
Saat semua sedang asyik sepertinya cuman rara yang merasa tidak nyaman, mau enjoy gmn coba baru juga di tinggal sahabat nya sebentar untuk bersenang-senang para pria mata keranjang mulai datang mencoba menggoda nya kembali.
Padahal rara baru saja merasa nyaman, ia mencoba hal-hal baru yang belum pernah ia lakukan sebelumnya, sesekali ia menyanyi mengikuti irama lagu yang terdengar keras di ruangan itu, sesekali ia pun meneguk minuman mahal namun bisa memabukan itu lah hal baru pertama kali ia cicipi.
"Risi banget sih!!" Ujar rara dalam hati kecil nya ketika merasa lelah yang sedari tadi mencoba bersikap ramah pada laki-laki buaya.
"Awas jangan sampai mabuk ya ra, coba dikit aja gak masalah kok..!" Ucap rara masih pada hati kecilnya
Tak lama kemudian, rara yang sedang meneguk minuman itu terganggu dengan adanya suara laki-laki yang mencoba menyapa nya.
"Hayy boleh duduk disini?" Sapa Reyhan pada rara
Pov Reyhan
Aku adalah Reyhan natakusuma, mereka memanggil ku Rey, kadang teman-teman ku selalu memanggil ku si bos, usia ku kini 28 tahun aku merupakan seorang pengusaha muda yang terbilang cukup sukses untuk seusia ku.
Ayah ku merupakan seorang politkus terkenal, namun jalan hidup ku tak mau sama seperti ayahku.
Nyatanya menjadi publik figur tak seindah kelihatanya, kadang setiap gerak gerik kita selalu di awasi oleh semua mata.
Aku menjadi risi dengan keadaan itu, sehingga aku lebih memilih membangun usahaku sendiri dari nol, hingga saat ini hasil jeri payah ku di akui oleh berbagai penjuru dunia.
Kebetulan aku adalah pengusaha pakaian yang cukup fashionable, pelanggan ku bukan hanya dari kalangan biasa, bahkan artis di luar negri pun sudah menjadi langganan pakaian ku.
Kata orang wajahku tak kalah tampan dari artis-artis korea di negeri gingseng sanah, kulit ku yang putih, rambut lurus klimis menjulang keatas membuat penampilan ku tampak sempurna dan bahkan selalu memukau para kaum hawa.
Tapi entah kenapa, aku masih belum menemukan wanita idaman ku yang pas dengan hati ku, walau aku sering bergonta ganti pasangan namun hubungan ku selalu tampak hambar bagiku.
Seketika aku melihat di depan meja ku ada wanita cantik, sexy, dan anggun duduk seorang diri seolah-olah membuat jantung ku berdegup kencang, sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama.
Rasanya baru pertama kali aku merasa seperti ini, biasanya para wanita yang selalu menggoda ku duluan. Namun berbeda dengan hal ini.
Aku mencoba ingin mendekatinya, tatkala kaki ku melangkah membuat jantung ku semakin berdegup kencang.
__ADS_1
"Wahay bidadari, siapakah gerangan itu?!" Seketika suara hati Rey berbicara sendiri mewakili apa yang ingin dia sampaikan sedari tadi.
"Hayy boleh duduk disini?" Sapa Reyhan memberanikan diri pada rara sepertinya ia merasa gugup kala itu namun mencoba menutupinya.
Rara yang dari tadi sedang melamun, dan kesal karena merasa tak nyaman banyak yang menganggu nya, tiba-tiba bersikap ramah pada Reyhan.
"Hay juga ... " Jawab rara, sambil malu-malu
POV Rara
Aku rara, saat usia ku 17 tahun aku baru pertama kali naksir seorang pria dan itu pun aku tak tau hanya sekedar nama singkat nya saja aku mendengar seklias namanya dari orang-orang sepertinya namanya jun.
aku pun tak tau lebih jelas nama lengkapnya siapa.
seperti apa dia, aku hanya ingat wajah dan kepribadian nya yang baik hati pada semua orang.
Aku menyukai seorang pria saat itu, mungkin kami terpaut usia 2 tahun.
Mana aku tau benar atau salah, itu hanya dugaanku saja.
Jun hanya pernah menyapa ku 2 kali, itu pun saat aku hendak menolong nenek-nenek yang terjatuh di dekat rumah ku, tiba-tiba muncul sosok jun yang mencoba membantu ku menolong sang nenek.
Aku hanya mengucapkan rasa terimakasih ku padanya, dan ia pun hanya membalas ucapanku, tak lama ia pergi sambil mengantarkan si nenek itu pulang itulah pertemuan pertama ku dengan jun.
Andai saja saat itu aku meminta no hp jun mungkin saja kami masih bisa berhubungan baik layak nya teman, atau sahabat bahkan bisa lebih dari pada itu.
Hehe .. (harapan rara tentu nya) !! Jika saja aku memberanikan diri mengajak jun berbicara.
Mungkin kalau saat ini kami di pertemukan kembali aku takan mudah mengenalnya karena kami hanya beberapa kali berpas-pasan bertemu, itu pun tak sengaja.
Saat aku hendak lari pagi di kompleks ku, aku melihat sosok jun sedang membantu petugas kebersihan di komplek itu dia terlihat sangat tampan mendorong gerobak sampah, aku lihat keringat nya yang mulai bercucuran semakin menampakan ketampananya kala itu.
Aku sempat bertanya pada si mbak yang bantu-bantu di rumah ku perihal jun, namun ia tak tau siap itu jun, begitu pun mang Asep tukang kebun ku, padahal beliau itu orang nya sangat humbel dan tampak dekat dengan warga kompleks sekitar tapi beliau tak tau siapa itu jun.
__ADS_1
Sampai saat ini aku masih penasaran siapa jun itu ?!!
Rara dari semenjak remaja bahkan saat ini tak pernah sekali pun menjalin hubungan dengan pria, pria yang ia kenal hanya alm ayahnya, paman, supir keluarganya, dan tukang kebun di rumah nya..
Padahal semenjak sekolah banyak sekali teman-teman pria yang ingin berkenalan dengan nya, mereka bahkan memilih untuk mundur karena tak tahan dengan sikap rara yang selalu dingin.
Kembali ke pertemuan Rara dan Reyhan saat ini !!
"Boleh silahkan !!" Rara mempersilahkan pria tampan itu duduk di sebelah kursinya
"Aku Reyhan , panggil Rey aja biar lebih akrab !!" Rey memulai perkenalan singkat pada rara, sambil menyodorkan tangan kanan nya untuk berjabatan tangan pada rara
"Aku rara, panggil aja rara.." Jawab rara lumayan agak singkat sambil menyalami tangan reyhan tanda mereka sudah mulai berkenalan
"Baiklah, nyonya rara, kalau saya perhatikan anda dari tadi kok sendirian saja, emang kemana pacarnya ?!" Tanya Rey pada rara
"Pacar nya ke laut mas, gak ada" Jawab rara masih dengan gaya ketus nya namun bisa di bilang mending an sih dibanding saat ia diajak ngobrol oleh pria lain, kadang gk pernah jawab bahkan rara main kabur aja tanpa sepatah kata..
"Masa sih mbak ? Mbanya cantik gini gkada cowok yang mau sama mbak?!" Tanya Rey yang masih penasaran dengan jawaban rara
"Apaan sih, bisa aja si mas nya, jangan mbak dong, kesanya udah kaya embak-embak aja !!" Jawab rara
"Iya deh Nona rara, jangan panggil aku mas juga dong, kesanya kaya yang lagi jualan baso aja !!
Usul rey pada rara
"panggil rey aja yaa..!!" Pinta rey
"Baiklah mas Rey, eh pak rey, eh Rey mksudnya" jawab rara seperti merasa kebingungan
"Kamu lucu banget sih ra.." Puji rey yang merasa gemash dengan tingkah rara
Seketika mereka tertawa berasama mendengar ucapan rara yang cukup lucu di dengar
__ADS_1
"HAHAHAHAHA....."
Perkenalan singkat pun akhirnya berhasil bagi mereka, yang awalnya rara bersikap jutek, kadang dia menjawab dengan ketus, bahkan kini mereka sudah tukeran no Handphone kayanya awal yang bagus bagi rara yang mencoba untuk membuka hati untuk Reyhan.