
Tak terasa 10 Bulan sudah Rara menjalin hubungan dengan Reyhan, hari-hari yang rara lalui menjadi penuh warna, keseharian rara yang tampak nya membosankan kini tampak mengasyikan.
Sepertinya rara di buat jatuh cinta setengah mati oleh rey, maklum lah namanya orang yang baru pertama kali pacaran.
Romantisme keduanya tidak berkurang sedikitpun, rara yang tampak nya selalu ceuk pada pria namun hanya kepada rey lah ia selalu memberikan perhatian lebih padanya, sikap rara menjadi berubah 180°, ia menjadi lebih baik, dan lebih ramah dibanding sebelumnya, bahkan ia kini menjadi sering menyapa orang duluan.
Rara yang awalnya menutup diri untuk berteman dengan orang lain, kini ia pun menjadi banyak teman, wajar saja karena setiap pergi kencan bersama rey ia selalu di perkenalkan pada teman-temannya, bahkan pada relasi bisnisnya.
Nampak nya seserius itu rey padanya, akan tetapi sayang nya orang tua Reyhan tampak tak menyetujui hubungan keduanya, yang lebih parah nya lagi Mami reyhan ingin cepat-cepat menikahkannya pada Siska namun Rey selalu menolaknya.
"Pokoknya mami gk setuju, bulan depan kamu harus menikah dengan siska titik..!!" Pinta ibu Diani pada Reyhan
"Mih, tolong lah mengerti rey, rey gak pernah ada perasaan sedikit pun pada siska, rey sudah menganggap siska seperti adik sendiri, mana bisa rey menikahinya!" Bujuk rey pada ibunya
Kini bu Diani pun merasa sangat marah padanya, hingga ia yang biasanya tak pernah marah kini menjadi marah besar karena sikap rey yang sudah tidak mau mematuhi ucapannya.
"Baiklah, sekarang kamu tinggal pilih mami atau wanita itu?!" Pinta mami dengan nada tinggi
"Mih, rey gak mau pilih salah satu nya, rey gak mau kehilangan mami, begitupun dengan rara, rara itu wanita yang baik, mungkin mami belum mengenal rara kalau mami sudah mengenalnya rey yakin mami pasti setuju sama pilihan rey..!!" Jawab rey masih dengan suara lembut dan sopannya
"Pokoknya mami gak mau tau, kalau dalam waktu 1 bulan ini kamu tidak memutuskan hubungan mu dengan wanita itu, biar mami yang putuskan, kamu tanggung akibatnya!" Ucap bu Diani masih dengan nada marahnya.
Tak lama kemudian ia meninggalkan rey yang masih duduk di ruang keluarga dengan perasaan kesalnya, disisi lain nampak wajah
rey yang masih merasa sedih dengan ucapan ibunya kala itu, rey yang selama ini selalu tegar sepertinya sudah tak kuat membendung kesedihanya itu, hingga air mata pun menetes jatuh dari sorot matanya yang sayu.
"Yaa tuhan..apa yang harus aku perbuat?!" Ucap rey dalam hatinya
"Aku tak mau menjadi anak durhaka, tapi di sisi lain aku amat sangat mencintai rara, bagaimana ini...????" Imbuh rey yang masih berbicara sendiri
Nampak nya rey kala itu sangat frustasi, ia merasa amat sedih, kesal dan bimbang.
Hingga akhirnya ia memilih untuk menghilangkan kesedihanya dengan pergi ke tempat hiburan malam.
Di sanah rey terlihat tampak murung, sesekali ia meneguk minumannya tapi raut wajah nya tak bisa di pungkiri bahwa rey sangat sedih kala itu.
Ia bingung apa yang harus ia katakan kelak pada rara?
Hingga akhirnya rey pun jatuh tersungkur ke lantai, karena saking mabuknya ia sampai tak sadarkan diri.
Tiba tiba saat rey terbangun dan membukakan matanya.. !!!
Rey merasa heran dengan suasana yang begitu tidak asing baginya !!
Saat ia hendak berdiri dari tempat tidur, ia melihat seorang wanita yang tengah tertidur di samping ranjang nya.
Sepontan rey pun terkejut dan berteriak ..
"Aahhhhhh ...... ahahhh ......."
"Siapa kamu?!!" Tanya rey yang nampak terkejut dan kebingungan kala itu, ia menutup badan sispek nya menggunakan selimut.
Ia pun sangat heran mengapa ia tidur di apartemenya yang sudah lama tak pernah ia tempati, dan ia pun merasa bingung kenapa ia hanya mengenakan celana boxer saja kala itu.
Seketika wanita yang tertidur di samping rey pun terbangun, wajah nya yang masih tertutupi dengan rambut panjang berwarna coklat itu akhirnya menampakan dirinya...
Sepontan rey pun makin terkejut, tatkala yang ia lihat saat itu adalah Tyas sahabat kekasihnya.
"Loh , Tyas.... ???" Tanya rey yang masih merasa heran dengan situasi saat itu.
"Kamu ..... kamu ..... Rey? Ucap Tyas seperti terbata-bata
"Apa yang kamu lakukan rey?! Tanya nya lagi..
__ADS_1
Mungkin Tyas pun sama terkejutnya dengan Rey kala itu.
Ia yang hanya mengenakan tanktop dan celana shoot miliknya, ia merasa malu saat itu akhirnya ia merebut kembali selimut putih yang telah rey tarik saat tyas masih tertidur.
"Maaf Tyas aku juga bingung, kenapa aku tertidur disini.." Jawab Rey yang masih merasa bingung saat itu
"Rey, jangan-jangan kamu ....." Tyas seperti tidak mau melanjutkan omongannya
Tyas nampak bersedih, ia menangis tersedu-sedu, ia membayangkan bagaimana perasaan rara sahabatnya saat ini jika dia tau apa yang telah ia lakukan bersama kekasihnya.
Padahal ia tak ingat sama sekali dengan kejadian malam itu, ia hanya ingat bahwa malam itu ia mengantarkan rey ke apartemen miliknya.
setelah itu entah apa yang terjadi, ingatan Tyas pun kabur ...
"Tyas maaf kan aku, sumpah aku tak ingat sama sekali, mungkin aku terlalu mabuk malam itu" Ucap rey
"Rey, lupakan lah kejadian ini, aku tak mau rara sampai tau, aku sudah menyakiti sahabat ku, aku tak pantas menjadi sahabatnya lagi" Ujar Tyas yang masih saja menangis
"Baiklah, aku mohon kamu bisa menjaga rahasia ini .. ! Aku sangat mencintai rara, tolong jangan sampai rara tau !! Pinta rey pada Tyas
"Tenang saja rey, aku akan menjaga rahasia ini !" Jawab tyas masih dengan perasaan nya yang tak karuan
Tyas pun langsung mengenakan pakaiannya, dan ia pun langsung berlari keluar pulang dari apartemen rey.
Ia sangat bingung, pikiran tyas kacau kala itu, ia benar-benar tak ingat sama sekali. "Entah apa yang terjadi malam itu, kenapa aku tak bisa mengingatnya sama sekali..!! dasar bodoh ... !! kamu benar-benar bodoh Tyas..!"" Ujar tyas sambil mengutuk dirinya sendiri.
Begitupun dengan rey, ia yang terlihat bingung nampak seperti orang kebingungan, ia mencoba mengingat-ingat tentang kejadian semalam.
Rupanya rey pun sama tak ingat sama sekali.
7 JAM YANG LALU SEBELUM KEJADIAN !!
Saat itu Tyas baru saja putus dengan pacarnya, nampaknya situasi tyas sangat kacau ia bingung hendak menceritakan kisah cintanya pada siapa,
Karena sepertinya tyas tak pernah jujur pada kedua sahabatnya itu.
Ia sangat sedih dan frustasi, saat tyas tau bahwa keperawananya telah di renggut oleh Rio kekasihnya itu, tak lama kemudian Rio pun mencampakannya, hingga tyas kecewa dan memilih pergi ke tempat seperti itu seorang diri.
POV TYAS
Nama ku Tyas Lestari usia ku 25 tahun, kami bertiga se umuran, namun rupanya aku lahir paling akhir diantara kedua sahabatku tepatnya aku lahir di bulan Desember sehingga mereka selalu menganggapku si bungsu.
Aku yang selalu manja pada orangtua ku, bahkan pada sahabat-sahabatku. Bagi ku Rara dan Meyla adalah kaka yang baik untuk ku, aku merasa beruntung mengenal mereka, mereka selalu memberi ku nasehat-nasehat yang baik.
Dua tahun lalu aku merasa berada di ujung tombak, saat orang tua ku akan bercerai aku merasa hidupku tak ada artinya lagi, ayah dan ibu ku yang aku lihat selalu harmonis kala itu sikap mereka menjasi berubah bahkan setiap hari mereka selalu bertengkar di depan ku.
Beruntung nya kedua kaka ku tidak tinggal serumah dengan kami, sehingga mereka tak pernah melihat kehancuran yang nampak di keluarga ini.
Saat itu hati ku sangat hancur, ketika harus mendengar orang tua ku akan bercerai, ayah ku yang merupakan seorang kontraktor sukses, sepertinya telah di butakan oleh duniawi, ayahku bukan sekedar hoby main wanita, bahkan ternyata ayah ku memiliki istri siri sehingga itulah yang menyebabkan ibu ku marah dan tidak terima untuk di madu.
Aku sudah tak kuat melihat pertengkaran mereka setiap hari, seketika aku mencoba kabur dari rumah karena sudah tak tahan dengan sikap mereka yang menjadi pemarah kepada ku.
kala itu saat aku berjalan kaki dan hendak menyebrangi jalan, aku tak melihat ada mobil yang melintas kencang di hadapanku sehingga aku tertabrak dan terpental ke aspal, beruntungnya aku masih selamat.
Saat itu Rara dan Meyla yang masih belum sama-sama kenal sedang berada di sekitar kejadian itu, sehingga mereka mencoba membantu ku dan membawa ku ke rumah sakit, di sanahlah awal pertemuan kami dan hingga kini kami menjadi sahabat baik.
Aku tak pernah membayangkan hidupku akan hancur dua kali seperti ini, pertama saat aku harus mendengar kabar perceraian dari orangtua ku, dan yang ke dua aku harus menyerahkan keperawanan ku kepada orang berengsek seperti Rio.
Sepertinya Rara dan Meyla tak pernah tau aku sudah memiliki kekasih saat itu, aku selalu diam-diam pada mereka, aku malu jikalau nanti suatu saat hubungan ku tak bisa bertahan lama dengannya, sehingga aku memutuskan untuk mengenalkan rio pada kedua sahabat ku kelak saat usia hubungan kami tepat 1 tahun.
Namun rupanya rio si brengsek itu hanya ingin memanfaatkan ke polosan ku, ia hanya ingin menikmati tubuhku dan mencampakan ku, bodohnya aku yang terlalu mempercayainya bahkan hubungan kami belum terlalu lama baru berjalan 6 bulan tapi aku sudah memberikan kegadisanku padanya.
Kembali ke kejadian di tempat hiburan malam itu ...... !!!
__ADS_1
Kala itu Tyas melihat sosok Reyhan pacar sahabatnya yang sedang duduk sambil menikmati minuman seorang diri, ia melihat raut wajah rey yang tak seperti biasanya ia jumpai.
Ia selalu bertemu dengan rey saat di kantor, kebetulan rey rajin sekali mendatangi rara hanya untuk bisa makan siang bersama, terkadang meyla dan tyas ikut bergabung dengan keduanya, mereka tampak cukup akrab walau tak pernah mengobrol berdua sekali pun.
Rupanya rey yang baik dan humbel membuat meyla dan tyas merasa tak ragu untuk ikut berbincang dengannya.
Tyas yang duduk seorang diri kala itu (di tempat hiburan malam) terkadang ia mencoba melirik-lirik rey yang tampak duduk di depannya, ia takut rey pacar sahabatnya kedapatan berselingkuh.
Sudah 30 menit sudah tyas memata-matainya rupanya tak ada wanita lain yang duduk dengannya, rey hanya duduk seorang diri.
Tak lama kemudian tyas melihat rey terjatuh tak sadarkan diri, ternyat Rey sangat mabuk kala itu sehingga mau tidak mau tyas menghampiri rey dan mencoba membantu nya.
"Rey, rey..." Ucap tyas yang mencoba membantu rey berdiri
Rey yang masih mabuk setengah sadar kala itu menjawab ..
" Hayy Tyas...." Ucapnya seraya mencoba membukakan mata sambil melambaikan tangannya
"Rey kamu gk apa-apa?" Tanya tyas lagi
Rey hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, menandakan bahwa dirinya baik-baik saja.
Tyas yang merasa khawatir dan kasihan pada pacar sahabatnya itu, membuat ia memberanikan diri untuk mengantarnya pulang takut-takut terjadi apa-apa pada rey saat itu.
"Rey rumah mu dmn?!" Tanya Tyas
"Biar aku antarkan kamu ke rumahmu, soalnya kamu mabuk berat" imbuh tyas
"Rey hanya menjawab apartemen ××××××××" tak lama kemudian ia pingsan kembali
Tyas tadinya ingin sekali menelfon rara guna untuk memberi tahu keadaan rey saat itu, tapi ia hentikan takutnya rara salah faham padanya, dan ia tak ingin membuat rara dan rey malah jadi bertengkar jikalau ia mengadu padanya.
Akhirnya ia memberanikan diri mengantar rey seorang diri.
Tak lama kemudian Tyas sampai di apartemen milik rey, tyas yang sedang buru-buru mencoba membantu rey untuk berdiri sehingga mau tidak mau ia meminta penjaga keamanan untuk memarkirkan mobil rey kala itu.
"Rey kamar mu nomor berapa?! Tanya tyas
"No 217" Jawab Rey singkat
Tyas yang masih kewalahan membantu rey untuk berdiri akhirnya sampai di kamar rey saat itu.
Ruangan itu tampak sangat mewah.
"Pantas sekali, rey kan orang kaya" ucap tyas yang masih terkesima dengan suasana di apartemen rey
Tyas pun membawa rey ke kamarnya, dan mencoba meletakanya ke ranjang, tyas yang merasa lelah nampaknya ia yang sedari tadi merasa haus dan ia pun mencoba mencari minuman di dalam kulkas apartemen rey.
"Lumayan lah buat ngilangin rasa haus, lagian capek banget, mana jauh lagi" ujar tyas dalam hati
di raihnya minuman dingin berwarna hitam itu, sesekali ia teguk sedikit demi sedikit, akhirnya minuman itu pun habis, tyas yang mengira minuman itu adalah minuman c**a-c*l* namun ternyata bukan, rupanya itu minuman beralko**ol milik teman rey.
Rey memang selalu mengadakan kumpul-kumpul bersama teman-temanya di apartemen miliknya, mungkin saat itu teman rey lupa membuang minuman miliknya, hingga tyas yang merasa haus pun tak sengaja meminumnya.
Kini tyas pun di buat mabuk karena meminum minuman itu, ia pun mencoba berjalan pergi ke kamar rey, tadi nya hendak membawa tas yang tertinggal di dalam kamar itu, namun siapa sangka tyas terjatuh di lantai kamar rey sehingga membuatnya tak sadar kan diri.
Masih penasaran kan dengan apa yang terjadi sebenarnya antara Rey dan Tyas ???
.
.
yuk baca bab selanjut nya !!
__ADS_1
Jangan lupa like & coment yaa !! biar autor makin semangat buat nulis ceritanya ..
#Gumawo 👐👐