AKU Dan JULIO

AKU Dan JULIO
part 22 : MEMBALASKAN DENDAM


__ADS_3

"Kiki, Tesya, gila parah loh party gelap gelap an kek gini setan pada ikut kagak bahahaha" ucap Faris dengan tawanya karna dia yang belum menyadari keadaan Rumah Tesya karna suasana lampu yang masih gelap.


-----


Saat berjalan tanpa disengaja Faris menendang sesuatu di bawah kakinya, karna gelap maka iya tak melihat apapun, lampu nya tak menyala, jendela serta gordennya juga tidak terbuka sehingga menyulitkan cahaya matahari masuk siang itu.


Setelah berjalan jalan dan memanggil nama teman temannya tapi tak ada sahutan sama sekali membuat Faris bingung. Dia pun mengambil ponselnya sebagai cahaya, dan betapa terkejutnya saat dia melihat Kiki yang duduk bersandar di tembok dengan bersimbah darah, Faris pun memutar ponselnya dan melihat Tesya yang yang sudah tak bernyawa. Faris tak percaya melihat apa yang berada di depannya.


Tiba tiba lampu nya menyala Faris melihat jasad teman nya Lissa dan juga Haris, ke empat teman nya bersimbah darah.


Faris twrkejut melihat pemandangan yang berada di deoan matanya terkejut.


"Aaaa Brengsek, baj*ngan, se*an, ba**sat, siapa yang sudah membunuh teman teman gwe" teriak Faris saat melihat teman teman nya tak bernyawa.


"Hey keluar kau, akan ku bunuh kau baj*ngan" teriak Faris.


Sedangkan Mella sedari tadi sedang memperhatikan Faris yang tersulut emosi melihat teman temannya sudah menjadi mayat.


Lampu nya berkedap kedip, suara tawa menggelegar di ruangan itu, lalu berubah menjadi tangisan, dan mengerang marah itu terdengar jelas di telinga Faris.


"Perse*an keluar kau, aku akan membunuhmu" teriak Faris.


Sedangkan kini Anggi telah sadar, dan dibawa Rere dan Rama keluar dari ruangan itu agar mereka tak terlibat dalam masalah yang terjadi, Mereka bisa tak terlihat karna Julio dan Chika menyembunyikan mereka. Setelah memastikan Rere dan Rama keluar Mella pun melanjutkan aksi nya.


Tesya berdiri dan menghampiri Faris yang berada di depannya.


"Tesya, apa yang terjadi?" tanya Faris menghampiri Tesya yang berdiri.


Namun Tesya hanya menggeleng, saat itu pun Tesya melayangkan Faris tujuh meter dari lantai lalu menjatuhkan nya kembali.


"Tesya apa yang kau lakukan? bagaimana ini bisa teejadi?" tanya Faris yang tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya.


"Aku...bukan....Tesya" jawabnya dengan menekan kan setiap kata nya.


Faris terkejut dan menatap Tesya tak percaya


"Apa maksud mu Tes?" tanya Faris pada Tesya.


"Hahahahha" tawa Mella menggelegar di ruangan itu, karna Mella yang menguasai tubuh Tesya saat itu yang Faris kira adalah Tesya.

__ADS_1


"Si..siapa kau?" tanya Faris.


"Apa kau lupa denganku?" tanya nya


"Tidak aku tidak mengenalimu? Tesya ini bukan kamu" tanya Faris yang mulai menyadari.


"Hahahaha kau benar, Aku bukan Tesya" ucap nya


"Haha Gila, jika kau bukan Tesya lalu kau siapa?" tanya Faris.


"Apa kau benar benar lupa dengan ku?" tanya Mella pada Faris.


"Tesya jangan bercanda, kau hanya mengubah suaramu, ayolah" rayu Faris karna iya mengira bahwa orang yang berasa di depannya itu adalah Tesya, fikirannya menjadi kacau dengan orang yang berada di depannya


"Aku bukan Tesya" ucapnya dengan melototkan matanya ke arah Faris, dengan suara emosi.


Mella pun menarik rambut Faris dan membenturkannya dengan keras pada meja yang berada di ruang tamu tersebut hingga kepala Faris mengeluarkan darah di dahi nya.


"Tesya apa yang kau lakukan" tanya Faris pada Tesya.


"Sudah ku katakan aku bukan Tesya" ucap Mella mendorong Faris dengan kerasnya.


Faris mengerti apa maksudnya, Faris menggeleng dan mundur perlahan. sedangkan Tesya tersenyum sinis melihat Tesya yang menghampirinya dengan mengayunkan pisau di depannya.


"Apa yang akan kau lakukan Tes?" tanya Faris yang ketakutan.


"Oh aku hanya ingin memberikanmu goresan di tangan mu" ucap nya sambil berjalan pelan menuju Faris.


"Apa kau gila?" tanya Faris dengan meninggikan suaranya.


"Hahaha aku hanya ingin memberimu sentuhan tanganku" ucapnya dengan tersenyum ke arah Faris.


"Tesya sadarlah aku Faris Sahabatmu" ucap Faris


"Sudah ku katakan Tesya sudah mati" uapnya dengan suara yang tinggi.


.....Jlepp.....


"Aaaa Tesyaaa." teriak Faris melihat ujung pisau itu tertancap di perut Tesya.

__ADS_1


Ya Mella menancapkan pisau itu di perut Tesya, Setelah tertancap Mella pun menarik pisau itu dan terlihat darah menetes dari ujung pisau nya.


Karna Mella akan bermain main dengan tubuh Tesya yang kini dia kuasai.


Faris tak percaya melihat apa yang terjadi di depannya, Mella kembali menusukkan pisau itu di dadanya tepat berada di jantung Tesya.


"Tidaaaakkkk" teriak Faris melihat nya.


Mella keluar dari tubuh Tesya Spontan Tesya pun tersungkur ke lantai dengan posisi tengkurap dan pisau yang masih menancap di dada nya.


"Tesya apa kau bodoh" lirih Faris.


Lampunya pun kembali berkedap kedip dengan suara tawa yang menggelegar. Mella pun muncul di hadapan Faris.


"Mel..mella?" ucap Faris melihat penampakan Mella di hadapannya.


Namun Mella tak menghiraukan Faris, Mella amat marah, Mella melihat ke arah laci di sampingnya dan dengan sendirinya laci itu terbuka. (Karna disana ada lemari untuk memajang sebuah hiasan hiasan kecil dan dibawahnya terdapat beberapa laci kecil.)


Di dalan laci itu ada sebuah gunting, gunting itu pun melayang menuju Mella.


di luar rumah Tesya ada Rama, Rere, Anggi, Julio dan juga Chika, Mereka tidak tau apa yang terjadi di sana, namun yang pasti Rere yakin bahwa Mella akan melakukan balas dendam dengan cara yang sangat keji seperti yang sebelumnya iya lihat.


"Chika kamu masuklah, lihat apa yang terjadi" pinta Rere pada Chika.


Chika mengangguk dan ahirnya menghilang, sesampainya di dalam Chika melihat Faris yang sedang berusaha melawan Mella.


Faris bisa merebut gunting itu dan melemparinya jauh dari Mella, Mella memelototkan matanya melihat Faris, Faris pun berlari menuju ke arah Tesya.


Iya tak kuasa melihat sahabat sahabatnya mati dengan begitu kejam nya, Faris pun membalikkan jasad Tesya, Faris melihat pisau itu masih tertancap di dada Tesya.


"Aaaaaa, Faris" teriak seorang wanita yang baru datang melihat Faris memegang pisau yang masih tertancap di dada Tesya.


"Tan...tante?" ucap Faris yang melihat ke arah suara yang yang ternyata itu adalah mama Tesya


"Tante ini...ini" ucap Faris gugup karna takut akan kesalah pahaman antara dia dan Eka mama Tesya.


"Faris apa yang kau lakukan pada anakku?" tanya Eka berlari menangis melihat jasad putri ya yang bersimbah darah.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2