
"GUBRAKKKK....."
Suara orang terjatuh !!
"Aduuhhh ....." Suara rara tampak kesakitan yang sedari tadi masih memegang kepala yang terbentur ke lantai
"Mba gak apa-apa?!" Tanya seorang pemuda tampan
"Ra loe gak apa-apa?" Tanya Meyla yang merasa cemas ketika lihat sahabatnya terjatuh di lantai
"Dasar rara, bukan rara namanya kalau jalan gk pernah lihat-lihat.." Celoteh Tyas
"Maaf yaa mas ganteng, temen ku udah main tabrak-tabrak aja si mas nya!!" Ujar Tyas pada sosok pemuda tampan tadi.
Dialah Ardjuna teman-temannya selalu memanggil dia Jun,
Jun merupakan sosok pria yang tampan, berkulit putih, bertubuh kekar, rambutnya yang lurus bak artis-artis korea di luar sanah apa lagi di tambah dengan bentuk badan yang seperti roti sobek terbelah-belah.
Ngebayangin nya aja udh bikin autor ngiler nih ..
Hehee....
"It's okey tak apa!!" Jawab jun dengan enteng nya sambil nyelonong keluar dari lift
Setelah jun keluar lift barulah Sahabat sejoli bagaikan ban beca itu bergantian memarahi rara.
"Yaampun ra, loe itu ya udah cantik, pinter, jutek, di tambah oon banget deh gak liat apa tadi cowok ganteng nyapa loe ?!!"
Helloo...dimana sih otak loe raa? Ucap Tyas yang sedari tadi masih kesal dengan sikap rara yang selalu acuh pada orang.
"Yaudah sih lah, bukan rara namanya kalo dia tiba-tiba jadi ramah, baik sama semua orang yas !!
Apa kata dunia nanti?!" Ejek Meyla pada rara
__ADS_1
"Udah deh gue malu tau, kalian aja yang gk tau gimana rasa nya jatuh di depan orang yang belum loe kenal, mau di taro dmn muka gue?! Jawab rara yang masih kesal akibat insiden jatuh tadi
"Udah deh mending kalian masuk kerja sanah, enyah dari hadapan gue skrg juga !!" Usir rara dengan kedua tangan nya yang seolah-olah hendak mengusir dengan kejam pada sahabatnya
"Baik lah tuan putri yang sangat dingin, jangan lupa tungguin gue di loby jam pulang soalnya gue mau nebeng sama tuan putri!" Rayu Tyas pada rara sambil mencoba merayu rara dengan merangkul tangan kanan nya
"Jangan sampai telat turun ke loby!! Telat sedetik gue tinggal yaa !!" Ancam rara
"Buset deh sadis banget tuan putri!" Jawab Meyla yang berusaha tidak ingin terlihat mengejek rara tapi secara tidak langsung ujung-ujungnya ketahuan juga kalo doi ngejek rara
Tak lama kemudian mereka akhirnya pergi juga ke meja kerja mereka masing-masing, hingga jam pulang kerja pun tiba.
RAYU TYAS !!!
Tepat pukul 17.00 sore tiga sejoli akhirnya kumpul di loby, mereka hendak pulang ke rumah dengan meminta tebengan gratis pada rara.
"Raa besok kan malam minggu, gmn kalau kita clubing yuk kali-kali !!" Ajak Tyas pada rara
"Apaan ogah bgt deh gue.." jawab rara enteng tanpa mikir panjang
Meyla yang duduk di kursi belakang dari tadi masih sibuk saja memainkan handphone nya tak menggubris sepatah kata.
"Ra temenin gue dong yaa, sebenernya gue mau ketemuan sama temen SMA gue, cuman gue mau ajak kalian berdua karena jujur aja gue belum pernah dtg ke tempat22 kaya gitu!" Ucap Tyas sambil memperlihatkan wajah so lugunya pada rara
Tiba tiba Meyla yang dari tadi asyik dengan Handphone nya tertawa terbahak-bahak
"HAHAHAA gilaa bgt loe yas, katanya anak gaul tapi clubing aja belum pernah gmn sih ?!" Ejek Meyla pada Tyas
Seketika wajah Tyas berubah menjadi cemberut !!
"Apaan sih, kaya loe yang udah pernah aja sih Mey?!" Tanya Tyas, yang penasaran
"Yeaelah gue gitu loh, mana mungkin gue pernah ke tempat kaya gituan.." Jawab Meyla sambil tertawa
__ADS_1
Maklum lah sebenarnya mereka adalah para gadis yang polos, hanya tau cara nya bersenang-senang seperti anak muda pada umumnya.
Saat waktu luang mereka hanya keluar sekedar nongkrong, nonton bioskop, jalan-jalan, shopping itu pun mereka lakukan selalu bertiga.
Sebenarnya Meyla sudah memiliki kekasih, namun kadang dia selalu setia menemani kedua sahabatnya yang masih jomblo, ia lebih memilih bersama mereka.
POV Meyla
Namaku Meyla Putri usia ku 25 tahun tepat nya aku lebih tua dari rara, karena aku lahir 3 bulan lebih awal di banding rara.
Aku Anak pertama dari tiga bersaudara, hingga kini aku menjadi tulang punggung keluarga ku.
Maklum lah aku bukan di besarkan dari keluarga kaya seperti rara, tapi aku sangat bersyukur aku tidak pernah sekali kekurangan kasih sayang kedua orang tua ku.
Ayah ku yang hanya seorang Karyawan swasta kini sudah pensiun membuat ku tak tega melihat ia harus bekerja kembali, ibu ku yang keseharianya hanya menjadi ibu rumah tangga cukuplah aku saja yang bekerja toh gaji ku lumayan cukup untuk membiyayai keluarga ku.
Meyla yang memiliki paras yang tak kalah cantik dari rara dan memiliki kepribadian yang baik, membuat nya mudah untuk mencari pacar.
Namun ia kadang lebih mementingkan persahabatan di banding pacarnya.
Terkadang ia selalu berselisih faham dengan pacarnya, tapi ia selalu bersikap lebih dewasa dari mereka berdua hingga akhirnya selalu berujung damai dengan pacarnya.
"Yaudah kali ini aja yaa gue temenin loe, lain kali jgn harap minta temenin ke tempat yg aneh-aneh !!" Pinta Rara pada Tyas
Maklum lah di balik sikap cuek nya ternyata rara masih menunjukan sikap polos dan baik hatinya seperti rara kecil dulu.
"Baiklah tuan putri ku sayang, terimakasih banyak..." jawab Tyas sambil mencoba mencium pipi rara yang sedang fokus menyetir
"Iiihhh apaan sih yas geli tau..." Ujar rara yang sambil sibuk membersihkan noda lipstik di pipinya
Tak lama setelah itu Tyas turun dari mobil, kebetulan jarak kantor dan rumah Tyas tak cukup jauh mungkin cuman butuh 10 menit jika menggunakan mobil.
"Ra loe yang bener sih? Loe serius mau ikut sama Tyas? Tanya Meyla yang masih heran dengan sikap rara seolah-olah masih tak percaya apa yang rara ucapkan pada Tyas
__ADS_1
"Yes, lagian kasian Tyas gue gk tega kalo dia harus sendiri gkda tmn, gue takut dia knp-knp tar." Jawab rara
Itulah rara secuek-cuek nya dia sama orang rara gk pernah tega kalo liat kedua sahabatnya kesulitan, maklum lah mungkin bagi rara mereka sudah bagaikan keluarga kedua untuknya.