AKU Dan JULIO

AKU Dan JULIO
part 26 : MESTERI RUMAH TUA


__ADS_3

Ada perasaan gelisah tentang kepergian papanya, karna baru kali ini dia merasa segelisah itu dan tak seperti biasanya saat papanya pergi.


Namun berbeda dengan sekarang dia benar benar khawatir namun dia tidak tau apa yang membuatnya se khawatir seperti itu.


-------


Keesokan paginya....


Rere kini tengah duduk di bangkunya iya sedang menunggu sahabatnya Anggi, dan setelah lima belas menit menunggu Anggi pun datang bersama dengan Rama yang mengikuti dari belakang.


“Lu udah lama nungguinnya Re?” tanya Anggi pada Rere


“Nggak kok Nggi ” Anggi pun kini duduk di kursinya.


“Lo kenapa Re, kayaknya lo kurang tidur deh” ucap Anggi yang memperhatikan bawah kantung mata Rere yang terlihat hitam akibat semalam iya memang kurang tidur akibat mimpi buruk lagi tentang papanya.


“Iya gwe cuma kurang tidur aja” ucap Rere


“Oooh, eh Re gwe ada bahan gosip nih, lo mau denger gak?” tanya Anggi pada Rere.


“Lu masih pagi udah mau gosispin orang, inget dosa” ucap Rere memperingati.


“Tapi ini buan tentang orang kok” wajah Anggi yang terlihat serius.


“terus kalau bukan tentang orang apa dong?” tanya Rere.


“Ada kan rumah kosong yang deket di pertigaan itu lo tau kan?” tanya Anggi


“*Iya gwe tau, kenapa emang?”


“Udah ada yang nempatin*?”


“Atau udah ada yang beli?” tanya Rere.


“Astaga, lo denger dulu kek Re” ucap Anggi


“Iya kenapa sama rumah kosong itu.?’’ Tanya Rere.


“Jadi gini, kan tadi gwe lewat sana tuh kan, trus banyak orang ngumpul ngumpul di depan gerbangnya tuh, kataya orang orang sana liat seorang wanita dengan berlumuran darah gitu deh” jelas Anggi pada Rere.

__ADS_1


“Berlumuran darah gimana?” tanya Rere heran.


“ Iya, jadi tadi malam itu ada bapak bapak kan yang ngeronda keliling komplek, trus dia ngelewatin rumah kosong itu dan katanya dia liat wanita yang di gantung dengan berlumuran darah gitu, dan pas bapak bapak itu mau manggil warga sekitar untuk meminta bantuan eh tiba tiba wanita itu ilang gitu katanya. Padahal baru di tinggal sebentar, tapi udah hilang gitu aja, aneh kan.”


“Nah maka dari itu jiwa kekepoan gwe muncul” jelas Anggi pada Rere.


“Trus?” tanya Rere.


“ Gwe mau ajak lo lah buat nyeledikin rumah tua itu” Anggi memandang Rere berharap Rere menyetujui ajakannya.


.


.


.


Sedankan disisi lain kini Rian sudah berada di dalam kapal bersama dengan rekan rekannya, dan hendak berlayar menuju Australia, ya Rian berkerja di kapal pesiar, kapal pesiar tempat Rian berkerja terbilang kapal pesiar yang mewah dan megah yaitu Symphony Of the Seas, dan di sana iya sebagai Chief housekeeper dimana dia mengkoordinir dan tanggung jawab sesuai dengan job description dengan mengadakan briefing dan controlling untuk kelancaran house keeping, mengaturjadwal kerja dengan membagi ke dalam 3 shift (pagi, siang dan malam), membuat laporan bulanan inventarisasi barang barang hotel, bertanggung jawab atas operasional house keeping secara keseluruhn terhadap personalia manager, dan masih banyak lagi.


Kini Rian sedang membereskan pakaiannya di kamar yang sudah di sediakan untuknya berisitrhat. Dan karna sebentar lagi kapal nya akan segera berlayar maka dia bersiap siap untuk memulai berkerja setelah sekian lama iya berlibur dari perkerjaannya.


"Gwe kasian sama anak gwe yang masih kecil, baru kemarin gwe gendong gendong eh sekarang udah pisah lagi" ucap rekan nya yang juga sedang membereskan pakaiannya.


"yah mau gimana lagi, udah tanggung jawab perkerjaan bro" ucap Rian dan di angguki oleh rekannya.


.


.


.


Rere kini tengah mendengarkan cerita Anggi tentang rumah tua yang sudah lama tak di huni, saat Rere sedang mendengarkan cerita Anggi tiba tiba Rama datang dan mengejutkan Anggi dan juga Rere.


“woy ghibah aja terus” ucap Rama mengagetkan Rere dan juga Anggi.


“anak setan” latah Rere, sedangkan Rama mendapatkan jitakan khusus dari Anggi.


“Au sakit Nggi” Rama sambil mengelus kepalanya yang mendapatkan jitakan dari Anggi.


“siapa suruh kamu ngagetin” kata Anggi kesal.

__ADS_1


Rama memajukan mulutnya, dan suara bel pun berbunyi. Rama pun kembali menuju kursinya untuk menungggu guru masuk, dan setelah lima menit menunggu bu Anggun pun masuk dan menyapa semua muridnya.


Setelah sembilan puluh menit belajar bu Anggun pun mengakhiri pelajaran pagi itu, setelah bu Anggun keluar dari kelas Anggi pun mengajak Rere untuk mengisi perutnya yang sudah merasa lapar.


Saat sedang mengisi perut di kantin Rama datang dengan membawa semangkok mie soto bersama dengan es teh yang di tangannya, dan langsunng duduk di samping Rere.


“Ram lo datang datang main langsung duduk aja gak minta ijin dulu apa sama kita yang sudah duluan disini?” ucap Anggi pada Rama yang sudah duduk di smping Rere.


“Aelah Nggi, pake minta ijin segala, emangnya ini kantin punya papa lu apa” ucap nya sambil memasukkan mie soto ke dalam mulutnya.


“ Bukan si” ucapnya sambil memasukkan mie goreng kedalam mulutnya.


“Jadi gimna Re, lu mau gak kesana?” tanya Anggi pada Rere.


“Umh gimana gimana? Mau kemana?” tanya Rama.


“Nah kebetulan ada lo Ram, lo mau ikut sama kita gak?” tanya Anggi pada Rama di sela sela makannya.


“Nggi emang lo yakin gitu mau nyusuri rumah tua itu?” Rere menyakinkan Anggi dengan menatap nya lekat.


“iya gwe yakin lah, sekalian kan kita tambah pengalaman gitu.” Ucapnya menyakinkan Rere.


“Woy lo bedua emang mau kemana si? Kok pertanyaan gwe kagak dijawab” ucap Rama kesal karna merasa di abaikan oleh Anggi dan Rere.


“Haha iya sorry Ram, gwe lupa kalau ada lo” Anggi sambil menahan tawanya.


“Jadi gini Ram, Anggi ajak gwe buat nyusuri rumah tua yang ada di gang sebelah, nah lo mu ikut kagak?” tanya Rere pada Rama.


“Maksud lo rumah tua yang disebelah sana?” tanya Rama yang tahu maksud Rere.


“Iya Ram, lo tau kan rumah itu?” Anggi dan berharap Rama juga akan menyetujui keinginannya.


“Tau si, tapi buat apa coba lo kesana” ucap Rama sambil kembali fokus ke mie sotonya dan memasukkan nya ke dalam mulut.


“Ya gwe si penasaran aja Tam, lagi pula lumayan lah buat nguji mental kita kalau ada setan disana” ucapnya dngan santai


“Eeeeet dah gwe kira lo bakalan trauma dan gak bakalan terlibat lagi ke masalah kek begituan, eh gak taunya sekarang lo malah jadi kepo” Rama heran menatap Anggi, namun Anggi hanya menampilkan senyum kudanya menghadap Rama.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2