
Rere pun melihat ibu ibu yang menggendong anaknya tadi sedang memakan bangkai burung yang baunya sudah menyengat, terlihat jelas ulat ulat yang berada di dalam daging burung itu, yang di pastikan burung itu mati 2/3 hari yang lalu..
****
Rere pun bangkit dari tempat duduknya untuk mencari Julio yang yang belum juga kembali.
"Lio kamu dimana Yoo" teriak Rere yang kini makin tersesat di tengah hutan. Sedangkan Julio yang sudah lama mencari jalan keluar pun kembali ke tempat Rere yang menunggunya tadi.
"Re aku udah cari jalan keluar nya tapi gak ku ketemuin, kayaknya kita benar benar terkurung disini" celoteh Julio yang belum menyadari bahwa Rere sudah tidak di tempatnya.
"hwaaaaaaa" teriak Julio setelah melihat seseorang dengan wajah yang hancur.
"Ka..ka..kamu si..si..siapa? dimana Rere?" tanya Julio yang melihat wajah gadis itu sangat hancur sebelah kanan pipinya yang berlubang, dengan dahi yang terbelah menampak bagian dalam kepalanya, bola mata yang bergelantungan dengan leher yang terbelah menjadi dua hingga darahnya mengalir keluar.
Gadis itu senyum menyeringai terhadap Julio namun Julio yang melihatnya merasa takut juga karna wajah nya yang terlihat seram.
Sedangkan kini teman teman Rere sedang melakukan senam pagi karna hari itu memang hari minggu. Pak Fikri dan Bu Anggun pun kembali ke tenda mereka hanya sekedar untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.
"Pak bagaimana dengan Rere apa dia sudah ditemukan?" tanya Rama yang menghampiri Pak fikri.
"Belum Ram, dan sekarang para penjaga hutan disini akan mencari pak ustadz untuk membantu kita menemukan Rere" jawab Pak Fikri pada Rama yang memang mengkhawatirkan Rere.
"Pak saya akan ikut mencari Rere pak, saya khawatir dengan keselamatannya Rere pak" ucap Rama.
"kalau begitu saya juga ikut mencari Rere pak" timpal Anggi yang memang mendengar pembicaraan mereka.
"Gak gak, kalian tetap diam disini dan ikuti kegiatan teman teman kalian, nanti kalau kalian kenapa kenapa kita juga yang repot" ucap Pak Fikri ada Anggi dan Rama.
"Tapi pak kita bisa jaga diri kita pak" bela Anggi yang kekeh ingin ikut mencari Rere.
__ADS_1
"Iya pak benar kata Anggi pak kita bisa jaga diri kita pak" Rama pun ikit bersikukuh mencari Rere.
"Ya sudah kalau begitu nanti jam sembilan kita akan pergi mencarinya, tapi sekarang kalian ikutlah kegiatan teman teman kalian" Fikri ahirnya menyerah dengan keinginan ke dua temannya Rere dan mengizinkannya untuk ikut.
Sedangkan di rumahnya Rere, Shinta telah mengkhawatirkan Rere yang mendapat informasi bahwa anaknya telah hilang dan belum di temukan.
"Aduh pah, gimana ini pah, Rere belum juga di temukan" Shinta mencoba menahan air matanya agar tak menangis memikirkan nasib putri sulunya itu.
"Tenanglah mah, kita doakan saja semoga Rere cepat di temukan" Rian berusaha menenangkan istrinya, Rian pun sama seperti Shinta yang mengkhawatirkan anaknya.
"ini salah mama pah, harus nya mama gak kasih izin Rere buat ikut pah hiks hiks hiks" Shinta pun tak bisa menahan tangisnya.
"Udah lah mah, ini bukan salah mamah, Rere juga perlu pengalaman di luar mah" Rian mencium pucuk kepala istrinya agar Shinta merasa lebih tenang.
"Mama, aya apelr (Tania Laper)" Kata Tania menghampiri mama nya dengan suara cadel nya. Shinta yang yang mendengar putrinya merasa lapar pun segera mengangkat Tania agar memangkunya.
***
"assalamualaiku pak, bu, ini saya bawa pak ustadz untuk membantu kita menemukan Rere pak" ucap pak karto yang kembali menemui pak Fikri bersama dengan seorang ustadz.
"Waalaikum salam pak Karto, pak ustadz wah terimakasih ya pak sudah repot repot membantu kita" pak Fikri menyambut dengan ramah sembari menjabat tangan pak Karto, pak Husen dan pak ustadz.
"Tidak perlu berterimakasih pak, ini juga sudah tanggung jawab kami pak" kini pak Husen yang berbicara teman dari pak Karto.
"Baiklah bagaimana kalau kita segera saja mencari Rere pak lebih cepat lebih baik" tawar bu Anggun.
"Pak, Bu kami jadi ikut kan pak, bu" Anggi menghampiri pak Fikri dan lainnya.
"Kalian temennya Rere kan kalau begitu itu akan memudahkan kita untuk mencarinya dan kalian bisa menunjukkan pada kami kemana saja kalian mencari kayu bakar" ucap pak ustadz saat melihat Rama dan Anggi berdatangan, Anggi dan Rama pun mengangguk berbarengan.
__ADS_1
"Baiklah mari pak silahkan" pak Karto mempersilahkan pak Fikri dan bu Anggun untuk berjalan terlebih dahulu.
Mereka pun berjalan menyusuri hutan yang begitu luasnya, hingga mereka pun sampai ke tengah hutan dimana ada pembatas antara Alam Ghaib dan dunia nyata.
sedangkan kini Rere sudah sangat ketakutan iya tersesat cukup jauh dari Julio hingga iya menemukan berbagai macam rupa penampakan yang iya temui, mulai dari anak kecil sampai terbesar seperti gendruwo, Rere juga menemui makhluk makhluk pesugihan dengan macam bentuknya.
Ada yang memiliki kepala besar namun tubuh kecil dengan rambut yang seperti api, ada seorang anak kecil yang mempuanyai taring begitu tajam dengan lidah yang sangat panjang, serta ada hantu wanita dengan rambut panjang sampai menyentuh tanah dengan wajah yang sudah tidak utuh.
Julio yang mencari Rere pun tersesat hingga iya menemukan berbagai macam jenis siluman, ada yang seperti siluman monkey dengan tubuh seperti monkey namun kepala manusia, ada juga siluman Ular dengan tubuh ular namun dengan kepala wanita yang begitu cantik jelita hingga iya di juluki ratu ular dengan Raja Monkey dan masih banyak lagi.
"Lioo kamu dimana Lio, aku takut hiks hiks hiks" Rere yang sudah sangat ketakutan pun tak bisa menahan tangisnya.
"Julio kamu dimana? aku sangat ketakutan disini" guman Rere yang menyerah untuk melanjutkan perjalannya, karna dia sudah sangat lapar hingga dia tak punya tenaga lagi untuk melanjutkan perjalanannya.
Rere tertunduk dengan memeluk lututnya Rere yang ketakutan hingga tak berani menatap sekitarnya lagi.
"Hai" sapa nya di depan Rere, sontak Rere mengangkat kepalanya melihat siapa yang menyapanya
"Julio huaaa Julioo" Rere melihat Julio di depannya sontak Rere langsung bangun dan memeluk Julio. Julio yang dipeluknya pun membalas pelukan Rere.
"Julio kamu kemana saja, aku sangat ketakutan di sini sendiri" Rere melepaskan pelukannya dan melihat Julio di depannya merasa lebih baik.
"Baiklah sekarang ada aku, ayo ikut aku sekarang" Julio menggenggam tangan Rere meminta Rere untuk mengikutinya. Rere pun mengikuti langkah Julio dari belakang dengan masih menggenggam tangannya.
Bersambung.....
☆☆☆☆☆
Jangan luoa dukung author ya, klik jempol dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar, beri Rate5 dan jangan lupa vote ya. Terima kasih 😊😊😉😉
__ADS_1