
Rara dan rey tengah duduk berdua sambil menikmati makan siangnya itu, hari ini hari minggu biasanya mereka gunakan waktu libur untuk bersama seharian..
Saat itu mereka sedang berada di kafe tempat yang biasa sering mereka kunjungi, rara tampak bahagia saat itu karena ternyata bu diani memintanya untuk datang kembali menemuinya.
Begitupun dengan rey, dia sangat bahagia mendengar ibunya ingin menemui rara hari senin besok.
"Sayang gimana dong aku grogi banget mau ketemu mami kamu .." ucap rara
Rey pun mencoba menenangkan kekasihnya , di raihnya tangan putih rara di atas meja itu lalu ia pun mengecup tangan itu ..
Seolah-olah memberikan obat penenang untuk kekasihnya..
"Jangan khawatir sayang,, kaya nya mami udah merestui hubungan kita .." Kata rey mencoba menenangkan rara
"Amien mudah-mudahan yaa, semoga mami berubah fikiran, dan semoga mami bisa menerima ku .." ucap rara seperti masih ragu kala itu
"Tenang aja sayang, apa pun kata mami aku bakalan pilih kamu, aku mau kamu jadi istri aku dan aku berharap kamu bisa menjadi ibu untuk anak-anak ku nanti .." Ucap rey yang mendadak menjadi sangat romantis
Seketika rara hanya tersenyum malu, ia merasa sangat bahagia mendengar kata-kata itu keluar dari mulut manis rey ..
"Amien , makasih yaa sayang, semoga apa yang kita ingin kan tercapai .." jawab rara
Rey pun mencoba mencium tangan rara kembali saat itu, tak di sangka saat rey tengah bermesraan dengan rara tampak seorang wanita menghampirinya ..
"Hay rey ..." sapa wanita itu, ternyata dia adalah siska
"Eh sis ..." jawab rey singkat
"Kebetulan kita ketemu disini, loe kemana aja ?? udah lama gak pernah nongol ke kafe .." ucap siska, ia merasa heran semenjak pertemuan pertama ia dengan rara, rey sama sekali tak pernah datang ke kafe nya lagi ..
"Ada aja, loe sama siapa sis ??" Tanya rey singkat, saat itu mungkin rey mencoba basa-basi saja pada siska, ia merasa tak enak walaupun siska terkadang menyebalkan namun ia masih menganggapnya teman ..
"Tuh , gue bareng nyokap rey, btw loe gak akan ketemu sama nyokap gue ??" Kata siska sambil menunjuk ibunya saat itu
Di sisi lain rara hanya terdiam, ia sesekali tersenyum dan tak menanggapi ucapan siska, ia tahu bahwa siska sengaja ingin membuat nya tampak cemburu..
"Oh iya nnti gue samperin tante wati .." jawab rey
Ia melirik rara saat itu seperti meminta ijin pada nya ..
Seketika rara pun hanya mengangguk memberikan kode bahwa iya setuju dan memperbolehkan rey..
Rey pun tampak berdiri dan menghampiri ibunda siska, ia begitu sopan pada bu wati, rey tampak sangat akrab dengannya, sesekali rey tampak berbica serius, terkadang mereka tertawa bersama bertiga saat itu ..
Rara yang melihatnya seolah-olah merasa iri kala itu, ia bingung dengan perasaanya, di sisi lain rara merasa kesal pada dirinya sendiri, ia menyadari bahwa ia yang memperbolehkan rey untuk menemui ibunda siska, namun rara malah berbalik tampak cemburu.
"Aduhh ... apa-apan sih gue .." gumam rara dalam hati , ia menepuk keningnya saat itu , ia mencoba meyakinkan diri bahwa ia memang tak cemburu saat melihat kedekatan rey dengan ibunda siska
"Sabar rara, sabar .. lagian rey gak selingkuh kok..tenang, tenang,,, tarik nafas .. huuuffffftttt.." imbuh rara
Seketika rara mencoba menarik nafas panjang saat itu, ia tak ingin membuat rey kecewa padanya , ia tak ingin menjadi orang yang egois jika ia cemburu bahkan sampai marah pada rey ..
Di sisi lain tampak siska mencoba mencuri pandang, ia sesekali melirik rara, mungkin ia sengaja ingin membuat hati rara terbakar api asmara ..
Siska yang melihat tingkah rara saat itu merasa sangat bahagia .. !!!
__ADS_1
"Yess akhirnya gue buat loe cemburu juga ra.." gumam siska dalam hati
Ternyata 20 menit sudah rey mengobrol dengan tante wati, tak terasa ia sudah meninggalkan rara yang duduk seorang diri menunggunya cukup lama ..
Rey merasa tak enak saat itu pada kekasihnya, ia mencoba pamit pada siska dan ibunya untuk kembali kemeja tempat nya dan rara tadi ..
"Tante, rey pamit dulu yaa nanti kapan-kapan kita lanjut lagi ya ngobrolnya .." ucap rey yang selalu sopan pada siapa pun
"Yahh .. padahal tante masih kangen loh rey sama kamu, habisnya udah lama gak ketmu kamu sih .." jawab bu wati
"Hehe .. nanti insyalllah kapan-kapan rey mampir ke rumah ya tant .. rey pamit dulu ya kasian rara sendirian nunggu lama" ucap rey seraya mencium tangan bu wati, ia pun pamit hendak menghampiri rara saat itu ..
"Sayang ... maaf yaa lama nunggu nya .." ucap rey dengan suara lembutnya saat itu
"Gak apa-apa kok .. " jawab rara singkat
Rey tahu bahwa sepertinya rara sangat kesal saat itu, wajahnya tampak terlihat orang yang BT akibat lama menunggu ..
Wajar saja cewek mana yang gak kesel sih nunggu cowok nya ngobrol lama22 ?? Apa lagi sama ortu cewek lain ???
Iya gak guys ..???
Hehe .... !!!!!
"Jangan BT gitu dong yaa, yaa,, !" Ujar rey sambil mencoba menggenggam tangan kekasihnya itu
Sebenarnya rara tak ingin terlihat kesal oleh rey, namun tak bisa ia pungkiri saat itu hatinya berubah seketika, saat ia lihat rey tampak sangat nyaman dan bahagia mengobrol dengan bu wati .. di tambah lagi rey seperti lupa bahwa ada rara yang menunggu nya saat itu .
"Siapa juga yang BT, lagian aku biasa aja kok .." Jawab rara dengan nada datarnya
Saat itu siska masih saja memperhatikan mereka , ia merasa sangat senang melihat rara dan rey tampak seperti orang yang sedang bertengkar ..
Tampak terdengar suara telfon yang tersambung ....
***tuuutttttuuuutttttuuuutttt.....***
"Hallo sayang,,," ucap bu diani di balik telfon itu
"Hallo tante, misi kita berhasil tant .." ucap rara nampak orang yang bersemangat kala itu
"Wahh ... bagus deh, akhirnya tante lega, tante kira kamu bakalan gagal say .." jawab bu diani, ia pun saat itu merasa sangat bahagia mendengar ucapan siska barusan
"Mana mungkin sih tante, siska gitu loh,, pasti berhasil, lagian si rara keliatan banget cemburunya loh tant, kalo tante lihat mukanya duh pasti seneng deh .." kata siska mencoba meyakinkan
"Iya deh tante percaya sama kamu, besok jangan lupa yaa misi kedua kita .. !!" Ucap bu diani
"Siap tant, sampai ketemu besok yaa, bye .. " siska pun menutup telfon nya saat itu.
Tak lama kemudian ia dan ibunya meninggalkan tempat makan itu ..
Disisi lain, rey masih mencoba membujuk rara yang masih marah padanya, hingga saat di mobil pun rara masih tampak terlihat kesal pada rey ..
"Sayang udahan dong ngambek nya, aku minta maaf yaa .." bujuk rey
Rara saat itu hanya terdiam, di dalam mobil pun ia tak mengeluarkan sepatah kata pun.
__ADS_1
Hingga akhirnya mereka tiba di rumah rara, rara yang masih kesal langsung turun begitu saja dari mobil itu, ia berjalan sangat cepat seperti orang yang sedang mengikuti lomba saja ..
Hehe
Rey pun tampak membuntutinya saat itu, ia berjalan menyusul rara, namun rara malah semakin cepat berjalan ..
"Sayang ... tunggu dulu !!" Pinta rey
Rara hanya terdiam tak menjawabnya, ia pun langsung menaiki tangga saat itu hendak pergi ke kamarnya, saat rara membuka pintu kamar itu rey tiba-tiba masuk terlebih dahulu ke kamar rara..
"Sayang maafin aku, aku janji gak akan cuekin kamu lagi maaf yaa ..!!" Ucap rey mencoba menarik tangan rara dan memeluknya ..
Rara saat itu masih saja terdiam, ia mencoba melepas pelukan kekasihnya, namun tampak nya pelukan rey sangat kuat sehingga tenaga rara kalah tak sebanding dengan tenaganya saat itu ..
Rey yang masih memeluk rara dengan sangat erat mencoba menjatuhkan diri nya di atas kasur itu, badannya tampak menindih tubuh rara saat itu, dan wajah rey mencoba mendekat pada rara , namun rara memalingkan wajahnya ..
"Sayang aku benar-benar minta maaf, lagian tadi kamu kan udah ijinin aku kan?? Jangan marah terus nnti cantiknya ilang loh .." bujuk rey
"Iya,, tapi gak lama juga kan .." spontan rara menjawabnya masih dengan nada yang kesal
"Iya,iya aku minta maaf aku janji gakan ngulangin nya lagi .. aku sayang banget sama kamu" jawab rey dengan suara yang romantis, tiba-tiba ia pun mencium kening rara saat itu
"Ih... apaan sih ..." Ucap rara tiba-tiba nadanya berubah menjadi manja ..
"Udahan yaa marahnya.." wajah rey tampak tersenyum
Rara hanya mengangguk saat itu ..
"Gitu dong, kan makin cantik kalo gak marah, apa lagi kalo senyum tambah cantik deh .." kata rey, mencoba merayu
Rara hanya tersenyum kala itu, rey tampak menyukai senyuman itu, sepertinya ia tak mau melepaskan momen langka saat ini, saat rara masih tersenyum rey langsung menci*m bibir mungil rara saat itu, ia mencoba menebus rasa bersalahnya dengan menci*m rara..
Rara yang dari tadi terlihat kesal, malah menyambut ciu**n itu dengan hangat tampaknya hati rara menjadi luluh saat itu..
Tiba-tiba suara handphone berbunyi rupanya seseorang menelfon rey saat itu ..
****trriiinggggtriiiinnggg****
Tampak mereka yang masih berciu***n pun mau tidak mau melepaskan ciu**n itu..
Rey langsung meraih hape nya saat itu.. !!!
"Wah mami .. tumben mami telfon malem-malem .." ucap rey penasaran
Tak lama kemudian terdengar suara seorang wanita di balik telfon itu ..
"Sayang kamu dimana .. ?? Jam segini belum pulang .." tanya bu diani
"Masih di rumah rara mih, tumben telfon malem-malem .. ada apa mih??" Tanya rey heran, tidak biasanya ibunya menanyakan keberadaan rey malam hari, biasanya saat rey belum pulang ia tak pernah menyuruhnya untuk pulang, malah bu diani tampak sangat cuek padanya.
"Gak, mami cuman kangen aja sama kamu, kebetulan mami udah masak makanan favorite kamu loh, buruan pulang yaa mami tunggu ..!!" Bujuk ibunya
"Oo... oo... oohhh iya mih, nanti rey pulang" jawab rey dengan suara terbata
Rey pun merasa tak enak pada rara saat itu, ia mencoba memberikan pengertian pada kekasihnya, untunglah rara begitu pengertian jika menyangkut masalah keluarganya ..
__ADS_1
Sehingga mau tidak mau rey harus pulang saat itu ..
Rey pun pamit dan pulang kerumah nya malam itu ..