
Hari Sabtu pun tiba, Meyla yang awalnya
enggan untuk ikut nemenin Tyas pada akhirnya dia mau juga ikut.
Walaupun ia harus ribut dulu sama pacarnya, karena wajar saja cuman Meyla yang punya kekasih, jadi mau tidak mau dia harus ijin dulu pada sang kekasih.
Rara yang biasanya tampil cuek kalo pergi hangout, dia yang biasa pergi dengan celana jeans sobek-sobek, baju kaos dan rambut yang selalu menjulang tinggi di ikat keatas kini menjadi sosok rara yang berbeda.
"Wow gilaaaa sadisss banget loe ra... cantik super cantik bagaikan bidadari yang turun dari kayangan..!!" Ujar Tyas yang masih terkesima melihat penampilan rara yang berubah 180° itu.
"Daeebaaakk, luar biasa" sambung Meyla yang ikut-ikutan memuji paras rara yang cantik
sebenarnya sih rara udah biasa banyak yang bilang kalo dia itu cantik, bahkan ketika rara gak pake makeup pun masih keliatan cantik wajar saja banyak pria yang tergoda akan kecantikan rara.
"Apaan sih kalian lebayy banget deh!!!" Jawab rara yang masih sibuk membenarkan sepatu heels merek ch***l nya itu yang harganya bisa di bilang lumayan fantastis.
Malam itu rara tampil sempurna dengan gaun hitam yang ia kenakan tampak terlihat sexy namun masih memancarkan keanggun nya.
rambut hitam terurai panjang dengan sedikit curly-curly yang membuat rara tampak sangat cantik saat itu, bahkan ada tas jingjing yang mungil tampak mengkilat dihiasi dengan diamond-diamond yang indah, belum lagi perhiasan yang dia pakai bukan main harganya bahkan sepasang anting nya saja harganya 100jtaan sungguh penampilan rara sangat menakjubkan.
Pantas saja kedua sahabatnya tampak terkejut dengan penampilan yang tak biasa rara.
Saat itu sudah pukul 20.00 mereka bergegas untuk pergi, namun sepertinya mobil yang biasa rara gunakan ada sedikit masalah sehingga rara mengganti mobilnya menggunakan mobil merek lamb****i saat itu.
"Gilaa raa gue baru tau kalo loe punya mobil kaya gini " ucap Meyla yang masih syok
"Ya mau gimana lagi, sebenarnya gue males bgt pke mobil kaya gini, gue gk mau keliatan sombong sama orang, yaa walaupun emang gue jutek tapi gue masih mikir-mikir buat pamer kekayaan" Jawab rara dengan entengnya
"Inilah yang gue suka dari loe ra, loe kaya, loe punya perusahaan sendiri, rumah loe mewah di tempatin sendirian pula, mobil banyak, tapi loe tetep rendah hati, baik yaa kadang loe emang banyak nya nyebelin sih.." Sambung Tyas yang masih sibuk dengan makeup nya.
"Yeehh apa yang harus gue sombongin dong? Toh semua ini hanya titipan, siapa tau tuhan bawa lagi titipanya, seperti saat bawa orang tua gue" Ucap rara seperti sedang mengutarakan isi hatinya saat itu.
__ADS_1
Tyas yang merasa tak enak mendengar ucapan rara, seolah-olah merasa berdosa telah menyinggung kehidupan pribadi rara sepontan langsung nyeletuk aja ..
"Pokok nya loe is the best lah ra, cuman loe yang gue punya"!! Puji Tyas pada sahabatnya
Hahaha ...
Mereka pun akhirnya tertawa bersama di dalam mobil itu.
Tak lama kemudian mereka akhirnya sampai di club malam, tempat akan diadakanya reuni tyas bersama teman-teman SMA nya.
Rara memarkirkan mobil mewahnya saat itu namun ketika rara hendak mundur ia tak sengaja menabrak bamper mobil yang berada tepat di belakang mobil rara.
"Astagfirullah .. !!" Rara masih terkejut dengan kejadian tak sengaja itu
Seketika ke tiga serangkai itu turun dari mobil yang mereka naiki, dan melihat-lihat keadaan di tempat parkir tersebut.
Rupanya sepi tak ada siapa-siapa kala itu, walaupun tampak halaman parkiran penuh dengan mobil-mobil yang sedang terparkir rapih namun nyatanya cuman ada mereka bertiga saat itu.
"Yaudah gini aja ra, loe taro aja no handphone loe biar yang punya mobil ini nghubungin loe buat biaya ganti rugi, kalo-kalo doi nutut loe kan seenggak nya loe udh beritikad baik, kalo harus nunggu yang punya dateng bisa-bisa nanti gue telat ketemuan nih.." Ucap Tyas pada rara sambil memberikan ide cemerlangnya
"Bener banget yas, udah loe tulis aja nih no hp loe kebetulan gue bawa pulpen sama kertas.." imbuh Meyla pada rara sambil menyodorkan secarik kertas yang ada di dalam tas nya.
"Gilee loe bawa buku mau kemana nih? Udah kaya rentenir aja.." Ujar Tyas menyindir Meyla
Tanpa berfikir panjang rara langsung membawa kertas itu dan langsung menuliskan no Handphone nya lalu menaro nya di selipan kaca mobil tersebut.
"Saya rara mohon maaf atas ketidak sengajaan nya tolong hubungi saya 0852********88 untuk biaya perbaikan mobilnya"
Tulis rara di selembar kertas yang berwarna pink itu.
Dengan suara lembut nya rara mencoba minta maaf pada pemilik mobil itu, di usap nya perlahan-lahan kaca mobil depan nya sambil berbisik
__ADS_1
"maafkan aku, tolong sampaikan pada tuan mu aku akan ganti rugi, secepatnya hubungi aku!" Ucap rara dengan wajah lucu nya
Kedua sahabatnya pun heran dengan sikap polos rara kala itu.
Suara alunan musik sudah terdengar keras, lampu-lampu begitu berwarna dengan corak warna warni yang menghiasi sekeliling ruangan.
Perasaan gugup pun muncul dari seorang rara, dia yang awalnya tampak biasa-biasa saja, dia yang biasa selalu bersikap cuek pada saat itu berubah menjadi wanita yang lugu maklum mungkin baru pertama kalinya dia menginjakan kehidupan malam seperti ini.
"Raa loe okey? Teriak Tyas pada rara, karena suara musik terdengar cukup bising sehingga membuat mereka harus berteriak-teriak untuk bisa ngobrol
"Hahaha okey okey" jawab rara sambil tertawa lepas, yaa mungkin rara merasa beban hidup nya berkurang sedikit kala itu.
"Ra loe tunggu disini yaa, gue mau nyamperin dulu temen-temen gue" Kata Tyas sambil menyuruh rara duduk seorang diri, maklum lah tyas yang sedari tadi sudah tak sabar ketemu dengan teman-teman lama nya seketika meninggal kan rara seorang diri.
Meyla yang sudah di susul oleh pacar nya ketempat itu, mungkin doi takut jika Meyla di ganggu oleh pria lain, jadi mereka sibuk ber pacaran.
Tak lepas mereka tetap mengawasi rara yang duduk seorang diri, mata elang para sahabatnya terus mengawasi rara, karena mereka takut jikalau terjadi apa-apa pada sahabat kesayangannya.
Sesekali ada yang mendekati rara mereka pura-pura berdiri dan menghampiri rara, namun rara seperti nya merasa risih dengan sikap overprotektif kedua sahabatnya itu.
"Yaampun gue baik-baik aja kali, udah santai aja nikamatin aja waktu kalian, gue cuman mau nyoba minum aja disini, tenang aja gue bisa jaga diri kok" ucap rara pada mereka
"Hati-hati yaa, kalo ada apa-apa gue di depan loe, gue awasin loe dari sanah yaa ra .. !" Sambil menunjukan tempat duduk yang ia tempati bersama teman-temannya ujar Tyas pada rara
"Gue dari tadi di pinggir loe ra, cuman gue terlalu asyik pacaran sory yaa"! Imbuh Meyla sambil tertawa geli melihat tingkah lakunya
"Oke fine, gue gak apa-apa kali, silahkan lanjutkan, gue bisa jaga diri kok tenang aja toh gue bukan anak kecil lagi..!" Pinta rara pada sahabatnya
"Baiklah, kalau itu kehendak anda tuan putri.." jawab Tyas sambil melambaikan tangan pada sahabatnya
Akhirnya mereka berdua pun pergi kembali, melanjutkan obrolan nya dengan pasangan mereka masing-masing, Meyla dengan pacarnya dan Tyas dengan teman-teman alumni sekolahnya. Hanya rara yang tampak seorang diri, namun ia tampak menikmatinya.
__ADS_1