
Pagi itu, rara masih berdandan, ia hendak pergi ke kantor..
Saat itu pak hadi, pamannya datang untuk mengunjungi rara seperti biasa, ia berniat untuk sarapan bersama dengannya pagi itu ..
Rara yang sudah rapi, ia pun tak lama turun menyusuri tangga ia melihat sosok pak hadi tengah menunggu nya di meja makan ..
"Loh paman, kok tumben gak kabarin rara dulu ..??" Tanya rara sambil melangkah menuju meja makan
"Iya, paman hari ini lagi buru-buru ada penerbangan ke korea, ada pekerjaan mendadak yang harus paman selesaikan ra .." jawab pak hadi
"Pantesan, biasanya paman suka kabarin rara kalu mau ke sini .." Ujar rara
"Paman berapa lama ke korea ..??" Imbuh rara
"Gak lama kok cuman 1 bulan, kamu jaga diri hati-hati yaa, jangan keluyuran malam-malam, jangan keluar rumah sendirian ..!!" Kata pak hadi sambil mengelus rambut rara saat itu, ia tampak menyayangi keponakan semata wayang nya ..
"Iya, tenang aja paman, rara kan bukan anak kecil lagi, lagian rara udah punya pacar kan sekarang, hehehe .." jawab rara sambil tersipu malu
"Baiklah paman percaya sama kamu, paman tahu kok rey orang yang baik, tapi jangan terlalu percaya sama cowok ,, !! Semua cowok itu sama aja .. !! Hahaha .. " Kata pak hadi memberi nasehat pada rara, dan ia pun tertawa saat itu
"Gak lah rey itu orang nya sangat baik, insyallah rara percaya sama dia .." ucap rara meyakinkan pamannya kala itu
"Iya .. iyaa .. paman percaya .." ucap pak hadi seolah-olah tak mau berdebat dengan keponakannya itu
"Oh .. iya raa, ini paman sudah buat surat kepemilikan perusahaan alm papah mu, paman sudah serahkan semua aset atas nama kamu raa .. semuanya sudah beres tinggal nunggu kamu siap buat jalanin perusahaan .." kata paman
"Rara masih belum siap paman, rara masih harus banyak belajar, jika sudah saatnya nanti rara pasti bantuin paman di perusahaan .." ujar rara
Maklum saja rara itu orangnya sangat mandiri, ia lebih memilih bekerja di perusahaan niko di banding perusahaan miliknya, untungnya pak hadi orang yang sangat baik, sehingga ia selalu menuruti apa pun ke putusan rara.
"Yaudah gimana kamu aja ra, paman tunggu sampai kamu siap, toh paman gak akan selamanya bisa ngurusin perusahaan papah mu, suatu hari kamu yang harus jalanin perusahaan itu.." ucap pak hadi, seraya memberi nasehat pada keponakannya
Pagi itu, rara berangkat dengan pak hadi ke kantor, pak hadi ingin sekali rara ikut naik mobil dengannya, mungkin ia berniat hendak mengantar rara saat itu, dan kebetulan jarak ke kantor rara searah dengan tempat tujuan pak hadi saat itu.
Rara pun sepertinya sudah sampai di kantor tempatnya bekerja, ia bergegas turun dari mobil, namun tak biasanya pak hadi saat itu memegang tangan rara, ia memandangi rara dengan tatapan wajahnya yang tampak sendu kala itu ..
"Ra,, jaga diri yaa hati-hati .. !! Paman gak selamanya bisa jagain kamu .. suatu saat kamu pasti mengerti .." ujarnya
Rara merasa heran, bahwa baru kali ini ia melihat raut wajah pamannya seperti itu, ia pun tak mengerti dengan maksud ucapan pamannya itu.
"Iya paman, tenang aja rara sudah besar kok, rara pasti dengerin nasehat paman, hati22 di jalan yaa kalau sudah sampai kabarin rara yaa .. !!" Pinta rara
Ia pun tak lupa untuk mencium tangan pamannya, tak lama kemudian mobil yang di tumpangi pak hadi sudah tak terlihat lagi..
Rara pun keluar dari mobil, ia berjalan dengan fikiran yang entah kemana ..
Rupanya rara masih ke fikiran dengan ucapan pamannya tadi di mobil..
Rara yang masih melamun, tiba-tiba di kejutkan dengan suara niko saat itu .. !!!
" Pagi Raa ... " sapa niko sambil mencoba mengagetkan rara yang sedang berjalan di depannya
"Eh .. mas niko, saya kira siapa, pagi juga mas .." jawab rara, tampak sekali wajahnya yang cantik di tambah dengan senyuman yang manis saat itu
Saat itu ada yulia yang sedang duduk menunggu hani sahabatnya di lobby perusahaan, ia tak sengaja mendengar obrolan mereka kala itu ..
"Wah ,, gosip baru nih, gila udah berani panggil22 mas nih, bukan bapak lagi di kantor .." gumam yulia
Tak perlu waktu lama saat itu hani pun datang ia menyapa sahabatnya ..
"Hallo yul, sory gue lama tadi macet banget di jalan, habisnya ada yang kecelakaan .." ucap hani sembari memberi informasi pada sahabatnya
"Itu sih info yang gak seberapa han, loe tau gak ada info yang sangat mengejutkan loh .." kata yulia
"Apa ... apa nih ??" Seketika hani mendekatkan wajahnya
"Haha .. loe kepo banget yaa, mau tau apa mau tau banget ..??" Ucap yulia sambil tertawa
"Apaan sih, bikin gue penasaran aja .. " ucap hani yang merasa penasaran
"Loe tau gak, skrg si rara udah berani panggil pak niko dengan sebutan mas loh, mas niko ... mas niko .. haha ... gila kan??" Kata Yulia
"Gue kira gosip apaan, gak heran kan kalo mereka pacaran pasti panggilnya mas, sayang, beb, honey apalah .. masa mau panggil bapak terus, emang loe kira doi bapak nya?? .. hahaha" seketika hani mengejek sahabatnya itu
"Yeehhh ... gue beneran loh, bilang nya gak pacaran si rara tapi panggilnya udah berani manggil mas .. huh .. dasar wanita murahan !!" Kata yulia merasa kesal
"Hahaha ... ada yang cemburu nih ..??!!" Ledek Hani pada sahabatnya
Obrolan mereka pun berhenti saat itu, hani dan yulia bergegas pergi dari lobby karena jam saat itu sudah menunjukan pukul 08.00 waktunya mereka memulai pekerjaan.
Di sisi lain, tampak dua orang masih memata-matai Tyas, sepertinya tyas baru keluar dari klinik ia hanya menatap plastik putih yang berisi resep obat..
Wajahnya tampak sendu, mata bulatnya kini tak terlihat lagi..
__ADS_1
Tyas pun melaju dengan taxi online yang sudah di pesannya, ia kemudian turun hendak membeli kebutuhan sehari-hariinya, saat ia melangkah turun dari mobil itu ia melihat dua orang laki-laki berbadan kekar sedang mengikutinya saat itu ..
"Siapa yang ngikutin gue sih .."?? Gumam tyas
Seketika perasaannya ketakutan
Ia pun berjalan cepat dan berniat menyelinap di pertokoan simpang jalan, namun laki-laki itu masih mengikutinya ..
Tyas yang merasa ketakutan tiba-tiba masuk ke dalam toko grosir saat itu..
Tyas pun kini sedang mencoba bersembunyi di toko itu, ia mencoba memilih-milih barang untuk pura-pura akan dibelinya, namun dua orang laki-laki yang mengikutinya masih saja memperhatikan tyas saat itu ..
Tyas masih merasa ketakutan, ia tak mengerti kenapa orang itu mengikutinya ..
Dan kenapa mereka masih saja belum pergi .. !!
Tak lama kemudian si pemilik toko keluar dari dalam ruko itu, nampak sekali wajahnya yang tampan, kulitnya yang putih, hidung mancung di tambah mata nya yang bulat membuat pesonanya semakin terpancar saat itu..
Pemuda itu tampak menghampiri tyas kala itu ..
Tyas yang masih saja merasa tak nyaman, dan masih mencuri-curi pandang ke luar ruko itu, membuatnya seketika terkejut kala si pemilik menyapanya ..
"Ada yang bisa saya bantu mbak ..??!" Sapa si pemilik itu
Tyas terkejut tatkala mendengar suara seseorang yang ia tak tahu entah dari mana asalnya, ia pun terperontak kaget ..
"Astagfirulllah .. " dan menoleh ke sumber suara itu
"Yaampun ganteng banget kaya oppa oppa korea.." gumam tyas dalam hatinya
"Kenapa mbak...?? Cari apa ?? Barangkali ada yang bisa saya bantu ..??" Tanya si pemuda tampan itu
"Anu ... anu .... mas, saya cari beras 1 karung, telur, mie, .dll ....................." jawab tyas ragu
"Baik mbak, di tunggu yaa.." pinta pemuda itu
"Baik mas .." jawab tyas singkat,
Ia masih saja tak fokus dan matanya masih saja memandang keluar ruko itu, ia mencoba melihat orang yang mengikutinya dengan mengintip di balik tumpukan dus-dus di toko itu ..
"Mbak ada yang bisa saya bantu??" Tanya pemuda itu penasaran dengan sikap tyas
"Gak mas, udah cukup pesanan saya .." jawab tyas yang masih sibuk memperhatikan keadaan diluar
Rupanya si pemuda tampan itu memperhatikan gerak gerik rara yang tampak aneh kala itu, ia tahu bahwa rara seperti yang ke takutan saat itu, ia sangat penasaran dengan sikap rara ..
"Ehhmmmm ... anu .... mas, bisa tolong tengokin keluar gak ?? Soalnya dari tadi saya di ikutin orang yang gak saya kenal.." jawab tyas ragu
"Waahhh ... yang bener mbak?? Pantesan si mbaknya kaya yang ke takutan gitu, memang Ciri-ciri orang nya seperti apa ..??" Tanya Arka si penjaga toko itu
"Ciri-cirinya laki22 dua orang pakai baju hitam mas, terus pakai topi yang satunya dia bawa tas, maaf yaa tolong di lihatin, sekali lagi maaf .. !!" Pinta Tyas
Pemuda itu pun keluar dari tokonya, ia sepertinya hendak melihat keadaan di luar sanah dan mencari sosok laki-laki yang di sebutkan tyas tadi ...
Ia pun mencoba menengok ke kanan dan ke kiri, mencoba mengamati nya, namun tampak nya 2 orang laki-laki itu masih ada menunggu tyas kala itu ..
"Mbak, sepertinya mereka masih ada di luar .."ucap pemuda itu
Seketika wajah tyas berubah seperti ketakutan, ia bingung harus bagaimana, ia merasa takut jikalau mereka hendak berniat jahat padanya ..
"Mas, saya boleh numpang disini dulu, sampai nunggu mereka pergi .." ucap tyas dengan suara lembutnya ..
"Boleh mbak, silahkan .. kalau mau mbak boleh tunggu di dalam ruko , kebetulan bapak saya kadang suka menginap di sini, barang kali mbak mau di dalam nunggu nya.." Jawab pria itu dengan ramah
"Ohhh ...enggak usah mas terimakasih, saya cuman numpang duduk aja yaa di sini, makasih yaa maaf juga ya udah ngerepotin .." ujar tyas merasa tak enak kala itu
"Gak apa-apa mbak, santai aja, ini pesanan mbak sudah saya siapkan, saya taruh di bawah saja yaa, nanti kalau mbak nya mau pulang nanti saya bantu bawa belanjaanya .." Kata Arka
"Iya mas , makasih yaa, jadi total nya berapa ??" Kata Tyas
"1.23**** mbak ..." jawab arka
Tyas pun menyodorkan lembaran uang ratusan itu padanya, ia merasa canggung kala itu ..
Ia hanya duduk tak karuan, nampak nya ia merasa tak nyaman, sesekali ia menggeser kursi itu ke kanan dan ke kiri ..
Pemuda itu pun mau tidak mau memperhatikan tingkah tyas saat itu, karena tyas duduk tak jauh dari hadapanya ..
"Mbaknya kenapa ?? Gak nyaman yaa?? Mau coba tunggu di dalam saja ??" Tanya arka
"Gak usah mas, biar saya di sini saja .. maaf yaa .." jawab tyas
"Mas , maaf bisa tolong lihatin lagi keluar, siapa tahu mereka sudah pergi .." pinta tyas lagi
__ADS_1
Pemuda itu pun menurutinya, ia melangkah keluar dan melihat-lihat situasi untuk kedua kalinya, nampaknya mereka masih saja menunggu kala itu ..
"Mbak, mereka masih ada .."ucap pemuda tampan itu
"Aduuhh ... ngapain sih, mereka siapa sih ngikutin gue terus .."gumam tyas
Tyas pun mau tidak mau akhirnya harus menunggu di toko itu, ia berniat akan pergi saat orang-orang misterius itu sudah pergi tak memata-matainya lagi..
Di sisi lain rara tampak sangat terkejut kala mendengar paman hadi mengalami kecelakaan
mobil,
Rupanya pak hadi mengalami kecelakaan sebelum hendak brangkat ke bandara pagi itu..
Rara pun yang masih sibuk dengan pekerjaanya, ketika mendengar kabar itu, ia tampak bergegas menuju rumah sakit, namun tak di sangka niko yang sedang berkeliling ruangan melihatnya saat itu..
"Rara , kenapa?? Kok kaya yang panik gitu sih??" Gumam niko dalam hati
Tak perlu waktu lama bagi niko mencoba menghampiri rara kala itu ..
"Ra, kamu kenapa ..?? Kok kelihatan panik gitu sih ..??" Tanya niko penasaran
"Anu .. mas, paman saya mengalami kecelakaan, saya mau ijin ke rumah sakit dlu yaa .." jawab rara masih dengan perasaan khawatir dan mencoba melangkah pergi
"Saya anterin yaa raa, lagian tadi saya gak lihat kamu bawa mobil .. kalau kamu sendirian ke sanah takut nanti ada apa-apa di jalan .." jawab niko
Sepontan rara pun mengijinkannya, karena ia fikir dari pada nunggu mang udin supirnya, mending bareng niko aja biar bisa cepet menuju rumah sakit tempat pamanya di rawat saat itu..
"Boleh mas, maaf ngerepotin terus ..!!" Kata rara
Tak lama kemudian niko dan rara pun menuju parkiran, niko mencoba membukakan pintu mobilnya kala itu, dan mereka pun bergegas pergi ke rumah sakit ..
Sesampainya di rumah sakit, rara tampak cemas, wajahnya tampak pucat sekali, air matanya menetes dari kedua bola matanya yang indah ..
Di sanah ia melihat bu farida tante nya dan ke dua anak nya sedang duduk sambil menangis menunggu pak hadi yang masih berada di ruang operasi kala itu ..
Saat itu bu farida yang sedang duduk tiba-tiba berdiri dan menghampiri rara ..
**** toookkkttoookkktoookkk***
Suara sepatunya sedikit demi sedikit mendekat .. !!
Rara yang masih duduk, tiba-tiba berdiri, ia melihat sosok tante nya tepat di hadapannya ..
***PLAAAAKKKKKKK !!!!****
Suara tamparan keras terdengar saat itu, !!!
Spontan rara pun memegang kedua pipi nya yang merah, ternyata bu farida menamparnya ..
"Dasaarr anak pembawa sial ..." Ucap bu farida keras
"Gara-gara kamu suamiku kecelakaan, andai saja dia tidak pergi menemuimu pagi itu mungkin gakan seperti ini .." imbuh bu farida dengan suara lantang.
Rara yang merasa shyok, hanya bisa pasrah dan menangis saja saat itu.
Ia fikir semua itu gara-gara dirinya..
Badannya pun tampak lemas, wajahnya semakin pucat, air mata semakin mengalir tatkala mendengar ucapan bu farida saat itu ..
Badan rara yang lemas kini membuat keseimbangan rara menjadi goyah, ia hampir pingsan saat itu ..
Namun niko dengan sigap menangkap nya, untunglah rara tak sampai jatuh ke bawah ..
kini tubuh rara seperti sedang di rangkul oleh niko ..
Rara yang masih shyok dengan ulah tante nya hanya bisa terdiam, ia tak tahu harus bagaimana ..
Ia merasa bahwa ia memang pembawa sial bagi pamannya ..
Bu farida yang merasa puas sudah menampar rara saat itu, tak butuh waktu lama meninggalkan rara ..
Rupanya ia mendatangi rara hanya untuk mengeluarkan kekesalannya saja kala itu ..
Niko mencoba menghiburnya, sesekali niko mengusap-usap punggung rara, bahkan ia sudah berani mengusap rambut rara saat itu ..
Rara hanya menangis saja saat itu, ia seperti tak menghiraukan perbuatan niko padanya ..
"Paman semoga paman baik-baik saja di dalam sanah .. rara sangat sayang sama paman .. maafkan rara karena rara sudah membuat paman jadi kecelakaan, rara memang pembawa sial " gumam rara dengan suara lirih nya
Rara tak hentinya menangis ..
Niko yang mendengarnya hanya bisa mencoba menghiburnya, seolah-olah ia ingin membantu menguatkan rara saat itu ..
__ADS_1