AKU Dan JULIO

AKU Dan JULIO
part 8 : KEMATIAN TRAGIS


__ADS_3

Mereka membungkus Mella dengan Karung yang mereka temukan di gudang tersebut, Faris dan Kiki pun membawa Jasad Mella ke dalam mobil


-----


"Akan kita apakan mayat ini" tanya Tesya pada ke empat kawan nya, terlihat wajah cemas dan takut dari wajah Tesya.


Tidak ada yang menjawab pertanyaan dari Tesya karna memang mereka pun merasakan hal yang sama seperti yang Tesya rasakan. Lissa, Kiki, Faris dan juga Haris pun tengah cemas dan takut. Mereka tidak menyangka bahwa perbuatan mereka terlalu berlebihan seperti ini hingga membuat Mella si gadis yang malang terbujur kaku dengan luka di sekujur tubuhnya.


"Woy kalian jangan diam aja, jawab dong mau diapain ini mayat nya si Mella" Tanya Tesya yang meninggikan suaranya.


"Di SMPN3 SATU BANGSA sedang ada pembangunan, gimana kalau kita timbun mayat ini di sana, nanti kita atur lah gimana caranya biar gak menaruh curiga" Kata Faris menyarankan pada teman temannya.


"Ok kita kesana, lo tau kan dimana tu SMP?" kata Kiki sebagai driver dengan menatap Faris yang berada di sampingnya


(Kiki fan Faris di depan, Sedangkan Tesya, Lissa dan Haris di belakang bertiga)


"Iya gwe tau" kata Faris singkat, mereka pun langsung menuju SMP yang di maksud Faris, setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit mereka pun sampai, karna memang jarak dari SMA tempat ke lima sekawan itu bersekolah cukup jauh untuk ke SMPN3 hingga mereka memakan waktu yang cukup lama.


Sekitar jarak 10 meter mereka berhenti untuk memastikan bahwa ada atau tidaknya penjagaan di SMP, namun setelah memantau sekitar 5 menit mereka tidak menemkan Satpam sekolah yang berjaga, hingga mereka pun dengan leluasa untuk masuk.


Mereka memperhatikan juga lingkungan ada atau tidaknya seseorang yang akan berlalu lalang, namun karna sudah menunjukkan jam 1 dini hari maka mereka memastikan tidak ada siapapun yang akan melihat mereka, mereka pun masuk menyusuri setiap kelas hingga menemukan beberapa kelas yang akan di bangun, mereka pun mengubur jasad Mella di dalam kelas tersebut dengan karung, mereka mengerjakannya dengan serapi mungkin agar tidak menaruh kecurigaan bagi para perkerja yang akan berkerja keesokan harinya.


Setelah mereka menyelesaikannya mereka pun pulang menuju rumah mereka masing masing, hingga hari berlalu, minggu berganti dan bulan menjadi tahun tak ada yang menemukan kejahatan mereka namun Mella dinyatakan hilang secara tiba tiba. Dan pihak keluarga dari Mella pun sudah mengikhlaskan Mella. Namun arwah Mella masih bergentayangan menunggu untuk meminta tolong pada seseorang hingga Mella pun menemukan Rere si Gadis Indigo.


*Flashback Off*

__ADS_1


{Flashbacknya kepanjangan ya guys, biar detail aja gitu ceritanya😁}


Kini Rama berusaha membangunkan Mella yang tidak sadarkan diri, Rama tidak tau harus meminta pertolongan pada siapa karna keadaan sekolah kini sudah sangat sepi karna memang semua siswa siswi serta guru sudah meninggalkan sekolah sejak jam 12 yang lalu.


"Re bangun Re" kata Rama membangunkan Rere dengan menepuk nepuk pipi Rere, tidak lama kemudian Rere pun tersadar membuat Rama pun tersenyum saat melihat Rere membuka matanya.


"Ahirnya kamu sadar juga Re" sambung Rama bernafas lega sembari tersenyum ke arah Rere.


"Ah maaf maaf Ma, tadi kenapa ya?" tanya Rere setelah membenarkan posisi duduknya dengan sedikit bingung.


"Tadi kamu pingsan hampir setengah jam tau gak, gwe khawatir lo tadi teriak trus lo jatuh tiba tiba gak sadarkan diri gitu aja" jelas Rama pada Rere, Rere pun mengingat kisah Mella yang di bully lalu mengakhiri kisah hidupnya sendiri dengan tragis seperti itu.


"Re, lo kenapa hello" Rama mengibas ngibaskan tangannya di depan wajah Rere yang terlihat melamun.


"Eh Ma" Kata Rere sambil mengerjapkan matanya agar tidak melamun lagi.


"Elo ya Lio bukannya bantuin gwe ini kamu malah ilang, kamu kemana aja tadi hah" ucap Rere dengan suara yang sedikit tinggi saat melihat Julio yang kini berada di samping Rama, Rama yang melihat Rere merasa takut yang menurutnya sikap Rere aneh setelah iya sadar dari pingsannya.


"Re, lo..lo.. gak papa kan" ucap Rama melihat Rere sambil punggung tangannya menyentuh dahi Rere.


"Eh Ram, iya gw gpp ko" Rere sambil senyum ke arah Rama. Sambil berjalan keluar dari kelas.


"Tadi lo bilang Lio, Siapa itu Lio?" tanya Rama heran pada Rere dan mengikuti langkah Rere keluar kelas.


"Bukan siapa siapa kok" Rere mempercepat langkahnya menghindari Rama. Sedangkan Julio masih tetap mengikuti Rere.

__ADS_1


"Ya udah gwe ambil motor gwe dulu, trus lo pulang sama gwe" Rama pun pergi meninggalkan Rere sebelum Rere menjawab pertanyaan Rama.


"Re lo marah ama gwe?" tanya Julio saat Rama sudah pergi.


"Gwe gak marah, cuman kesel aja" ketus Rere pada Julio, Julio pun membuang kasar nafasnya.


"Aelah Re sama aja" sambung Julio pada Rere.


"Eh yo, tapi tadi kan pas aku mau ambil polpen aku yang jatuh, trus tiba tiba hantu itu ada di depan aku, trus aku gak inget lagi dan ternyata aku pingsan, dan pas aku lagi pingsan aku kek dibawa ke masa lalu gitu pas hantu itu masih jadi manusia dan ternyata dulunya dia di bully trus dia juga diperk*s* sama teman temannya dan ahirnya karna merasa malu dan sakit hati dia ahiri hidupnya dengan tragis gitu, ih pokoknya ngeri deh Yo" Rere menceritakan dengan bergidik ngeri membayangkan apa yang iya lihat nya pada Julio, karna memang saat itu Rere seperti melihat sebuah kejadian secara nyata terjadi di depannya tanpa ada yang tertinggal sedikit pun.


"Ayok Re naik, gwe anter lo pulang" Tawar Rama saat kembali di depan Rere yang berada di depan gerbang.


"Gak usah deh Ma, gwe nunggu ojek atau angkot nanti" kata Rere menolak halus ajakan Rama.


"Aduh Re lo gak usah batu deh sekarang, nih liat jam, bentar lagi jam satu dan kalau lo nungguin angkutan umum atau apa bakalan lama, Sedangkan tadi lo denger kan apa yang dikatakan ka Putra, kalau telat bisa dihukum, mending lo ikut gwe aja" ucap Rama sambil menunjukkan jam tangannya ke arah Rere yang tinggal lima belas menit lagi akan menunjukkan jam 1 siang.


Rere pun membenarkan apa yang dikatakan Rama dan ahirnya Rere pun naik ke motor milik Rama


"Ya udah nyok gwe ikut, Yo kita ketemu di rumah aja ya, sekarang lo balik duluan dah ke rumah" Rere setengah berbisik pada Julio, Julio membalasnya dengan anggukan kepala, Julio pun menghilang dari hadapan Rere.


Bersambung......


☆☆☆☆☆


Helli readers readers ku, jangan lupa tinggalkan jejak kalian di komentar ya, jempol nya juga di cocol biar enak😅 jangan lupa Kasih Vote biar author tetap bersemangat untuk berkarya

__ADS_1


Terimakasih😊😊😊


__ADS_2