
Rere mendapatkan itu dari nenek nya, karna neneknya seorang wartawan jadi neneknya menyimpan alat perekam suara dan juga kamera kecil yang bisa iya bawa kemana mana.
-------
Mereka berangkat pukul delapan pagi, agar mereka lebih cepat menyelesaikan urusannya. Setelah menempuh perjalanan sekitar lima puluh lima menit mereka pun sampai di rumah Tesya dan saat itu sungguh sangat kebetulan Tesya yang sedang berada dirumah nya seorang diri.
"Assalamu'alaikum kak" ucap Anggi saat berada si depan rumah Tesya.
"Waalaikumsalam, iya dengan siapa?" ucap Tesya dan menghampiri Rere, Rama dan Anggi.
"Kami ingin bertemu dengan kak Tesya" jawab Rere.
"Saya sendiri yang bernama Tesya, maaf adik adik ini siapa ya?" tanya Tesya karna Tesya tak mengenal ketiga gadis kecil yang berada di depannya.
"Oh perkenalkan saya Rere, dan ini Anggi dan di sebelahnya Rama kak" Rere memperkenalkan dirinya dan juga teman teman nya. Tesya pun mengajak Rere, Anggi dan Rama masuk ke dalam rumah nya.
Setelah sampai di ruang tamu Anggi, Rere dan Rama pun duduk di sofa dan melihat foto foto yang terpajang di sekitar sudut ruangan tersebut.
"Itu nama nya Haris Re, terus di sebelahnya itu Kiki dan sebelahnya lagi Faris dan Lissa, mereka yang udah ngebuly gwe Re" Mella menunjuk ke arah foto yang tak jauh dari tempat mereka duduk, Sedangkan Rere hanya menganggukkan kepalanya.
"Jadi ada perlu apa kalian kesini?" ucap Tesya setelah kembali dengan membawa 3 gelas minuman.
"Re Tesya ini keliatannya baik ya, ga ada tuh tampang tampang orang jahat" bisik Anggi pada Rere.
"Udah kita liat aja dulu, kita kan gak tau mana orang jahat sama baik" Rere berbisik pada Anggi.
"Gini kak to the point aja kak, apa kakak mengenal seseorang yang bernama Mella?" tanya Rama langsung, Tesya pun terkejut mendengar pertanyaan dari Rama.
"Maksud kalian apa?" Tesya yang terkejut mendengar pertanyaan dari Rama.
"Kita cuman nanyak aja kok kak" Ucap Anggi melihat perubahan wajah Tesya yang tadinya tenang menjadi sedikit tegang.
....Ting...tong.....
Tiba tiba bel rumah Tesya berbunyi, Tesya pun pergi meninggalkan Rere dan teman nya.
__ADS_1
"Hay" ucap seseorang di balik pintu.
"Aelah lama lu pada, yok masuk" ucap Tesya. Tesya pun mengajak orang tadi yang tak lain adalah Lissa, Haris dan Kiki.
"Sya mereka siapa?" tanya Kiki saat melihat Rere, Anggi dan Rama yang sedang duduk.
Rere dan Rama tersenyum ke arah teman teman Tesya yang.
"Masa kamu lupa dengan saya?" ucap Anggi yang berdiri menghampiri Kiki.
Kiki terkejut saat mendengar suara yang terdengar telinganya.
"Me...Me...Mella?" tanya Kiki yang masih mengingat suara Mella walau sudah bertahun tahun lamanya setelah kejadian itu.
Tessya, Lissa dan juga Haris terkejut saat Kiki menyebut nama Mella karna sebenarnya Haris, Lissa dan juga Tesya sudah lupa dengan suara Mella. Sedangkan Kiki masih mengingat suara Mella.
"Ternyata kamu masih mengingat suara ku Ki-ki" ucap Tesya yang berada di depan Kiki.
Mereka terkejut saat mendengar suara Mella yang terdengar jelas di telinga mereka, dan mereka oun mengingat jelas suara Mella.
Karna Mella sebelum nya ingin merasuki tubuh Rere namun karna Julio dan Chika melarang Mella untuk merasuki tubuh nya Rere, Mella ahirnya merasuki tubuh nya Anggi.
Sebelumnya Mella sudah di larang masuk ke dalam tubuh siapapun namun Mella tidak mendengar Rere atau pun Rama yang melarangnya, dan Blush Mella berhasil menguasai tubuhnya Anggi sebagai media untuk membalas dendam nya terhadap Tesya, Lissa, Kiki dan juga Haris.
"Sepertinya ada yang kurang" gumam Mella sambil mengelilingi mereka berempat.
"Mau apa kamu" tanya Lissa yang takut namun berusaha untuk iya sembunyikan.
"Mau ku??" tanya Mella yang balik bertanya pada Lissa.
"Menjauhlah dari kami, kamu sudah mati, pergi dari sini" ucap Lissa sambil mendorong tubuh Anggi. Anggi pun terjatuh hingga punggungnya membentur sebuah meja.
"Mati hahahaha mati" Mella tertawa dengan sangat kencangnya dan berdiri.
"Ya aku memang sudah mati dan itu karna kau, kau, kau dan kau" ucap Mella dengan menunjuk Lissa, Tesya, Kiki dan Haris bergantian dengan nada yang tinggi karna Mella yang sudah marah.
__ADS_1
"Mak..maksud kamu apa? kamu tidak usah mengarang, kamu mati karna diri kamu sendiri, bukan karna kita" ucap Tesya dengan nada yang ketakutan.
"Huhu hiks hiks" Mella tiba tiba menangis.
"Iya" ucap Mella membenarkan perkataan Tesya yang Mella mati karna dirinya sendiri, karna dia malu sekaligus merasa jijik dengan dirinya yang di perk*sa oleh ketiga teman lelaki nya Tesya dan juga Lissa.
"Aku mati untuk membalaskan dendam ku pada mu hahahaha" ucap Mella yang kini mendekati Tesya dkk.
Mella mencekik leher Tesya, namun di dorong oleh Kiki, Merasa didorong Mella pun melihat Kiki dengan penuh amarah, dengan kekuatan ghaib Mella mengangkat tubuh Kiki tanpa menyentuh sedikitpun tubuh Kiki dengan satu tangannya tetap mencengkram kuat leher Tesya.
Rere berusaha untuk menyadarkan Mella namun tak dihiraukan oleh Mella, karna Mella menjadi arwah yang dipenuhi oleh rasa dendam dan sakit hati menjadikannya arwah hitam yang haus dengan kematian.
Setelah cukup lama Mella pun melepaskan leher Tesya dalam keadaan tak bernyawa, Lissa dan Haris yang melihat sahabatnya tergeletak tak bernyawa pun menghampiri jasad Tesya dan menangisi jasad Tesya, karna sebelumnya saat Tesya dicekik Lissa dan Haris menjauh dari Mella.
Kiki yang masih bergelantungan berusaha untuk menginjakkan kakinya di lantai namun tidak bisa. Mella yang melihat perjuangan Kiki pun melempar keras kiki hingga terbentur dengan tembok.
Lissa dan Haris pun berusaha untuk menghentikan Mella namun tidak berhasil. Lissa berlari pergi ke dapur dan saat kembali Lissa menggenggam erat pisau di tangannya.
Rere yang menyadari itu menggelengkan kepalanya, karna iya tau apa yang dipikiran Lissa.
"Anggi Awasss" teriak Rere, Mella yang mendengar teriakan Rere pun langsung membalikkan badannya karna Rere maupun Rama dan Lissa posisinya berada di belakang Lissa.
Mella yang melihat Lissa membawa pisau di tangannya hendak menusukkan nya dari belakang tiba tiba Tubuh Lissa menjadi kaku tak bisa bergerak.
Mella menghampiri Lissa dan mengambil pisau di tangan nya dan memainkan pisau di depan Lissa yang masih kaku. Haris pun mengambil pas bunga yang berada di lemari hias dan memukul tengkuk Anggi dengan pas bunga tersebut. Mella pun menatap Haris penuh dengan kebencian.
"Jleeebb" pisau yang dipegang Mella mendarat di perut Haris Lissa pun menangis melihat teman temannya terluka.
Bersambung......
☆☆☆☆☆
Maaf ya kakau ceritanya tidak nyambung.
Jangan lupa dukung author, klik jempol, beri rate5 dan vote koin or poin seikhlasnya. beri kimen positif juga ya.. terimakasih
__ADS_1