
Pagi itu dunia ku serasa hancur, kaki ku seperti tak menginjak tanah, hati ku tak karuan kala mendengar kecelakaan dari sosok pengganti ayah bagi ku.
Aku tak menyangka bahwa ucapanya itu adalah pertanda bagiku ..
Kala itu aku masih sedang sibuk mengetik, aku mendengar ada telfon masuk saat itu, namun aku sengaja menghiraukan nya tanpa melihat nama si penelfon itu, karena aku masih saja fokus bekerja.
Terdengar telfon berdering beberapa kali, mungkin ada sepuluh panggilan tak terjawab,, namun saat aku mencoba melihat nama penelfon di layar handphone ku ternyata itu "PAMAN" ..
Ku raih hape ku yang tak jauh dari meja kerja ku, aku mencoba mengangkatnya ..
"Hallo paman .." sapa rara
"Apa benar ini dengan keluarga pak hadi ..??" Tanya si penelfon itu
"Iya, saya rara keponakannya .. ini siapa yaa ?? Kok nelfon pake no paman ku ??" Tanya rara penasaran
"Nona rara, saya dari rumah sakit S***** ingin memberi tahukan bahwa paman anda saat ini megalami kecelakaan .." jawab si penelfon itu, rupanya ia adalah perawat di rumah sakit tempat paman di bawa saat mengalami kecelakaan ..
"Yang benar pak .. ?? Bohong kan ?? Bapak mau coba nipu saya ..??" Tanya rara tak percaya saat mendengar kabar itu
"Saya gak pernah punya niat untuk menipu mbak, silahkan saja mbak cek ke rumah sakit S***** jika mbak masih gak percaya dengan ucapan saya .." jawab si penelfon
Tak lama kemudian telfon pun terputus , rara yang masih merasa tak percaya dengan kabar tersebut mencoba mencari tahu kebenarannya saat itu ..
Ia mencoba menelfon ke rumah sakit tersebut, namun rupanya benar, paman hadi memang berada di rumah sakit itu ia hendak akan melakukan operasi ..
Rara yang mendengarnya pun tampak terkejut, ia tak menyangka bahwa yang menelfonnya tadi benar dan tidak mencoba menipunya ...
"Yaallah ... tolong selamat kan paman .." ucap rara
Rara pun bergegas pergi saat itu, namun niko mencoba menghampirinya ..
Niko mencoba menawarkan tumpangan pada rara, dan akhirnya mereka sampai di rumah sakit tersebut ..
Niko dan rara tampak berlari menuju tempat resepsionis, mereka mencoba menanyakan keberadaan pak hadi saat itu ..
Rupanya pak hadi sudah berada di ruang operasi.
Tak butuh waktu lama bagi niko dan rara menuju ruang operasi itu, di sanah mereka melihat sosok bu farida istri pak hadi dan kedua anak nya sedang duduk menunggu operasi itu selesai ..
Saat itu rara tampak sangat sedih, wajahnya sangat pucat, ia tak hentinya menangis, hingga membuat bu farida yang awalnya tak menyadari keberadaan rara kala itu membuatnya semakin kesal saat ia melihat sosok rara ada di hadapannya ..
Ia mencoba mendekatinya, sifat nya yang tempramen membuatnya menampar wajah cantik rara saat itu, ia mencoba menyalahkan rara karena gara-gara rara suami nya harus mengalami kecelakaan, bu farida merasa bahwa rara memang pembawa sial bagi keluarganya ..
"Dasar pembawa sial ... !!" Ucap bu farida dengan lantangnya
POV FARIDA
👇👇👇👇
__ADS_1
Nama saya Nur Farida usia saya saat ini 45 tahun, saya istri dari Hadi Wijaya yang merupakan adik dari pengusaha kaya bernama Darmojo Wijaya yaitu orang tua dari Rara..
Hidupku tak selalu bergelimang harta, karena suami ku tak begitu kaya, suami ku awalnya hanya pegawai biasa, namun karena kakanya yang baik dan kaya raya, ia tak tega melihat adiknya bekerja pada orang lain membuat nya memperkerjakan suami ku ..
Jabatan suami ku bukan main-main saat itu, ia di tunjuk sebagai direktur keuangan oleh kakanya..
Hidupku yang biasa-biasa saja seketika menjadi berubah ..
Kini kami memiliki rumah yang sangat besar, mobil yang bagus, dan kami tak perlu khawatir dengan biyaya sekolah si kembar nantinya, karena aku tahu gaji suami ku sangat besar..
Mungkin kakanya sengaja memberikan upah yang besar pada adiknya ..
Awalnya aku hanya ingin mengambil hati kaka ipar ku, siapa tahu dengan aku mencoba membantu menjaga rara (kecil) si anak cerewet itu bisa membuat kami lebih kaya ..
Karena bagi ku menjadi direktur saja tidak cukup, aku ingin suami ku bisa lebih dari itu..
Maklum lah, perusahaan darmojo itu bukan hanya satu saja, siapa tahu suami ku di beri perusahaan oleh kakanya..
Itulah keinginan ku .. !!!
Seketika aku menjadi sangat kesal, saat kami sekeluarga sedang makan bersama di rumah darmojo saat itu, rupanya ia tak berniat memberikan salah satu perusahaanya pada suami ku, aku semakin kesal saat mendengar rara yang harus menjalankan bisnis orangtuanya ..
Dan ia akan memberikan warisannya 80% untuk anaknya, sisanya ia berikan pada adik sematawayang nya yakni suami ku.
Padahal saat itu rara masih kecil, usianya masih berusia 5 tahun, anak kecil mana yang sudah mengerti dengan keadaan saat itu, namun beda halnya dengan rara, ia tampak cerdas bagi anak seusianya itulah yang membuatku semakin kesal padanya ..
Setelah orang tua rara meninggal, ia tinggal bersama keluarga kami, suami ku sangat menyayangi rara malah kelihatanya ia lebih sayang pada rara di banding pada anak kandung nya sendiri ..
Namun nasib sial malah menimpa ku, saat itu malah aku yang terjatuh dan harus menjalani rawat inap ..
Pernah suatu hari aku mencoba membujuk rara saat kecil untuk menandatangani selembar kertas, aku berniat mengambil alih warisannya dan tujuan ku ingin menguras harta peninggalan orangtua nya ..
namun aku selalu gagal mendapatkan nya, mungkin suami ku tahu bahwa aku sebenarnya sangat membenci rara, sehingga ia selalu membantu mencoba mengagalkan rencana ku, sepertinya suami ku tahu bahwa aku berniat jahat pada rara ..
Hingga kini hubungan ku dengan rara tak pernah berjalan baik, aku selalu enggan bertemu dengan nya apa lagi kedua anak ku, mereka pun sangat membenci rara, namun saat aku mendengar kabar suami ku pagi tadi mengalami kecelakaan aku tak sengaja bertemu dengannya ..
Aku kesal bahwa suami ku mengalami kecelakaan setelah ia mengantarkan keponakan kesayangannya pergi bekerja, di jalan sebelum ia sampai di bandara mobil yang ia tumpangi tertabrak mobil truk besar (menurut keterangan saksi di TKP) ..
Hati ku semakin geram saat melihat rara menangis, amarah ku tak terkendali lagi sampai aku menampar nya begitu keras, sepertinya kekesalanku sedikit mereda saat aku telah melampiaskan emosi ku padanya ..
[[Keadaan saat ini .. !!! ]]
Operasi pun berjalan dengan lancar, kini pak Hadi sudah di bawa ke ruangan intensive karena keadaanya masih membutuhkan pengawasan yang ketat.
Dokter pun keluar dari ruang operasi itu, rara dengan sigap nya langsung bertanya pada dokter yang menjalankan operasi pamanya tersebut ..
"Dok, bagaimana keadaan paman saya ..??!" Tanya rara cemas
"Allhmdulillah operasi berjalan dengan baik, namun pasien masih belum sadarkan diri .." jawab dokter itu
__ADS_1
"Tapi ada kemungkinan paman saya untuk sadar kan dok ..??" Tanya rara masih dalam keadaan menangis
"Mudah-mudahan, semoga ada keajaiban dari Allah yaa, mbak yang sabar yaa .. saya akan bantu semampu saya .." ucap dokter baik hati itu
"Baik dok, terimakasih banyak .." Ujar rara dengan suara lirih
Niko yang masih setia menemani nya mencoba menghiburnya kala itu, rara yang terlihat sedih semakin tak kuasa saat mendengar pak hadi mengalami koma saat itu ..
Air mata nya semakin mengalir deras, kini ia tak sengaja menangis di pelukan niko saat itu ..
Di sisi lain tampak Rey cemas saat mendengar kabar dari Meyla bahwa paman hadi mengalami kecelakaan dan rara berada di rumah sakit..
Seketika rey melaju cepat ke rumah sakit, saat rey hendak menjumpai rara ia melihat kejadian yang tak di duga saat itu .. !!!
Ia melihat rara yang menangis di pelukan niko sehingga membuat hatinya semakin panas ..
Sepertinya rey sangat cemburu..
Ia melangkah mencoba mendekati rara yang masih duduk di kursi ruang tunggu, sepontan rara terkejut melihat sosok rey di hadapannya ..
Rara pun melepas pelukannya ..
"Maaf pakk .." ucap rara pada niko
"Gak apa-apa ra .." jawab niko singkat
Tak butuh waktu lama rey meraih tangan rara yang masih duduk berdekatan dengan niko kala itu ..
"Apa-apan sih ,,?? Sakit tau .." ucap rara
"Kamu yang ngapain, mau-maunya di peluk cowok lain ??" Tanya rey dengan nada yang tak biasanya
"Tenang rey bisa saya jelaskan, jangan salah faham.. !!! " sambung niko mencoba memberikan penjelasan pada rey
"Gue gak butuh penjelasan loe .. lagian ngapain juga loe ada di sini .. !!" Jawab rey semakin marah
"Maaf sayang ... aku tadi gak sengaja peluk pak niko, aku sangat sedih mendengar paman koma .." jawab rara seketika air matanya menetes kembali
Rey merasa bersalah, ia sangat tak tega saat melihat wanita menangis di hadapannya, apa lagi ia adalah wanita yang sangat ia cintai ..
"Maaf kan aku sayang aku gak tau.." jawab rey
"aku gak bermaksud marah sama kamu, mungkin aku terlalu cemburu melihat kamu di peluk pria lain, maafin aku yaa .." imbuh rey
Rara hanya mengangguk kala itu ..
Rey pun memeluknya dan mencoba menghibur kekasihnya sambil sesekali ia mencium kening rara saat itu ..
Niko yang melihat situasi itu pun akhirnya pergi meninggalkan mereka, ia merasa rey sudah mengganggu nya padahal dalam hati niko ia merasa bahagia saat rara menangis dalam pelukannya, namun rey malah mengacaukan kebahagiaan niko saat itu..
__ADS_1
"Lihat saja .. pasti gue bales loe rey ..!!" Gumam niko kesal