
"Ish si bapak, ancaman nya main hukum hukum segala” ucap Anggi sambil duduk di kursinya.
“Udah sabar aja” ucap Rama yang mengikuti Anggi dan duduk di samping Anggi.
-------
Sedangkan di gerbang sekolah Rere tengah menangis sambil menunggu mamanya yang akan datang untuk menjemputnya, lalu tiba tiba pak Irwan dan bu Susi pun datang menghampiri Rere.
“Yang sabar ya Re, ibu do'akan supaya ayah kamu selamat ” ucap bu Susi pada Rere, namun Rere tak merespon ucapan Susi.
Julio dan Chika yang melihat Rere menangis hanya terdiam karna dia tau apa yang di hatinya.
Setelah menunggu lima menit, Shinta, Mira serta kedua adiknya datang untuk menjemputnya.
“Maah” ucap Rere yang menghampiri mamanya sambil menangis dalam pelukan mamanya.
“Mah, bilang ke Rere kalau ini semua bohong” ucap Rere dengan masih memeluk mamanya.
“Mama gak tau mau bilang apa nak” ucap Shinta membelai punggung Rere, karna sebenarnya Shinta pun syok saat mendengar kapal tempat Rian mengalami kecelakaan.
“Pak terimaksih telah menemani anak saya” ucap Shinta setelah melepaskan pelukan Rere.
“Iya sama sama buk, dan saya do'akan semoga pak Rian segera di temukan dalam keadan sehat” ucap bu Susi berusaha menenangkn Shinta.
“Iya bu terimaksh atas do’a nya. Kalau begitu saya permisi dulu” pamit Shinta sambil tersenyum pada pak Irwan dan juga bu Susi.
“Iya buk, hati hati di jalan” ucap pak Irwan dan di angguki oleh Shinta.
Rere dan Shinta pun masuk ke dalam mobil yang di bawa oleh kang Rudi tetangga Shinta.
Sedangkan pak Irwan kembali menuju kelas Rere untuk memberitahukan teman teman Rere dan meminta do'a dari teman teman sekelas Rere agar ayah nya Rere cepat di temukan, setelah selesai pak irwan pun kluar dari kelas Rere.
“Kasian banget ya Rere ” ucap salah satu teman kelas Rere.
“Iya, pasti dia sedih banget denger berita kek gini” sambung salah satu temn Rere.
“Ya, smoga aja papanya Rere cepet ketemu” sambung siswa yang lainnya.
“Aamiin” ucap mereka serempak yang membicarakan Rere dan mendo'akan keselamatan Rian ayah Rere.
Anggi dan juga Rama yang mendengar bisik bisikkan teman nya yang lain pun merasa sedih.
__ADS_1
“Pantes Rere tadi keluar dari ruangan pak Irwan sambil nangis, gak taunya ini penyebabnya Ram” Ucap Anggi pelan namun masih bisa di denagr leh Rama.
“Ya, kita do'a in aja supaya Rere kuat dan ayahnya segera ketemu dengan selamat” ucap Rama dan di angguki oleh Anggi.
“Aamiiin” ucap Anggi dan mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya..
.
.
Setelah sampai di pelabuhan Shinta dan Rere pun segera menghampiri kepala polisi yang berada di sana untuk menanyakan apakan suaminya sudah di temuukan atau belum. Sedangkan Mira, serta Rafael, Tania dan juga Rudi diam di mobil karna Tania dan juga Rafael yang tertidur karna lelah habis bermain dan perjalanan yang cukup jauh.
“Pak bagaiman dengan suami saya apakah sudah di temukan?” tanya shinta pada polisi yang memegang kertas dan sebuah polpen yang mencatat nama nama penumpang ataupun ABK yang telah di temukan.
“Maaf buk nama suami ibu siapa ya?” tanya salah polos itu pada Shinta.
“Rian saputra pak” jawab Shinta antusias karna shinta berharap suaminya cepat di temukan.
“Sebentar ya buk saya cari dulu” ucap polisi itu dan membolak balikan kertas itu untuk melihat list nama yang selamat atau yang di larikan ke rumah sakit.
“Ini yang bernama Rian saputra telah di temukan tiga puluh menit yang lalu, dan segera di larikan ke rumah sakit terdekat sini bu sebentar saya tanyakan rekan kerja saya dulu” pak polisi itu pun pergi meninggalkan Shinta untuk menanyakan seseorang yang bernama Rian Saputra yang di temukan tiga puluh menit yang lalu.
Setelah mendapatkan jawaban dari rekannya pak polisi itu pun kembali menemui Shinta dan Rere.
“Baik kalau begitu pak terimakasih” ucap Shinta.
Shinta pun pegi menuju mobil dan dan memberitahukan pada Rudi serta Mira bahwa suminya Rian berada di sana, Rudi pun segera melajukan mobinya menuju rumah sakit yang dimaksud oleh Shinta.
.
.
Setelah sampai di ruang sakit Mekar sari Shinta pun langsung menuju meja resepsionis untuk menanyakan keadaan suaminya.
"Maaf permisi mbak, apa ada disini yang Rian saputra korban kecelakaan kapal Symphony of the Seas" tanya Shinta pada salah satu petugas.
"Sebentar ya bu saya cari namanya dulu" ucap pegawai resepsionis yang berjaga.
"Bener bu, sekitar tiga puluh menit yang lalu, dan sekarang dia sedang di rawat Ruangan nomer 109 bu" ucap nya setelah menemukan nama Rian saputra.
"Baiklah terimakasih" ucap Shinta seraya tersenyum dan langsung pergi meninggalkan meja resepsionis di susul oleh Rere, Mira, Tania, Rafael dan juga Kang Rudi dari belakang.
__ADS_1
Shinta terus melihat nomer kamar tempat suaminya dirawat dengan terus berharap bahwa suaminya baik baik saja.
"Mah itu kamar no.109" ucap Rere sambil menunjuk ke arah kamar yang berangka 109.
"Ya udah ayok" Shinta pun menggenggam tangan Rere untuk masuk ke dalam ruangan itu.
Dan saat masuk ke dalam ruangan 109 Shinta melihat banyak orang orang yang tak dikenalnya berada di sana.
"Maaf ibu siapa ya?" tanya seorang wanita yang melihat kedatangan Shinta serta Rere.
"Apa disini kamar Rian Saputra?" tanya Shinta yang melihat seorang laki laki tertidur di atas brangkar.
"Iya benar, ibu siapa ya?" tanya seorang wamita itu lagi.
"Saya istrinya" jawab Shinta.
Semua orang yang disana pun menatap Shinta dengan terkejut, sedangkan wanita yang berbicara dengan nya tadi terhuyung lemas mendengar penuturan dari Shinta.
"Bagaimana mungkin kamu istrinya Rian, dan saya sebagai ibunya tidak pernah melihat kamu" kata salah seorang wanita yang mengaku sebagai ibu dari Rian saputra.
Shinta yang mendengar itu pun mengeritkan alisnya saat mendengar wanita paruh baya yang mengaku sebagai ibu dari Rian, sedangkan bukan wanita itu yang menjadi mertuanya selama ini.
"Apa boleh saya melihat papa saya?" tanya Rere di sela sela keluarga yang tengah menahan amarah itu.
Terlebih lagi saat keluarga dari pihak Rian mengetahui bahwa ada seorang wanita yang mengaku sebagai istri dari Rian dan seorang anak gadis yang masih SMP.
Saat wanita itu hendak memaki Shinta namun segera di tahan oleh suaminya yang berada di samping nya.
"Mari nak, lihat ayahmu" ucap Pria yang disamping seorang wanita yang mengaku sebagai ibu dari Rian.
Rere pun mendekat ke arah brangkar dimana seseorang tengah berbaring disana.
Bersambung......
**☆☆☆☆☆
Hay bagaimana ceritanya? seru gak?
Maaf author baru bisa update sekarang karna author sibuk dengan perkerjaan di tambah lagi author kurang sehat.
Yuk dukung cerita author dengan Vote sebanyak banyaknya, Like setiap babnya, Tinggalkan jejak kalian di komentar dan beri rate 5..
__ADS_1
Terimakasih 😊😊**