
Rara yang masih anteng dengan handphone nya sesekali ia berguling-guling di atas kasur besarnya, saking bahagianya membuat ia lupa seolah-olah hanya ia seorang yang berada di kamar mewahnya itu..
Rara yang biasanya selalu cuek dengan smartphone nya seketika berubah menjadi lebih aktif mengecek nya, takut-takut ada pesan masuk dari Reyhan.
"Raaa yaampun kita di cuekin gini sama loe!" Rajuk Tyas pada rara
Rara sampai lupa bahwa kedua sahabatnya itu masih berada di kamarnya dan hendak akan menginap di kediaman rara, karena kalo mereka pulang rasanya sudah terlalu malam, dan takut kalau nantinya ada apa-apa di jalan.
Sehingga Tyas dan Meyla memilih untuk menginap di istana rara kala itu.
"Iya loe tumben banget udah jam 1 malem loe belum tidur sih ra, masih anteng bgt mainin hp gak kaya biasanya" Sindir Meyla pada rara
"Bener banget fix loe sekarang jadi berubah, baru aja beberapa jam lalu loe kenalan sama Reyhan, skrg kita udh di cuekin sama loe !!" Pungkas Tyas merasa kesal dengan sikap rara
"Iya nih tiba-tiba gue kok ngerasa belum ngantuk yaa, apa krn ada 2 ekor nyamuk besar lagi nginep di rumah gue.." Jawab rara sembari tertawa seolah-olah tidak terjadi apa-apa
"Gue seneng sih liat loe seneng ra, cuman loe aneh aja gk kaya biasanya" Sambung Meyla
"Ehem..ehem... udah lah Mey jangan ganggu yang lagi kasmaran !" Celoteh Tyas sambil colak-colek tangan Meyla, seolah memberi kode agar berhenti menyindir rara
"Kayanya si rara lagi pdkt an nih sama si baju biru yang tadi di kafe" Meyla pun seperti tak mau kalah, dan masih penasaran dengan sikap sahabatnya itu
"Kalian jangan bilang-bilang yaa, Rey itu baik banget loh gue rasa dia beda sama cowok-cowok lain yang biasa deketin gue, dia asyik, humoris, dan ganteng lagi kaya oppa-oppa korea" ucap rara seketika membuat pipi putih nya merona setelah membicarakan sosok rey itu.
"Wah gilaa loe ra, si rey itu beruntung banget dapetin loe" Kata Tyas pada sahabatnya
"Loe aja yang gk tau, rey itu pengusaha loh gue salut sama dia, baru umur 28 tahun aja usahanya udah sukses kaya gitu, gimana kalo nanti udh tua ?!" Jawab rara yang masih saja membicarakan keistimewaan sosok rey pada kedua sahabatnya
"Wah yang bener ra? Loe kok kaya yang yakin gitu sama si Rey itu? Biasanya loe susah banget buat di deketin cowok, gak kaya rara yang gue kenal nih.." Ucap Meyla yang merasa heran dengan sikap rara saat ini
__ADS_1
"Gue juga gak yakin sih,cuman gue kok ngerasa kaya nemuin sosok gue yang gak ada di diri gue pas gue ngobrol sama rey, awalnya gue fikir dia tuh ngebosenin, cuman caper doang sami cewek, tapi lama kelamaan kok gue secepet itu nyambung ngobrol sama dia.." jawab rara
"Gue ikut bahagia loe udh berubah ra, udh gk kaya rara dulu si putri salju, yang kalau orang mau deketin susah banget kalo di ajak ngobrol, gue sih berharap rey emang serius sama loe, dan beneran baik sama loe" Ucap Meyla sambil mengelus-ngelus tangan rara seperti memberi suport dan setuju dengan pilihan rara
"Mudah-mudahan aja loe laku ya ra.." Celoteh Tyas membuat suasana sehingga berubah menjadi ceria.
"Hahahaha.." mereka bertiga tertawa bersama
Hingga sesi curcol berakhir sampai subuh, akhirnya mereka pun tertidur.
Hari ini hari minggu, alarm di rumah rara tampak berbunyi kencang namun para penghuni kamar tampaknya tertidur pulas sehingga mereka tak sadar mereka tertidur sampai siang hari..
*tok tok tok...* suara ketukan pintu kamar rara
*tok tok tok...* bi sri pembantu di rumah rara mencoba membangunkan majikannya
Padahal bi sri sudah membangunkan rara dari pagi tadi, hingga kini matahari sudah di puncak masih saja tak kunjung bangun..
"Tringgg....tringg..."
Jari jari rara meraih semartphone nya yang ia letakan tak jauh dari nya, ketika ia menyadari nama panggilan di hp nya itu "REYHAN" , Sontak ia kaget dan langsung terbangun mencoba merapihkan rambut nya yang kusut..
Padahal cuman telfon loh bukan videocall !!
"Hay ra, lagi apa?! Sapa rey dengan Suara yang tampak terdengar merdu.
"Ehh..itu anu lagi (aduh lagi apa yaa rara masih berfikir mencari ide untuk menjawab pertanyaan rey tadi, karena jika ia jawab jujur malah takut membuat rey jd ilfeel terhadap nya, masa baru bangun jam segini fikirnya )
"Eh lagi nonton drakor" imbuh rara sembari berbohong
__ADS_1
"Udah makan ra?" Tanya rey pada nya
"Udah barusan, kamu gimana?!" Jawabnya
"Sama udah kok ra, ra kalo aku ajak kamu buat makan malem di luar mau gk?! Ajak rey pada rara
"Ehmm.. gimana yaa?!" Jawabnya seolah-olah masih mikir antara mau dan tidak, tapi nyatanya ia mau
"Boleh, jam berapa?!" Sambung rara
"Nanti aku jemput yaa jam 7 malem, sharelock rumah kamu ya raa!" Ujar rey pada rara
"Baiklah, aku tunggu ya rey.." rara hanya tersenyum ketika mendengar rey akan menjemput ke istananya
"Siap tunggu aku yaa raa .." jawab rey
Tiba-tiba telfon pun dimatikan, tanda mereka selesai berkomunikasi.
"Uuhh sayang jangan lupa dandan yang cantik yaa!! Tiba-tiba terdengar suara Meyla yang entah dari kapan mendengar percakapan ku barusan dengan rey.
Tiba-tiba Tyas yang masih tertidur pulas pun terbangun mendengar obrolan mereka berdua.
"Apa apa ada apa nih?!" Tanya Tyas pada mereka berdua yang masih leyeh-leyeh di tempat tidur.
"Ini loh si rara mau ngdate sama pangeran rey" Jawab Meyla
"Aciyeeee ra, beneran loe? Udah sadar kali ini? Loe beneran suka cowok?!" Tanya Tyas yang masih ragu dengan jawaban Meyla
"Hahaa apaan sih loe yas" rara sambil membereskan tempat tidurnya, kemudian mengajak kedua sahabatnya untuk sarapan, tepatnya bukan sarapan tapi makan siang.
__ADS_1