Aku Diantara Tiga Pria Tampan

Aku Diantara Tiga Pria Tampan
TYAS MEMOHON PADA NIKO


__ADS_3

Hari itu saat dimana hidup ku sudah tak berarti lagi, ternyata aku sudah hamil 5 minggu aku bingung entah siapa yang menghamili ku saat itu.


Namun aku yakin sepertinya rio yang menghamili ku karena saat itu aku sadar saat pertama kalinya aku melakukan hubungan layaknya suami istri dengannya dan kami saat itu tak mengenakan pengaman sama sekali.


Aku mencoba menghubungi rio namun jawaban rio saat itu sangat menyakitkan bagi ku..


Rasanya aku tak sanggup lagi untuk mendengarnya, sepertinya inilah akhir hidup ku..


"Kamu yakin itu anak aku ..??" Ucap rio padaku


Sepontan aku merasa sangat marah padanya..!!


"Iyalah masa iya ini anak bapak mu ?? Lagian aku ngelakuin nya cuman sama kamu, kamu tau kan aku ini masih perawan, pokoknya aku gak mau tahu kamu harus tanggung jawab rio .. !!" Jawabku penuh amarah


"Aku gak mau tanggung jawab yas, kamu tau kan kalau orang tua ku melarang aku pacaran, kalau orang tua ku tahu aku punya pacar trus kamu hamil bisa-bisa aku di gantung sama mereka, kalau bisa gugurin aja kandungan mu .. !!" Kata rio sepertinya ia ingin lepas dari tanggung jawabnya


Ucapan rio saat itu membuat ku semakin ingin menghardik nya, jika saja hukum di dunia ini menghalalkan ku untuk membunuh seseorang rasanya aku ingin sekali menusuk rio dengan kedua tangan ku sendiri.


"Dasar laki-laki b4J1N6AN .. b4N654T kamu rio cuman mau enak nya aja !!" Aku semakin geram saat rio menyuruh ku untuk menggugurkan kandungan ku


Semenjak saat itu rio tak bisa di hubungi lagi, aku mencoba untuk menghubunginya namun sepertinya ia sengaja tak mau mengangkat telfon dari ku, hingga akhirnya aku memutuskan untuk pergi dari rumah ku.


Aku bilang pada ibu ku bahwa aku selama ini tinggal di rumah rara, tadinya aku ingin membuat beliau tak khawatir pada ku karena jika ibu tahu aku tinggal seorang diri sudah pasti ia takan mengizinkan ku pergi dari rumah saat itu.


Semakin hari aku sepertinya semakin tak bisa menahan perasaan lemas dan mual ku, hingga aku berniat untuk tak bekerja beberapa minggu, awalnya aku mencoba menghindari rara karena aku merasa bersalah padanya karena setelah kejadian malam itu di apartemen milik rey kekasihnya.


Sebenarnya aku tak ingat sama sekali dengan kejadian yang telah aku alami di apartemen rey, aku yakin kami tak melakukan hal-hal semacam itu, namun sepertinya ingatan ku benar-benar sangat buruk hingga aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi saat itu.


"Aku sempat berfikir apa anak yang aku kandung itu anak rey ??Tapi mana mungkin, seingat ku aku hanya pernah melakukan hubungan itu dengan rio saja" gumam ku


Saat itu, pertama kalinya aku tidak masuk kerja dan aku tak mengabari kedua sahabatku , rupanya mereka sangat khawatir dengan keadaan ku, maklum saja aku tipe orang yang jarang sakit dan selalu masuk kerja jadi wajar saja mereka khawatir pada ku saat itu.

__ADS_1


Sebenarnya aku merasa bersalah akan sikap ku yang seperti ini, namun apa boleh buat sepertinya keadaan ku semakin memburuk, sepertinya aku mengalami morning scikness yang parah karena bukan hanya tiap pagi aku selalu muntah-muntah bahkan siang dan malam pun aku seperti itu.


Aku takut jikalau aku bekerja nanti semua orang tampak curiga pada ku karena keadaan ku seperti ini, apa lagi aku tak mau kedua sahabatku mengetahui keadaan ku yang tengah hamil muda saat ini.


Karena selama ini rara dan meyla tak pernah tahu siapa pacar ku dan apa saja yang telah aku lakukan dengan pacarku, hingga aku tak berani untuk menceritakan masalah ku padanya.


Andai saja aku tak terbuai oleh mulut manis rio kala itu mungkin hidup ku tak akan semenyedihkan ini.. !!!


Satu bulan lebih sudah aku tak pernah masuk kerja, aku pun mencoba mengganti no hape ku hingga tak ada seorang pun yang tahu no baru ku saat ini.


Pagi itu aku hendak pergi ke ke klinik untuk memeriksa kandungan ku, namun saat aku hendak berbelanja untuk kebutuhan sehari-hariku, tiba-tiba aku melihat dua orang pria sedang mengikuti ku sepertinya mereka sedang memata-matai ku.


Aku sangat ketakutan hingga saat itu tanpa fikir panjang aku memasuki toko grosir tepat di hadapanku, tadinya aku berniat untuk bersembunyi saja di sanah, namun aku di kagetkan dengan suara laki-laki yang menyapa ku ternyata ia si pemilik toko itu hingga akhirnya aku pun malah jadi membeli beberapa barang untuk keperluan ku.


"Yaudah deh sekalian belanja aja disini, lumayan juga bisa sambil nunggu orang22 itu pergi" ucapku dalam hati


Saat itu dua orang yang mengikuti ku masih saja berada di luar toko, hingga aku pun di buat geram dengan pria22 aneh itu.


"Kenapa sih mereka ngikutin aku terus ..??" Gumam ku dalam hati


Aku yang masih menunggu kedua pria itu pergi


malah tak sengaja ketiduran di kursi.


Ku lihat jam tanganku sudah menunjukan pukul 17.15 sore rupanya aku cukup lama tertidur kala itu, aku merasa tak enak pada si pemilik toko karena sepertinya sudah waktunya toko itu tutup.


"Maaf yaa mas aku malah ketiduran .. hehe " ucapku meminta maaf


"Gak apa-apa kok mbak, btw diluar udah gak ada siapa22 dua orang yang tadi ngikutin mbak kayanya udah pergi dari tadi .. " kata arka


Beruntungnya si pemilik toko itu sangat baik pada ku dan mengerti keadaan ku saat itu, bahkan arka nama si pemilik toko itu pun menawarkan tumpangannya pada ku, kebetulan tempat tinggal ku saat ini tak jauh dari tempatnya hanya saja kami beda gang saja.

__ADS_1


Aku fikir tak masalah aku di antar oleh nya pulang, toh kami memang sejalur.


Arka pun membantu ku menurunkan beberapa belanjaan yang sudah aku beli di toko miliknya, aku merasa berterimakasih padanya karena hari itu ia sudah banyak membantu ku.


Awalnya aku tak menyangka ia menwarkan bantuanya pada ku, sepertinya ia merasa kasihan karena aku tinggal seorang diri ditambah lagi aku tinggal di kontrakan kecil saat ini.


Setelah ia membantu ku membawakan barang22 belanjaanku, ia pun meminta no telfon ku entah untuk apa maksudnya namun seketika aku memberikan no hape ku tanpa berfikir panjang saat itu..


Itulah awal pertemuan ku dengan arka.


Maghrib pun tiba, suara adzan sudah berkumandang keras aku sudah memakai mukena saat itu aku hendak melaksanakan ibadah sholat, namun saat aku hendak melaksanakan sholat tiba-tiba aku mendengar seseorang mengetuk pintu rumah ku, aku pun mengurungkan niat ku dan melangkah menuju pintu depan.


Saat aku mengintip di balik jendela spontan aku terkejut melihat sosok pak niko bos dari perusahaan tempat ku bekerja datang menemuiku, aku bingung melihat pak niko yang tiba-tiba mengetahui keberadaan ku padahal tak ada seorang pun yang tahu aku tinggal di sini.


Ku coba membuka pintu dan menyuruh nya untuk masuk.


"Silahkan masuk pak .. !!" Pinta ku


Saat itu sepertinya pak niko tau dengan permasalahan yang sedang aku alami selama ini, bahkan beliau pun tahu tentang ke hamilanku yang selama ini aku tutup-tutupi.


"Bagaimana pak niko tahu .. ??" Gumam ku dalam hati


Aku sontak terkejut dengan sikap pak niko kala itu, malah aku sempat berfikir .. !!


"apakah pak niko yang menyuruh orang22 itu untuk membuntutiku selama ini ..??" Imbuku lagi dalam hati


Rupanya benar dugaanku, ternyata pak niko yang sudah menyuruh mereka selama ini.


"Pantas saja ia tahu .. !!" Ucapku dalam hati


Aku pun meminta pak niko untuk merahasiakan masalah yang sedang aku alami, aku berharap pak niko bisa menjaga rahasia ku pada kedua sahabatku yakni meyla dan rara.

__ADS_1


Apa lagi aku tak mau jika rara tahu tentang kejadian aku dan rey 3 bulan lalu..


Aku tak mau menyakiti hati rara, aku berharap semoga saja pak niko bisa menjaga rahasia ku dan menutup mulutnya rapat-rapat agar tak ada seorang pun yang tahu.


__ADS_2