu udah buka gemboknya” Ucap Anggi menoleh ke arah Rama.


“Eh pake ini kayaknya bisa deh” Rere memberikan jepit rambutnya pada Rama.


“Ya udah gwe coba deh” Rama pun berusaha untuk membuka gembok itu.


“Kalian ini keliatan kek orang mau maling aja” kata Chika yang memperhatikan dari dalam.


“Diam saja kau Chik” Kata Rere yang merasa sedikit takut jika ketahuan oleh orang.


“Nah ahirnya kebuka juga” ucap Rama setelah bersusah payah untuk membuka kunci gemboknya.


“Bagus, ya udah yuk masuk” Anggi pun segera masuk ke dalam bersama dengan Rama dan juga Rere, tidak lupa juga Anggi kembali menutup gerbangnya rapat rapat..


Sesampainya di depan pintu utamanya mereka berdiri sambil melihat sekeliling, terlihat tumpukan debu di teras serta kursi dan meja yang sudah berdebu


“Ya udah yuk” Anggi menarik tangan Rama dan juga Rere diikuti oleh Julio dan juga Chika dari belakang


“Ni rumah udah berapa tahu si gak di tepatin, debunya banyak banget” ucap Rere yang tengah memperhatikan keadaan sekitar.


“Iya nih banyak banget debunya” timpal Anggi yang memeluk lengannya sendiri.


“Udah yuk, ngomong aja, mending kita masuk ke dalam” ajak Rama, dan saat dia mendorong pintunya ternyata pintuny tak terkunci dan itu memudahkan mereka untuk masuk kedalam.


“Bagus nih pintunya gak kekunci” ucap Anggi sambil masuk kedalam.


“Re bentar dulu jangan masuk” cegah Julio.


“Kenapa Yo?” tanya Rere memberhentikan langkahnya.


Bersambung...


**☆☆☆☆☆


Tinggalkan jempol kalian, dan jangan lupa beei Vote sebanyak banyak nya atau seikhlasnya juga gak papa deh..

__ADS_1


kaai Rate 5 dan tambahkan ke Favoritnya, Tinggalkan komen positif juga yaa.. 😊😊**


__ADS_2