AKU Dan JULIO

AKU Dan JULIO
Hantu Kelas


__ADS_3

Rere pun menuju kamarnya untuk segera tidur. Seperti biasa Julio tengah berada di kamar Rere yang sedang berbaring di ranjang Rere. Rere pun menghampiri Julio yang sedang tidur dan Rere pun merebahkan tubuhnya di samping Julio.


-----


Pagi pun tiba Rere kini tengah bersiap untuk berangkat ke sekolah. kini Julio sudah tidak ada disamping entah kemana Julio pergi. Rere pun langsung menuju meja makan untuk sarapan bersama Shinta mamanya dan Tania adiknya.


"Gut morning mama" kata Rere menyapa mamanya yang sedang menunggunya bersama dengan Tania


"Morning juga sayang" Shinta pun mengambilkan nasi goreng dan memberikannya pada Rere, Rere pun menerima sepiring nasi goreng dengan telur ceplok di atasnya.


"Wow nasi goreng" ucap Rere melihat sepiring nasi goreng yang dihadapannya dengan mata yang berbinar.


"Wah wah wah, papah gak di ajak sarapan nih?" tanya papa Rian yang tiba tiba muncul dari belakang menuju meja makan, Rere yang mengenal suara itu pun langsung menoleh kearahnya.


"Huaaa papaah" Rere langsung berlari menuju papanya meninggalkan sarapannya. Rian yang melihat putri sulungnya berlari ke arahnya pun langsung mendekap Rere dalam pelukannya.


"Papa kapan pulang" tanya Rere setelah melihat papanya berada di depannya


"Tadi malam Jam 11" jawab Rian dengan lembut pada Rere. Kini Rian dan Rere sudah kembali ke meja makan untuk makan bersama


" Itu papa aya, kaka eye awas" suara cadel dari Tania, Tania mendekat ke arah Rian yang sudah suduk di kursinya, Rian pun langsung mengangkat Tania duduk di pangkuannya.


"Kaka yang duluan lahir berarti ini papa Kaka" Rere tak mau kalah dengan adiknya.


"Enggak ini papa yaya" kata Tania pada Rere yang memeluk papa nya.


"udah udah itu suami mama jangan direbutin" kata Shinta yang tak mau kalah dengan ke dua putrinya itu.


"Udah sekarang kita sarapan dulu ya, nanti kaka Eyenya telat kesekolah" Rian pun mendudukkan Tania di kursinya


{Rian yang sangat jarang berada di rumahnya membuat kedua putrinya selalu memperebutkan dirinya jika sudah kembali ke rumah.}

__ADS_1


Shinta mengambil nasi goreng dengan telur ceplok lalu memberikannya pada Rian, Rian pun menerimanya dengan tersenyum kepada istri tercintanya itu. Mereka pun menikmati sarapan, tidak ada percakapan lagi di antara mereka, hanya ada suara sendok garpu yang beradu di atas piring.


Setelah lima belas menit mereka menikmati sarapan dengan nasi goreng dengan susu hangat untuk Rere dan Tania, serta teh panas untuk Rian dan Shinta, acara sarapan mereka pun selesai. Rere berpamitan pada Rian Dan Shinta untuk berangkat sekolah


"Mah, pah. Rere berangkat sekolah dulu ya" kata Rere dan beranjak dari kursinya mendekati Papa.


"Rere, papa antar ke sekolah ya" tawar Rian pada Rere.


"Iya pah" jawab Rere. Shinta pun mengantar Rere dan Rian hingga pintu depan rumah mereka, Shinta membiarkan Tania sendiri di meja makan karna Tania masih asik menikmati sarapannya.


"Mamah, Rere berangkat dulu ya mah" ucap Rere dan mencium punggung tangan Mamanya.


"Iya, kamu hati hati ya" Shinta membelai rambut putri sulungnya dengan tersenyum.


"iya mah" Rere pun berjalan menuju mobil dimana disana sudah ada papanya. Rere pun langsung masuk ke dalam mobilnya disamping kemudi papanya.


"Pah bentar dulu deh" kata Rere membuat papanya mengangkat sebelah alisnya.


"Apa ada barang mu yang ketinggalan Re?" tanya papa pada Rere yang terlihat bingung.


"Astaga papa kira apa yang ketinggalan" Rian menggelengkan kepalanya melihat Rere yang yang benar benar tidak bisa meninggalkan Lio. Namun Rere hanya tersenyum memperlihatkan gigi putihnya pada Rian


"Ya udah panggil gih, nanti kamu keburu telat masuk sekolahnya" Kata Rian, Rere pun langsung memanggil Julio.


"Lio? Liooo kamu dimana?" Rere sedikit berteriak memanggil Julio. Julio pun langsung berada di belakang kemudi ayahnya.


"Yuk pah jalan" Rere pun duduk manis menghadap depan setelah tadi di memerongkan badannya.


Rian pun langsung menjalankan mobilnya menuju jalan raya.


"Re, kamu bawa manisan gak?" tanya Julio pada Rere. Rere pun langsung mencek tasnya

__ADS_1


"Kamu cari apa Re?" tanya Rian melihat Rere seperti mencari sesuatu.


"Cari manisan pah, nah ketemu" Rere pun langsung memberikannya pada Julio, Rian yang melihat itu pun hanya menggelengkan kepalanya. walaupun itu bukan hal pertama dia lihat tapi seolah olah itu ada keanehan yang terjadi.


setelah menempuh waktu dua puluh lima menit Rere pun sampai di depan sekolahnya.


"Pah, Rere masuk ke dalam ya" Pamit Rere dengan mencium punggung tangan papanya.


"Iya Re, inget hati hati" Rian mengingatkan Rere karna takut bila terjadi sesuatu akan keselamatan putri nya.


"Iya pah, Lio ayok" Rere pun menarik tangan Lio untuk mengajaknya keluar dari mobil.


Rere melewati koridor kelas, teman temannya belum terlalu banyak yang berdatangan. lalu seperti ada yang sedang mengintai Rere sontak Rere mempercepat langkahnya agar segera sampai di kelasnya.


Setelah Rere sampai di depan kelas, Rere mencoba memutar knop pintu dan membukanya, tidak ada siapa siapa di dalam kelas, Rere pun langsung masuk ke dalam kelas dan langsung menuju kursinya. Sedangkan Julio tiba tiba menghilang entah kemana perginya.


...Duaarrrrr... pintu tiba tiba tertutup seperti dibanting oleh seseorang, Rere yang terkejut langsung melihat siapa yang masuk, namun nihil tidak ada siapa pun di dalam kelasnya.


Saat akan berjalan menuju pintu tiba tiba kaki Rere seperti sulit untuk digerakkan. bersusah payah Rere mencoba untuk mengangkat kaki kirinya namun tetap tidak bisa. Rere melihat ke arah kakinya iya melihat sebuah tangan yang berkelupas, darah yang terlihat mengalir serta kuku panjang berwarna hitam tengah mencengkram kuat kakinya hingga Rere tidak bisa menggerakkan kakinya.


Rere baru kali ini di ganggu oleh hantu yang berada kelasnya, dan ini pula pertama kalinya Rere datang kesekolah dengan suasana kelas masih sepi. Rere berangkat terlalu awal karna iya berfikir tadianya dia akan kesekolah akan menggunakan Bus sekolah, tapi ternyata tidak, karna Papa Rian mengantarnya jadi dia tidak terlalu kesiangan untuk kesekolah.


Sedangkan jika Rere menggunakan Bis sekolah, Rere harus menunggu selama sepuluh sampai lima belas menit, dengan jarak ke sekolah jika menggunakan Bis sekolah sampai tiga puluh menit. Maka setibanya Rere di sekolah, Kelas sudah ramai oleh teman temannya.


Rere yang melihat tangan itu mencengkram kuat pergelangan kakinya dia tidak bisa berkata apapun karna rasa takut yang amat dia rasakan. Walaupun Rere bisa melihat makhluk halus sejak kecil tapi Rere benar benar belum bisa melawan rasa takutnya jika iya harus bertemu dengan hantu hantu yang menyeramkan.


Berbeda dengan Julio, Julio hantu yang terlihat seperti seumuran dengan Rere, Rambut yang hitam pekat namun tidak terurus, dengan mata sipit, dan wajah yang terlihat pucat.


Bersambung.....


☆☆☆☆☆☆

__ADS_1


Jangan lupa beri vote,


tinggalkan jejak kalian di komentar dan klik jempol ya untuk mendukung author. Tambahkan ke FAVORIT agar para readers gak ketinggalan ceritanya 😉


__ADS_2