Aku Diantara Tiga Pria Tampan

Aku Diantara Tiga Pria Tampan
APA INI KENYATAAN ??


__ADS_3

"Yass,, jangan tinggalin kita .." ucap meyla dan rara


Rara dan meyla saat itu masih berada di depan jenazah seseorang, rupanya ia menangisi kepergian tyas ..


Rara dan meyla masih tak percaya dengan apa yang telah terjadi pada tyas, mereka tampak bingung dan hanya bisa menangis sejadi-jadinya ..


Rara yang tak kuasa menahan tangis tampak sesekali pingsan dan tak sadarkan diri kala itu ..


Di tatap nya wajah tyas saat itu, tampak sangat pucat, entah apa yang terjadi pada nya sampai-sampai dia harus meninggal di usia mudanya ..


"Yas, kenapa loe jahat banget sama kita ..?? Kenapa loe tega ninggalin kita sih yas ..??" Ucap rara pada sosok sahabatnya yang sudah terbujur kaku


"Kita sayang sama loe yas, maafin gue sama rara yaa kalau selama ini kita gak pernah peka sama loe .." imbuh meyla yang masih menangis


Seketika tangisan mereka pecah, rara dan meyla saling berpelukan mencoba menguatkan satu sama lain..


Namun tampaknya rara merasa pusing, mungkin karena ia tak berhenti menangisi ke pergian sahabatnya itu, ia mencoba berdiri akan tetapi kaki nya seketika menjadi lemas, nafasnya tiba-tiba menjadi cepat, keringat dingin keluar dari tubuhnya, pandangannya menjadi kabur, tubuhnya pun limbung..


****Guubbbrraaakkkk****


Rara pun jatuh pingsan, untung lah niko dengan sigap menahannya hingga ia tak sempat jatuh ke lantai.


Niko dan meyla yang selalu setia berada di sisi nya, mencoba mengangkatnya dan menyadarkannya ..


Niko merasa kasihan pada rara, ia hanya mengelus rambut rara dan mencoba menyapu air mata di kedua pelipis matanya yang sendu ..


Namun di sisi lain tampak sosok rey pun menangis di pinggir jenazah tyas saat itu, ia mengelus-elus wajah tyas yang sudah pucat, sambil mencium nya ..


"Tyas, maaf kan aku .. !!" Ucap rey


Ia terlihat sangat sedih sekali saat itu, rara dan meyla yang melihatnya menjadi heran dengan sikap rey ..


Rara yang masih berduka atas ke pergian sahabatnya tiba-tiba mencoba menarik lengan rey saat itu, sontak rey yang tengah duduk di depan pusaran menjadi terkejut ..


Wajahnya sangat tegang kala itu ..


"Apa yang kamu lakukan rey .. ??!!" Tanya rara marah


Rey hanya tertunduk saat itu, meyla pun yang melihat kejadian itu mencoba meleraikan mereka berdua ..


"Sudah .. sudah .. mari kita bicarakan baik-baik raa .. !! Malu di lihat orang .. " Pinta meyla pada rara


Karena meyla tahu rupanya rara merasa kesal dengan sikap rey yang aneh saat itu ..


Namun di sisi lain meyla masih berfikir logis sehingga ia menyaran kan mereka berdua untuk pergi dari sanah ..


Mereka pun menuruti perkataan meyla, dan kini rey, rara dan meyla sudah berada di belakang rumah tyas kala itu ..


"Baiklah kita selesaikan masalah tadi rey .." meyla pun mencoba membuka percakapan


"Apa yang kamu lakukan tadi rey ..?? Kenapa kamu sampai mencium kening tyas ..??" Tanya rara dengan nada marah nya


Rey hanya menunduk tak mengucapkan sepatah kata pun, ia tampak takut tak kuasa menatap wajah rara saat itu ..


"Rey, apa yang sudah kamu lakukan pada tyas .. ?? Tanya rara lagi


"Raa,, maafkan aku ... sebenarnya aku dan tyas ........." ucap rey terbata-bata


******Tidaaaakkkkkkkkk ......******


Rara terbangun dan membuka kedua matanya, ia sangat terkejut dengan mimpi yang ia alami, ia pun mencoba menampar-nampar pipi mulus nya saat itu, ia tak yakin dengan apa yang sudah ia alami tadi..


" apakah ini mimpi ?? Atau kenyataan ??" Ucap rara


"Awww ... sakit .. !!" Lirih rara

__ADS_1


Ia merasa kesakitan karena tamparannya sendiri ..


"Rupanya cuman mimpi .. huffftttt ..." rara pun penghempaskan badanya kembali ke ranjang


Ternyata kejadian itu adalah mimpi rara, ia bermimpi aneh pagi itu ..


Tak terasa air mata nya menetes sedikit demi sedikit, ia tak sadar bahwa ia telah menangis saat itu ..


"Lohh kok nangis ..??" Gumam rara dalam hati


"Yaa tuhan semoga semua hanya mimpi, tolong lindungi tyas dimana pun ia berada .. !!" Rara pun mendoakan sahabatnya, ia tak mau jikalau terjadi apa-apa pada sahabatnya ..


Rara yang masih bingung dengan mimpinya saat itu, tiba-tiba ia mencoba meraih hape dan mencoba menelfon meyla kala itu ..


"Mey, gue barusan mimpi tyas meninggal, tyas ninggalin kita mey .." kata rara pada sahabatnya


"Yang bener ra, masa sih ..??!" Tanya meyla


"Serius , gue masih shyok sama mimpi gue barusan mey .." kata rara


"Itu kan cuman mimpi ra, kalau loe mimpi orang meninggal berarti itu pertanda orang itu bakalan berumur panjang ra .." jawab meyla


"Amien .. mudah22an ya mey, tapi yang bikin gue tambah shyok itu dalam mimpi gue rey dateng ke rumah tyas, terus rey nangis sedih banget ..... dia nyium kening jenazah tyas saat itu .. !!" Rara mencoba menceritakan mimpinya itu pada meyla namun meyla mencoba memotong omongannya


"Ra,, itu cuman mimpi gue yakin rey orang baik, mungkin dalam mimpi loe rey juga sama merasa kehilangan seperti kita, tapi kan cuman mimpi mudah-mudahan gak terjadi apa-apa pada tyas .. !! Kita hanya bisa berdoa dimana pun tyas berada semoga tyas selalu dilindungi Allah, dan tyas bisa balik lagi sama kita " Ucap meyla


Meyla pun memberikan nasihat pada rara saat itu, hingga rara yang awalnya terkejut dan sedih menjadi tenang kembali setelah mendengar kata-kata meyla di telfon saat itu ..


"Yaudah ra, loe mendingan mandi dulu gih biar seger .. nanti gue ke rumah loe yaa nemenin loe ke rumah sakit .. " imbuhnya lagi


Rara pun mendengarkan saran sahabatnya saat itu, ia pergi mandi untuk membersihkan diri, namun bayangan rey saat mencium tyas saat itu masih saja terbayang dalam fikirannya ..


Ia pun mencoba menepis bayangan itu beberapa kali ..


*****triiingggggtriiinggggg****


Suara telfon berbunyi, rupanya niko mencoba menelfon rara saat itu rara masih berada di kamar mandi sehingga ia tak mendengar suara panggilan darinya ..


Satu jam sudah rara berada di kamar mandi, rupanya ia sengaja ingin berlama-lama mencoba menenangkan fikirannya sambil berendam di bathup kamar mandinya itu ..


Ia pun keluar dari kamar mandi dan hendak memakai pakaian, namun rara melihat sosok meyla yang berbaring di atas ranjang miliknya ..


"Yaaammpun .. nganggetin aja !!" Ucap rara


"Lagian, loe sih lama banget mandi nya ra, gue sampe keriput nih nungguin loe mandi .." jawab meyla santai


"Emang udah dari sanah nya kali loe keriput mey, hehee ... " jawab rara


"Enak aje .. mana ada artis korea keriput macam gue, hehe .." kata meyla tertawa


"Ohh .. iya itu hape loe berisik bunyi terus, pemuja rahasia loe nelfon terus tuh ra ..!!" Imbuhnya


"Pemuja rahasia ..?? Maksudnya siapa mey??" Tanya rara penasaran


"Loe polos apa bodoh sih ra ..?? Kebangetan deh si rara .. ampun deh, itu mas niko loe dari tadi nelfon terus" Jawab meyla


"Apaan sih mey, pak niko kan emang baik .." Kata rara memuji bos nya


"Iya..iya baik, saking baik nya terlalu baik sama loe .. Hahahaa ..." meyla pun tertawa meledek rara


Ia pun mencoba mengecek handphone nya , rupanya ada 3 panggilan tak terjawab tiga-tiga nya telfon dari niko..


"Loh ada apa yaa pak niko nelfon gue ..??!" Gumam rara dalam hati


Di sisi lain terdengar suara mang udin di balik pintu kamar mencoba memanggilnya ..

__ADS_1


"Non, non rara mobilnya sudah siap, mang udin tunggu di bawah yaa non .." Kata mang udin seraya memberi tahu pada majikannya


"Iya mang tunggu dulu sebentar lagi yaa.." jawab rara


Mereka pun pergi di antar oleh mang udin supir pribadi rara saat itu, mereka hendak pergi ke rumah sakit tempat paman hadi di rawat..


Sesampainya di ruangan, rara dan meyla harus berganti pakaian menggunakan baju khusus karena ruangan itu adalah ruangan intensive sehingga benar-benar harus di jaga kebersihannya ..


Pak Hadi masih terbaring tak sadarkan diri yang di lengkapi dengan bantuan alat-alat di rumah sakit membuat rara semakin sedih melihat nya ..


"Paman rara udah dateng, rara ada di sini nemenin paman, paman cepet sadar yaa biar kita nanti bisa curhat-curhat lagi yaa .. !!" Ucap rara ia pun tak kuasa membendung kesedihan nya, hingga air mata nya jatuh mengalir


"Paman cepet sehat lagi yaa, rara janji bakalan nurut sama paman .. " imbuhnya lagi, ia pun hanya bisa menggenggam tangan pamannya kala itu


"Ra loe yang kuat ya, loe jangan nangis aja nanti paman bisa denger loe kasian nanti paman hadi juga ikut sedih kalau lihat loe sedih terus .. " ucap meyla mencoba menguatkan sahabatnya


"Iya mey, makasih yaa loe selalu ada buat gue .." Jawab rara, ia merasa bersyukur memiliki sahabat seperti meyla dan tyas


Mereka pun berpelukan, namun di sisi lain saat rara tengah memeluk meyla saat itu, ia tak sengaja melihat ada orang yang sedang mengawasi ruangan tempat pak hadi di rawat , orang itu seperti sedang memata-matai nya ..


Ia pun keluar dari ruangan itu mencoba melihat keadaan diluar, tapi sepertinya tak ada orang sama sekali di sanah ..


"Apa gue salah lihat kali yaa ..??" Gumam rara dalam hati


Ia pun masuk kembali ke dalam ruangan , meyla merasa sikap sahabatnya aneh, ia mencoba bertanya pada rara saat itu ..


"Raa loe fine fine aja kan ??" Tanya meyla penasaran


"Iya lah mey, i'm fine .. emang kenapa ??" Tanya rara balik


"Gak kok, gue heran aja tiba-tiba loe tadi keluar terus gak lama loe masuk lagi, emang nya di luar ada siapa ..??!" Tanya meyla lagi


"Mey, gue kok ngerasa tadi ada yang ngintip kita di sini, tadi gue lihat ada cowok yang bolak balik lewat ruangan ini, tapi tatapannya seperti sedang memantau kita .." Jawab rara cemas


"Raa, loe jangan banyak fikiran yaa .. mungkin orang itu gak sengaja lihat kemari, loe jangan berburuk sangka sama orang, siapa tahu orang itu lagi cari temennya atau sanak saudaranya .." kata meyla


"Iya kali ya mey, makasih yaa udah temenin gue hari ini .." ucap rara


Sore pun tiba waktu sudah menunjukan pukul 16.00 sore rara pun bersiap-siap pamit pada pamannya, walau ia tahu bahwa pak hadi takan bisa menjawab ucapan rara namun ia berusaha untuk mengajak beliau bicara mungkin baginya hanya dengan cara itu bisa membuat hatinya tenang ..


"Paman rara pulang dulu yaa, nanti besok rara bakal balik lagi kesini yaa .." ucap rara seraya masih menggenggam tangan kanan pamannya


Rara pun pergi dari ruangan itu, tampak mang udin yang masih menunggunya di parkiran sedang asyik mengobrol dengan seseorang ..


Rara pun mencoba memanggil supirnya ..


"Mang udin .." sapa rara sambil melambaikan tangannya, seolah-oleh menyuruhnya untuk mendatanginya


Mang udin pun menoleh pada rara, namun pria yang dari tadi sedang mengobrol dengannya tampak seperti buru-buru akan pergi meninggalkan nya saat itu ..


"Mas saya pamit dulu ya, nanti kapan-kapan kita ketemu lagi .." ucap seorang pemuda itu


"Oh iyaa mas, makasih yaa angpau nya ..hehe .. " kata mang udin yang merasa senang karena di beri uang oleh pemuda itu


Mang udin pun bergegas mendatangi majikannya yang sudah menunggu di pinggir mobil saat itu ..


"Habis ngobrol sama siapa mang ..??" Tanya rara penasaran


"Tadi ada orang yang baik sama mang udin non, dia kasih amang uang lumayan lah buat beli rokok .. hehehe .." jawab mang udin santai


"Allhmdulillah atuh mang lumayan yaa, tapi awas jangan mudah percaya sama orang harus hati-hati .. !!" Kata rara seraya memberi nasihat pada supirnya


Mobil yang di tumpangi rara pun akhirnya pergi meninggal kan tempat parkiran itu, mang udin tampak tersenyum senang karena mendapat rezeki tak terduga..


Namun di sisi lain rara masih terlihat cemas dengan kejadian tadi, ia masih memikirkan seorang pria yang tampak mencurigakan tadi di depan ruangan tempat paman hadi di rawat.

__ADS_1


__ADS_2