AKU Dan JULIO

AKU Dan JULIO
part 15 : RAFAEL


__ADS_3

Namun dibalas Anggukan oleh Rere dan memejamkan matanya karna merasa bersalah karna ita tahu apa yang akan terjadi namun iya tak bisa apa apa untuk membantu mereka untuk terhindar dari kecelakaan itu...


------


Bu Anggun yang telah sadar pun segera mengambil hp nya yang jatuh tadi dan keluar dari bis, anak anak yang berada dalam bis pun ikut keluar sekedar untuk melihat, kini tinggal Anggi dan Rere yang berada dalam bis.


"Nggi lo gak mau liat itu" tunjuk Rere ke arah depan dimana sebuah mobil dan truk yang bertabrakan.


"Gak deh, ngeri gwe liat nya, mending gwe sama lo disini " ucap Anggi yang di samping Rere.


"Re gwe kasian sama penumpang mobil nya, disana ada balita yang menangis seperti nya orang tua nya meninggal deh Re" ucap Julio saat sudah kembali, karna Julio keluar melihat keadaan setelah kecelakaan.


Rere yang mendengar kata balita pun segera membuka matanya, karna iya teringat dengan adik nya Tania yang masih kecil.


Rere pun berdiri dan hendak turun, Anggi yang melihat Rere ingin keluar mengikuti Rere dan membantu nya untuk berjalan menuruni bis, Rere menghampiri bu Anggun dan memberitahukan apa yang di katakan Julio.


"Bu, bu selamatkan anak kecil di dalam mobil itu bu" ucap Rere dengan menunjuk ke arah mobil itu.


"Kamu tau dari mana kalau ada anak kecil di sana Re?" tanya bu Anggun pada Rere.


"Lio bu, Lio melihat ada anak kecil yang sedang menangis disana"ucap Rere melihat ke arah mobil.


Sesaat Dalam bayangannya Rere melihat seperti ledakan membuat Rere semakin khawatir tentang keselamatan balita yang berada di dalam mobil tersebut.


"Bu selamatkan balita yang ada di sana bu cepet" ucap Rere semakin takut tentang apa yang ada di benak nya.


Bu Anggun pun memberitahukan apa yang di ucapkan Rere tadi pada pak Fikri serta pembimbing pramuka yang lain nya. Karna desakan Rere yang meminta guru dan para pembimbing nya untuk menyelanatkan balita tersebut ahirnya pak Fikri di bantu oleh para warga yang berhenti untuk menyelamatkan penumpang mobil dan truk itu.

__ADS_1


"Paak cepet pak, selamatkan mereka pak" ucap Rere yang setengah berteriak. setelah sepuluh menit mereka pun berhasil membawa keluar balita dan kakak nya yang masih berusia 7 tahun.


"Yo selain balita itu yang masih selamat, lalu bagaimana keluarga nya yang lain?" tanya Rere saat melihat para warga yang membantu menyelamatkan korban kecelakaan.


"Gak ada Re, keluarga nya meninggal, hanya balita itu yang masih hidup" Ucap Julio.


Tidak lama kemudian, polisi dan ambulans datang ke TKP untuk memeriksa akibat dari kecelakaan tersebut.


"Duarrr....." suara ledakan itu mengagetkan semua orang yang yang berada di sekitar lokasi, untung saja polisi belum mendekat pada para korban kecelakaan. dan beruntung balita itu telah keluar dari mobil.


Api menyala dari mesin mobil lalu menjalar ke truk, Truk itu pun hangus terbakar karna memang truk itu membawa kayu yang besar besar hingga api dengan cepatnya menghanguskan awak truk.


....Duaaarrr... ledakan kembali terdengar entah itu dari mesin truk atau mobil.


pihak kepolisan pun menelpon pemadam kebakaran untuk memadam kan apinya, setelah lima belas menit pemadam pun datang dan langsung memadamkan api.


Setelah api nya padam polisi pun memeriksa pengemudi truk dan ternyata sudah tidak ada.


Polisi itu pun memeriksa isi mobil, dan mereka mendapatkan suami istri yang hangus terbakar. Sedangkan Balita dan kakak nya sudah di bawa ke rumah sakit terdekat bersama dengan Rere, Bu Anggun dan juga Anggi.


Saat sampai di rumah sakit Balita itu pun segera mendapatkan pertolongan dari dokter karna mendapatkan luka di dahi nya karna terbentur, namun bersyukurlah luka nya tidak parah.


Sedangkan kakak nya mengalami cidera di kepala hingga darah nya banyak yang keluar membuat nyawanya tak tertoling, Karna Rere merasa lemah Rere pun di rawat di rumah sakit tersebut.


Bu Anggun pun mengabarkan pada keluarga Rere bahwa Rere mendapatkan perawatan di rumah sakit Cahya Medika yang berada tak jauh dari lokasi kecelakaan.


Shinta yang mendapatkan kabar dari wali kelas Rere bahwa Rere sedang dirawat pun segera mengunjungi Rere ke tempat Rere di rawat.

__ADS_1


Setelah menempuh perajalanan sekitar satu setengah jam, Shinta berserta suami nya dan Tania pun sampai di runah sakit Cahya Medika, dimana rumah sakit tempat Rere di rawat untuk memulihkan tenaga nya.


Sedangkan pasukan Pramuka baik yang cewek cewek atau cowok pun kembali melanjutkan perjalan mereka untuk kembali ke rumah mereka masing masing.


Shinta dan Rian pun segera ke ke ruang inap Rere dimana disana juga ada adik kecil yang selamat dari kecelakaan tersebut.


Setelah sampai di ruang inap Rere, Shinta bertemu dengan bu Anggun dan juga Anggi, Bu Anggun pun menceritakan semua yang terjadi pada Rere, dari Rere yang menghilang, di sembunyikan oleh makhluk hitam raksasa yang sangat menyeramkan hingga Rere meminta sopir bis untuk berhenti, dan memberitahukan bahwa anak kecil yang masih hidup itu di dalam mobil itu. padahal Rere sendiri tak pernah langsung melihat ke dalam bis.


Shinta dan Rian yang mendengar cerita bu Anggun tentang putri sulung mereka merasa lega namun juga bersedih karna putri nya terbaring lemas karna memaksakan dirinya untuk berjalan sekedar memberitahukan apa yang berada di benaknya pada bu Anggun


Tania yang melihat anam kecil di samping brangkar kakak nya pun turun dari gendongan Shinta dan menghampiri


Sedangkan anak itu yang melihat Tania berjalan mendekatinya tertawa, karna sebelum Tania mendekatinya dia hanya memainkan sebuah robot robot yang tak terlepas dari genggamannya.


"Hay, nama amu ciapa?" tanya Tania dengan suara cadel nya


"Aku Ael" ucap anak laki laki itu.


Shinta yang melihat Tania langsung akrab dengan anak laki laki itu pun mendekati Tania dan mendudukkan nya di atas brangkar Rafael agar menyamai mereka.


Ya nama anak laki laki itu adalah Rafael, namun karna usianya tak jauh beda dari Tania maka keduanya masih terdengar sulit untuk berbicara.


Tania dan Rafael pun bermain bersama hingga Rafael dan Tania ketiduran dengan posisi saling memeluk dalam barangkar.


Karna Rafael masih kecil maka di sisi brangkar mempunyai batas hingga mereka tak jatuh, Shinta dan Rian yang melihat putri sulungnya begitu akrab dengan Rafael tersenyum bangga.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2