Aku Diantara Tiga Pria Tampan

Aku Diantara Tiga Pria Tampan
TYAS PINDAH KARENA PAK DODY


__ADS_3

Malam itu aku sangat bingung setelah kejadian tak terduga menimpa ku, pikiran ku sangat kacau, hati ku sangat sedih, aku merasa saat ini benar-benar inilah titik ter-rendah ku dalam hidup.


Aku kehilangan tempat tinggal walau itu hanya kontrakan namun itu sangat berharga bagi ku, karena di dalam rumah itu banyak barang-barang berharga ku di sanah hingga tak ku sangka semuanya lenyap terbakar api.


Pagi itu fikiran ku sedang kacau di tambah lagi aku bingung dengan keadaan perut ku yang semakin hari semakin membesar, aku takut tetangga ku tahu bahwa aku sedang hamil saat ini.


Tiap hari aku selalu mencoba menghubungi rio, namun sepertinya no telfon yang biasa ia gunakan sudah tak di pakai lagi, aku amat sangat bingung harus menghubungi rio kemana lagi ..


Sampai aku lupa mematikan kompor saat itu, hingga terjadilah kebakaran.


Beruntunglah aku masih memiliki tetangga yang sangat baik mau menampung ku, kalau saja bu tuti saat itu tak mengizinkan ku untuk tinggal sementara di rumahnya sepertinya aku tak tahu apa yang akan terjadi pada hidupku.


Hingga akhirnya malam itu aku tidur di kediaman beliau, namun aku sangat risih melihat sikap pak dody suami bu tuti, ia yang sehari-harinya hanya seorang pengangguran tapi kelakuannya sangat membuat para tetangga jengkel melihat tingkahnya.


Sikap pak dody sangat jauh sekali dengan istrinya yang baik kepada siapa pun, pak dody adalah tipe pria yang tak bisa melihat wanita cantik di depan matanya alias mata keranjang, setiap ada wanita cantik yang melewat di depan matanya selalu ia goda.


Beruntungnya bu tuti masih baik padanya hingga kini mereka belum saja di karuniai seorang anak namun bu tuti masih setia pada suami nya itu, aku fikir pak dody hanya bercanda saat ia menggoda wanita namun sepertinya ia sangat serius sampai-sampai aku takut menatap mata nya.


Malam pertama saat aku menumpang di rumah bu tuti kesan pertama saat melihatnya aku sangat risih dan merasa takut sikap nya sangat tak sopan pada ku, aku fikir malam itu ia akan jera dan tak akan menggangu ku lagi namun saat malam kedua aku disanah aku semakin ketakutan melihat sifat asli pak dody saat itu.


Aku sangat terkejut dan tak menyangka ia akan masuk kedalam kamar ku, jika saja aku tak segera bangun mungkin entah apa yang akan terjadi pada ku aku takut sekali untuk tinggal disanah lagi hingga malam itu aku memutuskan untuk segera pergi dari rumah bu tuti.

__ADS_1


Keesokan paginya ..


"Bu tyas pamit yaa, terimakasih banyak dua hari ini sudah membantu dan mengizinkan tyas tinggal disini .. " ucap ku pada bu tuti


"Sama-sama nak tyas ibu ikhlas kok, padahal ibu berharap nak tyas bisa tinggal di sini lebih lama sama ibu, biar ibu ada temen .. hehe !! Jawab bu tuti


"Gak apa-apa bu tyas gak enak ngerepotin ibu terus, nanti insyaallah kapan-kapan tyas mampir kesini yaa, boleh kan bu .. ??" Tanya ku pada bu tuti


Sejujurnya aku sangat tak tega melihat raut wajah bu tuti saat itu, ia tampak sedih mungkin karena ia merasa aku bisa menjadi teman sekaligus anak baginya karena selama ini bu tuti sangat kesepian.


Taklama kemudian aku pun pamit pada bu tuti, aku yang awal nya tak membawa apa-apa bahkan tas pun aku tak punya, bu tuti memberikan tas dan baju milik nya untuk aku bawa.


"Bu tyas pamit yaa, assalamu'alaikum .." ucap ku sambil mencium tangan kanan bu tuti


Seketika hati ku terenyuh aku merasakan sosok ibu ku seperti ada pada dirinya, jujur saja jika bukan karena sikap pak dody yang kurang ajar mungkin aku mau tinggal di rumahnya, karena aku merasa sudah nyaman dan bu tuti pun sangat baik padaku.


Aku pun pamit dari rumah itu, arka yang sudah lama menunggu ku mengantarkan ku menuju kontrakan baru aku saat ini.


Kini aku sudah berada di kontrakan baru ku jaraknya lumayan dekat dengan rumah bu tuti lumayan lah 15 menit bisa aku tempuh jika menggunakan kendaraan umum.


Arka begitu baik nya padaku sampai-sampai aku begitu terkejut saat aku masuk sudah ada perabotan baru di dalam rumah itu ..

__ADS_1


"Loh ka kok udah ada barang-barang nya sih .. ??" Tanyaku penasaran


"Tadi aku bawa dari rumah lumayan masih bisa di gunakan buat kamu yas " jawab nya


Aku tahu itu bukan barang bekas, dilihatnya saja masih ada plastik yang menempel di kasur itu, bahkan di beberapa barang lainnya juga sama.


"Yang bener nih ka?? Kok bekas tapi masih ada plastiknya sih ..?? Tanyaku lagi


"Iya serius yas, masa aku bohong sih .. ??" Ucapnya seperti membenarkan perkataanya


"Nanti kalau aku udah ada uang insyaallah aku ganti semua barang pemberian dari kamu ka.."


Aku begitu bersyukur bisa kenal dengan arka, walau kami hanya baru bertemu tiga kali dan komunikasi pun tak pernah lama rupanya arka sangat perhatian padaku.


"Santai aja yas, kaya ke siapa aja sih, kalu kamu butuh apa-apa jangan sungkan hubungin aku .." jawab arka


Malam ini adalam malam pertama ku tinggal di kontrakan baru ku, lumayan lah kontrakan baru ku tampaknya lebih luas dua kali lipat dan bersih dibanding kontrakanku yang dulu.


Aku pun tak perlu membayar sewa karena arka sudah membayar biyaya sewanya untuk ku, lumayanlah untuk 1 tahun.


Sebenarnya aku tak enak pada arka karena ia sangat baik padaku, tadinya aku akan membayar semua pengeluaran yang arka keluarkan untuk ku, namun ia menolaknya.

__ADS_1


Aku begitu bersyukur pada allah dibalik semua kesulitan ku selama ini masih ada orang-orang yang baik pada ku seperti bu tuti dan arka yang ikhlas menolong ku.


__ADS_2