
Pagi itu aku sangat sibuk meeting bersama klien baru ku, hingga aku lupa memberi kabar pada kekasih ku ..
Fikir ku rara pasti akan mengabari ku terlebih dahulu jika aku lupa untuk mengabarinya, karena biasanya kami seperti itu ..
Kami tak pernah telat saling memberi kabar, maklum lah hubungan kami tampak lebih dewasa dan saling memahami kesibukan pasangan masing22..
Mungkin hubungan kami tidak seperti pasangan lainnya, yang setiap menit bahkan detik harus berkomunikasi terus ..
Namun tak seperti biasanya saat itu, rara tak menghubungi ku sama sekali, padahal nanti sore kami sudah berjanji akan menjumpai ibuku, aku mencoba mengirim nya pesan namun tak ia balas ..
Aku pun menelfon nya beberapa kali tapi tak ia jawab sama sekali ..
"Tumben banget rara, apa mungkin lagi sibuk yaa ..??" gumam rey dalam hati
Ia mencoba menunggu kabar dari ke kasihnya, namun hingga waktu istirahat tiba pun rara tak memberi kabar sama sekali, hati ku menjadi gelisah aku takut sesuatu telah terjadi kepadanya ..
Hingga aku berani kan diri untuk bertanya pada meyla sahabat kekasih ku siang itu ..
Aku pun menelfon meyla..
"Hallo mey,, " sapa ku pada meyla
"Oh iya rey, ada apa .. ??" tanya meyla heran
"Mey, rara lagi bareng sama kamu gak ??" tanya ku lagi
"Loh, emang kamu gak tau rey ?? Rara kan tadi izin ke rumah sakit, tadi pagi paman hadi mengalami kecelakaan .." jawab meyla
Aku pun terkejut mendengar meyla tatkala mendengar paman hadi mengalami kecelakaan saat itu, aku mengerti kenapa rara tak memberi kabar pada ku mungkin ia sama terkejutnya dengan ku hingga ia lupa memberi kabar ..
"Inalillahi .. Yang bener mey?? Kamu tau gak paman hadi di bawa ke rumah sakit mana ??" Tanya rey cemas
"Kalau gak salah tadi rara bilang mau ke rumah sakit S****** rey .." Jawab meyla
"Oh .. Oke oke makasih ya mey infonya, maaf ganggu yaa .." ucap rey
"Siap rey santai aja, nanti aku pulang kerja mau mampir ke rumah sakit juga, kasian rara pasti dia sendirian rey .. kamu buruan ke sanah !!" Pinta meyla
"Iya mey, aku mau otw sekarang tengkyu yaa .." ucap rey
Rey pun menutup telfon nya, ia bergegas hendak pergi ke rumah sakit tempat paman hadi di rawat ..
Akhirnya rey pun tiba, ia butuh waktu lumayan lama mungkin karena jarak dari kantor nya ke rumah sakit cukup jauh ..
__ADS_1
Rey mencoba bertanya pada resepsionis saat itu karena ia masih tak bisa menghubungi no rara hingga akhirnya ia menuju ruang operasi tempat keberadaan paman hadi saat itu..
Aku terkejut saat melihat rara berada di pelukan seorang pria apa lagi itu adalah niko, aku selalu kesal jika melihat niko selalu berusaha mendekati kekasih ku, wajar saja pacar mana yang tak cemburu saat memilik wanita secantik rara..
Aku mencoba mendekati mereka, mungkin saat itu rasa cemburu ku semakin besar di buatnya..
Sampai-sampai aku menarik lengan rara yang masih berada dalam pelukan niko ..
"Apa-apaan sih, sakit tau ??" Ucap rara merasa kesakitan
Sebenarnya aku tak tega berbuat seperti itu padanya, selama hubungan 11 bulan aku bersama rara baru kali ini aku marah seperti ini, biasanya kami tak pernah bertengkar apa lagi sampai aku bermain kasar pada nya.
"Kamu yang ngapain, mau-maunya di peluk cowok lain ??" Tanya ku dengan nada yang tak biasanya.
Aku sangat marah pada Niko saat itu sampai-sampai ingin rasa nya aku menonjok wajahnya, kalau bukan sedang berada di rumah sakit mungkin sudah aku tonjok muka niko kala itu saking kesalnya aku padanya.
"Tenang rey bisa saya jelaskan, jangan salah faham.. !!! " sambung niko mencoba memberikan penjelasan padaku
"Gue gak butuh penjelasan loe .. lagian ngapain juga loe ada di sini .. !!" Jawab ku semakin marah pada nya
"Maaf sayang ... aku tadi gak sengaja peluk pak niko, aku sangat sedih mendengar paman koma .." jawab rara seketika air matanya menetes kembali
Aku merasa bersalah padanya saat itu, aku menjadi tak tega saat melihat wanita menangis di hadapan ku, apa lagi ia adalah wanita yang sangat aku cintai ..
"aku gak bermaksud marah sama kamu, mungkin aku terlalu cemburu melihat kamu di peluk pria lain, maafin aku yaa .." imbuh ku lagi
Aku memeluk rara dan mencium keningnya, perasaan ku sebenarnya sangat tak karuan, antara kecewa dan kasihan melihat rara, namun perasaan sayang ku teramat besar padanya hingga aku tak ingin melihatnya menangis ..
Niko yang melihat kami saat itu tak lama kemudian pergi meninggalkan kami, mungkin ia merasa cemburu melihat kami berdua bermesraan.
Hari rabu pun tiba, aku berniat mengantarkan kekasih ku pergi seperti biasa untuk bekerja dan kami saat itu sudah berjanji akan pergi menemui ibuku sore hari setelah rara pulang bekerja..
Aku sangat senang memikirkan sore nanti hingga akhirnya sore pun tiba, aku bergegas hendak menjemput rara sore itu, aku sudah menyuruh sekretaris ku membeli pakaian untuk di kenakan rara nanti.
Aku semakin tak sabar untuk bertemu dengan rara, hingga tepat pukul 15.00 sore aku sudah berada di parkiran tempat rara bekerja, aku memberi nya paperbag yang berisikan pakaian baru untuk ia kenakan.
Aku menyuruh nya untuk berganti di salon langganan nya, namun rara tak mau ia lebih memilih berganti pakaian di toilet kantor saja karena katanya lebih cepat rara pun menolak untuk di ajak ke salon saat itu.
Rara sudah pergi untuk berganti pakaian, namun sepertinya ia sangat lama hanya sekedar untuk berganti pakaian saja sampai butuh waktu setengah jam ..
Aku mencoba menelfon nya namun ternyata handphone ku lowbat, aku hanya bisa menunggu nya di parkiran terkadang aku keluar dari mobil mencoba melihat nya, siapa tau rara sudah keluar dari toilet.
Aku pun menjadi gelisah menunggu rara yang tak kunjung datang, hingga akhirnya aku memutuskan untuk menunggu nya di lobby perusahaan tempat rara bekerja.
__ADS_1
Karena aku sudah biasa datang hanya untuk bisa makan siang bersama dengan rara di kantin itu, jadi aku sudah kenal dengan satpam di sanah.
Tak lama kemudian aku melihat sosok rara berjalan menuju lobby tempat aku menunggu nya, namun lagi-lagi aku melihat niko yang berjalan berdampingan dengannya, aku semakin kesal di buatnya ..
Udah mah aku nunggu lama, eh malah melihat pemandangan yang tidak sama sekali aku harapkan .. !!!
Seketika amarah ku meumuncak, namun di sisi lain aku melihat wajah rara yang tampak pucat, dan badanya seperti lemas..
"Ada apa dengan rara..??" Ucapku dalam hati
Rara pun duduk tepat di samping ku, begitu pun di susul niko ia duduk di samping rara..
"Apa yang sudah kamu lakukan pada kekasih ku .. ??" Tanya ku pada niko, aku merasa marah padanya
"kenapa .. ?? Lagi-lagi niko yang selalu ada di samping rara bukan gue .. ?? " ucap ku dalam hati
Seketika niko menjawab pertanyaan ku ..
"Sory bro, gue cuman bantu rara tadi dia terkunci di toilet.." jawab niko santai, sepertinya ia mencoba memberi tahu ku
Aku pun terkejut saat mendengar jawaban dari niko, aku tak menyangka rara terkunci di toilet..
Pantas saja ia saat itu sangat lama.
"Sayang kamu beneran terkunci di toilet ..??" Tanya ku seperti tak percaya pada ucapan niko, aku pun mencoba menggenggam tangan rara saat itu
Rara hanya mengangguk saja .. !!
"Yaampun kok bisa ..?? Kamu gak apa-apa kan?? Tadi aku coba telfon kamu tapi hape ku lowbat, aku kira kamu lagi buang air jadi lama, maafin aku yaa ..!!" Ucap ku sambil mengelus rambut rara
Aku merasa kasihan pada kekasih ku, entah siapa yang mencoba berbuat jahat pada rara saat itu..
Jujur saja rara adalah wanita yang special di hidupku setelah mami, rara yang aku kenal orang yang cuek dan tak banyak tingkah..
"Tapi kenapa ada orang yang sampai berbuat jahat padanya" ucapku dalam hati
Aku pun mengajak rara untuk segera pulang, aku tak tega melihat nya begitu lemas.
"Sayang kita pulang aja yaa ke rumah, wajah mu pucat, kita nanti lagi aja ketemu mami nya yaa .. !!" Pinta ku padanya
Rara hanya mengangguk-ngangguk saja bukti ia setuju dengan usul ku.
Aku tak tega melihat rara saat itu, wajahnya tampak pucat dan penuh keringat, aku pun berniat hendak mengantarnya pulang dan membatalkan janji ku pada mami karena kondisi rara saat ini sangat tidak memungkinkan untuk bertemu dengan mami.
__ADS_1
Di jalan rara hanya terdiam dan mencoba memejamkan matanya, aku hanya mengelus-elus rambutnya aku tak banyak tanya saat itu, biarlah rara menenangkan hatinya..