
"Apa yang pak ustadz lihat?" tanya Karto karna mendengar pak ustadz memerintahkan Julio untuk masuk, sedangkan dia hanya melihat 2 pohon yang sangat besar menyilang.
-----
"Pohon yang kalian lihat itu adalah gerbang menuju istana, terlihat banyak sekali pengawal yang berjaga disana , dan firasatku mengatakan bahwa kalau anak yang kalian cari sedang di sekap di dalam sana" ucap pak ustadz itu menunjuk ke arah pintu gerbang yang tak jauh dari mereka.
Julio pun melewati setiap penjaga yang berdiri berjejer dari gerbang istana hingga pintu istana.
"Aku kira bakalan sulit untuk masuk ke dalam istana ini, gak tau nya ternyata gampang hihi" gumam Julio dengan tertawa saat telah sampai di depan pintu utama istana.
Penjaga pintu itu pun membuka pintu untuk Julio, Julio pun masuk ke dalam istana tercengang melihat isi istana yang begitu terlihat megah dan glamour.
"Rakha bukan kah aku meninta mu untuk menjaga anak itu, kenapa kamu disini?" Ratu Arum yang meninggikan suara nya pada Julio yang iya kira adalah Rakha.
"Rakha?" tanya Julio yang heran karna tidak ada siapa pun disana kecuali dia dan Ratu Arum.
Ratu Arum pun meminta Julio yang dia kira Rakha mengikutinya. Julio pun mengikuti Ratu Arum hingga ke ruangan khusus tempat Rere di sembunyikan oleh Ratu Arum.
Sedangkan kini Julio sangat terkejut saat melihat Rere di sembunyikan oleh makhluk hitam, berbulu, dengan mata yang besar melotot dan besar seperti raksasa, terlebih lagi saat Julio melihat Rakha yang sangat mirip dengan nya.
"Rakha yang asli mana?" tanya Ratu Arum yang terlihat bingung saat melihat Julio dan Rakha mempunyai wajah yang mirip.
Sedangkan Rakha dan Julio saling menatap heran bagaimana bisa iya mempunyai wajah yang mirip dengan ghost lainnya. Rere yang sedari tadi memberontak ingin keluar dari hantu yang menjerat nya pun terdiam saat melihat dua hantu yang mirip, hingga Rere pun tak bisa membandingkan salah satu di antara keduanya.
"Ratu dia bukan Rakha yang asli, saya lah Rakha yang asli ratu " ucap Rakha mengadu pada ratu nya, ratu Arum pun tersenyum mendengar penuturan Rakha.
"Tidak salah aku menjadikan mu abdi setia ku Rakha" ucap Ratu Arum memuji Rakha.
__ADS_1
"Re.... Rere" Julio pun berjalan mendekati Rere, namun Ratu Arum segera mencegat Julio.
"Hey siapa kamu? mengapa kau mirip Rakha?" tanya Ratu Arum pada Julio seraya berjalan memutari badan Julio.
"Saya Julio teman nya Rere" ucap Julio sambil menunjuk ke arah Rere, Rere pun tersenyum ke arah Julio.
"Lio, tolong aku hiks hiks" Rere menangis tak menahan air matanya lagi.
Sedangkan kini pak ustadz membaca ayat ayat Al-Qur'an agar pak Fikri, bu Anggun, serta teman Rere dan ke dua penjaga hutan itu bisa melihat apa yang ada di hadapan mereka.
Setelah mereka bisa melihatnya mereka terkejut dan terpukau saat melihat bangunan istana yang begitu megah dan glamour nya.
"Pak bukan nya kita ada di hutan ya kok saya liat rumah, eh enggak istana deh mirip istana kerajaan kerajaan gitu deh pak" ucap Anggi yang masih menatap istana itu tanpa berkedip.
"Iya pak, ini istana kerajaan atau apa ya pak? kok bisa ada di tengah tengah hutan sih" Rama yang heran, bingung sekaligus takjub tak berhenti menatap sebuah bangunan istana seperti pada jaman jaman kerjaan dulu.
"Sekarang kita masuk ke dalam, tapi inget kalian pura pura tidak lihat saja karna di dalam yang namanya setan serem serem" ucap pak usradz itu.
mereka pun masuk ke dalam, pak ustadz paling depan yang memimpin jalan nya
tanpa di sadari Anggi menggenggam erat tangan Rama karna Anggi sangat takut melihat apa yang di lihat nya.
"Ram gwe takut banget Ram" Anggi setengah berbisik karna merasa takut saat melewati para penjaga yang dilihat cukup menyeramkan.
"Gwe juga takut Nggi, tapi mau gimana lagi demi Rere Nggi" Rama menguatkan Anggi dan menggenggam erat tangan Anggi.
"Pak Ust, setan nya gak ada yang cakepan dikit apa? ini kok pada seren serem banget sik pak iiii" pak Fikri yang berjalan di belakang pak ustadz
__ADS_1
{Pak ustadz paling depan, lalu pak Fikri dan Bu Anggun, Rama dan Anggi dan terakhir pak Karto dan pak Husen paling belakang}
Setelah berjalan cukup jauh sekitar dua puluh meter Fikri, Anggun dan laun nya pun sampai di depan pintu utama istana, karna mereka manusia yang tengah memasuki alam ghaib mereka pun bis menembus pintu itu.
Pak Fikri melihat Rere dengan makhluk seperti Gorila tengah menyembunyikan Rere , Pak Fikri pun melihat seorang wanita berpakaian seperti Ratu dengan mahkota belapis permata dengan kulit yang putih pucat.
"Pak itu Rere pak" ucap bu Anggun saat melihat Rere yang terlihat sangat lemah.
"Iya pak itu Rere pak, pak ustadz selamatkan Rere pak" ucap Anggi saat melihat sahabatnya yang terlihat pucat dan tak bertenaga.
Julio yang melihat kedatangan teman teman Rere pun berlari menghampiri Rere.
"Pak tolong selamatkan Rere pak" mohon Julio pada pak Ustadz.
Ratu Arum yang mendengar mereka pun menghampiri kawanan Pak Fikri.
"Siapa kalian, kenapa bisa kalian masuk ke daerah kekuasaanku" ucap Arum dengan suara yang di lembut lembutkan.
"Siapa kami itu tidak penting, yang terpenting sekarang adalah bebaskan anak itu" Pak ustad menunjuk Rere.
"Hahahahah membebaskan dia? Wow hebat sekali kamu wahai manusia" ucap Arum mendengar ucapan pak ustadz.
"Julio, karna kamu penjaga nya Rere maka menjauhlah dari tempat ini sekarang , saya akan berusaha membebaskan Rere" ustadz itu pun mulai membaca surah surah suci Al-Qur'an, Arum yang mendengar itu pun merasakan panas, Arum menutup erat telinga nya, Makhluk yang berbadan besar, hitam, lebat itu pun melepaskan Rere hingga Rere tersungkur jatuh ke tanah, bulu bulu nya hangus terbakar api yang mungkin berasal dari pertolongan yang maha kuasa.
☆☆☆☆☆
Jangan lupa dukung *Aku dan Julio* klik jempol, tinggalkan jejak kalian di kolom komentar, beri vote poin or koin sertakan Rate5 juga ya..
__ADS_1
terimakasih 😊😊