
Sore itu aku sangat terkejut saat terkunci di toilet, aku tak tahu siapa yang sudah mencoba mengunci ku di sanah.
Berbagai cara sudah ku lakukan untuk membuka pintu itu, hingga tangan ku terluka dan tubuh ku menjadi lemas, mungkin karena aku mengerahkan semua tenaga ku untuk mencoba membuka pintu itu.
Aku mencoba menelfon sahabatku meyla, namun saat itu ia tak mengangkat nya, aku pun mencoba menelfon rey kekasihku namun apa daya ternyata handphone nya mati sehingga aku bingung untuk meminta bantuan pada siapa ..
Aku pun sudah berteriak kencang meminta pertolongan siapa tahu ada orang di luar sanah yang mendengar, namun ternyata tak ada seorang pun yang datang, wajar saja saat itu sudah jam pulang mungkin para pegawai sudah pulang semua.
Seketika badan ku lemas, aku menangis histeris dan aku terjatuh.
Aku merasa kejadian 20 tahun lalu terulang kembali, saat usia ku 5 tahun aku pernah terkunci di suatu ruangan.
Saat itu aku masih duduk di bangku sekolah dasar, aku hendak pulang sekolah, aku masih saja menunggu mang udin supir pribadi keluarga ku, sepertinya mang udin telat menjemput ku.
Tak lama kemudian ada seorang bapak-bapak datang menghampiri ku, ia datang dengan mobil warna hitam mirip dengan mobil yang biasa di gunakan mang udin..
"Non rara yaa ..??!" Tanya bapak22 itu pada ku
" iya pak .. "
"Non rara saya di suruh tuan darmojo untuk menjemput non, soalnya mang udin mengalami kecelakaan saat mau menjemput non .." kata bapak itu
Aku pun langsung percaya saja pada ucapan bapak itu, aku menurutinya hingga saat di dalam mobil tiba-tiba ada seorang ibu22 yang menempelkan sapu tangan di hidungku hingga aku tak sadarkan diri ..
Sepertinya saat itu aku pingsan, saat aku terbangun tiba-tiba aku sudah berada di ruangan sempit dan gelap aku menangis ketakutan..
Aku mencoba meraih gagang pintu itu namun tak bisa di buka, sepertinya aku di kunci di luar..
"Maahh ... paaahh ... tolong rara " ucap ku seraya menangis seorang diri
Aku berteriak sekeras mungkin agar ada orang yang mau membantu ku ..
"Tolong ... tolong .... tolong ... !!!" Ucapku seraya menggedor-gedor kaca di ruangan itu
Aku hanya bisa menangis dan ketakutan, wajar saja saat itu usia ku masih belia.
"Maahh ... tolong rara mahh .. !!! Paaahh tolong rara keluar dari sini .. !!" Ucapku sambil menangis
Seketika aku mendengar suara seseorang ..
"Non rara, non rara gak apa-apa non ..??!" Tanya pria di sebelah ruangan ku
__ADS_1
"Tolong saya pak ... tolong saya keluar dari sini .. !!" Ucapku meminta tolong pada pria itu
"Non, ini mang udin non rara gak apa-apa kan ??" Rupanya itu suara mang udin supir pribadi keluarga ku
Aku fikir mang udin mengalami kecelakaan saat itu, tampaknya si penculik itu sengaja membohongi ku, rupanya ia menyekap mang udin terlebih dahulu sebelum menjemput ku.
Pantas saja mobil yang di gunakan penculik itu mirip seperti mobil yang biasa mang udin pakai, sepertinya mereka membawa mobil itu ..
"Mang udin, tolong rara mang .. rara takut .. !!" Teriak ku
Sebenarnya aku sedikit merasa lega, kala mang udin berteriak memanggil namaku, aku fikir aku hanya seorang diri ternyata mang udin berada di samping ku walau keadaan kami saat itu sama-sama di kurung dalam ruangan ..
Tak lama kemudian terdengar seseorang membukakan pintu .. !!!
*** KKKRRRREEEEKKKK ****
Pintu pun terbuka, susana di ruangan itu tampak gelap hingga aku tak bisa melihat wajah si penculik itu ..
Aku di bawa oleh penculik itu keluar, entah mau di apakan, aku hanya bisa pasrah dan menangis dalam hati, aku ingin sekali menjerit namun saat itu mulut ku di tutup rapat, mata ku pun tak bisa melihat ..
"Maahh ... paaahh ... tolong selamatkan rara, yaallah bantu rara, rara takut sekali .. !!" Ucap ku dalam hati, air mata ku tak berhentinya menangis saat itu
"Saya sudah berada di tempat, tolong bawa uang itu secepatnya, saya tunggu 10 menit jika kau mencoba menghubungi polisi siap-siap untuk melihat mayat anak mu dan supir pribadi mu .. !!" Ucap seorang pria dibalik telfon itu
Aku mendengar nya tampak seklias, sepertinya mereka menculik aku dan mang udin untuk meminta tebusan pada orang tua ku.
10 menit sudah berlalu aku hanya duduk dan tak bisa berbuat apa-apa, begitu pun mang udin yang tepat berada di sampingku sepertinya mang udin pingsan aku tak mendengar suara rintihanya sama sekali bahkan ia pun tak bergerak tubuhnya seperti orang yang meninggal.
"Atau jangan-jangan mang udin di bunuh .." fikir ku
Pikiran ku tak karuan, aku begitu shyok dengan kejadian yang telah menimpa ku, aku hanya menangis hingga mata ku begitu perih..
Tak lama kemudian aku mendengar suara tangisan seseorang ..
"Raaa,, rara ... kamu gak apa-apa kan ??" Tanya wanita itu
Aku hanya mengangguk saja, wanita itu mencoba memeluku dan membukakan penutup mata ku hingga aku bisa melihat sekilas ternyata itu ibu ku.
Aku begitu bahagia bisa melihat wajah ibuku saat itu, namun tak lama kemudian tubuh ku menjadi lemas pandangan ku tampak kabur aku pun terjatuh dan tak sadarkan diri.
Keesokan harinya ..
__ADS_1
Pagi itu aku terbangun, aku mencoba membukakan mata ku tampak sekali suasana rumah sakit, sepertinya aku berada di rumah sakit saat itu.
Aku terbangun memanggil orang tua ku ..
"Maahh ,, mamah .. paahh .. papah .. !!" Panggil ku
Ibu ku yang masih tertidur di sofa kemudian terbangun mendengar suara ku saat itu..
Ia mencoba memeluk dan mencium ku berulang-ulang kali ..
"Syukurlah kamu sudah sadar sayang .." ucap mamah sambil minitikan air mata, entah itu air mata sedih atau bahagia hanya beliau yang tau
"Ra kamu gak apa-apa kan .. ?? Apa yang sakit ?? Bagian mana yang sakit raa .. ??" Tanya ibu ku khawatir tampak sekali dari raut wajahnya yang sendu
"Gak mah, rara gak apa-apa kok, mah papah mana ..??" Tanya ku penasaran
"Papah masih ada urusan yang harus di selesaikan nak, kamu yakin gak apa-apa ??!" Tanya mamah ku lagi
"Iya mah rara baik22 saja kok .. " jawab ku
Tiba-tiba aku teringat pada mang udin supir ku..
"Mah, mang udin gimana?? Apa mang udin meninggal .. ??" Tanya ku penasaran, tiba-tiba aku pun menangis mengingat kejadian yang menimpa kami saat itu
"Mang udin gak apa-apa sayang, alhamdulillah mang udin udah sadar beliau di rawat di sebelah kamar kita kok.. " jawab mamah ku sengan suara lembutnya
"Mah rara mau ketemu mang udin mah, tolong anterin rara ke sanah yaa .. !!" Pinta ku memaksa
"Boleh sayang, sebentar yaa mamah panggil suster dulu biar bantu kita, kamu tunggu di sini yaa .. !!" Pinta mamah
"Jangan lama22 yaa mah, rara takut sendiri .. !!" Jawab ku
saat itu pertama kali nya aku tak ingin berada sendirian mungkin bisa di bilang aku mengalami trauma pasca kejadian itu sehingga aku selalu ingin ada orang yang menemani ku.
Aku pun pergi menjenguk keadaan mang udin, untunglah mang udin masih hidup walau tampak sekali lebam-lebam biru di wajahnya dan darah kering yang masih menempel di atas bibir nya..
"Syukurlah non rara baik-baik saja, mamang sangat lega bisa melihat non lagi.. " ucap mang udin seraya bersyukur melihat keadaan ku saat itu
Aku hanya menangis melihat keadaan mang udin yang masih terkapar di ranjang.
Tiga hari sudah aku di rawat di rumah sakit, sepertinya bukan hanya tubuh ku yang membutuhkan perawatan namun sepertinya saat itu aku mengalami trauma yang menyakitkan.
__ADS_1