
Rara yang semalaman tak bisa tidur akhirnya tertidur pulas malam itu, hingga ia lupa bahwa hari ini adalah hari penting baginya karena sedang ada acara di perusahaan tempatnya bekerja.
Bi sri yang sedari tadi mencoba membangunkan rara, nampaknya rara masih saja tak mendengarnya, rupanya ia tertidur pulas wajar saja rara begadang semalaman karena memikirkan sikap tyas kala itu...
Alarm yang berbunyi keras pun tak bisa membangunkan rara yang masih saja tertidur, suara ayam berkokok pun seperti angin lalu saja baginya, hingga tak lama kemudian suara handphone pun berbunyi beberapa kali ..
Ia pun meraih handphone kesayangannya, matanya masih saja tertutup rapat, rara merasa sangat mengantuk sekali sehingga seperti tak kuat untuk membuka mata sipitnya itu..
"Ra ..... loe dimana sih? Buruan dateng sini ?!!" Panggil seseorang di balik telfon itu
"Apaa siihhh ... ?! Ini siapa?!!" Jawab rara yang masih leha-leha di tempat tidurnya..
"Ini gue Meyla, loe di panggil Bu Vivi tuh (direktur keuangan di perusahaan rara bekerja) buat mengahadap, ada hal penting katanya yang mau dia omongin sama loe"
Seketika rara yang masih terkantuk spontan membuka mata nya lebar-lebar, ia terkejut tatkala melihat jam di dinding nya sudah menunjukan pukul 07.40 kala itu..
"Gilaaa mey gue kesiangan .." Ujar nya sambil buru-buru merapihkan rambutnya yang kusut
"Cepetan loe dateng .. takut nenek lampir marah sama loe !" Imbuh meyla yang merasa kasihan padanya.
Bu Vivi Direktur keuangan di perusahaan tempat rara bekerja di kenal cukup sadis pada bawahannya, ia tak pernah memandang bulu memarahi bawahannya dimana pun tempatnya ia pasti akan langsung menegor nya, ia tak pernah memikirkan dengan perasaan orang yang sudah ia marahin kala itu, yang terpenting semua unek-unek kekesalaanya sudah keluar itulah bu Vivi.
Sehingga semua pegawai di perusahaan itu takut dan patuh padanya ..
Ia pun langsung menutup telfon dari sahabatnya itu, seketika rara pun langsung berlari pergi ke kamar mandi, ia yang biasanya bisa mandi ber jam-jam kala itu ia mandi secepat kilat..
"Yang penting gue mandi, gak bau" ucap nya
Bi sri yang sedang sibuk menyiapkan sarapan pun tak ia tengok sama sekali ..
Mang asep yang kala itu sedang menyiram tanaman di kebun pun ia lewati, seketika ia berlari menuju tempat parkir halaman rumahnya.
"Non,nona ... "Ucap mang asep yang merasa heran dengan sikap nona muda nya
Sepertinya rara tak menghiraukan sapaan mang asep, pagi itu jam di tangan rara menunjukan pukul 07.55, rara yang kesiangan cepat-cepat melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sesekali ia menengok kaca sepion miliknya, ia tak menghiraukan apa pun saat itu.
Baginya yang terpenting bisa cepat-cepat sampai di kantor.
Waktu menunjukan pukul 08.10 menit saat itu, rara sudah berada di parkiran mobil kantor, ia bergegas lari menuju lobby tempat di adakanya perkumpulan semua pegawai.
Ia mencoba merapihkan rambutnya yang terlihat kusut, untunglah rara itu cantik sehingga rambut kusutnya tak mengurangi penampilan rara kala itu.
Tampak bu Vivi yang sedang berpidato di podium lobby, semua pegawai berkumpul saat itu, ia menyampaikan perihal evaluasi kinerja para pegawainnya, sepertinya bu vivi yang sedang fokus berbicara kebetulan melihat kehadiraan rara kala itu, sehingg ia yang merasa kesal karena rara terlambat hadir, sepertinya ia ingin mencoba membuat rara malu di hadapan semua para pegawai.
Bu vivi yang menyadari bahwa rara datang terlambat seketika mencoba bertanya pada nya tentang perihal seputar pekerjaan,
Kala itu nampak sekali para pegawai yang berjejer rapih, nampak pula para petinggi-petinggi perusahaaan.
"Bagaimana yang akan anda lakukan jika seorang pagawai telat menyerahkan laporannya kepada atasan nya ibu Rara ?!!" Tanya bu vivi dengan suara sinis nya, seolah-olah mencoba menyindir rara yang datang telat ..
Semua mata tertuju pada rara saat itu, wajah rara seketika berubah menjadi merah, ia nampak merasa malu, pandangannya masih saja tertunduk ke bawah.
Rara mencoba mengangkat kepalnya sedikit demi sedikit , ia pun langsung mengambil mikrofon dari seseorang yang hendak menyodorkan mikrofon kepadanya.
Ia tampak menghela nafas panjang kala itu, ia mencoba bersikap tenang, mencoba untuk menjawabnya ..
"Sebelumnya saya ucapkan selamat pagi untuk bpk direktur utama, para petinggi perusahaan dan kepada bu vivi selaku direktur keuangan, dan rekan-rekan sekalian yang telah hadir, tanpa mengurangi rasa hormat, saya sebelumnya memohon maaf karena saya datang terlambat ..
Saya datang terlambat bukan tanpa sebab, tadi di jalan mobil saya mengalami masalah, sehingga menyebabkan saya datang terlambat .. " Ucap rara yang mencoba berbohong, toh berbohong demi kebaikan ini kan .. hehe
__ADS_1
"Menurut saya, jika pegawai menyerahkan laporannya tidak tepat waktu mungkin pantas untuk di berikan teguran biasa, jika ia masih melanggar boleh di berikan sanksi khusus..
toh semua untuk kepentingan bersama, sehingga yang terpenting orang itu tidak melakukan kesalahannya lagi.." Ucap rara
" Menurut saya, seorang pemimpin yang baik adalah ia yang bisa memberikan contoh yang baik pula untuk para bahwaanya .. terimakasih " Jawab rara dengan suara lantang nya
Bu vivi pun tak terima dengan jawaban rara saat itu, sehingga ia mencoba bertanya kembali pada nya ..
"Apakah anda pernah melakukan kesalahan selama bekerja di sini?!" Tanya bu vivi yang masih kesal pada rara
"Mohon maaf, sepertinya selama saya bekerja 5 tahun si perusahaan ini saya baru kali ini membuat kesalahan .. "Ujar rara
"saya akui saya datang terlambat, namun selama saya bekerja saya tidak pernah memberikan performa yang buruk bagi perusahaan, dan saya pun tidak pernah merugikan perusahaan sama sekali.
jika ibu direktur tidak percaya mohon di cek terlebih dahulu tentang evaluasi kinerja saya selama ini .. terimakasih .... "Jawab rara dengan santainya, padahal sedari tadi ia merasa gugup dan tak karuan, namun ia mencoba bersikap tenang, toh baru kali ini ia melakukan kesalahan itu pun tak fatal menurutnya..
"Baiklah .. terimakasih" Ujar bu vivi sambil mengakhiri sesi tanya jawab dengan rara. sebenarnya tak pernah ada jadwal tanya jawab dalam schedulenya saat itu..
Bu vivi merasa geram dengan jawaban rara,, menurutnya rara sudah bersikap tak sopan padanya.
akan tetapi di sisi lain ia pun malah merasa malu sendiri dengan pertanyaan yang ia berikan padanya.
Tadinya ia ingin memperlihatkan kekuasanya, maklum lah ia itu memang gila jabatan, sehingga segala cara ia lakukan demi bisa mencapai keinginannya ..
mungkin baginya secara tidak langsung itu bisa memberikan nilai tambahan untuk nya jika ia memberikan teguran pada rara di depan para petinggi perusahaan...
Namun sepertinya rencana itu tak berjalan dengan mulus, ia seperti sedang menggali kuburannya sendiri kala itu, terang saja sebenarnya bu vivi sangat iri pada rara, rara selalu menerima perhatian lebih dari direktur utama sebelumnya.
Namun kenyataanya rara bisa membalikan keadaan saat itu, rara memang merupakan pegawai terbaik di perusahaanya bahkan ia pernah 5 kali berturut-turut memenangkan penghargaan itu..
Beda halnya dengan bu vivi, menjadi direktur keuangan pun sebenarnya bukan dari hasil kinerja nya selama ini, karena ia lebih senior di banding pegawai yang lainnya sehingga mau tidak mau ia pun di angkat menjadi direkrut keuangan saat ini.
ia mampu memecahkan masalah yang ada di perusahaan, ia pun selalu bekerja dengan profesional sehingga wajar saja rara selalu menerima perhatian lebih dari pak Adi (Direktur utama), ia selalu di beri hadiah sebagai ucapan terimakasihnya pada rara, bahkan pak Adi pun sempat ingin menjodohkan rara dengan anak Pertamanya. terang saja bu vivi makin merasa iri pada rara.
"Baiklah untuk saat ini kita akhiri sampai disini, selamat pagi salam sejahtera.." Ucap nya sambil mengakhiri pembicaraanya kala itu, nampak sekali raut wajahnya yang merah merasa malu..
Tampak seorang pria yang dari tadi sedang memeperhatikan wajah cantik rara, tatkala bu vivi memanggil nama rara kala itu, ia spontan seperti terkejut mendengar nama Rara ..
"Hah .. Rara ??!!" Ucap pria itu dalam hatinya ..
"Dia seperti mengenal nama itu, tapi entah dimana yaa ... aduh aku benar-benar lupa" imbuhnya
Rupanya sosok pria itu adalah Niko, ia merupakan direktur utama perusahaan tempat rara bekerja, ia merupakan pengganti pak Adi Direktur Utama sebelumnya,
Nampaknya pak Adi merupakan orang tuanya sehingga ia limpahkan jabatan itu kepada anak Pertamanya.
"Perkenalkan nama saya Niko Adipura" Ucapnya sambil memperkenalkan diri pada karyawan nya
"Jabatan saya saat ini menggantikan Direktur sebelumnya, yakni sebagai Direktur utama di perusahaan ini, mohon kerja sama dari rekan-rekan sekalian, tanpa rekan-rekan semua, perusahaan ini taakan berjalan baik, terimakasih atas peehatiannya.." Pidato Niko pun menjadi penutup acara itu..
"Yaammpun ..... gila ganteng banget direktur baru kita yaa" ucap seorang wanita di samping rara
Tampaknya mereka menganggumi ketampanannya ..
" Iyyaa .. tipe gue banget, gue rela deh kalo dijadi yang kedua juga" Jawab seorang wanita lainnya..
Kala itu rara yang masih merasa shyok dan ia tidak menyangka dengan apa yang telah ia perbuat saat itu, ia masih saja berdiri mematung di tempat nya tadi ..
Seketika Meyla pun memanggilnya ...
__ADS_1
"Ra....loe hebat banget tadi .." Puji Meyla yang merasa puas dengan jawaban rara pada bu vivi tadi
" Hhhaaaaa ... apa mey, kenapa ?!" Rupanya rara sedang tak fokus, sehingga ia tak mendengar ucapan meyla barusan
"Loe kenapa sih .. ? Kok bengong gitu?!" Tanya meyla yang merasa sikap rara kala itu sangat beda sekali
"Gak apa-apa kok mey, gue lagi gak enak badan aja" Jawab nya sambil berbohong
"Gila loe ra gue salut sama loe, si nenek lampir loe skakmat .. biar tau rasa doi, habisnya siapa suruh dia lawan rara !!" Ucap meyla sambil memuji sahabatnya
"Iya dong rara gituloh .. " rara memuji dirinya sendiri ..
"Gue sebenarnya gak yakin bisa ngomong kaya gitu, tadinya gue mau minta maaf doang karena gue emang salah gue telat .. eh nyatanya si nenek lampir malah nanya-nnya yang lain, depan orang lagi, gue kan malu !! Yaudah gue bales aja, lagian gue selama ini kerja gak pernah telat, cuman kali ini doang kok" imbuh rara
Sebenarnya rara itu pemberani, ia selalu berkata tidak untuk sesuatu yang menurut nya tidak benar, ia selalu berfikir rasional wajar saja ketika ia menjawab pertanyaan itu ia berbicara apa adanya, toh emang itulah rara ..
Ia mempunyai julukan si tangan cepat dan si perfeksionis , bahkan setiap meeting dengan klien pun ia tak pernah melakukan kesalahan sedikitpun, semua tander yang ia kerjakan selalu ia menangkan itulah hebatnya rara.
Bahkan sampai sekelas pak Rio pun selalu memujinya ..
"Ra loe kenapa bisa telat sih..?!! Gak kaya biasanya .. " Tanya Meyla yang penasaran
"Gue bangun kesiangan, gue lagi banyak fikiran mey .." Jawab rara
"Emang loe mikirin apa? Loe ada masalah ra? Ayok cerita sama gue .. !!" Pinta sahabatnya
Ternyata meyla sangat perhatian pada rara, ia biasanya selalu memberikan jalan keluar kepada kedua sahabatnya tatkala mereka sedang memiliki masalah ..
Kala itu rara enggan bercerita perihal tyas padanya.
Ia takut meyla langsung menegor tyas saat itu, karena rara tau meyla bukan orang yang mau mendengarkan ucapan orang lain..
Ia lebih berani diantara kedua sahabatnya, sehingga rara mencoba memendam perasaan itu seorang diri.
"Biarlah aku cari tau sendiri, sebenarnya ada masalah apa tyas..sampai-sampai dia seperti bukan tyas yang kami kenal" Ucap rara dalam hati
Pagi itu rara tak melihat tyas sama sekali, mungkin rara berfikir tyas masih sibuk dengan pekerjaannya ..
Karena tyas dan rara beda ruangan saat itu, wajar saja rara yang merupakan Manager Keuangan sudah memiliki ruangan sendiri tidak seperti kedua sahabatnya yang memiliki ruangan bersama.
Susasana di kantin kala itu tampak penuh ..
Rara yang hanya duduk berdua dengan rey merasa seolah-olah ada seseorang yang sedang mengamatinya ..
Ia melirik ke kanan dan ke kiri, rupanya nampak bola mata niko yang sedang memandang ke arahnya..
Seketika wajah rara tertunduk malu, ia pura-pura tak melihat niko saat itu.
"Ada apa sama Pak niko yaa? Kok dia liatin gue terus,jangan-jangan gara-gara tadi .. !" Ujar rara dalam hatinya
"Aduuhhh... emang gue bodoh banget sih!" Imbuh rara, spontan ia mengetuk-ngetuk kepalanya dengan tangan kanannya ..
Reyhan yang dari tadi memperhatikan gerak gerik rara pun semakin penasaran dengan tingkah laku pacarnya itu..
"Kenapa sayang?!!" Tanya reyhan dengan suara lembutnya
"Ehh ... eehh ... enggak kok sayang gak apa-apa" Jawab rara yang terbata-bata
"Yaudah yuk dihabisin makannya !! Takut keburu masuk nanti " Pinta rey
__ADS_1
Rara pun langsung melahap dan menghabiskan makannya, rey pun langsung pamit kembali ke kantornya, dan rara melanjutkan pekerjaan seperti biasanya.