Aku Diantara Tiga Pria Tampan

Aku Diantara Tiga Pria Tampan
NIKO MULAI TERTARIK !!!


__ADS_3

Pagi itu rara yang masih sibuk untuk mempersiapkan meeting masih saja fokus pada layar komputernya ..


Tak lama kemudian sesorang mengetuk di balik pintu ..


"Tookk tookkk tookkk....."


"Masuklah" Pinta rara


Rara spontan terkejut dengan kehadiran seseorang yang seketika membuat rara mendadak memberhentikan pekerjaannya saat itu ..


Ia pun langsung berdiri tatkala melihat sosok pak niko berada di ruangannya ..


"Mohon maaf pak, ada yang bisa saya bantu?!" Tanya rara dengan sopannya


"Tidak,,saya hanya ingin berkeliling melihat-lihat ruangan pegawai saja" Ujarnya


"Maaf pak ruangan saya nampak nya berantakan" kata rara yang mendadak gerogi melihat sosok niko di hadapannya


"Tidak sama sekali .. sungguh ruangan ini sangat bersih dan rapih menurut ku," Puji niko


Rara yang sedari tadi merasa gugup sampai lupa mempersilahkan pak niko atasannya untuk duduk ..


Tak lama kemudian ia pun mempersilahkannya ..


"Silahkan duduk pakk .. " Ucap Rara


Niko pun tak perlu waktu lama untuk duduk di kursi itu, ia melihat-lihat sekeliling ruangan rara nampaknya ia merasa terpesona dengan ruangan itu ..


"Waahh wangi sekali .." kata niko sambil mencoba membuka obrolan dengan rara


"Iya pak wangi .. " Jawab rara yang masih gugup


"Maksudnya ruangan ini, bukan kamu" Ucap niko sambil tertawa


" Hahahaha"


Rara hanya terdiam saja , sesekali ia mencoba untuk ikut tertawa karena merasa tidak sopan tidak menghargai atasannya..


"Hehe .. bapak bisa aja" Ucap rara


"Katanya hari ini kamu ada meeting dengan klien dari perusahaan xxxx ?!" Tanya niko padanya


"Iya pak, hari ini saya ada meeting pukul 12.00" Jawab rara singkat


"Boleh saya tau untuk lokasi meeting nya dmn?" Tanya niko lagi


"Di hotel hor*** pak" Jawab Rara


"Baiklah silahkan untuk melanjutkan pekerjaannya nona rara.." Ucap Niko sambil menampakan senyuman indah nya.


"Baik pak terimakasih .." Jawab rara


Niko pun pergi meninggalkan ruangan rara kala itu, nampaknya ia ingin melihat-lihat keadaan perusahaannya.


Wajar saja toh ia kan bos jadi ia ingin sesekali berkeliling sambil mengamati para bahawannya bekerja.


Siang itu waktu menunjukan pukul 11.30 rara bersiap-siap hendak pergi dengan Yudi rekannya..


Rara yang sudah siap dengan materinya, dan yudi yang nampak membawa laptop berwarna hitam sedang di jingjingnya.


Tampaklah sosok seorang Niko Adipura sang direktur utama yang sedang duduk di lobby, sepertinya niko sengaja menunggu kehadiran mereka ..


"Sudah siap nona rara?!" Tanya niko pada rara

__ADS_1


Seketika rara langsung meliriknya, rupanya itu niko ..


"Sudah pak, kami sudah menyiapkan materinya jauh-jauh hari" Jawab Rara spontan


"Saya akan ikut untuk melihat pekerjaan kalian" Kata niko dengan santainya


"Apakah boleh"?? Tanya niko


Rara tampak terkejut kala itu..


Yudi yang berada di samping rara pun merasa heran ..


"Wahh kenapa pak niko ikut ..?" Gumam yudi


Rara dan yudi pun rupanya merasa tak senang dengan kehadiran pak niko saat itu.. seketika


Tangan mereka saling bersenggolan, menandakan kebingungan ...


"Gimana nih?" Tanya yudi pada rara sambil berbisik


"Yaudah deh mau gimana lagi" Jawab rara sambil berbisik pula


Rara pun tak bisa menolak permintaan atasanya itu ..


"Baik pak, mari ..." Jawab rara


Mereka pun pergi bersama menggunakan mobil niko, saat itu Yudi duduk di depan bersama sopir, dan rara berada di jok belakang bersama niko.


Tampaknya susasana di dalam mobil menjadi sangat canggung..


Mereka merasa tak nyaman semobil dengannya.


Akan tetapi niko yang ramah mencoba untuk mencairkan suasana saat itu, ia tak mau anak buahnya merasa canggung dengannya (lebih tepatnya ia tak mau rara merasa canggung)


"Rara sudah lama bekerja diperusahaan ini"?? Tanya niko


"Sudah pak, saya kurang lebih sudah 5 tahun bekerja disini" Kata Rara


"Wah ... lumayan cukup lama yaa" Kata niko


"Iya pak,," jawab rara singkat sambil menganggukan kepalanya


"Kalo boleh tau usia kamu berapa ra .. ?" Tanyanya lagi


"25 tahun pak .. " Jawab rara


"Berarti kamu sebelum kuliah sudah kerja disini yaa?!" Niko pun bertanya kembali


"Tidak pak, kebetulan saya masuk Sekolah Dasar lebih awal , dan lulus kuliah pun lebih cepat.." Jawab rara seolah-olah sedang membanggakan dirinya sendiri ..


"Wooww .. hebat raa, berarti kamu pinter dong?!" Tanya niko, sambil mencoba memuji rara


"Hehehe ... nggak pak, bisa aja !" Kata rara


Nampaknya mereka banyak mengobrol saat itu,


Yudi yang dari tadi duduk di depan rara hanya terdiam saja, sepertinya keberadaan yudi tak di anggap..


Kasian sekali yaaa yudi ... dikira makhluk ghaib kali yaa ... hehe


Sesampainya di lokasi meeting mereka pun bertemu klien namun kali ini nampak lah seseorang yang rara kenal..


"Loh paman ..??!!" Sapa rara

__ADS_1


Ternyata beliau adalah paman rara, ia merupkan ayah angkat rara selama ini.


"Paman kok gak bilang sih sama rara?!" Imbuhnya


Pak Hadi rupanya sudah tau bahwa ia kali ini akan melakukan proyek kerjasama bersama perusaahan tempat rara bekerja.


Ia sengaja tak bilang pada rara, nampaknya ia ingin memberi kejutan pada rara ..


"Hehehe ... paman sengaja mau kasih kamu kejutan raa" Kata pak hadi


"Lagian kamu masa sih gak tau sama perusahaan kamu sendiri?" Tanya pak hadi balik


"Hehehe ... rara mana tau ini perusahaan papah, paman kan tau dari dulu rara paling ogah ngurusin perusahaan,." imbuh rara


Niko dan yudi yang sedari tadi duduk mendengar pembicaraan mereka berdua pun, nampak sangat terkejut mendengar obrolan rara dan pak hadi barusan ..


"Wah masa iya ini perusahaan rara? Berarti perusahaan ku saat ini akan bekerjasama dengan perusahaan milik rara dong ?!" Gumam niko


"Gilaa ... si rara kaya banget tuh, kok mau yaa dia kerja di perusahaan orang ? Kalo gue jadi rara mending gak usah kerja deh " Ujar yudi dalam hati


Saat itu suasana meeting pun tampak tak terlalu serius, karena sudah jelas pak Hadi pasti mau bekerjasama dengan perusahaan niko.


Rupanya tak butuh waktu lama untuk menyetujui kontrak itu, kala itu pak hadi sangat terkejut ketika melihat kinerja rara saat itu ..


Ia begitu fokus memperhatikan rara yang sedang melakukan presentasi..


Seketika pak hadi berbicara pada dirinya sendiri ..


"Tak terasa rara sudah semakin dewasa, sepertinya saat ini rara sudah bisa menjalankan perusahaannya sendiri ... " Gumam pak hadi yang merasa bangga melihat kinerja keponakannya sendiri


Pak hadi sangat menyayangi rara seperti anak sendiri, saat rara kecil ia selalu mengutamakan rara di banding ke 2 anak nya ..


Rara itu sangat baik bahkan ia merupakan anak yang penurut dia tidak pernah membantah perkataan pamannya sehingga pak hadi lebih menyayangi rara dibanding anak-anaknya yang sulit diatur..


Hingga saat ini ia selalu memperhatikan rara, terkadang ia selalu memantau gerak-gerik rara, dan sengaja membayar orang sewaan untuk mengikutinya ..


Ia selalu tau apa yang rara lakukan.


Ia pun cukup sering mengunjungi rara minimal sebulan dua kali untuk sekedar melihat-lihat keadaan rara,


karena jarak rumah pak hadi dan rara lumayan sangat jauh, butuh 2 jam untuk bia sampai ke rumah rara.


Mungkin jika rumah mereka berdekatan sepertinya ia pasti lebih sering mengunjungi rara.


Rara begitu enggan untuk mengunjungi kediaman pamannya, karena ia sangat malas berurusan dengan bu farida (istri pak hadi)


Terang saja beliau sangat menjengkelkan, ia selalu membuat rara merasa tak nyaman jika berada di rumah nya..


Saat rara kecil, bu farida tampak


seolah-olah menyayangi rara mungkin karena ada maksud tertentu.


Ia pernah mencoba membujuk rara saat kecil, rara di bujuk untuk mau mengganti semua aset kepemilikan orang tuanya menjadi namanya.


Untung lah rara sangat pintar sehingga ia menolak nya saat itu.


Rupanya bu farida sangat licik, rara yang semakin dewasa semakin mengerti dengan sifat tante nya itu memilih untuk tak tinggal bersama dengan pamannya ..


Ia lebih memilih untuk tinggal di rumah orang tuanya, saat rara berusia 16 tahun rara sudah tak tinggal bersama dengan keluarga pak hadi, ia hanya tinggal bersama bi sri dan mang udin saat itu, hingga saat ini mereka masih tetap betah menemani rara di rumah itu.


Tak terasa waktu sudah semakin sore sudah waktunya untuk pulang, meeting pun berjalan dengan mulus, kerjasama kedua perusahaan sudah terjalin...


Tampak terlihat senyuman di wajah niko kala itu, ia merasa senang memiliki pegawai seperti rara, menurutnya rara itu cantik, pintar, dan pemberani, sehingga membuat niko mengagumi sosok rara.

__ADS_1


__ADS_2